JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
belakang sekolah



jessica terus saja menarik tangan jeff, dan membawanya kebelakang sekolah.


"wihh gila nih tempat keren banget jess, gue malah baru tau kalau belakang sekolah kita sekeren ini" ucap jeff sembari takjub.


"ya jelas loe nggak tau jeff. orang loe bergaulnya sama arga, sama bayu. mana pernah mereka kesini, yang satu kutu buku, yang satunya lagi kebanyakan ngebucin" ucap jessica.


"tapi gue bersyukur punya sahabat seperti mereka, gue baru aja pindah tapi mereka berdua welcome banget sama gue"-jeff.


"iya juga sih. dari kelas 10 mereka emang selalu berdua, anak-anak pada minder kalau mau berteman sama mereka berdua"


"kenapa emang?"


"mereka berdua kan anaknya orang berada jeff"


"tapi menurut gue mereka berdua nggak pernah beda-bedain orang karena materinya deh jess"


"iya gue tau betul gimana arga dan bayu. tapi tetep aja menurut anak-anak circle mereka sulit di tembus"


"berarti gue kuat kayak captain amerika, karena bisa menembus circle mereka"


"ya nggak gitu juga konsepnya jeff" jawab jessica sembari terkekeh dan memukul pelan pundak jeff.


*"astaga jessi manis banget kalau lagi senyum kayak gini"* gumam jeff dalam hati sembari terus memperhatikan jessica.


"oh iya jeff maaf ya"


"maaf buat apa jessi? loe nggak ada salah sama gue" jawab jeff sembari menatap jessica, jeff benar-benar nggak ngerti kenapa tiba-tiba saja jessica minta maaf kepada dirinya. padahal seingat jeff, jessica tidak pernah membuat kesalahan kepada dirinya.


"bukan buat gue. tolong maafin aldo ya, karena dia tadi hampir memukulmu"


"santai aja jess, lagian gue juga nggak kenapa-kenapa"


"tapi gue nggak enak sama loe jeff"


*"astaga jessi, loe itu selain cantik juga baik banget. pantas saja banyak cowok-cowok yang suka sama loe, andai aja loe belum punya cowok pasti udah gue serobot"*gumam jeff sembari tersenyum tipis.


"jeff kok malah bengong sih!"


"nggak kok jess. jangan pernah minta maaf buat kesalahan yang nggak pernah loe perbuat jessi"


"kenapa?"


"jadi orang jangan terlalu baik jessi, kebaikan kamu bisa jadi nanti justru bakal di manfaatin sama orang" jawab jeff sembari menepuk pelan pucuk kepala jessica.


"apaan sih jeff"


"tempat ini keren banget loh jess, kok loe bisa tau tempat kayak gini sih?"


"semua orang yang sekolah disini juga tau kalik jeff, tapi emang nggak banyak yang mau datang kesini. kebanyakan sih mereka yang kesini kalau lagi banyak masalah"


"termasuk loe juga?"


"mungkin" jawab jessica sembari beranjak dari duduknya.


"jessi mau kemana?"


"masuk kelas dong jeff, bentar lagi bel nih"


"astaga iya" ucap jeff sembari mengikuti langkah jessi yang mulai menjauh.


*****


"gimana loe semua udah siap buat nanggung malu belum?"-bambam.


"woii jangan sombong loe"-ciko.


"tau sombong bener jadi orang"-teddy.


"bacot, udah ayo mulai. kita tunjukin siapa pemenang sebenarnya"-aldo.


"oke siapa takut"-bayu.


"tunggu"


"tiara"-bambam.


tiara segera berlari ketengah lapangan dimana anak-anak cowok itu berada.


"loe apa-apaan sih bam?"-tiara.


"gue nggak suka loe deket-deket sama dia" jawab bambam sembari menunjuk kearah galih.


"bam kita udah nggak ada hubungan apa-apa jadi terserah gue dong mau deket sama siapa"


"gue tau loe mutusin gue gara-gara dia kan ra!"


"ini semua nggak ada hubungannya sama galih bam. harusnya loe sadar dong, gue muak sama loe. loe selalu sok berkuasa dan sok jagoan, loe selalu berbuat sesuka hati loe. loe juga nggak pernah sekalipun dengerin apa kata gue, selama ini loe selalu sibuk sama diri loe sendiri bam, loe terlalu sibuk sama temen-temen loe yang nggak jelas ini"


"ra maafin gue, tolong kasih gue kesempatan sekali lagi ra. gue masih sayang banget sama loe"


"semuanya udah selesai bam"


"udah ayo cabut, emang nggak seharusnya kita disini"-jeff.


"tapi men, apa kata mereka kalau kita pergi gitu aja?"-bayu.


"loe lih, jangan mendekati wanita yang belum selesai sama masalalunya, atau loe sendiri yang akan terluka. udah ayo kita pergi, biar mereka selesaikan masalah mereka dulu, tenang aja kalau jodoh nggak bakal kemana-mana" ucap jeff sembari merangkul galih.


"gue setuju sama jeff. udah ayo kita pulang"-arga.


namun sebelum mereka pergi galih menghentikan langkahnya hingga membuat jeff yang tengah merangkulnya juga berhenti.


"apalagi men?"-jeff.


galih kembali menoleh kebelakang dan berseru kepada tiara.


"ra selesaikan masalahmu sama bambam, gue emang sayang sama loe, tapi kalau loe emang masih sayang sama bambam gue rela kok ra, gue yang bakal mundur"


"gue bangga sama loe men" ucap jeff sembari menepuk pelan pundak galih.


"kenapa nih?" tanya jessica yang baru saja muncul bersama siska.


"tanya aja noh sama ayang bebeb loe. udah ayo pulang yank" jawab bayu sembari menarik tangan siska.


"jessica gue balik duluan"-siska.


"hati-hati bay, sis"


"iya" jawab bayu dan siska bersamaan.


"kita duluan jes"-arga.


"iya kalian semua hati-hati ya"


"sayang kamu kemari?" tanya aldo sembari menghampiri jessica.


"kamu tuh kenapa sih al, aku perhatikan akhir-akhir ini sering banget bikin gara-gara. aku nggak suka kamu yang kayak gini"-jessica.


"maafin aku ya sayangku. jangan cemberut gitu dong, nanti cantiknya hilang loh" ucap aldo sembari memegang kedua pundak jessica.


"biarin, emangnya kenapa kalau aku jadi jelek?"


"ya nanti kalau aku makin cinta gimana?"-aldo.


"anj*ng pasti gara-gara dia kan ra" ucap bambam sembari berteriak


"bam loe jangan kasar gitu dong sama tiara"-jessica.


"diem loe, loe nggak tau apa-apa jessica" bentak bambam.


"bam gila ya loe. ngapain loe bentak-bentak cewek gue"-aldo.


"sorry kebawa emosi"-bambam.


"sifat loe yang kayak gini bam yang buat gue makin ilfil, apa lagi loe kalau marah suka main tangan sama gue"-tiara.


jessica benar-benar kaget mendengar pengakuan tiara. dia tau betul gimana bucinnya bambam kepada tiara, tapi kenapa bambam tega berbuat seperti itu kepada tiara.


*"kalau bam aja bisa ngelakuin hal sekejam itu sama tiara apa aldo juga bisa melakukan hal yang sama"* gumam jessica dalam hati, ya jessica paham betul sifat aldo dan bambam tak jauh berda.


"ra maafin gue, gue nggak sengaja ra"-bambam.


"loe bilang nggak sengaja bam, loe lakuin itu nggak cuma sekali bam"-tiara


"ra gue mohon sama loe, maafin gue ra. tolong kasih gue kesempatan sekali lagi" ucap bambam sembari berlutut di depan tiara.


"sorry bam gue nggak bisa, semuanya udah berbeda"


"semua karna galih kan?" tanya bambam sembari berdiri.


"tanpa dia pun aku juga tidak akan memberiku kesempatan kedua bam"


"dasar perempuan murahan, lon*e" ucap bam sembari menampar tiara.


jessica dengan segera menghampiri tiara dan langsung memeluknya, jessica tidak menyang bam akan melakukan hal seperti itu. kalau di depan banyak orang saja bam berani, gimana selama ini tiara menjalin hubungan dengan bam, ini benar-benar udah nggak sehat.


"ra ayo kita pulang"-jessica.


"loe lihat kan jess gimana kelakuannya bam, dia tuh kasar banget. apa menurut loe gue salah, kalau gue mutusin dia?"-tiara.


"sama sekali nggak ra. keputusan loe buat mengakhiri hubungan kalian itu udah paling bener, hubungan kalian itu udah nggak sehat. udah ya jangan nangis lagi"


"makasih ya jess"


"nggak usah berterima kasih, loe pulang bareng gue ya"


"nggak usah jess nanti gue malah ngrepotin elo lagi, gue naik taksi aja"


"sama sekali nggak ngrepotin kok ra. ayo itu kakakku sudah menunggu"


"beneran gapapa jess?"


"santai aja kali ra. yuk keburu kakak gue ngomel nanti" ucap jessica sembari menarik tangan tiara menuju mobil bastian.


"kemana aja sih dek? lama banget. kakak hampir berbuah saking lamanya nungguin kamu" ucap bastian ketika jessica baru saja masuk ke dalam mobil.


"maaf kak"


"itu temen loe kenapa dek? kok pipinya lebam gitu?"


"habis di tampar mantan pacarnya"


"brengsek banget tuh cowok. tapi bagus sih kalau loe udah putus sama dia, seenggaknya loe udah bebas dari iblis. lain kali hati-hati ya kalau milih cowok"


"iya kak"-tiara.


"loe juga dek, jangan sampai salah pilih cowok kayak temenmu"


"emang menurut kakak aldo jahat?"


"kakak nggak bilang aldo jahat, tapi mukanya kelihatan gitu kan"


"kakak sama kak bryan sama aja"


"ya jelas sama lah. kami berdua kakak kamu, kami cuma mau yang terbaik buat kamu jess"


"terserah kakak aja lah"


*****


"lah abang kok udah pulang?"-jordan.


"iya bang, bukannya abang ada tanding basket?"-jovan.


"iya nggak jadi"-jeff.


"kenapa emangnya bang?"-jovan.


"mendadak tiara muncul, ya udah gue ajak temen-temen gue balik. gue nggak mau nanti tiara mikirnya dia barang yang bisa diperebutkan galih sama bambam"-jeff.


"cakep itu baru abang gue"-jordan.


"oh iya dan, loe udah pernah kebelakang sekolah belum?"-jeff.


"belum bang, emangnya kenapa?"-jordan


"gila tempatnya cakep banget"


"belakang kelas gue nggak ada apa-apanya bang"


"lebih tepatnya sih belakang kelas 12. ternyata disana juga ada taman, terus ada danau buatan juga"


"lah abang tau dari mana tempat itu?"-jovan.


"tadi jessica yang ajak abang kesana"-jeff.


"gila di ajak mojok kak jessica loe bang"-jordan.


"mojok apanya, gue tadi hampir di tempeleng sama cowok dia. terus entah dari mana tiba-tiba dia dateng, trus langsung narik tangan gue. ehh dia malah ngajak gue kebelakang sekolah"


"gue juga mau bang kalau diajak mojok kak jessica"-jordan.


"kak jessica siapa sih mas?"-jovan.


"itu temen sekelas abang, anaknya cantik banget jov"-jordan.


"percuma cantik kalau nggak jadi pacar abang gue"-jovan.


"bisa aja loe buambang" ucap jeff sembari mengusap puncak kepala jovan.


"siapa yang harus jadi pacar abang?" tanya jevan yang baru saja keluar dari dapur sembaru membawa nampan berisi minuman dan juga camilan.


"anak kecil nggak boleh kepo"-jordan.


"yaelah mas, loe lebih tua saru tahun dari gue. tapi lagak loe udah kayak orang tua"-jevan.


"habisnya loe kepo banget bocah"-jordan.


"yakan gue juga pengen tau mas. siapa tau kejombloan abang kita lekas berakhir, muka boleh ganteng, tapi jomblonya dari lahir nggak berakhir-berakhir"


"yee sialan nih bocah" ucap jeff sembari memeluk dan menggelitiki jevan.


"abang geli. hahaha ampun bang, lepasin" ucap jecan sembari meronta-ronta agar bisa lepas dari pelukan sang kakak.