
"van ayo dong, ya mau ya" ucap jovan sembari menggoyang-goyang tangan jevan yang sedang asik bermain game di ponselnya.
"jov loe bisa nggak, kalau kagak gangguin gue"
"ayo dong, temenin gue. masak loe tega ngebiarin kembaran loe yang ganteng ini pergi sendirian"
"ya tegalah, ngapain juga gue kagak tega. lagian juga nggak akan ada yang mau nyulik elu bambang" ucap jevan sembari terus fokus pada ponselnya.
ya sedari tadi jovan merengek kepada jevan untuk menemaninya pergi ke toko buku, akan tetapi jevan terus mengabaikannya.
"ayo dong van temenin gue, loe hari ini ganteng banget deh"
"dari dulu gue emang ganteng oncom"
"ayo dong"
"gue gak mau jov, elah sama abang sana"
"abangkan belum pulang"
"mas jordan kalau gitu"
"mas jordan juga belum pulang. ayo dong, loe kebangetan banget sih. orang cuma suruh nemenin doang"
"gue lagi mager banget jov, elah mana di luar panas banget lagi"
"ayo dong"
*"anjir ni bocah ngeselin banget sih, harus di kasih pelajaran nih"* gumam jevan geram.
"ayo dong"
dengan segera jevan mencekal tangan jovan dan langsung mengeluarkan jurus andalannya.
"AHHHH SAKIT BEGO" teriak jovan ketika jevan menggigit tangannya.
"xixixixi mampus loe jov" ucap jordan sembari terkekeh ketika baru saja pulang dan melihat jevan yang tengah menggigit tangan jovan.
"KEMBARAN SETAN" ucap jovan ngegas ketika jevan sudah melepaskan gigitannya.
"horee gue suka keributan" ucap jordan sembari bertepuk tangan.
"mas jordan nggak ada akhlak" ketus jovan.
"bodo amat" ucap jordan sembari menjulurkan lidahnya.
"mas anterin gue dong"
"kemana?" tanya jordan sembari menghempaskan tubuhnya di sofa kosong samping jovan.
"toko buku"
"mau beli apaan dah?"
"ada pokoknya, ayo"
"iya-iya yaudah ayo"
"nah gitu dong, sekali-kali baik sama adiknya"
"gue selalu baik bocah, loe aja yang nggak pernah nganggep kebaikan gue. seorang jordan anak jujur, ganteng, dan tauladan ini memang selalu baik kampret"
"terserah mas jordan aja, ayo berangkat" ucap jovan sembari menarik tangan jordan.
"jov"
"apa?" ucap jovan sembari menatap tajam jevan.
"belikan seblak ya"
"ogah, loe gue end" ucap jovan sembari berlalu pergi.
"cekk nyebelin. gue jadi nyesel karena udah gigit dia, jadinya dia kagak mau gue suruh" decak jevan kesal.
*******
"elah class metting udah selesai aja"-ciko.
"iya, terus kita mau ngapain nih?"-cahyo.
"iya gabut banget"-galang.
"ini trio kampret kemana? tumben belum datang, kalau ada mereka kan lumayan ada si jeff yang kang sawer, siapa tau dia ngajak adiknya yang kang gendang buat join"-teddy.
"iya tumben-tumbenan mereka bertiga belum datang, biasanya juga datangnya pada pagi"-doni.
tak berselang lama tiga orang yang tengah mereka bicarakan pun datang.
"wihh panjang umur, baru aja di omongin langsung muncul"-galang.
"ngomongin apaan loe pada? ghibahin gue ya? wah parah loe cowok seganteng gue loe ghibahin"-bayu.
"bay mending loe minum obat, gue rasa makin hari loe makin parah"-heru.
"bocah setan"-bayu.
"ngaca bay, elo tuh yang setan" ucap heru sembari terkekeh.
"ga ini bener-bener udah nggak ada kegiatan?"-galang.
"nggak ada, agenda kita bersih-bersih. karena besok penerimaan raport"-arga.
"jeff besok raport loe yang ngambil siapa?"-ciko.
"kenapa emang?"-jeff.
"ya gapapa nanya aja"-ciko.
"ngomong aja loe berharap bisa ketemu kak krystal kan"-cahyo.
"tau aja loe panjul"-ciko.
"udah kebaca"-cahyo
"mungkin kakak gue, karena ayah ambil raport si kembar"-jeff.
"kak krystal kan?" tanya ciko semangat.
"ya mana gue tau kakak gue yang mana. orang kakak gue belum ada ngomong apa-apa"
"gue berharap besok ketemu kakak cantik, gue mau minta foto lagi"-ciko.
"dasar gila"-cahyo.
"temen laknat loe emang" ucap ciko sembari menoyor kepala cahyo.
"jeff loe nggak ada cita-cita ngundang kang gendang lagi?"-galih.
"kagak, gue lihat tadi adik gue lagi pdkt ama cewek"-jeff.
"wah loe kalah dong jeff"-teddy.
"kagak"
"lah loe jomblo, adik loe udah ada gebetan"-teddy.
"udah sama jessica aja jeff, kita semua setuju kok"-doni.
"halah kok bawa-bawa gue sih" ucap jessica angkat bicara ketika namanya di sebut-sebut.
"kalian berdua serasi tau jess"-galih.
"udah-udah ayo mulai bersih-bersih. kalau udah selesai kita bisa pulang"-arga.
"siap bapak ketos" ucap anak-anak 11 ipa 1 secara bersamaan.
"elah kita bersihin apaan njir, kelas kita masih kinclong gini"-arsya.
"udah nurut aja ama bapak ketos, dari pada loe kena hukum"-heru.
**********
"bang, ini kakak jadi dateng nggak sih?" tanya jordan kepada jeff, ia merasa sedikit was-was ketika kedua kakaknya tak kunjung datang, sedangkan ayah mendapat bagian untuk mengambil raport si kembar.
tak lama sebuah mobil sport warna merah datang. jeff dan jordan merasa lega karena itu adalah mobil kak ital.
tak lama kak irene dan kak ital terlihat turun dari mobil. ketika mereka turun dari mobil, semua mata menatap mereka dengan tatapan kagum. ahh bagaimana tidak kagum kalau kak irene dan kak ital secantik itu.
"bukannya itu udah biasa ya"
"iya juga sih"
"hai adik-adik kakak yang ganteng, apa kalian udah lama nunggunya?"-kak ital.
"iya, aku sama abang udah sampai berbuah. saking lamanya kakak"
"sorry dek, orang macet tadi" ucap kak irene sembari tersenyum.
"yaudah ayo masuk kelas kak"-jeff.
"kakak ke kelas siapa?"-kak ital.
"kamu sama jordan aja deh dek, kakak sama jeff"
"oke baiklah"
dengan segera mereka pergi meninggalkan area parkir, dan di saksikan oleh ratusan mata yang memandang.
"wah gila kakaknya kak jeff ama jordan cantik banget"
"iya, nggak heran kalau selama ini jordan selalu dingin sama wanita-wanita yang mendekatinya"
"iya bener, orang kakaknya aja secantik itu"
"iya mirip banget sama dewi"
"gila sih lebih cantik aslinya, dari pada lihat di tv"
"iya bener, kakaknya yang satunya juga nggak kalah cantik"
ya itulah kasak-kusuk yang berseliweran dan dapat jeff atau pun jordan dengar. mereka berdua sudah tidak heran lagi ketika mendengar itu, karena memang kedua kakak perempuannya memiliki kecantikan di atas rata-rata.
"kak kelasku di sini" ucap jordan sembari menarik tangan kak ital yang masih saja berjalan mengikuti jeff dan kak irene.
"ohh kakak fikir deket kelas jeff"
"udah masuk sana, kakak telat tuh"
"iya maaf, jangan cemberut gitu dong. nanti gantengnya hilang" ucap kak ital sembari mencubit gemas pipi jordan.
"jor kakak loe cakep banget anjir"-frangky.
"iya bener. lebih cantik aslinya ketimbang lihat di tv"-helmi.
"dasar buaya"-hendry.
"kita bicara jujur der"-helmi.
"jor nanti kita minta fotbar ama kakak loe ya"-lia.
"iya jor, jarang-jarang kita bisa fotbar ama artis papan atas"-devi.
"boleh. satu kali foto 100 ribu"-jordan.
"gilak peritungan banget ama temen"-helmi.
"bodo amat"
"dan gue rasa kali ini loe bakal dapat peringkat pertama deh"-lucas.
"ohh itu sudah pasti" jawab jordan dengan tampang tengilnya.
"makan-makan pokoknya"-hendry.
"serbes"
"seumur idup loe emang kagak pernah dapet nilai jelek men?"-lucas.
"kagak pernah. dari dulu gue selalu peringkat pertama"
"kagak heran sih gue. orang gue ama lucas harus muter otak buat mikir rumus, tapi kalau yang ngerjain loe cuma jentikin jari udah langsung selesai"-hendry.
"oh jelas lah. jordan bocah jujur, ganteng, dan tauladan"
"muka loe tengil banget men, wajib banget di tampol"-lucas.
"jangan main-main loe, main kekerasan ama gue. gini-gini gue pemegang sabuk hitam"-jordan.
"kampret loe emang jor. apa sih yang nggak loe bisa?"-franky.
"satu yang nggak jordan bisa!"-helmi.
"apaan?"-lucas.
"nyari cewek" ucap helmi sembari terkekeh.
"xixixixi falid" ucap lucas, hendry, dan franky sembari terkekeh.
"sialan loe pada. gue bukannya nggak bisa nyari cewek, tapi emang gue nya yang nggak mau ama mereka"
"selera loe ketinggian jor"-franky.
"iya betul tuh. kalau loe matok kayak kakak loe ya bakal susah bambang"-helmi.
"buachott"-jordan.
******
"kita telat ya dek?"
"iyalah, kakak kelamaan sih"
"maaf tadi kak ital tuh di bangunin susah banget. kakak masuk dulu"
"jeff itu tadi kakak loe?"-nayla.
"iya"
"buset cantik bener. pantes selera loe bukan maria ozawa, orang kakak loe bening gitu" ucap nayla sembari terus menatap kak irene dari luar jendela.
"heh markonah jangan banding-bandingin gue sama kakak nya jeff dong"-maria.
"kenapa. loe nggak ada se ujung kukunya mar, sadar diri aja. yakali keluarga serbuk berlian mau bersanding ama elo yang kentang, yang ada merusak gen serbuk berlian"-nayla.
"nah iya bener tuh. meskipun gue ngincer adiknya jeff, tapi setelah lihat keluarganya gue melaporkan untuk mengundurkan diri. sekian dan terima jordan"-ulfa.
"ye markonah, loe bilang mengundurkan diri. tapi masih aja terima jordan" ucap maria sembari menoyor kepala ulfa.
"habis gantengnya kelewatan" ucap ulfa sembari terkekeh.
"gantengan juga jeff. iya nggak jeff" ucap maria sembari tersenyum genit ke arah jeff, sedangkan jeff segera bersembunyi di balik punggung arga karena menurutnya senyum maria sangat mengerikan.
"heh maria ozawa senyum loe udah mirip psikopat tau nggak. nggak lihat loe anak orang jadi ketakutan gitu"-nayla.
"berisik, bisa diam nggak" ucap galang sembari menatap tajam teman-temannya.
ya selain arga, mereka semua juga takut dengan galang.. karena cowok satu itu memiliki mata setajam mata elang.
"maaf bapak ketua" ucap nayla sembari menunduk.
"dek ayo pulang" ucap kak irene yang baru saja keluar bersama wali murid yang lainnya.
"jeff juara berapa kak?"-bayu.
"peringkat pertama?" jawab kak irene sembari tersenyum.
"selamet men" ucap arga dan bayu secara bersamaan.
"selamat ya jeff, kamu berhasil mengalahkan anak tante" ucap mama arga sembari tersenyum.
"makasih tante"
"tante seneng, akhirnya ada rival untuk arga. jadi biar dia lebih sedikit tingkatin belajarnya, bukan hanya main game aja"
"iya tan, arga sering banget begadang main game"-bayu.
"iya dan mainnya sama kamu" ucap sila sembari menjewer telinga bayu.
"mami telinga bayu mau putus nih di jewer tante sila" adu bayu kepada maminya.
"nih mami tambahin lagi. kamu ini memang anak nakal" ucap mami denok sembari menjewer telinga bayu yang satunya lagi.
"rasain loe bay" ucap arga dan jeff secara bersamaan.