JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
kejaran rentenir



tak terasa liburan telah usai kini semua siswa-siswi SMA galapagos telah melakukan rutinitas seperti biasanya.


setelah selesai upacara semua siswa langsung bubar menuju kelas masing-masing, namun ada juga yang langsung menuju kantin hanya untuk menghilangkan dahaga.


"kas... kass.... kas" teriak riska sembari menadahkan bukunya di depan satu persatu teman-temannya.


"elah ka. loe bisa kagak sih kalau kagak jadi rentenir" protes cahyo.


"heh cahaya ilahi. kita itu baru aja masuk, dan kebutuhan kelas kita lagi banyak-banyaknya ini nggak usah protes lu" jawab riska sembari menatap tajam cahyo.


"ckk dosa lu ka"-doni.


"kenapa gue dosa?"


"nah loe riba, pakek acara bunga segala"


"gue kasih bunga aja loe kagak bayar-bayar doni. gimana gue nggak kasih bunga, nih ya loe buka telinga loe lebar-lebar. di kelas ini kas loe yang paling membengkak, total utang loe semuanya hampir 1 juta" ucap riska ngegas.


"buset, wah mau meres gue ya lu?" tuduh doni.


"meres matamu. hutang loe terhitung dari kelas 10 doni, kalau loe nggak cepet-cepet bayar nih tunggakan kas loe, gue bakal laporin ke miss nana"


"dihh cepu loe"-doni


"bodo amat, cepet bayar"-riska.


"elah don cepet bayar gue aduin om toni ama tante dona, mampus loe"-siska


"dihh bachott banget dah"-doni.


"udah don bayar, sultan masak nunggak kas sih"-galih.


"tauk loe don. kebanyakan beli pempesnya daegal sih loe"-heru.


"heh loe juga sama heru. kas loe udah hampir 300 ribu, cepet bayar"-riska.


"baby aku kan udah ingetin kamu buat bayar kas. kenapa mulai nunggak lagi sih" protes nayla.


"sori sayang lupa" jawab heru sembari cengar-cengir.


"bayar sekarang"-nayla.


"kalau aku bayar sekarang nanti kita batal nonton"


"kita nonton besok aja. sekarang kamu bayar kas kamu" ucap nayla mengalah dari pada harus melihat kekasihny terlilit hutang dengan rentenir cantik kelas 12 ipa 1.


"iya sayang" jawab heru lesu. dengan segera diogohnya dompet yang ia taruh didalam saku celana, dan segera mengambil tiga lembar uang ratusan. "elah miskin gue, duit jajan gue hari ini di minta riska semua" beo heru dengan wajah lesu.


"itu masih ada 200 bege" ucap arsya sembari menampol kepala sahabatnya.


"200 doang dapet apa ******"


"yang penting nanti bisa isi bensin, terus pulangkan" ucap arsya kelewat santai, walau pun dia termasuk dalam geng trio kampet tapi untuk masalah kas, arsya tidak pernah telat. bukan karena dia rajin, melainkan karena rentinir cantik itu adalah sepupunya, jadi ketika arsya nunggak kas riska akan menagihnya langsung kerumah. bahkan ketika arsya tidur pun riska akan tetap mengganggunya.


"ckk sepupu loe tuh, kalau masalah duit kas udah kayak kuman"-heru.


"bachot loe. itu salah loe sendiri kenapa pakek nunggak bege"


"gayss a tensen please" ucap galang sembari menepuk-nepuk spidol ke papan tulis.


"kenapa pak ketua?"-ciko.


"berhubung kita memasuki tahun ajaran baru. gue mau melakukan foting ulang untuk pengurus kelas. menurut kalian siapa yang cocok gantiin gue dan galih?"


bukannya menjawab semua teman-temannya malah saling diam.


"woi jawab kenapa pada diam sih"


"kagak ada yang bisa gantiin loe lang. lagian loe kenapa sih harus adain foting segala, ujung-ujungnya juga loe lagi yang bakal jadi ketua"-arga.


"nah bener tuh kata bapak ketos"-cahyo.


"ckk masalahnya dari kelas 10 gue terus yang jadi ketua, apa kalian nggak bosen punya ketua kayak gue?"


"nggak" jawab mereka semua dengan serempak.


sedangkan galang hanya dapat membuang nafas secara kasar, rasanya memang percuma saja bicara dengan teman-temannya.


"sini loe lang, jangan jadi patung di situ"-bayu.


dengan langkah lemas galang berjalan menuju bangkunya.


"loe kenapa lang lemes gitu?"-jeff.


"gue tuh sebenarnya pengen lengser dari jabatan gue jeff. biarlah sekali-kali mereka jadi gue, ngerasain susahnya ngurus monyet-monyet bekantan itu"


"udahlah terima nasib lagian nggak ada yang cocok gantiin loe jadi ketua kelas. aura loe terlalu kuat"-jeff


"arga kan bisa"-galang


"pale lu. tugas gue jadi ketos aja udah banyak"-arga.


"elah bentar lagi kan lengser ga"-galang.


"tetep aja gue ogah"


"bener-bener ye lu"


******


"morning"


"morning miss"


"pagi ini kelas kita kedatangan siswi baru" ucap miss nana sebari tersenyum.


"cewek apa cowok miss?" tanya doni dengan penuh antusias.


"key kemarilah" ucap miss nana mempersilahkan agar siswa baru itu masuk.


"buset cakep bener" teriak teddy dan doni dengan hebohnya.


"harap tenang" ucap miss nana sembari melotot galak.


bukannya takut seluruh siswa laki-laki justru dibuat gemas dengan miss nana. karena guru satu itu kalau marah bukannya terlihat seram justru semakin terlihat imut.


"duhh miss manis banget sih. nikah sama saya yuk miss" ucap arsya dan langsung di sambut sorak-sorai teman-temannya, sudah bukan rahasia lagi jika arsya berusaha mengejar cinta miss nana. akan tetapi respon miss nana biasa-biasa saja, bahkan seolah tidak menanggapi aksi arsya.


"key kamu bisa perkenalkan diri kamu!" ucap miss nana dan dijawab anggukan oleh keyra.


"hai teman-teman perkenalkan nama saya keyra anindita, saya pindahan dari bogor" ucap keyra memperkenalkan dirinya didepan teman-teman barunya dengan sedikit gugup. akan tetapi pandangannya teralihkan ketika jessica dan juga siska tengah melambaikan tangannya kepada dirinya.


"keyra udah punya pacar belum?"-doni.


"iya key udah punya belum, kalau belum boleh lah mamas teddy daftar" ucap teddy sembari menyugar rambutnya kebelakang.


"baik miss"


dengan segera keyra duduk dibangku kosong disebelah riska si rentenir cantik.


setelah keyra duduk dibangkunya miss nana segera memulai kegiatan belajar.


********


tettt.... tettt .... tett


waktu berjalan dengan begitu cepat hingga tak terasa jam pulang sekolah pun telah berbunyi.


"sayang aku nggak bisa antar kamu pulang" ucap jeff dengan wajah murung.


"iya gapapa kok, aku juga pengen nonton sama siska, sama keyra juga"


"elah kagak usah lebay ku jepri, itu binik loe juga kagak bakalan ilang"-heru.


"tauk lama-lama loe ketularan siska sama si item, ngebucin mulu"-doni.


ya sore ini jeff dan yang lainnya akan berlatih basket, jadi jeff tidak bisa mengantar jessica pulang.


"dedek keyra mau mamas teddy antar nggak?"


"nggak usah sok kecakepan lu tedd, gue tampol juga loe" ucap siska dengan galaknya.


"ehh buset item binik loe galak bener loe kasih makan apaan dah" ucap teddy dengan sedikit merinding.


"biasa camilannya kembang tujuh rupa"


"sial pantesan bulu kuduk gue berdiri"


"udah ah ayo kita pulang. bisa gila gue kalau lama-lama disini" ucap siska sembari menarik tangan jessica dan juga keyra.


sesuai apa yang dibilang jessica tadi kini ketiga gadis itu sudah berada disebuah mall untuk pergi menonton film kesukaan mereka.


kini ketiganya tengah mengantri membeli tiket masuk, setelah selesai ketiganya langsung masuk kedalam.


setelah hampir satu jam lebih akhirnya film yang mereka tonton pun telah usai, kini ketiganya pergi ke sebuah toko baju.


"key kita beli baju couple yuk" ajak jessica sembari mengambil sebuah kaos yang terlihat begitu lucu.


"boleh. kita bertiga kembaran nih?" tanya keyra sembari melirik kearah siska yang tengah asyik sendiri.


"kita berdua aja"


"terus siska?"


"dia nggak suka pakai baju yang couple, katanya kayak anak panti" jawab jessica sembari terkekeh.


setelah selasai berbelanja ketiganya pun memutuskan untuk pulang.


"jess kita naik taksi yang sama aja ya"-siska.


"nggak usah, rumah kita kan berlawanan arah sis. mending loe pulang berdua aja ama keyra"


"tapi aku nggak tega ninggalin kamu sendiri jess"-keyra.


"nah bener tuh apa kata keyra. mana tega gue ninggalin loe sendiri, mending minta jemput jeff kita tungguin deh sampai jeff dateng" ucap siska dan diangguki oleh keyra.


"nggak usah. lagian gue bukan bocah yang nggak tau jalan pulang, udah kalian pulang aja duluan"


"beneran gapapa?"


"iya siska sayang" jawab jessica sembari mencubit gemas pipi siska


"yaudah deh. tapi loe hati-hati, ayo key kita pulang"


dengan segera siska menyetop taksi yang kebetulan tengah melintas, dan dengan segera ia masuk kedalam taksi.


sedangkan keyra masih nampak mematung sembari menatap jessica, sejujurnya keyra benar-benar tidak tega meninggalkan jessica sendirian.


"udah sana pulang, gue gapapa"


"aku temani kamu aja deh jess"


"nggak, loe pulang bareng siska ya. rumah kalian kan satu arah"


"tapi aku nggak tega ninggalin kamu sendirian"


"gue gapapa key. udah sana pulang, keburu siska keluar tanduknya nanti" ucap jessica sembari terkekeh.


"ya udah aku pulang, kamu hati-hati ya"


"iya kalian juga hati-hati"


dengan segera keyra masuk kedalam taksi, sesudahnya taksi pun melaju meninggalkan jessica yang kini tengah berdiri seorang diri di halte bus.


"naik ojek apa naik taksi ya" gumam jessica sembari memainkan ponselnya berniat memesan ojek online.


"jessica"


baru saja ia berniat untuk memesan ojek online namun seseorang tengah memanggil namanya. suara ini nampak tak asing bagi jessica.


dengan segera jessica mendongak untuk memastikan apa benar yang memanggilnya adalah aldo. dan benar saja kini aldo tengah berdiri tepat di depannya.


"jess kamu ngapain disini?"


"bukan urusan loe"


"gue anter pulang ya. ini udah malam"


"gue bisa pulang sendiri" ucap jessica sembari bangkit dari duduknya dan berniat untuk pergi. namun niatnya terhenti ketika aldo telah lebih dulu mencekal tangannya.


"mau loe apa sih?" tanya jessica dengan sinisnya.


"gue anter pulang ya"


"gue bisa pulang sendiri al"


"gue yang nggak tega ngebiarin loe pulang sendirian jessica. lagian kemana cowok bego itu, bisa-bisanya biarin loe sendirian kayak gini"


"jangan sekali-kali loe ngatain cowok gue bego ya" ucap jessica sembari menghempas kasar tangan aldo.


"jess gue masih cinta sama loe"


"udah deh al.loe udah punya lisa, dan gue pun juga udah punya jeff. jadi gue minta sama loe, lupain gue. karena bagi gue loe cuma masalalu, sedangkan jeff adalah masa depan gue" ucap jessica sembari berlalu pergi.


aldo menatap kepergian jessica dengan perasaan hampa, apa bagi jessica secepat itu untuk melupakan dirinya. padahal aldo saja sangat sulit untuk melupakan jessica walau pun selalu ada lisa yang berada disampingnya.


"kalau gue nggak bisa dapetin loe, maka nggak akan ada satu pun orang yang bisa dapetin loe jessica" ucap aldo sembari mengepalkan kedua tangannya.