JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
pantai



malam ini lisa tengah berlari di sekitar komplek rumah aldo, entah apa yang gadis itu lakukan. tapi dapat dilihat dengan jelas kalau gadis itu tengah menangis.


kini gadis itu terlihat tengah duduk dipinggir jalan sembari memeluk kedua lututnya.


"lisa!"


suara ini nampak familiar bagi lisa, dengan perlahan ia mengangkat wajahnya.


"bam"


"loe ngapain disini? terus kenapa loe nangis sa?"


"bam" bukannya menjawab pertanyaan bambam lisa justru langsung memeluk tubuh bam.


"loe kenapa sa, cerita ama gue" ucap bambam sembari mengelus punggung lisa yang sedikit bergetar akibat menangis.


"aldo bam"


"aldo kenapa? loe disakitin ama aldo?"


"dia masih suka ya sama jessica?"


pertanyaan macam apa ini, atau jangan-jangan lisa sudah mengetahui semuanya. bambam hanya bisa diam, karena sejujurnya ini adalah pertanyaan yang selalu ingin ia hindari.


"kenapa loe bisa tanya kayak gitu sih lis. aldo kan cowok loe"


"aldo emang cowok gue bam, tapi rasanya dia udah nggak kayak yang dulu lagi"


"kenapa loe bisa ngomong gitu, sebenarnya apa yang terjadi?"


"tadi gue jengukin aldo bam, dan dia ngigo dan bilang 'jessica jangan tinggalin gue, gue sayang banget sama loe' bener kan kalau aldo masih suka sama jessica"


"sorry lis, gue nggak punya hak buat jawab itu. harusnya loe tanyain langsung ama aldo" jawab bambam seolah enggan untuk menjawab, karena sesungguhnya ia hanya takut kalau ia jujur kepada lisa, aldo akan marah kepada dirinya dan berakibat buruk untuk persahabatannya dengan aldo.


"bam tolong gue, jawab gue bam" ucap lisa sembari menggenggam tangan bambam.


ada sedikit rasa tak tega ketika melihat lisa seperti ini.


"gue mohon bam"


"tapi loe janji ya sama gue. jangan bilang ke aldo kalau yang bilang ini gue"


"gue janji bam"


"sebenarnya aldo emang masih suka jessica lis, tapi di sisi lain dia juga sangat mencintai loe"


"ini semua emang salah gue bam. nggak seharusnya dulu gue pergi ninggalin dia, apa yang udah gue lakuin malah buat pihak ketiga datang dalam hubungan gue dan aldo"


"loe nggak salah lis. loe kan juga cuma ngikut ortu loe" ucap bambam sembari membawa lisa kedalam pelukannya.


********


malam ini sesudah pulang nonton keyra langsung masuk kedalam kamarnya.


diraihnya buku daeri berwarna merah muda itu, dengan perlahan keyra mulai menumpahkan isi hatinya kedalam buku itu.


"papa, mama keyra kangen" ucap keyra sembari menatap foto keluarganya. "papa sam mama tau nggak, keyra selalu merasa beruntung karena punya calon kakak ipar kayak kak krystal. kak kai beruntung bisa punya kak krystal, key berharap kakak dan kak krystal berjodoh. papa dan mama doain juga ya"


drttt.... drttt... drttt


ponsel keyra berdering menandakan ada panggilan telfon didalamnya.


"jessica" ucap keyra sembari tersenyum begitu mengetahui siapa penelfonnya.


"hai jess" sapa keyr begitu ia mengangkat panggilan video dari jessica.


"kai key, lagi ngapain nih?"


"nggak lagi ngapa-ngapain. kamu kenapa telfon? kan kita baru aja ketemu"


"ahh iya, besok gue mau ngajak kamu keluar"


"kita mau kemana lagi jess?" tanya keyra sedikit bingung, pasalnya seharian ini mereka sudah jalan-jalan bahkan tubuh keyra sakit-sakit karena saking banyaknya tempat yang dikunjungi.


"rahasia. pokoknya besok dandan yang cantik oke"


"hmtt baiklah"


"yaudah aku tutup videonya." ucap jessica sembari menutup panggilan videonya.


*******


"bang ayo berangkat"-jovan.


"iya bang keburu sore nanti"-lucas.


ya siang ini mereka memang berkumpul di rumah jeff. rencananya mereka akan berangkat ke pantai secara bersama-sama.


"ini beneran kita pisah mobil ama ciwi-ciwi?"-dery.


"iya der. menghormati yang jomblo" ucap bayu sembari melirik arga yang terlihat fokus dengan gamenya.


"lah ini si jevan mana?"-lucas.


"jevan berangkat duluan, dia jemput ceweknya dulu soalnya"-jeff.


"buset udah punya cewek juga tu bocil. lah loe kapan jov?"-lucas.


"berisik loe mas" ucap jovan sembari masuk kedalam mobil.


"udah ayo berangkat"-jeff.


dengan segera mereka semua masuk kedalam mobil. jordan, jovan, dan bayu ikut naik di mobil jeff sedangkan lucas dan dery satu mobil bersama dengan arga.


hampir 30 menit mereka tempuh untuk menuju pantai, sesampainya disana sudah terlihat para cewek sudah lebih dulu datang.


"sayang kamu udah sampai?"-bayu.


"nunggu lama ya?" tanya jeff sembari menyelipkan rambut jessica ke belakang telinga.


"belum, 15 menit yang lalu mungkin. jevan mana?" tanya jessica sembari menyenderkan kepalanya di bahu kekar jeff.


"masih jemput pacarnya, mungkin bentar lagi datang"


"ehh ngemeng-ngemeng siapa nih dua cewek cantik?"-lucas.


"kalau yang baju putih mah, calon adik ipar gue. tapi kalau yang satunya kagak tau gue"-dery.


"oh iya kenalin ini keyra adiknya bang kai, kalau yang itu syafa adiknya jani"-jessica.


"sayang kamu ngapain ngajak capa sih"-dery.


"sengaja yank, mau gue jodohin ama adiknya kak jeff"-anjani.


"siapa? jovan maksud loe"-bayu.


"nah iya itu si ganteng yang lagi berdiri disampingnya mas arga" ucap anjani sembari menunjuk jovan yang wajahnya nampak lempeng-lempeng aja.


"gimana dek mau nggak?" tanya arga sembari menyenggol lengan jovan.


"sorry nggak dulu" jawab jovan sembari duduk di samping jihan dan segera meraih gitar yang tadi sempat arga bawa.


"elah kelakuannya sama aja ama jordan. sebelas dua belas"-anjani.


"ngomong apa loe barusan?"-jordan.


"kagak ngomong apa-apa gue" elak anjani.


"loe fikir gue budek"


"ya kalau loe denger ngapain pakai nanya lagi jordan" ucap anjani dengan ngegasnya.


"woy jani, dari pada loe teriak-teriak kayak gitu, sini loe bantuin gue ama jihan" ucap yuqi dengan berkacak pinggang, dia begitu kesal dengan anjani sedari tadi ia dan jihan sibuk bakar-bakar dia malah adu bachhot terus.


"iye" ucap jani sembari berjalan malas menuju tempat yuqi dan jihan berada.


"hidup gini banget" ucap arga sembari menghembuskan nafasnya secara kasar.


"kenapa men?"-jeff.


"kenapa hidup gue selalu di kelilingi orang gila sih"


"itu sih udah nasib loe" jawab jeff sembari tertawa lepas.


"oh iya key, kenalin ini arga. yang pernah kak ital ceritain dulu"-jessica.


"kenalan dulu tuh sama adiknya bang kai"-jeff.


"beneran adiknya bang kai?"-arga


"iyalah"-jeff.


"kok gue nggak tau kalau bang kai punya adik!"-arga.


"jangan kan elo. gue aja juga baru tau kok"-jeff.


"hai kenalin gue arga" ucap arga sembari mengulurkan tangannya.


"keyra" ucap keyra sembari menyambut uluran tangan arga, keyra berusaha tersenyum walaupun dirinya merasakan sedikit ketakutan. tapi keyra yakin kalau mereka semua orang-orang baik, dan keyra pun merasa sedikit aman berada di dekat adik-adiknya kak ital.


"assalamualaikum maaf orang ganteng dan cantik telat datangnya"-jevan.


"walaikumsalam" jawab mereka semua secara bersamaan.


"kemana aja sih dek?"-jeff.


"biasalah bang jakarta macet"-jevan


"elah van kayak baru kemarin aja pindah ke jakarta"-bayu.


"mas bayu diem aja deh, bawel banget"-jevan.


"pacarnya nggak di kenalin nih sama kakak?"-jessica.


"oh iya lupa kak" jawab jevan sembari tersenyum. "cheryl kenalin itu kak jessica, pacarnya bang jeff"


"cheryl kak" ucap cheryl sembari mengulurkan tangannya.


"aku jessica, senang bisa kenal sama kamu. cantik, pantesan jevan suka" ucap jessica sembari tersenyum. sedangkan cheryl yang dipuji oleh jessica sedikit tersipu malu hingga membuat wajahnya sedikit memerah.


sore ini di lewati mereka dengan mengadakan barbeque dan juga bermain voly pantai untuk para pria, dan membangun istana pasir bagi para wanita.


"hey, kenapa cuma duduk disini? nggak ikut gabung yang lainnya?" tanya arga yang baru saja meneduh dan mengambil sebotol air mineral.


"nggak" jawab keyra singkat.


"kenapa? loe nggak suka pantai?"


"suka kok"


"terus kenapa loe kelihatannya nggak nikmatin gitu"


"nggak kok arga, aku hanya capek aja. tadikan abis lari-larian dipantai" jawab keyra sembari tersenyum.


"cantik" batin arga sembari menatap keyra.


"kamu kenapa lihatin aku kayak gitu?"


"gapapa, ya udah gue balik voly lagi"


"iya semangat ya"


"oke" jawab arga sembari mengacungkan kedua jempolnya.