
"wihh adik kakak rapi banget, mau kemana nih?" Tanya kai begitu melihat keyra sudah rapi dan bersiap-siap ingin pergi.
"Kerumah kak ital kak"
"Nah gitu dong, kakak seneng bisa lihat kamu kembali ceria lagi. Kamu kesana bareng siapa?"
"Key bareng sama Siska, dia udah nungguin didepan. Key pergi dulu kak" ucap keyra sembari mencium pipi kai sebelum ia benar-benar pergi.
"Hai sis udah lama nunggu?" Tanya keyra begitu ia masuk kedalam mobil Siska.
"Lumayan lah key. Lumayan lumutan gue nungguin loe"
"Maaf sis"
"Elah gue bercanda doang njir. Muka loe kagak usah dijelek-jelekin gitu" ucap Siska sembari mulai melajukan mobilnya.
Hari ini memang weekend, keyra, Siska, Jessica dan juga yang lainnya memutuskan untuk pergi kerumah Jeff mengingat kemarin cowok itu sedikit tidak enak badan.
"Jessica udah berangkat sis?"
"Udah, tadi dia berangkat bareng cowok gue"
"Kamu nggak cemburu?"
"Nggak lah ngapain juga gue cemburu, yang nyuruh jemput jessica itu gue. Gue nggak mau itu anak kenapa-kenapa"
"Iya itu lebih baik sis"
Hampir 30 menit Siska dan keyra lewati untuk menuju rumah Jeff, sesampainya di sana semua teman-temannya sudah nampak berkumpul.
"Ehh ada pak ketua juga" ucap Siska heboh begitu melihat kehadiran Galang.
"Datang itu ucap salam yank, ini malah heboh cuma perkara Galang doang" tegur Bayu.
"Ehh iya maaf" ucap Siska cengengesan sembari duduk disamping Bayu.
"Kamu udah baikan Jeff?" Tanya keyra kepada Jeff pasalnya cowok itu masih terlihat sedikit pucat.
"Gue baik-baik aja key" jawab Jeff sembari tersenyum. Kini cowok itu tengah bermanja kepada jessica, makan bubur saja minta di siapin. Tapi Jeff fikir-fikir kapan lagi dia bisa semanja itu kepada Jessica dan tidak dijulidin teman-temannya.
"Wihh ada arisan apa nih kok ramai bener!" Ucap kak ital yang baru saja menuruni anak tangga.
"Arisan brondong full movie kak" jawab Bayu.
"Udah kayak judul film aja dek" ucap kak ital sembari geleng-geleng.
"Kakak mau kemana rapi banget?"-jordan.
"Kakak ada syuting. Jordan, Jovan, Jevan kalian jagain Abang kalian ya. Arga juga jagain adik-adiknya"
"Siap kak" jawab Arga, Jordan, dan kembar.
"Key sayang gimana hari ini?" Tanya kak ital sembari memeluk keyra.
"Key baik kok kak, kakak jangan khawatir. Sekarang key punya teman-teman yang hebat"
"Kakak seneng bisa lihat kamu happy lagi kayak gini"
"Ini semua juga berkat kakak. Makasih ya kak, kakak selalu jagain dan rawat key"
"Sama-sama sayang.ya udah kakak pergi dulu, assalamualaikum"
"Walaikumsalam" jawab mereka semua dengan kompak.
"Laper" ucap jevan sembari mengelus perutnya.
"Sama gue juga dek" timpal Jordan.
"Bikin soto gih dek, gue juga laper" usul Arga.
"Ide bagus tuh mas" ucap Jevan dan Jordan dengan penuh semangat.
Memang benar pasalnya beberapa jam yang lalu mereka baru saja sarapan, tapi ini Arga, Jordan, dan juga Jevan sudah mengeluh lapar lagi.
"Gue nggak habis fikir Ama kalian bertiga, makan Mulu yang di pikir" ucap bayu sembari mengelus dada. Padahal ia sendiri juga udah lapar lagi, tapi kalau dia ikut buka suara Siska pasti akan mengamuk.
"Kek lu kagak aja. Ngomong aja loe juga udah laper, tapi takut Ama Siska. Dasar jantan takut betina" sarkas Arga.
"Kampret lu Panjul" ucap bayu sembari menggeplak kepala Arga, Bisa-bisanya temannya yang satu itu tau isi kepalanya.
"Yaelah mas, nggak usah sok jaim. Mau nggak nih, kalau nggak gue masak tiga aja" ucap Jevan sembari bangkit dari duduknya.
"Ya maulah" ucap bayu sembari menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal.
"Gitu kek dari tadi. Sok-sokan jaim banget" Jordan ngedumel sembari menyusul Jevan menuju dapur.
"Bayu-bayu dari dulu nggak berubah sama sekali. Ngapain juga loe takut ama Siska, tuh bocah kecil gitu kalau galak-galak sentil aja" ucap Jessica sembari terkekeh.
"Sialan loe Jes kompor banget" ucap Siska sembari melempari Jessica dengan kulit kacang.
******
Sorenya setelah pulang dari rumah Jeff Jessica nampak membantu Mama Tiffany menyiram bunga.
"Dek yang bener dong nyiramnya" tegur Mama Tiffany begitu melihat Jessica menyiram bunga sembari melamun.
"Maaf ma" ucap Jessica sembari cengengesan.
"Kamu tuh ya. Lagi mikirin apa sih melamun sambil senyam-senyum gitu"
"Mikirin Jeff ma"
"Memangnya kenapa sama calon menantu mama yang gantengnya masyaAllah itu"
"Gapapa sih ma. Jessi cuma ngerasa bersyukur aja punya jeff, semenjak ada Jeff hidup Jessi jadi semakin berwarna ma" jawab Jessica sembari tersenyum
"Ya bagus dong. Mama ikut senang kalau kamu senang dek" ucap mama sembari memeluk Jessica.
"Dihh drama apa lagi ini ma?" Tanya bastian yang baru saja pulang dan melihat sang mama dan adik bungsunya tengah berpelukan sembari menyiram bunga.
"Biasa masih seputar si ganteng" jawab mama sembari mengerling kepada Bastian.
"Dihh dasar bucinnya Jeff" ucap Bastian sembari melenggang masuk kedalam rumah, Bastian memang sedikit malas jika itu berurusan dengan Jeff, karena adiknya itu pasti akan cerita panjang kali lebar jika sudah berhubungan dengan Jeff.
"Ishh kak Bastian nyebelin banget sih ma. Coba aja kak Bryan ada di rumah pasti Jessi bakal cerita banyak sama kak Bryan" jujur saja Jessica memang merindukan kakak keduanya, si peka itu memang paling bisa mengerti perasaannya.
"Bentar lagi kan lulus, susulin dong kakaknya"
"Ka... kalau jessi nggak lanjut kuliah di Jepang apa boleh ma?" Tanya Jessica dengan takut-takut, pasalnya keluarganya semua lulusan universitas terkemuka di Jepang.
"Kenapa?" Tanya mama Tiffany sembari mengerutkan alisnya. "Kamu nggak mau jauh dari Jeff!" Terka mama Tiffany.
Dengan sedikit rasa takut Jessica pun mengangguk. Jujur saja Jessica memang tidak siap jika harus berjauhan dengan Jeff, tidak bertemu selama beberapa hari saja Jessica suka merasa kangen, apalagi jika harus berjauhan dalam waktu yang cukup lama.
"Bucin banget sih anak mama ini" ucap Tiffany sembari tersenyum dan mencubit kedua pipi Jessica.
"Mama sakit ih" ucap Jessica sembari berusaha melepaskan cubitan sang mama.
"Mama sih gapapa kalau kamu nggak lanjut kuliah di Jepang, tapi semua keputusan kan ada ditangan papa sayang"
"Huff pasti papa nggak bakal ngebolehin Jessi kuliah disini" ucap Jessica sembari tertunduk lesu.
"Papa pasti bolehin, kalau itu buat kebahagiaan kamu"
"Emang iya ma?" Tanya Jessica berusaha memastikan bahwa yang di katakan oleh sang mama benar adanya.
"Iya. Bagi mama atau pun papa, kebahagiaan kamu itu yang utama sayang"
"Jessi sayang sama mama, dan papa"
"Anak mama bener-bener udah gede ya sekarang" ucap Tiffany sembari mengusap puncak kepala Jessica dengan penuh rasa sayang.