JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
pengroyokan



"heh siska oncom"


"astagfirullah doni bisa nggak sih loe tu kalau ngomong kagak ngegas"


"sorry. gue boleh pinjem si vivi kagak?"


"buat apaan njir?"


"buat temennya leon"


"enak aja lu. kagak ada pinjem-pinjeman, kalau sampai kakak gue tau bisa mati gue"


"elah bentar doang" ucap doni sembari memasang wajah melasnya.


"jangan mau sis. itu si vivi mau dikawinin silang ama si leon" timpal arsya, membocorkan rencana busuk doni.


"apa? bukannya leon itu kucing!"-siska.


"maka dari itu, gue bocorin rencana busuknya si doni"


seketika tawa siska dan juga jessica pecah entah apa yang mereka berdua ketawai, bahkan saking ngakaknya mata keduanya sampai berair.


"jessi, siska kalian kenapa sih?" tanya keyra yang agak bingung dengan kedua temannya yang tiba-tiba saja tertawa sampai terbahak-bahak.


"keyra cantik nggak usah heran ya. biasalah orang gila lagi kumat" ucap doni sembari tersenyum. padahal doni sendiri juga bingung kenapa siska dan jessica bisa ketawa sampai selepas itu.


"buset yank, kamu kenapa? bahagia banget kelihatannya" ucap bayu yang baru saja datang dan langsung menghampiri sang kekasih.


"sayang kamu tau nggak?"


"nggak tau kan kamu belum ngasih tau yank"


"si doni masak mau ngawinin vivi sama leon"


dan lagi bayu pun juga ikut tertawa ketika mendengar penuturan siska, hingga membuat doni maupun arsya heran sendiri.


"anjir loe bertiga kesurapan reog ya?"-arsya.


"pala lu kerasukan reog"-bayu.


"terus loe kenapa pada ketawa sih njir"-arsya.


"gini sya masalahnya si vivi kan jantan, leon juga jantan kan! terus gimana ceritanya loe mau ngawinin silang" ucap jessica sembari menghapus sisa air matanya.


"lah anying si vivi teh jantan?" ucap arsya dengan wajah cengonya.


"iya" jawab siska,bayu, dan juga jessica.


seketika tawa arsya dan juga keyra pecah, sedangkan doni hanya bisa terdiam dengan wajah cengonya.


"anjir gue masih nggak ngerti, kalau si vivi jantan terus kenapa namanya vivi" ucap doni sembari menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal.


"ya mana gue tau. loe tanya aja sana sama bapaknya vivi"-siska.


"bapaknya vivi siapa sis?"-arsya.


"ya kakak gue lah emang siapa lagi"


"malu nggak don? malu nggak? ya malu lah masak nggak" ucap arsya meledek sahabatnya.


"anak anj*ng loe" ujar doni sembari menempeleng kepala arsya.


"arga, sama jeff mana ya tumben belum datang" ucap keyra begitu melihat meja jeff dan arga masih terlihat kosong. pasalnya kedua pria itu tidak pernah berangkat kesiangan.


"iya dari tadi chat aku juga nggak dibalas" ucap jessica.


ya hari ini jessica memang berangkat sekolah diantar oleh sang papa, jadi dia meminta jeff untuk tidak usah menjemput dirinya.


"iya tumben tu bocah kembar sial berangkat siangan"-bayu.


"heh item loe kan satu kesatuan ama mereka, masak nggak tau mereka kemana!"-doni.


"gue bener-bener nggak tau njir. gue aja baru nyadar kalau mereka belum datang"-bayu.


"apa mungkin mereka sakit"-siska.


"kalau sakit biasanya arga hubungin gue tapi ini nggak ada"-bayu.


"coba loe telfon deh bay"-arsya.


"iya bay, coba kamu telfon mereka" timpal keyra.


"oke deh"


dengan segera bayu merogoh ponselnya yang ia taruh di dalam saku celana, setelah itu ia segera menelfon nomor arga terhubung namun tidak di angkat-angkat oleh sahabatnya yang satu itu.


"aktif tapi nggak di angkat njir"


"loe telfon siapa?"-doni.


"arga"


"gue coba telfon jeff deh"


"nggak biasanya jeff nggak ngangkat telfon gue" ucap jessica dengan mimik wajah yang terlihat khawatir.


"mungkin lagi di jalan" ucap siska berusaha menenangkan.


tak lama dua pria tampan datang, namun ada yang aneh dengan penampilan keduanya.


"ANJIR LOE BERDUA KENAPA?" tanya bayu kelewat ngegas karena melihat wajah kedua sahabatnya penuh dengan luka lebam.


"tadi waktu dijalan kita di hadang sama segerombolan geng motor"-arga.


"iya dan tiba-tiba aja mereka nyerang kita"-jeff.


"anj*ng kalian punya masalah sama mereka?" tanya galang angkat bicara, padahal dari tadi anak itu terlihat anteng dengan gitarnya.


"punya masalah apaan, kita berdua kenal aja nggak" tutur arga.


"terus kenapa mereka nyerang kalian berdua?" tanya arsya dengan mengerutkan alisnya.


"dia pengen jeff jauhin jessica. dan ini hanya peringatan awal dari mereka"


"gue heran kalian kan jago berantem, kok bisa kalah"-doni.


"kita kalah jumlah. dua lawan dua puluh"-arga.


"tu.... tunggu, kenapa mereka nyuruh jeff buat jauhin gue"


"kita juga nggak tau jess. tapi kelihatannya ada yang nyuruh mereka, dan orang yang nyuruh mereka mungkin aja diam-diam suka ama loe"-arga.


"loe ada baperin anak orang jess?" tanya arsya.


"nggak ada, gue mana pernah baperin anak orang"


"gue rasa gue tau dalang semua ini"-galang.


"siapa?" tanya bayu, arsya dan juga doni.


"aldo"


"kenapa loe malah nuduh sepupu gue njir"-siska.


"masuk akal juga sih sis. loe kan tau kalau aldo bucin banget ama jessica"-doni.


"tapi dia udah punya lisa"-siska.


"meskipun dia udah punya lisa, tapi gue tau kalau tu bocah masih suka sama jessica"-doni.


"sok tau loe doni pewangi pakaian"-siska.


"gue bukannya sok tau, tapi emang gue tau. kita kenal dari masih piyik sis, mana mungkin gue nggak ngenalin sifat kalian"


siska rasa doni ada benarnya. dirinya, doni, dan juga aldo memang tumbuh dilingkungan yang sama, bahkan ketiganya juga berteman. jadi siska tidak heran kalau doni mengetahui seluruh sifatnya dan juga aldo.


diam-diam jessica mengepalkan kedua tangannya dibawah meja. kejadian dimana aldo mengganggunya kemarin kembali terlintas difikiran jessica, jessica jadi berfikir bisa saja yang dibilang galang barusan ada benarnya. karena selama berpacaran dengan jeff, jessica tau betul bagaimana sifat kekasihnya itu.


jeff adalah pria yang baik, rasanya tidak mungkin jika dia membuat gara-gara.


"jess mau kemana?" tanya keyra begitu jessica bangkit dari duduknya.


"gue ke toilet bentar"


"mau aku antar?"


"nggak usah key. kamu disini aja, aku sekalian ke UKS ambil p3k buat mereka" ucap jessica sembari pergi meninggalkan kelas.


********


bukannya pergi menuju toilet jessica justru melangkahkan kakinya menuju kelas aldo. terlihat pria itu sedang berkumpul dengan teman-temannya dan disampingnya pun ada lisa.


dengan segera jessica menghampiri kerumunan itu.


"ehh jessica. kenapa jess?" tanya bambam begitu melihat jessica menghampiri dirinya dan juga teman-temannya.


"loe apain cowok gue?" ucap jessica sembari menunjuk aldo, dari nada bicaranya pun terlihat kalau gadis itu sangat marah.


"maksud loe apa?"


"loe kan yang nyuruh anak-anak geng motor itu buat ngeroyok jeff sama arga. ngaku loe"


"kalau nggak ada bukti nggak usah nuduh ya"-lisa.


"gue nggak nuduh. karena gue tau betul gimana cowok gue, gue tau betul jeff dan arga itu gimana. nggak mungkin mereka punya musuh"


"ohh jadi si boss nyuruh anak-anak karios buat hajar si jeff" ucap salah satu teman aldo.


"diem bangs*t" ucap diki sembari menoyor kepala engki. dan dengan segera engki membekap mulutnya sendiri, bisa-bisanya mulut laknatnya itu keceplosan.


"tanpa gue harus maksa loe buat ngakuin perbuatan loe, temen loe sendiri udah ngakuin" ucap jessica sembari tersenyum sinis.


"maksud kamu ngelakuin itu apa al?" tanya lisa, dia tidak habis fikir dengan kekasihnya itu.


"mending loe suruh cowok loe buat ngelupain gue deh. dan bilang sama dia buat jangan ganggu gue atau pun cowok gue" ucap jessica penuh dengan penekanan sembari pergi meninggalkan kelas 12 ipa 2.