
"woy loe bawa kemana si jihan kemarin?" tanya lucas begitu sampai didalam kelas dan mendapati jordan yang tengah fokus belajar.
"iya loe bawa kemana?" timpal dery yang tak kalah keponya dari lucas.
"ckk berisik banget sih"
"gue nanya serius"-lucas.
"kerumah bang kai"
"loe ngapain bawa jihan kerumah calon kakak ipar loe"-dery.
"suka-suka gue dong. udah belajar sana, jangan rumpi"
"ckk ga asik loe" ucap lucas dan dery secara bersamaan.
"sayang"
"kenapa yank? kok nggak ke kelas malah kesini lagi" ucap lucas ketika melihat yuqi menghampirinya.
"aku tadi bikin bekal buat kamu, tapi aku lupa ngasih. nih dimakan ya, aku buatnya dengan penuh cinta"
"iya sayangku makasih ya"
"bucin teross" ucap dery dan jordan secara bersamaan.
"manusia-manusia yang penuh dengan iri dan dengki"-lucas.
"ya udah aku kekelas dulu, belajar yang bener. harus bisa kalahin jordan sebagai juara" ucap yuqi sembari berlalu pergi.
"hahaha kelihatannya yuqi nyuruh loe mati cas"-dery.
"lah kok gitu?"
"otak loe yang cuma sejengkal itu mana bisa ngalahin jordan sebagai juara kelas"-dery.
"hlah iya juga ya, bener-bener cewek gue" ucap lucas dengan wajah cengo, hingga membuat dery dan jordan terkekeh.
*******
hari ini adalah ujian terakhir. semua anak-anak kelas 11 ipa 1 nampak serius dengan bukunya kecuali trio kampret tentunya.
"baby diam ya jangan bikin gaduh" ucap nayla begitu heru dan kedua temannya masuk kedalam kelas, nayla yakin kalau dia tidak memperingati kekasihnya itu, maka dia akan membuat kegaduhan.
"iya sayang" jawab heru sembari duduk di bangkunya.
"diem ya babi. wah babi nurut banget sama majikannya" ucap teddy hingga mengundang gelak tawa yang lainnya.
"baccchot" ucap heru sembari menggerakkan tangannya membentuk pelangi.
kelas kembali hening mereka semua kembali pada aktifitas belajar mereka, sebelum akhirnya kedatangan sang ketua kelas mengalihkan atensi mereka semua.
mereka semua saling pandang dengan teman sebangku mereka seolah bertanya apa yang terjadi dengan ketua kelas mereka, karena tak biasanya galang wajahnya murung seperti itu, sekarang pun penampilannya sangat berantakan dan wajahnya pun kucel.
"loe kenapa dah?" tanya bayu begitu galang duduk di bangkunya. ya galang dan bayu memang duduk di meja yang sama.
"gue di putusin serli bay" jawab galang lesu.
"anj*ng loe serius?"-bayu.
"dua rius. dia lebih milih anak SMA sebelah ketimbang gue yang udah nemenin dia dari jaman SMP dulu"
"sabar men" ucap bayu sembari memeluk galang.
galang yang terkenal dingin dan galak itu ternyata bisa melow juga hanya karena urusan cinta.
"sabar, masih banyak di luar sana. barang kali sekarang Tuhan lagi ngebuka mata loe, kalau dia bukan cewek yang tepat buat loe"-jeff.
"gue setuju sama jeff"-arga.
"gue juga ngerasa gitu"-galang.
"lepasin, ikhlasin" ucap jeff sembari memegang pundak galang, berusaha menguatkan temannya.
"hmtt"
diraihnya gitar yang tadi sempat ia tenteng kedalam kelas, moodnya benar-benar berantakan hingga membuat galang malas untuk belajar.
dipetiknya senar gitar miliknya hingga menimbulkan melodi yang indah, dengan sebuah lagu galau yang galang nyanyikan.
Bila ku ingat tentangmu
Dalam rapuhnya hatiku
Semua kenangan yang kini
Terkubur oleh rasa sesakku
Di tengah-tengah kesepian hatiku
Yang berjuang tuk dapat hidup tanpamu
Yang tiada lagi mencintaiku
Tuhan tolong tunjukkan bila memang aku yang salah
Agar takkan kuulangi lagi kesalahanku pada dirinya yang dulu
Membuatnya pergi dariku.
dinyanyikannya lagu last child lagu terakhir untukmu dengan penuh perasaan. mata galang pun sudah mulai memerah karena menahan rasa sesak di dadanya, wanita yang telah ia jaga hampir lebih 5 tahun ternyata menghianati dirinya.
Kini kan kuhancurkan mimpiku
Yang dulu tlah kurangkai untukmu
Biarlah kenangan yang jadi bukti
Betapa berartinya kau untukku
Ku ciptakan sebuah lagu
Lagu terakhir untukmu
Lagu yang penuh emosi
Tentang betapa hancurnya hatiku
Bila nanti kau dengarkan lagu ini
Yang ku buat walau tiada ku mengerti
Alasannya membuat kau pergi
Kini kan kuhancurkan mimpiku
Yang dulu tlah kurangkai untukmu
Biarlah kenangan yang jadi bukti
Betapa berartinya kau untukku
sesak didadanya semakin membuncah ketika ketika kenangan-kenangan bersama serli berputar-putar didalam fikirannya, air matanya pun sudah tak mampu ia bendung lagi.
dengan sigap bayu membawa galang kedalam pelukannya. bayu dan yang lainnya pun tau bagaimana perjuangan galang selama ini untuk serli, bahkan nyawanya pun rela ia korbankan jika itu untuk serli. sampai saat ini bayu pun masih tidak percaya bagaimana bisa gadis itu menghianati temannya ini.
"buset melo banget pak ketu, gue jadi ikut sedih"-maria.
"gila si galang yang dingin dan galak bisa juga melow gitu"-nayla.
"galang juga manusia kalau loe lupa"-siska.
"jangan nangis dong pak ketu, gue gak bisa lihat loe kayak gini" ucap ciko ikut memeluk galang, dan disusul dengan yang lainnya.
seluruh anak cowok di kelas itu ikut memeluk galang sembari ikut menangis. hingga membuat anak-anak cewek melongo ketika melihat teman laki-laki mereka berubah menjadi sadboy pagi ini.
tettt.... tettt.... tettt
bel tanda masuk telah berbunyi, dengan segera seluruh siswi 11 ipa 1 memasukkan buku-buku mereka kedalam tas. dan para pria pun dengan segera mengurai peluk mereka dan segera duduk di bangku masing-masing.
"morning" ucap miss nana yang baru saja masuk kedalam kelas.
"morning miss"
"gimana udah pada siap kan?"
"kalau belum emang bisa ditunda miss?" tanya doni dengan tidak tau dirinya, sembari menghapus ingusnya
"tentu saja tidak" jawab miss nana dengan tersenyum. "ngomong-ngomong kenapa mata kalian sembab semua?" tanya miss nana dengan heran, pasalnya seisi kelas ini matanya sembab semua.
"galau berjamaah miss" jawab maria
"kenapa bisa gitu?''
"miss nana yang cantik jangan Kepo, mending sini deh jadi my girls" ucap arsya sembari mengerling genit.
"arsya masih pagi nggak usah gombalin miss nana ya"-riska.
"kenapa cemburu loe, bilang dong kalau cemburu jangan gengsian. nanti keburu gue jadian ama miss nana"-arsya.
"berisik" ucap galang ngegas, galaknya udah mode on lagi.
"galang are you oke?" tanya miss nana ketika melihat galang yang tak seperti biasanya.
"i'm not oke miss" jawab galang dengan lesu.
"kamu sakit?"
"sakit hati mis"-ciko.
"sakit hati!" ulang miss nana
"baru putus cinta miss"-galih.
"ohh, nggak usah galau. masih banyak wanita cantik di luar sana"
"iya miss"-galang.
"oke kalau gitu kita mulai ulangan hari ini" ucap miss nana sembari membagikan soal ujian dan juga lembar jawabannya.