JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
kepulangan suho



"hai tuan putri"


"astaga sayang kamu ngagetin deh, kamu kapan pulang? kok nggak bilang-bilang sama aku"-irene.


"aku baru saja mendarat dan langsung kemari, karena aku merindukan kekasihku"


"suho sejak kapan kamu pandai merayu" ucap irene sembari tersenyum.


"masyaallah senyumnya manis banget, aku rasa sebentar lagi semut-semut akan berbondong-bondong menghampirimu sayang"


"suho udah ya, aku geli melihatmu seperti ini" ucap irene sembari mencubit kecil pinggang suho.


"bunga yang cantik, untuk wanita yang paling cantik" ucap suho sembari memberikan bunga yang sejak tadi ia pegang kepada irene.


"tapi aku nggak suka bunga ini sayang"


"kamu nggak suka mawar merah, bukannya itu bunga kesukaanmu?"


"iya sih, tapi aku lebih suka bunga bank" ucap irene sembari tersenyum.


"astaga kamu ini bisa aja" ucap suho sembari mengelus lembut rambut irene.


ya suho adalah kekasih irene. mereka telah menjalin kasih semenjak SMA, dan mereka pun tidak pernah main-main dengan hubungan mereka.


suho adalah seorang pengusaha muda yang sukses, selain itu suho di kenal sebagai orang yang genius. jeff lebih suka memanggil suho dengan sebutan bapak kapas, ketika di tanya alasannya jeff selalu menjawab kalau kulit mas suho seputih kapas, selain itu hatinya suho pun juga selembut kapas. beda ceritanya dengan jordan, dia selalu memanggil suho dengan sebutan mas suho sultan, ya karena kekayaan suho tidak akan habis selama tuju keturunan.


suho juga sangat menyayangi adik-adik irene, hubungan mereka juga sangat dekat. itu yang membuat irene sangat menyayangi suho, suho adalah laki-laki yang bertanggung jawab, dan sayang terhadap keluarga. selama ini irene merasa sangat beruntung karena bisa memiliki suho dalam hidupnya.


******


"asalamualaikum" ucap jeff dan jordan secara bersamaan.


"astagfirullah bang ini bukan adik kita kan? masak kita nggak ketemu beberapa jam yang lalu, mereka berubah jadi kembar identik gini" ucap jordan sembari menatap intens dua anak kembar di depannya.


"lambemu dek. sorry ya ini jordan emang agak gila orangnya, kalian temennya jovan dan jevan?"-jeff.


"iya kak"


"ahh syukurlah, gue fikir adik gue berubah jadi kalian"


"mas jordan apaan dah, gak jelas banget" ucap jovan yang baru saja keluar dari dapur sembari membawa minum dan camilan untuk teman-temannya.


"yaelah jov loe kayak nggak tau mas jordan aja, anaknya kan emang nggak jelas banget"-jevan.


"adek sialan" ucap jordan sembari menatap tajam jovan dan jevan.


"sorry ya rumah ini isinya emang orang-orang random. oh iya nama kalian siapa?"-jeff.


"saya nakula kak, dan ini sadewa"


"oh. kenalin aku jeff, ini jordan. kita berdua kakaknya jovan dan jevan"


"iya kak"


"panggil aja bang jeff, trus kalau manggil jordan mas aja, biar lebih akrab"


"iya bang" jawab nakula dan sadewa secara bersamaan.


"ya udah di lanjut belajarnya. jordan ayo kekamar" ucap jeff sembari menarik tas sekolah jordan.


"astaga abang jangan seret gue kayak gini dong, udah kayak anjing aja gue loe seret-seret"


"bawel banget dah"


"sorry ya kakak-kakak gue emang kayak gitu orangnya"-jovan.


"santai aja jov. tapi kelihatannya bang jeff, dan mas jordan asik orangnya"-sadewa.


"iya gitu deh. apa lagi kalau mas jordan dan jevan di satuin, bisa ancur rumah ini karena kerandoman mereka berdua"-jovan


"sialan loe jov, bisa-bisanya jelek-jelekin gue di depan mata gue kayak gini"-jevan


"itu lebih bagus, dari pada jelek-jelekinnya di belakang elo van"-nakula.


"lah iya juga ya"-jevan.


"ya udah ayo mulai belajarnya"-sadewa.


*****


"woi udah tau belum" ucap teddy heboh ketika baru saja masuk kedalam kelas.


"apaan dah?"-jeff.


"tauk lo ted, kayak di kejar-kejar hantu aja"-arga.


"apaan curut, kalau ngomong yang jelas"-ciko.


"iya njir, kita semua kan jadi bingung"-galang.


"si teddy mau bilang kalau di kelas samping ada anak baru, cakep orangnya" ucap bayu yang baru saja masuk.


"sayang kok kamu tau sih?" tanya siska dengan menatap tajam bayu.


"ya gimana nggak tau sih yank, orang aku sama teddy berangkat bareng"-bayu.


"kamu nggak genit kan?"


"astagfirullah sayang kok kamu gitu sih sama aku. aku itu cowok paling setia ya, satu aja nggak habis-habis ngapain juga aku genit sama cewek lain"-bayu.


"ya siapa tau aja yank" ucap siska dengan sedikit merasa bersalah karena telah menuduh bayu yang tidak-tidak.


"secantik apa sih?"-galang.


"cakep banget pokoknya"-teddy.


"sama jessica cantik mana?"-jeff.


"nah iya bener"-arga.


"apaan dah, kenapa bawa-bawa gue"-jessica.


"biasa jess, jeff sama arga kan penggemar berat loe"ucap maria sembari terkekeh.


"apaan sih mar, nggak jelas"-jessica.


"ahh pokoknya pilihan yang sulit"-teddy.


"secantik itu emang?"-jeff.


"iya"


"jeff loe kepo banget dah, jangan-jangan mau loe gebet ya tuh anak baru"-cahyo.


"lambemu yo. gue kan cuma mastiin aja, orang teddy seheboh itu"-jeff.


"tapi kelihatannya tuh anak baru deket deh sama cowok loe jess"-bayu.


"deket sama aldo?"-jessica.


"iya, soalnya dia tadi berangkat sama cowok loe"-bayu.


"iya jess, tadi gue lihat dia satu mobil sama aldo. udah gitu kelihatan akrab banget, terus mereka juga gandengan tangan juga"-teddy.


"lambemu ted, di filter dong" ucap bayu ketika melihat perubahan wajah jessica.


"emang siapa nama anak baru itu?"-siska.


"lisa kalau nggak salah"-teddy.


setelah mendengar jawaban teddy, sontak saja siska kesedak roti yang tengah ia makan.


"sayang kamu nggak apa-apa kan?" ucap bayu sembari memijit pelan leher belakang siska.


"aku gapapa kok, aku ke toilet dulu ya" pamit siska kepada bayu.


"perlu aku antar?"-jessica


"nggak perlu jess" jawab siska sembari berlalu pergi.


siska segera menuju kelas samping dimana saudaranya berada.


"aldo"


"ikut aku" ucap siska sembari menarik tangan aldo dan membawanya ke taman.


"kenapa sih kak?"


"aldo wanita itu kembali lagi"


"iya kak lisa kembali lagi, dia benar-benar menepati janjinya, bahkan ini belum ada tiga tahun kak, tapi dia udah kembali untukku"


"kamu pacaran lagi sama dia?" tanya siska dengan mata yang telah berkaca-kaca.


"iya kak"


plakk...


satu tamparan keras siska daratkan di pipi aldo.


"kak siska apa-apaan sih? kenapa kakak nampar aku"


"aldo kamu keterlaluan"


"aku keterlaluan apa kak?"


"lalu gimana dengan jessica do?"


"jessica juga pacarku kak"


"aldo kamu jangan gila ya, apa kamu fikir kamu seganteng jungkook bts. bisa-bisanya kamu berfikir untuk memiliki dua orang kekasih" ucap siska dengan tatapan menusuk. dia benar-benar tidak habis fikir dengan sepupunya itu.


"kak aku sayang dua-duanya, aku nggak bisa kalau di suruh memilih kak"


"gue nyesel karena udah deketin loe sama jessica. gue harap loe tinggalin jessica brengsek" ucap siska sembari berlalu pergi.


"ahhh sial, kenapa jadi seperti ini sih. lagian kak siska nggak peka banget sih, dia kan tau kalau gue sangat mencintai lisa. tapi jessica, ahh aku juga menyayanginya" gumam aldo sembari menendang kursi taman.


****


"siska loe kanapa?" tanya jessica ketika siska baru saja masuk kedalam kelas, namun air mata siska tumpah ruah.


"sayang kamu kenapa nangis, siapa yang nyakitin kamu? bilang sama aku, biar aku hajar orang itu"


namun bukannya menjawab pertanyaan bayu, siska justru memeluk jessica, dan semakin menangis di dalam pelukan jessica.


"jess lebih baik loe bawa siska ke uks deh"-maria.


"iya jess, biar nanti kita mintakan izin ke bu ida"-riska.


"ya udah deh. nanti kalau tugasnya di kumpulin tolong tugas gue sama siska ya mar"


"beres jess"-maria.


"ayo kita ke uks sis" ucap jessica sembari menuntun siska menuju uks.


di sepanjang perjalanan menuju uks semua orang menatap jessica dan juga siska. seolah-olah mereka semua bertanya-tanya ada apa dengan siska.


"siska, jessica. ini siska kenapa jess?" tanya sonia.


"nggak tau nih son. tadi dia pamit ke toilet, tapi begitu balik dari toilet udah nangis kayak gini"-jessica.


"siska loe nggak kesambet hantu toilet kan?"-sonia.


"sonia apaan sih. gue minta tolong dong, loe pesenin siska teh hangat"


"oh oke, tunggu bentar ya" ucap sonia sembari berlalu pergi.


"siska sebenarnya ada apa? cerita dong sis"


"jess maafin gue jess, ini semua salah gue"


"sis loe nggak salah apa-apa kenapa loe harus minta maaf" jawab jessica dengan bingung, pasalnya jessica merasa kalau sahabatnya itu tidak pernah membuat kesalahan apapun.


"jess gue rasa loe harus tau ini"


"tau apa sis? apa yang gue nggak tau?"


"loe tau siapa anak baru yang ada di kelas sebelah?"


"nggak"


"dia lisa, mantan pacarnya aldo jess. dan bodohnya sepupu gue yang brengsek itu udah balikan sama dia jess" ucap siska sembari kembali menangis.


begitu mendengar penjelasan siska dunia jessica tiba-tiba saja terasa runtuh, air matanya tiba-tiba saja jatuh membasahi pipi mulusnya, hatinya benar-benar sakit.


"jess maafin gue, harusnya gue nggak kenalin loe sama sepupu gue yang brengsek itu. gue fikir seiring berjalannya waktu, aldo bisa nglupain lisa, tapi gue salah jess. dan sekarang loe jadi korbannya, maafin gue jess"


"gue gapapa kok sis" dusta jessica.


"low nggak usah bohong jess, gue tau loe sekarang lagi nggak baik-baik aja. gue harap loe putusin aldo, gue nggak mau sahabat gue di permainkan"


"terus gue gimana kalau nggak ada aldo sis?"


"masih ada gue jess, gue yang akan lindungin loe. gue nggak akan biarin cowok brengsek kayak aldo nyakitin loe lagi" jawab siska sembari memeluk jessica


"kenapa dia tega banget sama gue sis? gue salah apa sama dia?"


"loe nggak salah jess. pada dasarnya aldo aja yang bodoh, masih banyak pria yang suka sama loe jess. dan gue percaya kalau mereka lebih baik dari aldo, jangan sedih lagi ya. hati gue sakit kalau lihat loe sedih"


"loe juga jangan sedih" ucap jessica sembari menghapus air mata siska.


"loe juga jangan nangis lagi, jangan sedih lagi" ucap siska sembari ikut menghapus air mata jessica.


"iya"


*"sesungguhnya tangan loe cuma bisa hapus air mata gue sis, tapi tangan loe nggak bisa hapus kesedihan dan sakit hati yang gue rasakan. tapi gue bersyukur, disaat-saat tersulit gue. gue masih punya loe sahabat baik gue"* gumam jessica sembari memeluk siska.


1. aldo



2. siska



3. Bayu



4. Arga



5. Nakula dan sadewa



6. Lucas



7. Hendry



8. Yuqi



9. Jihan



10. Suho



11. Kai



13. Lisa