JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
menunggu pesan jeff



"jov ayo kita ngegame"-bayu.


"siapa takut"-jovan.


"mas bayu kalau kalah jangan nanges. nanti nanges" ledek jevan.


"adek laknat loe emang"-bayu.


"bay loe serius nantangin adik gue?" ucap jeff yang baru saja menuruni anak tangga.


"iya kenapa emang?"-bayu.


"kalau kalah jangan nanges"-jeff.


"elah kagak abangnya kagak adiknya, sama aja. sama-sama ngeselin"


"elah hujan lagi, padahal tadi masih panas" keluh jeff ketika melihat langit telah mendung dan hujan turun dengan derasnya.


"ya namanya musim hujan bang, pasti bakalan sering hujan"-lucas.


"iye bener omangan lu bocah"-jeff.


"van soto enak nih!"-jordan.


"mari kita buat mas" ucap jevan sembari mengangguk.


"ada yang mau?"-jordan.


"gue mau" ucap jeff dan arga secara bersamaan.


"soto apaan dah?"-hendry.


"elah biasa indomie rasa soto"-jordan.


"mau gue kalau itu" ucap hendry dan lucas.


"oke baiklah chef jordan dan chef jevan akan segera beraksi" ucap jevan sembari merangkul pundak jordan menuju dapur.


"kita bantuin" ucap lucas dan hendry sembari mengikuti langkah jevan dan jordan menuju dapur.


"kakak belum ada pulang?" tanya jeff sembari duduk di sebelah arga.


"belum ada. kenapa emang?"


"gapapa, padahal kak ital pergi dari pagi tadi. kenapa belum pulang juga"


"kak ital doang yang loe khawatirin?"


"kak irene juga lah"


"elah loe kayak nggak tau kakak aja. mereka kan juga sering pulang telat, baru jam 5 juga"


"iya juga sih"


"loe nggak ada rencana ajak jessica kencan nih?" tanya arga sembari menyenggol lengan jeff.


"apaan sih loe rumpi banget, kayak jordan sama jevan"


"abang sebenarnya pengen ajak kakak cantik keluar mas, cuma abang gengsi aja"-jovan.


"elah bocah, nyaut aja" ucap jeff sembari melempari jovan dengan kulit kacang.


"abang rusuh ihh. kan jadi kotor lantainya, kasihan mbak fitri bersihinnya"-jovan.


"makannya loe diem, nggak usah ngikut"


"iye"


*********


"ngapain mandangin ponsel terus?"


"biasa kak kangen tuh sama adiknya krystal. berharap dapet notif dari pangerannya" ledek bryan.


"kak bryan apaan sih" ucap jessica sembari memalingkan mukanya.


"tapi bener kan?"


"dia nggak ada chat aku"


"tuhkan bener apa yang gue bilang kak" ucap bryan sembari memukul pundak bastian.


"sakit goblok" ucap bastian sembari mengelus pundaknya yang baru saja di pukul bryan.


"sorry kak, kelepasan gue" ucap bryan sembari meringis.


"loe suka sama adiknya krystal dek?" tanya kak bastian sembari duduk di sebelah jessica.


"nggak tau kak, tapi gue ngerasa nyaman kalau sama jeff"


"kakak dukung kalau loe sama dia" ucap bastian.


"kakak juga dukung" timpal bryan


"tumben kompak banget"


"kita emang selalu kompak" ucap bastian dan bryan secara bersamaan.


"terserah kakak aja lah"


"kakak sayang, tolong anterin mama ya" ucap mama tifany yang baru saja menuruni tangga.


"mama mau kemana?" tanya kak bastian.


"supermaket, belanja"


"sama bryan ya ma. bastian capek nih baru pulang kerja"


"yaudah bryan, anter mama"


"siap ibu negara" ucap bryan sembari memberi hormat.


"kamu kapan balik ke jepang nak?"


"lusa ma"


"kakak jangan berangkat lusa, aku masih kangen" ucap jessica ketika mendengar percakapan mamanya dan kakak keduanya.


"nggak boleh motong omongan orang tua ya dek" ucap bastian memperingatkan adik bungsunya.


"maaf kak, tapi kak bryan nggak bener-bener berangkat lusa kan"


"nggak dia cuma mau goda kamu doang. mungkin sabtu nanti dia berangkat"


"kenapa kakak nggak kuliah di sini aja sih"


"kamu kan tau kalau bryan juga ingin kuliah di jepang sama kayak kakak. apa kamu nanti nggak ingin ke jepang"


"entahlah jessi belum mikirin itu kak"


"yaudah sana mandi, udah sore ini. anak perawan juga masih belum mandi"


"gendong" ucap jessica sembari menjulurkan kedua tangannya.


"astaga bayi besarku, yaudah ayo"


dengan segera jessica naik keatas punggung bastian.


"astaga jessi kakaknya baru pulang kerja dek, kebiasaan banget sih minta gendong kayak gitu"


"papa kenapa sih, orang kakak aja mau kok. ayo kak kita ke kamar, jangan dengerin papa"


papa deny hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya.


*******


"asalamualaikum"


"walaikumsalam"


"ayah, aku kangen" ucap jevan sembari berlari memeluk ayah.


"anak bontot ayah kenapa hemt?"


"ayah apa ayah tau, ayah mendapat dua cucu"


"cucu?" tanya ayah sembari mengerutkan keningnya.


"iya cucu yah"


"cucu apa?" tanya ayah masih tidak mengerti dengan ucapan jevan.


"maksud jevan, kucingnya jovan si monyet udah lahiran yah. dan anaknya dua"-jordan.


"astaga ayah fikir apa" ucap ayah sembari terkekeh.


"apa ayah tau, semenjak kelahiran jason dan jenni. jovan selalu memperbudakku, abang, dan juga mas jordan"


"namanya jason dan jenni?"


"iya yah"


"kenapa namanya bagus. kenapa nggak ayam atau itik?"


"ayah aku udah susah-susah mikirin namanya ya, jangan di ubah-ubah dong" ucap jovan kesal.


"ayah nggak ngerubah mas jovan. lah tiga kucingmu kan namanya nggak jelas, kalau kata abangmu krisis identitas. la sekarang kenapa namanya agak bagusan"


"gapapa biar beda aja"


ayah benar-benar nggak habis fikir dengan putranya yang satu itu, kenapa bisa dia sebucin itu dengan kucing. sifat jovan yang begitu menyukai kucing sama persis sama almarhumah bunda dulu.


"ini ada acara apa kok tumben pada ngumpul semua?"


"kangen kumpul yah, libur sekolah gini nggak enak. cuma makan, tidur doang"-bayu.


"iya yah bener tuh yang di bilang mas bayu"-lucas.


"yaudah kalian lanjut, ayah mau mandi dulu"


"siap yah"


"bang nanti jangan lupa"-jevan.


"iya dek abang inget"-jeff.


"kenapa jeff?"-arga.


"si jevan ngajak balik ke surabaya"


"gak balik ke sini lagi?" tanya arga kaget.


"buset muke lu biasa aja kalik. ya balik lah, kita cuma mau berkunjung ke makam bunda"


"kalau gitu gue ikut ya"-arga.


"emang gapapa. nanti tante sila marah"


"kagak lah. kalau gue perginya ama loe, nyokap kagak bakalan marah"


"yaudah gas"


"main gas aja, emang boleh sama ayah!" ucap jordan sembari melahap indomienya.


"kagak tau juga" ucap jeff nyengir.


*******


"ayah ada hal yang ingin aku omongin" ucap jeff ketika sudah selesai makan malam, dan mereka semua tengah bersantai di ruang keluarga.


"mau ngomong apa bang?"


"apa aku dan adik-adik boleh pulang ke surabaya?"


"pulang ke surabaya?"


"iya yah, kami kangen bunda" ucap jevan ikut angkat bicara.


"boleh, kalian mau ayah temani?"


"tidak yah, kita pergi berempat"


"hey kembaran kau melupakanku. ayah tadi aku udah bilang mau ikut, tapi jeff malah melupakanku" ucap arga kesal.


"iye-iye protes aja"


"gue juga ikut" ucap bayu sembari melahap cupcake buatan jevan.


"nggak usah" ucap jeff dan arga secara bersamaan.


"ayah lihatlah mereka berdua. bisa-bisanya mereka mau pergi tanpa aku" ucap bayu mengadu pada ayah agung.


"kalau mas arga boleh ikut, kenapa mas bayu nggak boleh ikut bang?"


"nanti nyusahin yah, dia mana bisa sehari aja jauh-jauh sama siska. bayu kan bucin akut"


"wah kurang asem lu jepri"


"bagus dong, itu tandanya mas bayu sayang sama pacarnya. dulu ayah sama bunda juga gitu"


"jangan di samain ama mas bayu yah. ayah sama mas bayu jelas beda, kalau mas bayu tingkat bucinnya udah setadium akhir"-jordan.


"kampret diem lu. emang dasar jomblo pada sirik aja"


"abang, mas arga, mas jordan cepet cari pasangan biar tau gimana yang dirasain mas bayu sekarang" ucap ayah sembari terkekeh.


"tuh dengerin kata ayah"-bayu.


"kok ayah belain mas bayu sih"-jordan.


"tapi yang di bilang ayah bener kok jor. coba loe buka hati loe, jihan secantik itu masak loe anggurin" ucap lucas sembari terus fokus pada gamenya.


"bacot lu" ucap jordan sembari melempar bantal sofa tepat di kepala lucas.


"mas jaga bicaranya"


"hehe maaf yah kelepasan" ucap jordan sembari nyengir.


"lalu rencana kalian mau berangkat kapan?"


"lusa yah"-jeff.


"yakin nggak mau ayah temani?"


"nggak yah, lagian kita juga bukan anak kecil lagi. nggak bakal ilang juga"-jovan.


"oke baiklah. kalian lanjut ya, ayah masih ada kerjaan. nanti tidurnya jangan malam-malam"


"siap yah" jawab mereka semua secara bersamaan.