JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
kandang buaya



"kakak tumben belum siap-siap, nggak kerja emangnya?" tanya jeff yang baru saja duduk disebelah irene, untuk menyantap sarapannya.


"kakak kan resign"


"kakak serius?"


"iya dek, mas suho nyuruh kakak resign bulan ini jadi kakak nurut aja"


"ohh gitu. terus kakak jadi ikut bapak kapas ke korea setelah nikah nanti"


"iya mau gimana lagi, kakak kan harus ikut kemanapun suami kakak pergi kan"


"aku pasti bakal kangen kakak, begitu juga adik-adik"


"kakak juga bakal kangen kalian"


"tapi kalau itu buat kebahagiaan kakak aku cuma bisa doain yang terbaik"


"makasih sayang" ucap irene sembari mencium pipi kiri jeff, sementara yang dicium hanya bisa tersenyum hingga membuat lesung pipinya terbit.


"pagi" ucap jordan dan jevan secara bersamaan.


"pagi adik-adik kakak yang ganteng, ayo buruan makan nanti kesiangan lagi.


"jovan mana?" tanya jeff sembari menatap kedua adiknya secara bergantian.


"nggak tau, tadi di kamar udah nggak ada" jawab jevan sembari sibuk menyantap sarapannya.


"jovan udah berangkat" kini giliran kak irene yang menjawab.


"udah berangkat, buset ini masih pagi banget. tu bocah ngapain berangkat pagi-pagi buta, lagian kan udah selesai ujian" ucap jordan sembari melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, yang ternyata masih menunjukkan pukul 06:30


"tuh bocah nggak ke surupan kan kak?" ucap jevan dengan mulut penuh nasi goreng.


"luambemu dek" beo kak irene.


"habisnya ini masih pagi banget kak"


"jovan tadi katanya mau ke tempat pak yanto dulu, jadi dia berangkat duluan"


"pak yanto siapa kak?" tanya jordan dengan alis terangkat sebelah, memangnya siapa sih pak yanto itu hingga membuat seorang Jovan Immanuel Yaunatama berangkat pagi-pagi buta hanya untuk menemuinya.


"pak yanto penjahit yang ada di ujung komplek itu loh dek"


"lah itu bocah mau ngapain ngapelin pak yanto pagi-pagi?" tanya jeff yang tak kalah herannya dengan kedua adiknya.


"mau buatin baju buat jason sama jenni" jawab kak irene "ohh iya nanti pulang sekolah langsung pulang ya"


"emang kenapa kak?"


"bantuin kakak siapain acara syukuran buat besok"


"acara syukuran?" tanya jevan dengan kening mengerut, karena jujur ia tak tau menahu tentang acara ini.


"syukuran apaan kak? kenapa kita nggak ada yang tau"


"jovan mau buat acara 7 bulan jason dan jennie"


"dan kakak iya in aja kemauan jovan?" tanya jordan tidak habis fikir dengan kakak pertamanya itu.


"ya mau gimana lagi, dari pada anaknya ngambek kan"


"iya udah kak, aku berangkat dulu" pamit jeff sembari bangkit dari duduknya dan tak lupa mencium punggung tangan sang kakak sebelum benar-benar pergi.


"gue bareng bang" ucap jevan sembari menyusul langkah jeff.


"ayah pulang kapan kak?" tanya jordan.


"nanti siang atau nggak sore ayah udah sampai rumah"


"ayah tau tentang rencana syukuran ini?"


"iya ayah tau, kemarin kakak udah bahas ini sama ayah. dan ayah nggak keberatan, asalkan adik kamu itu nggak marah-marah"


"hemt makin hari makin gesrek aja itu bocah" ucap jordan sembari menghembuskan nafas kasar.


*****


"ITEM" teriak doni ngegas hingga suaranya menggelegar memecahkan keheningan di kelas 11 ipa 1.


"BANGS*T BISA NGGAK KAGAK USAH TERIAK-TERIAK" ucap galang tak kalah ngegas.


"ehehe sorry, gue kagak tau kalau kelas lagi pada belajar"


"ye sorry gue beneran kagak sengaja. loe kan tau mulut gue ngegas aja bawaannya"


"lagian loe ngapain teriak-teriak nyari bayu?" kini arga yang sedari tadi diam mulai angkat bicara dan menatap tajam doni.


"biasa urusan anak muda"


"jangan bilang loe mau deketin sepupunya bayu yang baru pindah ya" terka jeff.


ya kemarin sore bayu memang mengajak sepupunya yang bernama celine ke tongkrongan, kata bayu celine akan pindah dan menetap di jakarta.


"ceilah tau aja loe jepri. cenayang ye loe"


"cenayang mbahmu, kelihatan dari muka loe njir"


"emang muka gue kenapa? ganteng ya" ucap doni penuh percaya diri.


"kagak" ucap jeff dan arga secara bersamaan.


"hlah terus?"


"kayak om-om pedo"


"luambemu pri jepri"


"balik ke tempat loe downy pewangi pakaian" celetuk ciko sembari melempari doni dengan gulungan kertas.


"jangan coba-coba deketin sepupunya bayu loe don" ucap galih dengan tatapan horor.


"emang kenapa?" tanya doni dengan mengangkat sebelah alisnya.


"punya gue lah" jawab galih santai.


"halu loe"


"morning everybody" ucap bayu sembari melambai-lambaikan tangannya begitu masuk kedalam kelas seolah-olah sedang berjumpa dengan para fans


"heh item dari mana aja sih loe, gue cariin juga"


"kenapa mau minta tanda tangan? atau mau fotbar? sorry gue nggak mau punya fans gesrek kayak lu"


"wooashuu gue juga kagak sudi jadi penggemar loe"


"terus ngapain nyariin gue?"


"mau minta nomor sepupu loe yang beautiful itu loh" jawab doni to the point.


"kagak bakalan gue kasih sama buaya modelan kadal kayak loe"


"yaelah masak loe nggak mau sih sepupu loe punya cowok secakep gue"


"kagak, mending sepupu gue ama galih apa teddy aja tuh"


"BOLEH" ucap galih dan teddy dengan penuh antusias.


"ckk kagak jadi"


"oh iya bay sepupu loe bakal masuk sini kan?"


"kagak jessica, sepupu gue masuk asrama. gue kagak bakal biarin dia masuk kandang buaya"


"mantap" ujar Jessica sembari mengangkat kedua jempolnya.


"udah deh yank nggak usah rusuh, belajar sana" ucap siska yang mulai kesal dengan tingkah kekasihnya.


"iya cinta" jawab bayu sembari mengacak gemas puncak kepala siska.


"woooashu bucin lihat-lihat tempat dong, kagak berperi kejombloan banget" protes biru.


"tauk nih, kasihanilah kami para jomblo pagi-pagi gini udah lihat yang uwu-uwu" timpal maria.


"pengen ya?" tanya bayu kepada maria, dan di angguki oleh maria.


"makannya cari pacar"


"lah crush gue sekarang udah punya jessica" ucap maria sembari mencebikkan bibirnya.


"crush-crush matamu. belajar gih mar jangan halu mulu loe" ucap nayla sembari menoyor kepala maria.


brakkk


"diem bangs*t gue mau belajar" ucap galang ngegas dan nggak bisa santai, hingga membuat seisi kelas langsung mengunci mulut mereka masing-masing. mumpung ini yang ngamuk baru galang, kalau arga juga ikut ngamuk bisa habis mereka semua.