JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
emosi jordan



"pagi semuanya" ucap jeff dan arga secara bersamaan.


"loh arga nginep?"-ayah.


"iya om"-arga.


"anak ayah nambah satu. aku perhatiin jeff sama arga udah kayak anak kembar yang nggak bisa terpisahkan"-kak irene.


"gapapa kak, ayah justru seneng kalau arga mau jadi anak ayah"


"arga mau om" jawab arga dengan penuh antusias.


"buset semangat 45 banget lu"-jeff.


"sirik aja loe men"


"kalau gitu panggil ayah dong jangan om"


"siap yah" jawab arga sembari tersenyum.


"eh buset abang sama mas jordan aja kelakuannya udah minus, sekarang nambah mas arga lagi"-jovan.


"lah emang jeff, sama jordan kenapa jov?"-arga.


"kelakuannya sama sekali nggak manusiawi mas"-jovan.


"heh bocah ngomong apa loe barusan? sa bisanya ye lu jelek-jelekkin gue sama abang"-jordan.


"lah emang faktanya gitu mas"-jovan.


"abang nanti kalau berangkat jovan tinggalin aja nggak usah di ajak bareng, gue males ama dia" ucap jordan sembari menatap jeff.


"serah kalian lah, abang capek dengerin kalian berantem mulu"-jeff.


"udah-udah jangan berteman masih pagi ini"-ayah.


"bertengkar yah, bukan berteman"-kak irene.


"nah iya maksud ayah bertengkar. ayo cepat habiskan sarapan kalian terus cepat berangkat sekolah karena ayah nggak mau anak-anak ayah telat pergi ke sekolahnya, apalagi kamu arga kamu kan ketua osis, harus kasih contoh yang baik ke teman-temanmu"


"iya yah, arga nggak pernah telat kok"-arga.


"ayah pengen kalian bersaing secara sehat buat dapatkan peringkat pertama di kelas kalian"-ayah.


"kelihatannya jeff bakal geser posisi arga sebagai juara kelas deh yah"


"kenapa kamu bisa bicara seperti itu arga? itu tandanya kamu meremehkan kemampuanmu sendiri"


"bukan meremehkan yah, tapi kelihatannya emang gitu"


"apapun hasilnya, kalian nggak boleh berantem. harus tetap berteman ya"


"iya yah, kami nggak seremeh itu kok"-jeff.


"iya yah, yakali kita berantem cuma gara-gara masalah nilai"-arga.


"bagus" ucap ayah sembari tersenyum.


"arga nanti kakak nebeng sampai halte depan ya"-kak ital.


"lah emang kak ital mau kemana?"-arga.


"kakak ada janji sama temen"-kak ital.


"ati-ati loe men, bisa-bisa di gosipin sebagai selingkuhan"-jeff.


"buset jangan nakut-nakutin napa"-arga.


"kagak nakut-nakutin gue, tapi loe nggak lupakan dengan insiden gue"-jeff.


"masih ingat jelas di ingatan gue"-arga.


"elah ribet banget sih kalian berdua. nggak jadi deh, gue bareng kak irene aja"-kak ital.


"lebih baik tuh kak"-jeff.


"awas aja ya kalian, bisa-bisanya pelit banget sama kakak sendiri. kakak tandain muka kalian"-kak ital.


"gue sama jovan ya nggak usah di tandai juga kali kak"-jevan.


"tauk ni kak ital"-jovan.


"lah emang kenapa?"-kak ital.


"kita berdua kan juga cuma numpang. kalau ayah udah kasih izin buat aku atau jovan naik motor, kita nggak akan keberatan boncengin kakak"-jevan.


"nah betul tuh"-jovan.


"iya-iya adik kakak yang ganteng-ganteng"


"gue sama abang juga ganteng kan kak?"-jordan.


"nggak"-kak ital.


"tanpa kakak akui kami tampan, tapi sudah banyak yang mengakui ketampanan kami"-jordan.


"dihh dosa apa gue punya adik kayak elo dek" ucap kak ital sembari menggeleng-gelengkan kepala karena ulah jordan yang terlalu percaya diri.


"kamu tuh terlalu percaya diri dek" ucap kak irene sembari terkekeh.


"udah-udah cepetan berangkat sekolah, nanti kalian telat"-ayah.


"iya yah" jawab jeff, jordan, si kembar, dan arga secara bersamaan.


"arga ayah tirip jeff, sama jordan ya. kalau mereka banyak tingkah, jewer aja telinga mereka"-ayah.


"siap yah"


"kak ital nggak jadi bareng sama aku?"-arga.


"nggak, kakak sama kak irene aja. kamu berangkat aja sama yang lainnya"


"oke siap"-arga.


*******


"lihat deh kak arga sama kak jeff"


"astaga mereka ganteng banget. tapi adiknya kak jeff juga nggak kalah ganteng"


"iya bener banget"


beberapa kasak-kusuk itu dapat di dengar oleh jeff, arga, dan juga jordan ketika mereka bertiga baru saja sampai di parkiran untuk memarkir motor mereka.


"gue tau kalau gue ganteng, tapi biasa aja lihatinnya. mata loe bisa copot kalau lihatin gue kayak gitu" ucap jordan sembari menatap tajam salah satu siswi yang tengah memperhatikannya. sedangkan jeff dan arga hanya mampu terkekeh melihat tingkah jordan.


"astaga si jordan ganteng-ganteng galak banget"


"iya, beda banget sama kak jeff"


"kak jeff, kak arga" panggil salah satu gadis yang satu tingkat dengan jordan.


"iya ada apa?"-arga.


"kak arga, kak jeff aku menyukai kalian berdua. kalian mau nggak jadi pacarku!"


"ini maksudnya kamu mengungkapkan perasaanmu kedua cowok sekaligus gitu?" tanya arga dengan sedikit terkejut sedangkan jeff hanya mampu ngebug karena ia benar-benar tak habis fikir kenapa ada cewek seperti itu.


"iya kak, dan aku berharap salah satu dari kalian mau menerimaku" ucap gadis itu sembari tersenyum.


"heh maimunah, loe tadi udah ngaca belum sih?"-jordan.


"udah, emangnya kenapa dan? bedakku ketebalan, atau alis gue nggak simetris?"


"maksud gue bukan masalah bedak loe ketebelan, atau alis loe simetris atau nggak maemunah"


"la terus kenapa loe nanya gue udah ngaca apa belum"


"ya maksud gue biar loe sadar diri maemunah. udah muka loe ngepres kek dompet tanggung bulan bisa-bisanya loe nembak abang gue sama mas arga secara bersamaan, emangnya loe secantik irene red velvet?"-jordan.


"isssh mulut loe jahat banget sih dan"


"gue kagak jahat, cuma gue berusaha nyadarin elo. mbok ya banyak-banyakin ngaca, sama istigfar maemunah. sel telur kok ngejar seperma, murahan loe. ayo bang mas kita pergi" ucap jordan sembari menarik tangan jeff dan arga.


"wanita jaman sekarang semakin nggak tau diri" gumam jordan sembari terus menarik tangan jeff dan arga, emosi jordan benar-benar meluap sepagi ini.


"jordan"-arga.


"dek stop" ucap jeff sembari menghentikan paksa langkah jordan.


"kenapa sih bang?"-jordan.


"tuh kelasmu kelewatan" ucap jeff sembari menunjuk kelas jordan.


"oh iya" ucap jordan sembari menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"makannya jangan emosi aja"-arga.


"habisnya sebel gue mas. cewek jaman sekarang pada gila-gila"-jordan.


"udah nggak usah emosi, masuk kelas sana gih. tuh temen-temenmu udah nungguin di depan kelas. ayo ga kita pergi kekelas kita sendiri" ucap jeff sembari merangkul pundak arga, dan meninggalkan jordan yang masih mematung di tempatnya.


"woi men loe ngapain ngejogrok disitu?"-lucas.


"tauk kayak anak ilang. sini buruan"-hendry.


"tumben biang kerok kayak kalian jam segini udah pada datang" -jordan.


"ye sikampret. loe kenapa kok kelihatan bete gitu?"-lucas.


"loe tau nggak, anak kelas sebelah bisa-bisanya tadi nembak abang gue sama mas arga secara bersamaan. apa nggak gila tuh"-jordan.


"gila bukan main tu bocah. terus gimana diterima sama bang jeff atau mas arga?"-hendry.


"ya kagak lah. selera abang gue sekelas kak jessica, kalau mas arga mah dia nggak mikir tentang cewek"-jordan.


"eh btw mas arga kan juga cakep, nggak kalah cakep dari bang jeff ya"-lucas.


"iya terus?"-jordan.


"yang suka ama mas arga kan juga banyak. tapi selama ini gue lihat, dia nggak pernah sekalipun deket sama cewek, dia masih normal kan ya?"-lucas.


"luambemu cas, ya kali cowok seganteng mas arga nggak normal"-hendry.


"tauk ni bocah ngadi-ngadi banget"-jordan.


"udah ayo masuk kelas dan, di luar barengan sama lucas bisa gila kita"-hendry.


"loe bener juga der, cabut" ucap jordan sembari merangkul pundak hendry dan mulai memasuki kelas.


"gue punya berita bagus buat kalian" ucap hendry ketika baru saja duduk di bangkunya.


"apaan dah?"-jordan.


"iya apaan?"-lucas.


"gue nggak jadi pindah"


"apa loe serius kan der?" tanya lucas dan jordan secara bersamaan.


"gue serius anjir"-hendry.


"alhamdulilah" ucap jordan dan lucas secara bersamaan.