JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
mengantar pulang



"jessi" panggil jeff sembari menghentikan motornya tepat di depan jessica.


"eh hai. loe dari mana jeff?"


"abis nongkrong ama arga, dan bayu. loe sendiri ngapain disini?"


"ini gue nungguin taxi tapi lama banget"


"lah emang loe nggak di jemput kakak loe?"


"iya kakak gue nggak bisa jemput, lagi nggak enak badan katanya"


"oh gitu. yaudah gue antar pulang ya"


"nggak usah jeff, nanti gue malah ngrepotin elo lagi"


"nggak ngrepotin sama sekali jessi. lagian mana tega sih gue biarin loe berdiri di pinggir jalan kayak gini"


"tapi gue gapapa kok jeff"


"udah nggak usah protes, nih pakek" ucap jeff sembari memberikan helm milik jovan.


"beneran nih loe mau nganterin gue pulang?"


"iya jessi yang cantik"


"hehe maaf ya gue jadi ngrepotin elo"


"minta maafnya nanti aja pas udah lebaran"


"jeff gue serius"


"gue juga serius jessi"


"dasar nyebelin"


"kamu juga nyebelin"


"ya udah yuk" ucap jessica sembari naik ke atas motor jeff.


"udah?"


"udah, ayo jalan"


"pegangan, gue nggak mau nanti di marahin kakak loe gara-gara nggak bisa jagain adiknya" ucap jeff sembari meraih tangan jessica dan melingkarkannya di perutnya.


"apaan sih jeff"


"gue serius nih, habisnya kakak loe kelihatannya serem sih jess"


"wah gue aduin ya nanti" ucap jessica sembari terkekeh.


"ehh jangan dong, gue kan cuma bercanda jessi"


"bercanda apanya, kelihatanya kamu ngomongnya dari hati"


"hehe kelihatan ya? tapi emang kakakmu mukanya kelihatan galak jessi"


"itu baru kak bastian jeff, loe belum tau aja kakak kedua gue"


"emang kenapa?"


"lebih serem dari kak bastian"


"wah si aldo berani juga ya macarin elo. padahal pawangnya nggak main-main"


"loe pikir gue apaan njir, pakai pawang segala" ucap jessica sembari mencubit gemas pinggang jeff.


"au sakit jessi"


"habisnya loe nyebelin"


"eh kita kemana lagi nih? gue kan nggak tau rumah loe" ucap jeff sembari terus melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


"lurus terus, nanti ada perempatan belok kiri"


"oke deh"


"oh iya jeff, loe kok selalu bawa helm dua sih? padahalkan jordan bawa motor sendiri"


"sengaja, siapa tau aja gue bisa nganter pulang jessica yang cantik"


"jeff gue serius"


"gue juga serius jessi"


"jeff nggak lucu ya" ucap jessica senbari mencebikkan bibirnya.


sedangkan jeff hanya terkekeh ketika melihat wajah jessica dari sepion motornya.


"jeff, gue serius nih. loe malah ketawa"


"iya deh iya. itu helm adik gue, setiap berangkat gue selalu boncengin adik gue"


"tapi jordan kelihatannya juga selalu bawa helm, sama kayak elo"


"ya karna adik kita kembar, ya kali gue bonceng tiga. udah kayak cabe-cabean dong"


"oh iya ya, loe kan punya adik kembar. tapi wajah adik loe nggak asing buat gue jeff"


"ya karena loe pernah lihat di tv atau nggak di berita online beberapa hari lalu jessi"


"iya, tapi kelihatannya gue pernah ketemu meraka. tapi dimananya gue lupa"


"cuma perasaan loe aja kalik jess. karena adik-adik gue jarang keluar rumah, wajarnya mereka bakal ngegame, kalau nggak gitu ya main sama monyet, koala, dan embek"


"apa monyet, koala, sama embek?''


"haha iya"


"kamu pelihara itu semua di rumah jeff?" tanya jessica dengan sedikit tidak percaya.


namun bukannya menjawab pertanyaan jessica, jeff justru terkekeh.


"tuhkan loe ketawa lagi, padahal gue nanya beneran"


"monyet, koala, dan embek itu kucing peliharaan adikku jessi"


"kucing! lalu kenapa namanya monyet, koala, dan embek?"


"ya itulah adik gue. kadang-kadang gue ngerasa kasihan sama kucing-kucing itu, mereka pasti merasakan krisis identitas"


"kenapa gitu?"


"ya loe bayangin aja jess, mereka itu kucing tapi namanya monyet, koala, embek. loe bayangin aja, ketika adik gue manggil nyet monyet, tuh kucing pasti bingung"


"kenapa bingung?"


"ya iyalah. bayangin aja dia kucing tapi di panggil monyet, pasti dalam hatinya bilang mau nengok tapi itu bukan gue, tapi kalau nggak nengok nanti di bilang sombong"


"hahaha loe bener juga sih jeff" ucap jessica sembari tertawa lepas.


"oh iya rumah loe yang mana jessi?"


"tuh yang paling ujung"


"oh jadi ini rumah loe?"


"iya, mau mampir?"


"nggak usah lain kali aja, kalau kakak loe nggak di rumah"


"loe takut kakak gue?"


"nggak sih"


"yaudah kalau nggak takut, ayo mampir"


"lain kali aja jessi, gue ada janji sama jordan soalnya"


"ohh gitu, yaudah loe pulangnya hati-hati ya jeff"


"siap, gue balik dulu ya. asalamualaikum" jawab jeff sembari berlalu pergi.


"walaikumsalam"


setelah jeff tidak kelihatan lagi, jessica segera masuk kedalam rumah.


"asalamualaikum mama"


"diantar temen ma"


"terus mana temannya? kok nggak di ajak mampir sih dek"


"dianya nggak mau ma, katanya masih ada janji sama adiknya"


"oh gitu, ya udah buruan mandi gih"


"siap mama" jawab jessica sembari mengecup pipi sang mama, sebelum akhirnya naik ke lantai dua dimana kamarnya berada.


"ahhh capek banget" ucap jessica sembari merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.


"pacar baru dek?"


"apaan dah kak"


"itu tadi yang nganterin loe?"


"temen kak"


"tapi kelihatannya mesra"


"kakak apaan dah, gosip banget. pergi sana"


"tapi kelihatannya anaknya baik dek"


"kakak baru lihat jeff sekali tapi udah bilang jeff baik, padahal dari kejauhan. tapi sama aldo walau udah satu tahun kakak nggak pernah bilang aldo baik" ucap jessica sembari bangkit dari tidurnya.


"ya karena pacarmu itu emang nggak baik"


"kakak sama kak bryan kenapa sih kok kelihatannya nggak suka banget sama aldo"


"emang kakak bilang gitu"


"kakak emang nggak bilang, tapi kelihatan banget kalau kakak nggak suka sama aldo"


"ya karena kakak emang masih normal, makannya kakak nggak suka sama pacarmu itu" ucap bastian sembari keluar dari kamar adiknya.


"hih nyebelin banget, pantesan masih jomblo. orang nyebelin gitu, cewek mana juga yang mau"


"woii kakak dengar ya"


"mampus, ternyata orangnya dengar. bisa-bisa di potong nih uang jajan gue" gumam jessica sembari menutup mulutnya.


*****


"nah makan yang banyak ya. mumpung si jovan masih asik ngegame, jadi nggak bakal ada yang ngomel" ucap jevan sembari memberi makan kucing-kucing jovan dengan tempe bacem buatannya.


"woi bocah loe ngapain dah?"-jordan.


"astaga mas jordan ngagetin aja" ucap jevan sembari memegangi jantungnya yang hampir saja copot karena ulah kakak ke empatnya.


"ya habisnya loe kayak ngumpet gitu. hayo loh, loe kasih makan apaan tuh kucingnya si jovan?"


"tempe bacem mas" jawab jevan sembari nyengir dan menunjukkan tempe bacem yang tengah ia pegang.


setelah mendengar jawaban jevan, jordan benar-benar tidak bisa menahan tawanya. ia tidak bisa membayangkan akan semarah apa jovan kalau tau jevan memberi makan kucing-kucingnya dengan tempe bacem.


"bagus anak muda lanjutkan. emang tuh kucing perlu sesuatu yang baru, kasihan kalau makan wishkas terus" ucap jordan sembari mencomot tempe bacem jevan yang masih tersisa diatas meja.


"abang belum pulang mas?"


"belum"


"kemana emang?"


"biasalah, palingan juga nongkrong sama mas arga, dan mas bayu"


"gue fikir abang udah dapet pacar"


"yaelah loe kayak nggak tau abang aja, mana bisa dia jatuh cinta segampang membalik telapak tangan"


"iya juga sih"


"jordan, jevan kalian lihat monyet, koala, dan embek nggak?"-kak irene.


"nih kak mereka lagi makan" jawab jevan sembari menunjuk kebawah kakinya.


"makan apa mereka?"


"tempe bacem tadi pagi kak"


"yah, padahal kakak bawakan mereka sosis"


"lah sejak kapan kakak ikut-ikutan abang, ngasih makan kucing pakai sosis?"-jordan.


"habisnya kemarin kakak lihat jeff kasih makan mereka pakai sosis, mereka makan dengan lahap"


"hahaha aku rasa kalau jovan tau kelakuan kita, dia bakalan murka" ucap jordan sembari terkekeh.


"lah iya ya, kok kita demen banget nistain kucing-kucing jovan"-jevan.


"abang sih yang ngajarin"-jordan.


"iya abis itu mas jordan ikut-ikutan"-jevan.


"lah loe juga ngikut bocah"-jordan.


"ya udah nih sosisnya"-kak irene.


"buset, kakak beliin sosis nggak kira-kira banget"-jordan.


"tau ni, masak satu toples sih kak"-jevan.


"kakak tau adik-adik kakak juga doyan sosis" ucap kak irene sembari berlalu pergi


"kakak emang paling peka" teriak jevan.


"woii van lama banget dah, gue sampek lumutan nungguin loe" ucap jovan yang baru saja masuk ke dapur.


"hehe sorry-sorry, gue keasikan ngobrol sama mas jordan sih"-jevan.


"lah ini kucing-kucing gue kenapa bisa disini?"-jovan.


"gue abis bawa mereka jalan-jalan di taman belakang, kasihan kali jov kalau mereka di kandangin terus"-jevan.


"loe pegang sosis, jangan bilang loe kasih makan kucing gue sama sosis"-jovan.


"ya kagak lah njir, lie fikir gue abang apa. nih sosis masih baru ya, nih loe lihat masih segel jadi mana mungkin gue kasih makan mereka pakai sosis"-jevan.


"awas aja ya loe, kalau sampai nistain kucing-kucing gue"-jovan.


"kagak, elah takut banget sih"-jevan.


"udah masukin lagi ke kandangnya"-jordan.


"iya mas" jawab jovan dan jevan bersamaan.


1.Jessica alvaretta davis



2. Bastian alexandro davis



3. Bryan alexandro davis



.


.


.


.


.


.


.


.


**visual jessica dan kakak-kakaknya. kalau nggak sesuai bayangan kalian bisa diganti kok 😉