JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
berburu discount



"makasih ya udah anterin aku pulang" ucap jessica sembari tersenyum hangat. mereka sudah pacaran berbulan-bulan tapi entahlah gadis itu masih saja sungkan kepada kekasihnya sendiri.


"itu udah kewajiban aku" jawab jeff sembari mencubit gemas pipi jessica. "ya udah aku pulang dulu ya. kamu buruan masuk, ganti baju terus istirahat"


"kamu nggak mau mampir dulu?"


"lain kali ya sayang, aku udah janji sama kakak buat pulang cepat"


"emtt ya udah kamu hati-hati ya"


"iya sayang, aku pulang dulu assalamualaikum"


"walaikumsalam"


ya hari ini mereka semua memang pulang lebih awal karena hari ini hanya bersih-bersih untuk mempersiapkan ujian lusa nanti.


*****


"jadi gimana kalian mau lanjut sekolah dimana?" tanya kak irene kepada adik kembarnya.


"SMA Galapagos lah kak"


"nggak mau di sekolah lain?"


"kenapa emang kak?" tanya jovan namun pandangannya masih fokus kepada ponselnya.


"nggak bosen apa kalian ketemu sama abang sama masmu itu. di rumah ketemu mereka, di sekolah pun harus ketemu lagi sama mereka"


"nggak lah kak, kita justru seneng bisa satu sekolah lagi sama abang dan mas jordan" jawab jevan.


"tapi kakak malah ngerasa kasihan sama cewek-cewek di sekolah kalian nanti"


"kenapa emangnya kak?" tanya jevan sembari menaikkan sebelah alisnya.


"kakak takut mereka pada mimisan masal gara-gara lihat kegantengan adik-adik kakak, jeff sama jordan aja udah sangat meresahkan dan buat mereka mimisan tiap hari, kalau kalian juga masuk sana apa nggak pada kejang itu cewek-cewek"


ya itulah yang di fikirkan oleh kak irene. kak irene hanya merasa kasihan kepada para siswi SMA Galapagos kalau adik-adiknya sekolah ditempat yang sama. kak irene sangat sadar kalau ke empat adiknya itu gantengnya nggak manusiawi.


"ya terus masak kita harus salahin wajah ganteng kita ini sih kak"-jovan


"ya nggak gitu juga konsepnya dek"-kak irene


"asalamualaikum" ucap jeff dan jordan yang baru saja masuk kedalam rumah.


"walaikumsalam" jawab kak irene, jovan dan juga jevan secara bersamaan.


"itu depan udah rapi gitu kak, terus ngapain nyuruh kita pulang cepet sih"


"jordan kamu bantu jevan buat kue ya, terus jeff antar kakak cari beberapa perlengkapan yang masih kurang"


"kakak nyuruh aku bikin kue? kakak nggak salah" tanya jordan dengan heran, pasalnya kakaknya itu tau kalau jordan hanya bisa masak mie instan dan ceplok telur


"bantuin aja dek, jovan juga bakal batu-bantuin kok"


"kenapa nggak beli aja sih kak! jangan kayak orang susah deh, punya black card itu di manfaatkan" protes jordan.


"nahh betul tuh kata mas jordan" timpal jovan


"nggak usah protes ya. ayo jordan sama jeff ganti seragam kalian, dan mulai kerjakan tugas"-kak irene


"ini kenapa kita yang cowok-cowok kerja rodi sih kak, sementara kak ital kelihatan batang hidungnya pun nggak"-jordan.


"kak ital masih di rumah bang kai, udah jangan pada ngeluh"-kak irene.


"bucin teruss"-jordan.


"iri ya mas? makannya cari pacar" ucap jevan sembari menggoda jordan.


"mikinnyi ciri picir.... bhuachot" ucap jordan sembari menggerakkan tangannya membentuk pelangi.


"udah-udah ribut mulu. jordan, jeff buruan ganti baju. habis itu jeff antar kakak ke mall"-kak irene.


"siap" jawab jeff sembari mencium pipi kak irene sebelum pada akhirnya naik kelantai atas menuju kamarnya.


"AYAH" ucap si kembar sembari berlari dan langsung menghambur kedalam pelukan ayah.


"ayah kita kangen banget" ucap jevan sembari mengurai peluknya.


"ayah juga kangen banget sama kalian. abang, sama mas jordan mana?"


"ada dikamar yah"-jevan.


"ayah gimana, disana sehat-sehat kan?" tanya kak irene sembari mencium tangan ayah.


"alhamdulilah ayah baik kak, semuanya juga berjalan dengan lancar"


"alhamdulilah"


"dek krystal mana kak?"


"apa dia sudah baikan?"-ayah.


"alhamdulilah sudah lebih baik yah, kondisinya juga udah stabil" jawab kak irene dengan tersenyum.


"suruh krystal ajak dia kemari kak"-ayah.


"iya yah nanti aku suruh krystal ajak dia buat kemari"


"ayah udah pulang?" ucap jordan sembari belari menuruni anak tangga.


"mas jangan lari-lari nanti jatuh"


"ayah apa sih, aku udah besar juga" ucap jordan sembari memeluk ayah.


"bagi ayah anak-anak ayah tetep anak kecil"-ayah.


"lah kok gitu sih yah, kita ini udah SMA ya" protes jovan.


"baru mau masuk ya cil"-jordan.


"tetep aja gue ama jevan udah SMA"-jovan.


"terserah loe aja deh cil, bocil"


"hay bang" sapa aya ketika melihat putra tertuanya.


"ayah oke?" tanya jeff sembari mencium punggung tangan ayah.


"ayah baik, gimana adik-adik kamu nggak nakal kan?"-ayah.


"nggak yah, mereka anteng kok. paling berantem juga gara-gara kucing" jawab jeff sembari terkekeh.


"kebiasaan banget. abang mau kemana kok rapi gitu?"


"mau nganter kakak ke mall yah"-jeff.


"yaudah hati-hati dijalan"


"siap yah" jawab jeff dan kak irene secara bersamaan.


"kita berangkat dulu yah, assalamualaikum" pamit kak irene sembari mencium punggung tangan ayah dan di ikuti oleh jeff.


"walaikumsalam"


*****


sudah hampir dua jam jeff menemani kak irene berkeliling mall, rasanya jeff lebih memilih disuruh main basket sambil panas-panasan saja ketimbang harus nemenin cewek belanja.


"kak masih lama apa?"


"bentar lagi dek"


"kakak dari tadi bilang sebentar lagi terus. ini udah 2 jam kak"


"sabar kenapa sih, mumpung banyak discount ini"


"haduh cewek selalu aja kalau ada discount matanya berubah jadi hijau"


"ngomong apa kamu barusan?"


"nggak ngomong apa-apa kakak ku sayang, udah ayo lanjut belanja lagi"


kak irene memang benar-benar kebangetan, semua kebutuhan untuk syukuran besok memang sudah kebeli semua. tapi niat untuk pulang urung begitu kak irene melihat discount-discount yang berjibun.


"udah ayo pulang"


"alhamdullilah" ucap jeff sembari menghela nafas lega.


"ehh tunggu bentar, kakak pengen es tebu"


"nggak ada ya kak, udah ayo pulang"


"tapi kakak pengen dek"


"nggak kakak gampang flu kalau minum es apalagi ini musim hujan gini, ayo pulang"


"ayolah dek" ucap kak irene sebari memasang wajah melasnya.


"no. ayo pulang sekarang, atau aku tinggalin kakak"


"iya, iya pulang. udah ayo" final kak irene dengan sangata amat terpaksa, wajahnya pun sudah tak cemberut menahan kesal. bukannya merasa takut jeff justru terkekeh karena menurut jeff kak irene terlihat begitu imut ketika sedang marah.



kak irene yang lagi ngambek gara-gara nggak diturutin beli es tebu 🤭