JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
merindukannya



pagi ini jeff sudah nampak rapi, begitu pula dengan yang lainnya. pagi ini mereka semua telah berencana pergi ke makam bunda.


"abang ayo kita berangkat" ucap jevan yang baru saja masuk kamar jeff dan langsung memeluk abangnya dari belakang. mode manja si bontot hari ini on.


"kenapa sih dek peluk-peluk gini"


"lagi pengen aja bang, gue udah lama banget nggak manja-manjaan sama abang"


"salah sendiri loe sekarang sibuk sama keponakan-keponakanmu"


"keponakanmu juga bang"


"mana ada. gue nggak punya keponakan kucing, udah ayo turun"


"gendong"


"nggak usah mulai ya dek"


"pokoknya gendong" ucap jevan manja, hinga membuat jeff mau tak mau harus menggendongnya. mana tega jeff menolak keinginan si bontot.


dengan segera jeff keluar dari kamar sembari menggendong jevan.


"buset dapet bayi gede dari mana loe men?"-bayu.


"dari kamar mandi gue, mungkin anak loe yang di keluarin pagi tadi"


"luambemu"-bayu.


"udah ahh nggak usah ngebacot, ayo berangkat keburu jovan ngamuk nanti" ucap arga sembari berlalu pergi meninggalkan bayu, jeff, dan juga jevan.


******


"bunda jevan dateng" ucap jevan sembari memeluk makam bunda ketika mereka baru sampai disana.


"bunda jeff dateng bareng adek-adek dan juga teman baik jeff. maaf ya bunda kami baru sempat berkunjung, karena kami juga baru libur semester jadi baru bisa kesini" ucap jeff sembari menaburkan bunga dan meletakkan satu buket bunga mawar putih di atas makam bunda.


"bunda apa kabar? bunda apa nggak kangen kita? jovan kangen bun, jovan kangen tidur di peluk bunda"


"jevan juga sama bun" timpal jevan sembari memeluk jovan.


"bunda yang tenang ya diatas sana. bunda jangan fikirkan Upin&ipin lagi, jordan sama abang kan udah janji bakalan selalu jagain mereka"


"bunda kenapa Tuhan nggak izinin arga buat kenal sama orang hebat kayak bunda. terimakasih bunda karena bunda udah lahirin kak irene, kak ital, jeff, dan adek-adek. berkat mereka arga ngerasain gimana rasanya punya saudara" ucap arga sembari merangkul pundak jeff, dan jeff pun balas merangkul pundak arga.


setelah mendoakan bunda, mereka semua akhirnya memutuskan untuk segera pulang.


"kita beneran pulang nih?" tanya arga sembari fokus mengemudi.


"iyalah, emang mau kemana?"-jeff.


"jalan-jalan kek men, gue baru pertama kalinya di surabaya kampret"-bayu


"kita jalan nanti sore aja mas, lihat sunset di kanjeran"-jevan.


"ide bagus tuh, kita udah lama banget nggak nikmatin sunset di kanjeran"-jordan.


"yaelah apa istimewanya kampret"


"mas bayu parah, sunset itu... ahh pokoknya nggak bisa di jelasin keindahannya hanya dengan kata-kata"-jevan.


"serah lu deh van" ucap bayu sembari memutar bola matanya malas.


"jadi kita pulang beneran iya!"-arga.


"iya mas" jawab jordan dan jevan secara bersamaan.


sementara itu jovan hanya diam saja sembari menatap keluar jendela, entah apa yang sedang anak itu fikirkan.


*****


"ayo dong sis jangan cemberut gitu, baru aja di tinggal bayu sehari tapi loe udah kayak orang yang kehilangan semangat hidup tau nggak" ucap jessica kesal ketika temannya terus-terusan cemberut.


"gue kesel banget jess, masak dia sama sekali nggak ada hubungin gue. mana di chat sama di telfon nggak di respon sama sekali"


"yasudah lah positif thinking aja mungkin bayu di sana lagi sibuk"


"sibuk apaan cumi?"


"ya mungkin dia lagi keluar sama yang lainnya"


"harusnya kemarin dia izinin gue buat ikut, jadinya gue nggak khawatir kayak gini jess"


"gue tau loe sayang sama bayu, loe cinta sama dia. tapi bisa nggak sis jangan jatuh terlalu dalam"


"kenapa?"


"gue cuma takut, kalau nanti loe ngrasain apa yang gue rasain sis"


"jessi, are you okay?"


"gue baik-baik aja. pesen gue cuma satu sis, jangan berharap lebih pada manusia"


"iya jessica sayang" ucap siska sembari memeluk jessica.


siska fikir jessica benar. dulu siska tau betul gimana sayangnya jessica kepada aldo, tapi dengan teganya aldo menduakan jessica. ahh bukan menduakan, lebih tepatnya menjadikan jessica sebagai selingkuhan.


drtt... drtt... drttt


"ponselmu bunyi tuh"


"iya" jawab siska sembari melihat siapa orang yang tengah menelfonnya.


"siapa?"


"bayu" jawab siska dengan senyum merekah.


"ashiaap" jawab siska sembari berlalu pergi ke balkon kamar jessica.


"siska-siska. harusnya loe nggak perlu merasa khawatir kayak gitu, gue hafal betul gimana bayu. dia tampan, baik, banyak yang suka sama dia, tapi gue tau betul hatinya cuma buat loe sis. bukannya pondasi dalam sebuah hubungan itu harus saling percaya satu sama lain, nggak boleh terlalu khawatir dan mengekang. prinsipnya harus berkabar, dan kode etiknya apapun harus dimaafkan kecuali perselingkuhan dan main tangan. ya karena dua hal itu ia lakukan dengan kondisi sadar, bukan khilaf" ucap jessica sembari tersenyum getir.


drtt... drtt... drtt


suara ponsel jessica berdering menandakan ada panggilan masuk di dalamnya hingga menyadarkan jessica dari lamunannya.


senyum jessica mengembang ketika melihat siapa penelfon nya, rasanya baru beberapa hari ini nggak ketemu, tapi entah mengapa jessica sudah merindukannya, aneh memang.


"halo"


"hai cantik gimana kabarnya? apa liburannya menyenangkan?"


"gue bosen, loe gimana liburannya?"


"bosen juga. liburan kali ini terasa berat"


"kenapa berat?"


"karena gue kangen sama loe"


"gombal banget sih jepri" ucap jessica sembari terkekeh.


"gue serius, gue kangen lihat senyum manis loe. emang loe nggak kangen gue ya?"


"nggak" dusta jessica.


"yahh sayang sekali. yaudah deh gue matiin aja telfonnya, buat apa juga gue telfon orang yang sama sekali nggak kangen sama gue"


"ehh gue kangen kok" uca jessica sepontan hingga membuat jeff yang ada di seberang sana terkekeh. "kok malah ketawa sih" ucap jessica kesal.


"tadi katanya nggak kangen, sekarang bilang kangen. yang bener yang mana mbak?"


"gue kangen sama loe"


"sama, saya juga kangen sama mbaknya"


"ngeselin"


"tapi ngangenin kan" goda jeff.


"terserah loe aja jepri. ohh iya loe tadi kemana?"


"kenapa emangnya?"


"itu si siska uring-uringan gara-gara bayu nggak balas chat, dan angkat telfonnya"


"ohh sibucin uring-uringan. gue tadi pergi ke makam bunda sama anak-anak, kebetulan ponselnya bayu ketinggalan"


"oh gitu"


"iya sayang"


"hih jepri apaan sih" ucap jessica malu ketika jeff memanggilnya sayang, bahkan kini pipinya sudah bersemu merah.


"canda jessi cantik"


"loe kapan pulang?"


"udah kangen banget ya?"


"nggak"


"yaudah kalau gitu gue nggak pulang"


"kok gitu sih!"


"yakan nggak ada yang kangen"


"kakak sama ayah loe pasti kangen"


"tapi gue pengennya loe yang kangenin gue"


"serah loe aja deh jepri"


"yaudah gue tutup ya telfonnya, gue mau main basket sama arga"


"emtt okey, titip salam sama pak ketos"


"oke cantik, bye" ucap jeff sembari menutup sambungan telfonnya.


"nyebelin banget sih tu anak. dan kenapa juga gue jadi kangen sama dia, sebenarnya perasaan gue ke jepri gimana sih? ahh tauk ahh gue bingung" gumam jessica sembari menenggelamkan wajahnya di bantal.


*****


"dihh loe kok jadi tularan si bayu sih jeff"


"ketularan apa?"


"alay, gue jijik dengernya" ucap arga sembari terkekeh.


"kampret lu emang. udah ahh ayo kita turun, tuh si jovan sama jordan udah nunggu"


"itu karena loe kelamaan kangen-kangenannya kampret"


"maaf kembaran, jangan sampai ada yang tau"


"beres kalau itu mah, apapun gue jabanin asal kembaran gue seneng" ucap arga sembari terkekeh


"manis betul mulutmu" ucap jeff sembari merangkul pundak arga dan mengajaknya segera ke lapangan belakang rumah.