JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
taman bermain



"pagi ma" sapa aldo ketika baru saja sampai di kediaman keluarga davis dan melihat mama tiffany sedang menyiram bunga di pekarangan rumah.


"pagi al, cari jessica ya?"


"iya ma, jessicanya ada kan ma?"


"ada, aldo masuk aja. jessica ada di ruang keluarga sama bastian"


"kalau gitu al masuk dulu ya ma"


"iya nak, masuk aja"


ya hampir satu tahun berpacaran dengan jessica, aldo memang rajin berkunjung ke rumah gadis itu. jadi tidak heran kalau seluruh anggota keluarga jessica sudah mengenal aldo.


"selamat pagi"


"pagi" jawab bastian dan jessica secara bersamaan.


"kakak masuk dulu" ucap bastian sembari berlalu pergi.


jessica paham betul kalau sebenarnya kedua kakaknya tidak pernah menyukai aldo, jessica sendiri tidak paham kenapa kedua kakaknya seperti itu. mereka memang mendukung hubungan jessica dan aldo, tapi jessica paham betul itu mereka lakukan semata-mata hanya untuk menyenangkan hati jessica.


"duduk sini"


"kapan sih jess kakak kamu merestui hubungan kita?" ucap aldo sembari terduduk lesu.


"udah nggak usah di ambil hati, kak bastian kan emang gitu orangnya"


"tapi aku tau jess kalau tatapan kak bastian itu kelihatan nggak suka sama aku"


"mungkin dia cemburu sama kamu"


"cemburu? kenapa harus cemburu!"


"karna kamu berhasil mengambil hati adiknya"


"kamu tuh bisa aja"


"oh iya kamu tumben pagi-pagi kesini?"


"aku mau ajak kamu pergi"


"kemana?"


"rahasia, siap-siap gih"


"ya udah aku siap-siap dulu ya"


"iya sayang" jawab aldo sembari mengelus surai legam milik jessica.


dengan segera jessica pergi ke kamarnya dan segera mengganti baju.


"mau kemana dek?" tanya bastian ketika melihat adik bungsunya telah rapi.


"mau keluar sama aldo kak"


"jangan pulang malam-malam"


"siap boss" ucap jessica sembari menuruni anak tangga.


"gue berharap tu bocak tengik nggak nyakitin princess keluarga ini" gumam bastian sembari mengepalkan kedua tangannya.


****


"astaga kamu mengajakku ke taman bermain?" tanya jessica setelah aldo menghentikan mobilnya di sebuah taman bermain.


"iya, kita udah lama kan nggak kesini. yuk masuk" ucap aldo sembari menggandeng tangan jessica.


selama mereka berpacaran aldo paham betul kalau jessica suka sekali pergi ke taman bermain, itu sebabnya mereka sering sekali pergi ke taman bermain.


"al aku pengen itu" ucap jessica sembari menunjuk stand makanan yang menjual permen kapas.


"kamu tuh ya, nggak pernah absen beli permen kapas kalau kita kesini. yaudah tunggu sebentar ya"


"iya"


dengan segera aldo bergegas pergi untuk membelikan kekasihnya itu permen kapas.


"nih permen kapasnya"


"makasih" jawab jessica dengan tersenyum.


"sama-sama sayang"


"al mainkan itu untukku dan dapatkan satu barang couple untuk kita"


"kenapa harus games kayak gitu sih, lagian nggak usah pakai barang couple semua orang juga tau kalau kamu milikku"


"bilang aja kalau kamu malu kan"


*"kalau sudah tau kenapa harus nanya lagi. mana pakai acara manyun-manyun gitu, kan bikin gue jadi gemes"* gumam aldo dalam hati sembari tersenyum kecil.


"apa senyum-senyum?" tanya jessica sembari menatap tajam kepada aldo.


"gapapa udah jangan cemberut gitu ah nanti cantiknya hilang lo" ucap aldo sembari menangkup kedua pipi jessica.


"bodoamat"


"ya udah iya ayo kita main"


"yey, ayo kita beli tiketnya sekarang" ucap jessica antusias sembari menarik tangan aldo.


"pak kita mau main"


"boleh neng, silahkan"


setelah membayar tiket aldo segera memulai permainannya namun aldo selalu gagal dan itu benar-benar membuat jessica kesal.


"ayo dong al masukin, katanya kapten basket, cuma masukin bola kedalam gelas aja nggak bisa"


"ini gelas jessica bukan ring"


"makanya kosentrasi"


"mana bisa aku kosentrasi kalau di sebelahku ada perempuan yang kalau lagi ngambek, cemberutnya sangat menggemaskan"


"nggak usah ngegombal cepet masukin"


"siap tuan putri"


setelah berkali-kali gagal akhirnya aldo berhasil memasukkan dua bola terakhirnya.


"ini mas hadiahnya"


"makasih pak" ucap jessica sembari menyerobot hadiahnya.


"apa hadiahnya yank?"


"gelang couple, sama gantungan couple. nih buat kamu"


"buat aku?"


"iya"


"kamu pakai aja deh yank"


"inikan couple al, masak yang makai aku doang sih"


"ya kalik aku kamu suruh pakai gantungan kunci kelinci kayak gitu, aku nggak mau ah apa kata temen-temenku nanti"


"ya udah gelangnya kalau gitu"


"harus ya"


"harus, kalau kamu nggak mau aku marah ya"


"iya deh iya"


"sini tangannya aku pakein" ucap jessica sembari meraih tangan aldo.


"kan lucu kan"


"iya deh, oh ya yank aku ke toilet dulu ya"


"iya jangan lama-lama tapi"


"iya, kamu tunggu situ dulu" ucap aldo sembari menunjuk kursi kosong di seberang.


"oke"


jessica segera berjalan menuju bangku taman yang tadi di tunjuk aldo. namun perhatiannya kini teralihkan dengan seorang lelaki yang tengah memegang dua boneka kelinci di kedua tangannya, tanpa berfikir panjang jessica segera menghampirinya.


"hai, boleh aku duduk?"


"boleh kak silahkan"


"kamu beli boneka-boneka kelinci itu?"


"oh ini, nggak kok kak, aku nggak beli. tadi aku dan kembaranku bermain game, dan dapat hadiah ini. jadi lumayan bisa kami kasih ke kakak perempuan kami"


"owh gitu, trus kembaranmu mana?"


"dia sedang beli minum, haus katanya"


"van nih minummu, ayo kita pulang"


"baru juga jam 11 jovan" ucap jevan kesal karena dari tadi saudaranya itu terus-terusan mengajaknya pulang, padahal ia masih ingin bermain di taman bermain itu.


"jevan, kita tadi pamit sama ayah cuma mau joging. ayah bisa khawatir sama kita, kalau kita nggak lekas pulang" ucap jovan dengan kesal, karna jevan masih saja ngotot ingin terus di taman bermain itu.


"sebentar lagi ya jov"


"nggak ada ya. pokoknya aku nggak mau kena tausiyah dari kakak dan abang"


"iya deh iya" final jevan, ia sendiri pun sadar pasti sampai rumah nanti kakaknya akan memberi wejangan panjang kali lebar kalau ia dan jovan tidak segera pulang.


"ya udah ayo"


"iya bawel. kakak cantik kita pulang dulu ya" pamit jevan kepada jessica.


"ah iya hati-hati ya kalian"


"iya kak" jawab jevan dan jovan bersamaan.


"ah tunggu"


"kenapa kak?"-jevan.


"ini buat kamu" ucap jessica sembari memberikan satu gantungan kuncinya kepada jevan.


"buat aku kak?"


"iya"


"makasih ya kak"


"iya sama-sama"


"kami permisi kak"-jovan.


"iya silahkan adik-adik ganteng"


"sayang kamu lihat apa?" tanya aldo yang baru saja kembali dari kamar mandi.


"itu al, tadi ada anak kembar ganteng banget tau"


"iya, mereka lucu banget. andai aja aku punya adik, pasti bakal menyenangkan"


"jangan bilang kamu suka sama mereka!"


"apaan sih al, mereka masih kecil"


"kecil apanya? kayak gitu kok kecil"


"iya tapi mereka tetap lebih muda dariku. lagian aku sudah punya kamu, ngapain juga aku harus ngeliri cowok lain"


"manisnya pacarku"


******


"asalamualaikum"


"walaikumsalam"


"kalian dari mana aja?" tanya kak irene sembari menatap tajam jovan dan juga jevan.


"kalian tuh kemana sih dek, pamit joging tapi jam segini baru pulang"-jeff.


"tauk. heh upin&ipin kalian nggak tau ya gimana kami khawatir sama kalian, mana ponselnya nggak aktif lagi"-jordan.


"maaf kak, bang, mas. tadi kami mampir ke taman bermain dulu"-jovan.


"tapi bisa kan hubungi orang rumah dulu"-kak irene.


"maaf kak tadi ponselku kehabisan batrai, sedangkan jevan nggak bawa ponsel"-jovan


"lainkali jangan di ulangi lagi, untung ayah lagi nggak di rumah"-jeff.


"iya bang" jawab jovan dan jevan bersamaan.


"udah dong, adiknya baru pulang udah di marah-marahin" ucap kak ital yang baru saja turun dari tangga.


"ya habisnya mereka bikin kakak khawatir tal"


"iya krystal tau kak, tapi yang terpenting kan mereka udah pulang dan dalam kondisi baik-baik saja"-kak ital


"ya udah sana pada mandi gih"-kak irene


"iya kak" jawab jovan sembari bergegas pergi menuju ke kamar.


"nih buat kak irene dan kak ital" ucap jevan sembari memberikan boneka kelinci yang ia bawa kepada kedua kakak perempuannya.


"kamu beli dek?"-kak ital.


"nggak kak, tadi aku sama jovan main game trus menang, hadiahnya dua boneka itu"


"oh gitu, makasih ya adik kakak tersayang" ucap kak ital sembari mencium pipi jevan.


"iya kak, jevan masuk kamar dulu" pamit jevan sembari berlalu pergi, dan di susul kak irene di belakangnya.


"ini bocah dua di rumah aja, nggak keluar apa?"-kak ital.


"nggak kak" jawab jeff dan jordan bersamaan.


"dihh dasar jomblo"


"kakak punya pacar tapi juga di rumah aja"-jordan.


"ya karna kai lagi syuting"-kak ital.


"syuting apa lagi sama kak jennie kak!" goda jordan.


"ngomong sekali lagi kakak tampol ya" ucap kak ital sembari melotot galak.


"bercanda boss"


"kakak pergi dulu ya"-kak irene.


"kakak mau kemana?"-jeff


"iya kak kenapa buru-buru gitu?"-kak ital.


"kakak harus kerumah sakit, ada pasien yang harus kakak oprasi"-kak irene.


"perlu di antar nggak kak?"-jeff


"nggak usah, kakak bawa mobil sendiri aja"


"kakak hati-hati ya"-jordan.


"iya, kakak pergi dulu. asalamualikum"


"walaikumsalam" jawab kak ital, jeff, dan jordan secara bersamaan.


"jeff temani kakak yuk"-kak ital.


"kemana kak?"


"toko buku"


"boleh, yaudah ayo"


"dek kita titip si kembar ya"


"siap. kakak sama abang hati-hati"


"iya. yaudah kita pergi dulu ya"


"iya kak"


"bawa mobil apa motor kak?" tanya jeff begitu sampai di garasi rumah.


"motor aja deh dek, biar lebih cepet sampai"


"oke. tapi nggak apa-apa nih kak, seorang artis terkenal seperti kakak naik motor"


"apaan sih, meskipun kakak artis tapi kakak juga manusia kan"


"iya juga sih"


"yaudah ayo berangkat"


jeff segera melajukan motornya menuju ke toko buku terdekat.


"kakak mau beli apa?" tanya jeff begitu mereka sampai di toko buku.


"resep makanan"


"kakak mau belajar masak?"


"iya"


"kok aku punya filing kalau bakal gagal ya kak"


"jangan meremehkan kakak ya dek"


"hehe bercanda kak, jangan mlotot gitu dong"


"kak krystal ya?" tanya seorang anak perempuan kepada krystal


"iya"


"aku boleh minta foto nggak kak? aku ngfans banget sama kak krystal"


"boleh dong"


setelah selesai anak kecil itu pergi, namun setelah anak itu pergi ada saja pengunjung toko yang mengajaknya untuk berfoto.


dengan segera krystal mengambil buku resep masakan secara asal dan segera membayarnya.


"dek ayo cepat pulang sebelum toko ini menjadi heboh" ucap kak ital sembari menarik tangan jeff.


*****


"woii,,,, woiii,,, woii"-teddy.


"apaan dah dateng-dateng heboh banget?"-bayu.


"loe udah lihat berita pagi ini belum?"-teddy.


"etdah ni bocah di tanya kok malah balik nanya" sewot bayu.


"belum emangnya ada apaan?"-arga.


"nih baca deh" ucap teddy sembari memberikan ponselnya.


"gila loe masuk berita men" ucap bayu sembari menepuk pelan pundak jeff.


"hahaha wah gila sih, mana beritanya loe jadi selingkuhan kakak loe sendiri" ucap arga sembari terkekeh.


"yaelah kampret, siapa sih yang bikin berita ngaco kayak gini. bisa di hajar gue sama fans berat kakak dan bang kai"-jeff.


"hahaha apes banget sih loe men, jalan sama kakak sendiri malah dikira jadi selingkuhannya"-bayu.


"salah kak ital sih, dia nggak pernah mau publikkin keluarganya"-jeff.


"mungkin kak ital cuma mau nunjukin kalau dia bisa sukses tanpa nama dari om agung men"-arga.


"iya, emang itu yang selalu kak ital bilang"-jeff.


"ya udah lah gapapa, itung-itung wajah ganteng loe masuk berita"-teddy


"sialan loe emang"-jeff.


"jeff gue nggak nyangka kalau loe suka ganggu hubungan orang" ucap siska heboh.


"sayang apaan sih?"-bayu.


"beb, temen kamu ini loh masak dia jalan sama krystal artis itu. kan kamu tau sendiri kalau krystal pacarnya kai"


"krystal itu kakaknya jeff"-arga.


sontak saja jawaban arga membuat siska dan jessica kaget.


"serius loe ga?" tanya jessica, buka suara setelah dari tadi cuma diam sembari melihat kehebohan siska.


"iya, kalau loe nggak percaya tanya aja sama anak-anak yang udah pernah main ke rumah jeff"-arga.


"wah gila ya loe jeff, punya kakak artis diem-diem bae"-siska.


"ya terus gue loe suruh gimana? koprol gitu"


"ya nggak gitu konsepnya jefffffriiii"-siska.


"serah loe dah"-jeff.


"ajakin gue ke rumah loe dong kalau gitu jeff"-siska


"mau apaan dah?"-jeff.


"ketemu kak krystal, gue ngfans banget sama dia"


"loe sama bayu sama aja ya"


"kita kan emang satu hati" ucap siska dan bayu sembari berpelukan.


"jijik" ucap jeff, arga, teddy, dan juga jessica secara bersamaan.