
Semua mata bergerak menatap pintu ruang rawat Jeff begitu pintu itu mengalami pergerakan.
Dengan langkah lemah Arga berjalan keluar. Dapat Arga lihat disana sudah ada ayah yang berdiri di dekat teman-temannya.
"Ayah" lirih Arga dengan suara bergetar.
Dengan segera ayah agung berjalan mendekati Arga. Beliau langsung memeluk tubuh anak angkatnya itu.
"Maafin Arga yah. Arga gagal jagain Jeff"
"Kamu nggak salah nak. Ini semua musibah, sekarang yang terpenting kita doain Abang kamu"
"Jeff bakal baik-baik aja kan yah. Dia nggak bakal ninggalin kita kan yah"
"Nggak nak. Kamu kan tau sendiri kalau abangmu kuat"
Dengan perlahan ayah menuntun Arga untuk duduk di kursi tunggu.
"Yang lain pulang aja ya, ini udah malam. Besok kalian harus sekolah" ucap bang kai kepada teman-teman Jeff.
"Iya bener juga kata bang kai. Mending kita pulang, dari tadi kita jadi pusat perhatian karena kumpul rame-rame gini" ucap Galang kepada teman-temannya.
Setelah berpamitan kepada ayah dan yang lainnya rombongan anak-anak kelas 12 IPA 1 pun meninggalkan rumah sakit.
"Mas Arga pulang dulu ya, biar dianter sama Jordan" ucap ayah sembari mengelus punggung Arga.
"Arga nggak mau pulang yah. Arga mau disini nemenin Jeff"
"Ayah tau kamu mencemaskan Jeff. Tapi lihat mas seragam kamu kotor, pulang ya nak. Bersihin diri kamu"
"Arga nggak mau yah" bantah Arga tetep kekeh pada pendiriannya.
"Ya udah kalau gitu Jovan, Jevan kalian pulang sama mas Jordan ya"
"Jevan nggak mau pulang yah, Jevan mau disini nemenin Abang"
"Kalian pulang dulu ganti baju. Sekalian bawakan baju buat mas Arga, kalian nggak kasian sama mas Arga bajunya kotor kayak gini"
Akhirnya dengan berat hati si kembar pun menuruti perintah ayah untuk pulang lebih dulu.
*******
Setelah pulang diantar oleh bang kai dan juga keyra, Jessica langsung mengurung dirinya didalam kamar.
Sesampainya didalam kamar air matanya kembali menetes, hatinya kembali teremas begitu mengingat kekasihnya sekarang dalam keadaan koma, apalagi ini semua karena dirinya.
"Kenapa kamu harus nolongin aku Jeff. Harusnya sekarang yang ada dirumah sakit itu aku"
Perlahan Jessica bangkit dari duduknya dan menuju meja belajar yang terletak tak jauh dari ranjangnya. Di atasnya terdapat sebuah vigura yang didalamnya terdapat foto dirinya dan juga Jeff. Keduanya nampak tersenyum bahagia, foto itu diambil ketika Jeff mengajaknya pergi jalan-jalan beberapa hari yang lalu.
"Baru aja beberapa jam yang lalu kamu menutup mata, tapi aku udah rindu. Kamu boleh tidur, tapi sebentar aja ya. Kamu harus janji sama aku, kamu harus kembali buka mata kamu" ucap Jessica sembari mengelus vigura yang berada di genggamannya.
"Kamu nggak boleh ninggalin aku Jeff. Aku nggak tau gimana hidup aku kalau nggak ada kamu. kalau kamu pergi, aku juga mau ikut"
Dengan perlahan Jessica menelungkupkan kepalanya diatas meja dengan kedua tangan sebagai batalannya. Perlahan ia pejamkan matanya, ia harus tidur. Besok Jessika berniat akan pergi kerumah sakit. Jessica akan bolos sekolah untuk menjaga jeff, ia tak ingin meninggalkan Jeff. Kalaupun dipaksa masuk sekolah mungkin Jessica juga nggak akan bisa konsentrasi.
*******
"Mas kita pulang dulu yuk, kita harus sekolah" ucap Jordan sembari menepuk pundak Arga.
"Loe sama adik-adik aja yang pulang, gue mau disini nemenin Jeff"
"Tapi kita harus sekolah mas" ucap Jovan dan diangguki oleh Jevan.
"Kalian sekolah aja, gue udah bilang Bayu kalau gue nggak akan masuk sekolah"
"Nih kakak beliin kalian kopi, sama bubur dimakan. Habis itu pulang dan berangkat sekolah, biar kakak yang jagain Abang kalian. Nanti kak Irene dan mas Suho juga udah pulang"
"Ga kamu harus sekolah dek"
"Aku pengen disini kak"
"Kamu dari kemarin belum pulang, tadi malam pun kamu juga nggak tidur dek. Kakak jadi khawatir kalau kamu jatuh sakit"
"Aku gapapa kak. Aku juga udah bilang mama kalau mau jagain Jeff, lagian percuma aku sekolah kalau fokus aku ada di Jeff"
"Kamu sayang banget ya sama Jeff?" Tanya kak ital sembari merangkul Arga.
"Banget kak. Aku udah anggap dia kayak Abang aku"
"Yaudah kalau kamu masih pengen disini, tapi kamu tidur ya. Biar Jeff kakak yang jagain" ucap kak ital sembari menyisir rambut Arga dengan jari-jarinya.
"Tapi kakak janji jangan pernah tinggalin Jeff, kalau kakak pergi bangunin aku"
"Iya kakak janji"
"Kita pulang dulu kak, mas" pamit Jordan kepada kak ital dan juga Arga.
"Kalian hati-hati dijalan"
"Iya kak" jawab Jordan dan kembar secara bersamaan.
Setelah Jordan dan kembar keluar, suasana kembali sunyi. Tak ada yang membuka percakapan antara kak ital maupun Arga. Mereka larut dengan pikiran masing-masing.
"Ayah mana kak?" Tanya Arga setelah sekian lama diam dalam kesunyian.
"Ayah pulang, katanya ada meeting penting dengan investor asing"
"Jeff kapan bangun kak, aku kangen"
"Kita doain aja yang terbaik buat Jeff. Tidur gih, katanya mau tidur"
"Tapi kakak janji kan nggak akan kemana-mana"
"Iya kakak janji" jawab kak ital sembari tersenyum. "Sini" ucap kak ital sembari menepuk pahanya agar Arga menjadikan pahanya sebagai bantal.
"Nggak nanti kakak capek"
"Nggak. Kakak nggak akan capek, ayo sini"
Dengan segera Arga merebahkan dirinya diatas sofa dan menjadikan paha kak ital sebagai bantalan.
Hanya dalam hitungan detik Arga sudah nampak terlelap, dapat kak ital lihat wajah lelah Arga.
"Nggak salah kakak sesayang ini sama kamu ga, kamu emang anak baik" ucap kak ital sembari mengelus kepala Arga.
Tak beberapa lama pintu ruang rawat Jeff nampak terbuka, dan seorang gadis cantik masuk kedalam.
"Jessica, kamu nggak sekolah dek?" Tanya kak ital begitu Jessica mendekat ke arahnya dan mencium tangannya.
"Jessi kepikiran Jeff terus kak. Kalau maksain sekolah pasti nggak bisa konsentrasi" jawab Jessica dengan senyum yang seperti dipaksakan "Arga kenapa kak?" Tanya Jessica begitu melihat Arga terlelap dan menjadikan paha kak ital sebagai bantal.
"Gapapa, dari kemarin dia nggak tidur jadi kakak suruh dia tidur. Kakak takut kalau dia malah ikutan sakit"
"Kakak sayang banget kelihatannya sama arga!"
"Bagi kakak Arga itu udah kayak adik kandung kakak, kakak sayang Arga sama kayak kakak sayang ke Jeff, Jordan, dan si kembar"
"Emtt kelihatan banget kok kak"
"Kamu duduk di sebelah Jeff gih, si bucin itu pasti kangen sama kamu. Ajak ngobrol, walau pun Jeff nggak bisa membuka matanya tapi kakak tau dia masih bisa mendengar kita"
"Iya kak"