I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 9 - Fitnah



Apa yang aku pikirkan?, baru pertama kali aku teralihkan oleh seorang wanita, apa aku mencintai nya?, Lanaris, setiap hari wajahnya selalu terlintas di Otakku, aku memang belum pernah mencintai seseorang, apalagi masa remaja ku aku habiskan di sel tahanan, yang ku lakukan setiap hari hanya berlatih bela diri, Kai, apa kau selemah ini?, apa yang harus dilakukan seseorang yang sedang jatuh cinta?, tapi dia begitu sempurna dan berasal dari keluarga ternama, sedangkan aku mantan narapidana, batin Kai melamun.


"Kai...Kai..." teriak tante Lidya.


"Iya tante" jawab Kai kaget.


"Apa kau tertidur sambil duduk?, maaf kalau kau tertidur, tante mengagetkan mu?, tante minta tolong ambilkan makan malam tante, kamu sepertinya lelah, kamu istirahat saja malam ini di Rumah Sakit, tidur di sofa, besok pagi bisa ke bengkel lagi, ini sudah larut, sepertinya kamu lelah harus bolak balik" ucap tante Lidya.


"Iya baik tante, aku tadi sempat tertidur, ada yang bisa Kai bantu?" tanya Kai pada tantenya.


"Iya tolong ambilkan makan malam tante terus kamu istirahat saja" jawab tante nya lagi.


Kai pun mengambilkan makan malam tantenya dan kembali merebahkan badannya di sofa.


Kai masih terpikirkan tentang Lanaris.


Keesokan harinya setelah menyuapi tantenya, Kai berpamitan untuk ke bengkel lagi, dan besok hari tantenya sudah bisa keluar dari Rumah Sakit.


"Tante, Kai pergi ke bengkel dulu, nanti siang dan sore Kai ke sini lagi seperti biasa, dan ingat besok tante sudah bisa pulang ke rumah, karena kondisi tante sudah mulai membaik, untuk pengobatan selanjutnya dokter menyarankan satu bulan lagi untuk periksa dan untuk sementara dokter memberikan obat pereda sakit untuk satu bulan, hanya ini yang bisa Kai upayakan buat tante, Kai akan berusaha lebih keras lagi supaya tante bisa cepat di operasi dan terapi agar tante sembuh" Kai berkata lembut pada tantenya.


"Iya Kai, terimakasih sudah menjaga tante ya, kamu hati-hati di jalan" jawab tantenya.


"Baik, Kai pergi dulu ya tante" Kai pun pergi meninggalkan tantenya.


Sesampainya di bengkel, pelanggan sudah mulai ramai dan Kai pun bersiap bekerja.


"Kai..bagaimana kondisi tantemu?, besok benar sudah boleh pulang?" Mario memulai pembicaraan.


"Iya dokter bilang sudah bisa pulang, tapi setiap bulan harus check up " jawab Kai.


Rose pun datang seperti biasa membawa makan siang untuk mereka.


"Kai, hari ini aku akan beli perlengkapan, Kau mau ikut?" tanya Mario.


"Big saja, aku akan ke Rumah Sakit sore ini" jawab Kai.


"Kau harus banyak istirahat Kai, kau sangat lelah, oh iya aku hari ini mau berikan ini untukmu " Mario menyodorkan sebuah ponsel, ponsel yang terlihat agak usang tapi masih terlihat bagus.


"Ini ponsel lamaku, masih bisa terpakai, kemarin aku ingin memberikan buat ibuku, tapi ibuku bilang untukmu saja, ibuku bilang mungkin kamu lebih butuh, ibu pakai punyanya yang sudah antique, kau pakai nomor lamaku sudah aku aktifkan dan kau bisa pakai sepuasnya" lanjut Mario.


Kai mengembalikan pemberian Mario.


"Kau sudah terlalu banyak membantu ku, aku tak bisa menerima ini, bagaimana aku membalasnya?" Kai tertunduk.


"Kau sahabat ku, kau saudaraku, aku yakin suatu saat nanti kau juga akan menolong ku apabila aku terpuruk" jawab Mario tersenyum ke arah sahabat nya itu.


"Baiklah, ini yang terakhir " Kai mengambil ponsel itu.


Setelah makan siang bersama, Kai pergi ke rumah sakit lagi untuk membantu tantenya membereskan barang-barang nya karena besok pagi tantenya sudah bisa pulang ke rumah, dan Kai konsultasi ke dokter sebelum esok tantenya pulang, begitu sibuk di Rumah Sakit tak terasa hingga sore hari Kai di Rumah Sakit mengurus semuanya.


Saat Kai pulang ke bengkel, dia hanya mendapati Rose yang ada di bengkel, sedangkan Mario dan Big sudah pergi membeli peralatan.


"Kau sudah pulang, aku menunggumu, menyisakan makanan untukmu" Rose mendekati Kai.


"Apa Mario dan Big sudah pergi membeli peralatan bengkel?" tanya Kai sambil menghindari Rose.


"Mereka sudah pergi satu jam yang lalu, ku bilang pada Mario jangan menutup bengkel biar aku yang menunggu mu di sini untuk memberikan makanan dan kau yang akan menutup nya" Rose mendekati Kai kembali.


"Aku sudah di sini, pulanglah dan terimakasih makanannya " Kai ketus.


"Menyingkir dariku Rose!!, aku tak mau kau mendekati ku lagi!" gertak Kai.


Rose menutup rolling door bengkel lalu mendekat ke arah Kai.


"Apa yang ingin kau lakukan?, pergi!!" Dorong Kai pada Rose.


Rose terjerembab lalu bangkit, melepaskan pakaian nya di hadapan Kai, yang terlihat hanya pakaian dalam Rose.


Kai berlari ke arah rolling door dan akan membukanya, tapi Rose menarik tangannya.


Kai menghindari Rose, menampik tangannya, akhirnya Kai membuka rolling door bengkel untuk kabur.


Saat Kai membuka rolling door itu, terlihat Mario dan Big sudah ada di depan mata.


Melihat Mario, Rose segera mengambil pakaiannya di lantai dan lari ke arah Mario.


"Kai...ingin memperkosaku, Kai memaksaku melepas pakaian ku, aku takut" Rose berpura-pura sebagai korban. Dan tangisan palsu di hadapan Mario.


"Kai!!!..apa yang kau lakukan pada istriku?!!" Mario teriak dan terlihat dia sangat marah.


"Bukan, aku tidak bermaksud..." jawab Kai terbata-bata, karena Kai tahu Mario pasti salah paham.


"Selama ini ku anggap kau saudaraku, ternyata kau rubah, yang hanya memanfaatkan kebaikanku, kau..." Mario menarik baju Kai, ingin memukulnya, dan Kai hanya terdiam, Big melerai mereka.


Rose tersenyum melihat Mario yang akan memukul Kai, dan dia memakai pakaian nya berlari pulang, meninggalkan pertikaian dua sahabat itu karenanya.


"Sudah..Kita bisa bicarakan " lerai Big.


"Mario..kau salah paham, aku tak pernah bermaksud mengkhianati mu, aku berhutang budi banyak padamu, mana mungkin aku mengkhianati mu" Kai menjelaskan sambil bersujud di kaki Mario.


"Ka Mario..benar kata Kai, walaupun ka Rose kakakku, tapi aku memperhatikan sikap ka Rose terhadap Kai, dia selalu menggoda Kai di belakang mu, aku saksinya" Big membela Kai.


"Tidak mungkin, dia ibu dari anakku, tidak mungkin dia bersikap begitu" Mario terduduk lemas.


"Percaya padaku Mario, aku berjanji seumur hidupku aku akan selalu ingat kebaikanmu dan aku tak akan pernah menyakitimu ataupun mengkhianati mu" Kai memohon.


"Apa benar yang kau katakan Kai?" tanya Mario.


Kai mengangguk tulus.


Mario bangkit dan meninggalkan Kai serta Big tanpa berkata apapun.


Mario pun pergi meninggalkan mereka.


"Kai..gara-gara kakakku, persahabatan mu dengan ka Mario terancam, aku meminta maaf mewakili nya" Big menunduk.


"Aku tidak bisa di sini lagi Big, kalau tidak rumah tangga Mario hancur gara-gara aku, Mario terlalu banyak membantuku, aku tak ingin merepotkan dia lagi, besok setelah aku menjemput tenteku dari Rumah Sakit, aku akan berpamitan pada Mario dan bibi untuk pergi, paling tidak aku akan meminta maaf pada Mario" ucap Kai.


"Kau akan ke mana Kai?" tanya Big.


"Aku tidak tahu, untuk sementara aku akan memberi waktu Mario memperbaiki hubungan dengan istrinya, aku mungkin akan datang satu bulan sekali membawa tanteku ke dokter, selain itu, tanteku membutuhkan banyak biaya untuk perawatan nya, aku harus mencarikan biaya untuknya" Kai bersikap tegar.


"Kau orang baik Kai, dimanapun kau berada pasti akan beruntung " Big memberi semangat pada Kai.


"Terimakasih Big" Kai menepuk pundak Big dan pergi merapihkan barang-barang nya, karena besok Kai akan pergi dari bengkel Mario.