I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 42 - Dari hati ke hati



"Tuan Daryl....tuan Kai sudah menunggu di mobil" ucap salah satu pembantu di kediaman Daryl.


"Aku akan segera turun" ucap Daryl.


"Baik tuan"


Daryl pun turun dan memasuki mobil yang di kemudikan Marlin, terlihat Kai sudah duduk menunggunya.


"Em...tuan Daryl...terimakasih sudah mengantarkanku rehabilitasi" ucap Kai kaku.


"Kau masih memanggilku tuan?, aku ayahmu" ucap Daryl.


"Tuan...kita berangkat sekarang?" tanya Marlin.


"Iya" jawab Daryl singkat.


"Kai...bagaimana perasaanmu?, perkembangan kesehatan mu sudah mulai membaik" tanya Daryl.


"Aku bersyukur tuan...em maksud saya...ayah sudah membantu dalam penyembuhan ku....sekali lagi...terimakasih" ucap Kai yang terbata-bata.


"Kau canggung sekali...kita harus sering pergi berdua, dan aku ingin kau datang ke perusahaan kita, agar kau terbiasa, aku akan mengajarimu" ucap Daryl.


"Ini hal baru bagiku...maaf...aku belum terbiasa" jawab Kai.


"Aku mengerti Kai...tapi inilah takdir yang harus kau jalani..." ucap Daryl lagi.


"Ehmmm...boleh saya bertanya sesuatu?" ucap Kai.


"Apapun yang kau inginkan Kai"


"Kenapa ehm...ayah saat itu meninggalkan kami?, saat aku masih kecil dan hanya ibu yang menjagaku" tanya Kai.


"Ceritanya panjang...tapi itu selalu ku ingat, karena ku yakin kau pasti ingin tahu kebenaran nya...aku adalah seorang bodyguard sama seperti mu...tapi yang ku layani adalah tuan Henry Leon...aku selalu setia dengannya...kejahatan seburuk apapun yang ia perintah kan, aku lakukan...aku adalah tangan kanan terbaik Henry Leon....Suatu hari, tuan Leon menyuruhku menyelidiki suatu district atau daerah kecil untuk di jadikan sebuah kota mandiri, daerah kecil di tengah perkotaan yang sangat bagus prospects nya, di sanalah aku bertemu ibumu, saat itu dia sedang membagikan makanan kepada orang-orang yang kelaparan dan dia bekerja di pasar membawa belanjaan seseorang dan di bayar, seberat apapun belanjaan orang itu...Dia ibumu, Viviane, badannya yang kecil memakai pakaian lusuh, wajah yang kotor, tapi tidak membuatnya berhenti berbuat baik...3 hari sudah aku di sana, setiap hari aku memperhatikan perbuatan nya membantu orang, memberikan makan, kerja seadanya, dia wanita kuat dan sangat cantik walaupun dengan wajah yang penuh debu...aku coba keluar dari mobil, dan mendekati nya....


- Kisah Cinta Daryl -


Daryl menghampiri wanita lusuh itu yang sedang mengangkat sebuah belanjaan milik seseorang.


Daryl dengan badannya yang tinggi mengambil barang yang di angkat wanita bernama Viviane ( ibunya Kai ).


"Hei...tuan kaya berjas...apa yang kau lakukan?" tanya Viviane.


"Aku ingin membantumu membawa barang berat ini" Daryl mengangkat barang belanjaan milik seorang ibu tua yang di bawa Viviane dan menaruhnya di pundaknya.


"Aku tidak perlu bantuanmu, ibu tua itu adalah pelangganku, berikan padaku!" Viviane melompat ingin mengambil belanjaan itu, tapi karena Daryl sangat tinggi, dia hanya melompat-lompat.


"Biarkan aku membantumu...badanmu yang kecil, membawa barang belanjaan seberat ini berkeliling pasar, apa kau tidak lelah?" tanya Daryl.


"Walaupun badanku kecil, tapi tenaga ku besar...sini berikan padaku!" seru Viviane.


"Apa kau setiap hari melakukan ini?, kenapa?" tanya Daryl yang semakin penasaran.


"Aku mempunyai seorang adik, dan aku harus membantu orang yang ada di sekitar ku, banyak orang kelaparan di sini, kau mana tahu?, mobilmu saja bagus, pakaian mu saja bagus, kamu tidak jijik dekat denganku?" tanya Viviane.


"Jijik?...kenapa harus jijik...kau cantik" ucap Daryl.


"Hah...aku mau pingsan mendengar ucapan mu, kau bilang aku cantik?, apa matamu buta?" ucap Viviane.


"Begini saja...aku akan membantumu hari ini, dan imbalan nya adalah kau menuruti semua yang aku mau, hari ini saja, gimana?" ucap Daryl.


"Hmmm...hari ini saja ya"


Daryl pun mengangguk.


Seharian Daryl membantu Viviane mengangkat banyak barang, dan karena Daryl memiliki badan yang besar, pekerjaan pun cepat selesai dan Viviane mendapatkan untung banyak hingga pasar tutup saat senja.


"Hah...akhirnya selesai" keluh Daryl.


"Kau lelah?, aku belikan minum ya, pokoknya terimakasih hari ini telah membantu ku" ucap Viviane dan berlalu akan membeli minum.


"Tunggu...perjanjian kita, saat semua selesai kau akan menurutiku, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, sebentar saja" ucap Daryl sambil menarik tangan Viviane.


"Kau tidak akan menculikku kan?" tanya Viviane polos.


"Hahaha...mana mungkin"


"Naiklah ke mobilku, akan ku ajak kau ke tempat yang belum pernah kau datangi" ajak Daryl.


"Tapi nanti mobilmu kotor"


"Sudah ayo naik" seru Daryl.


Daryl mengajak Viviane ke sebuah Mall milik Henry Leon, di sana Daryl membelikan baju yang banyak untuknya, membawanya ke salon, membersihkannya dan meriasnya, Daryl terpukau melihat Viviane yang begitu cantik. Dan terakhir saat mulai malam, Daryl mengajak Viviane makan di tempat mewah.


"Wah...aku belum pernah seperti ini" seru Viviane girang.


"Pilih makanan yang kau mau" ucap Daryl.


"Nama makanan nya sangat aneh, bagaimana kalau aku pesan sama seperti mu" bisik Viviane dan Daryl pun tersenyum.


Setelah makan malam berdua selesai, mereka pun berbincang.


"Kau cantik" ucap Daryl tiba-tiba.


"Hm...terimakasih" Viviane tersipu mendengar pujian dari Daryl.


Malam itu pun kenangan yang tak terlupakan bagi Viviane dan Daryl, mereka pun resmi menjalin asmara dan tidak lama Daryl melamar Viviane menjadi istrinya. Daryl merasa Viviane telah merubah sikapnya menjadi orang baik.


Saat Henry Leon menyuruh mengeksekusi tempat itu, Daryl mulai melawan perintah Henry demi penduduk yang ada di sana.


Tapi Daryl tahu, dia tidak akan menang melawan Henry Leon apalagi Henry Leon bekerja sama dengan Richard Rowen, Daryl pun memiliki siasat agar Henry mengulur waktu tentang eksekusi daerah tersebut.


Henry mulai curiga dengan tingkah laku Daryl, dan menyuruh orang untuk menyelidiki sikap Daryl.


Daryl mengetahui Henry Leon mulai curiga dengannya, makanya dia jarang menemui Viviane bahkan saat Kai lahir, Daryl hanya menengok sebentar, memeluk istrinya dan memberi nama putranya, Daryl pun tidak datang lagi sampai Kai berumur 3 tahun, Daryl hanya melihat mereka dari jauh dan mengirim uang yang banyak untuk Viviane, Daryl melakukan itu demi keselamatan keluarga kecilnya.


Hingga suatu hari, Henry tahu bahwa Daryl memiliki keluarga kecil di daerah tersebut, dan untuk menyingkirkan Daryl, Henry memerintahkan Daryl pergi ke luar kota, untuk meninjau lokasi yang lain, padahal Henry ingin mengusir penduduk yang ada di district tempat Viviane tinggal.


Penduduk di tempat Viviane melawan, tapi tetap saja kalah dan mereka di usir, bagi yang masih melawan Henry Leon dan Richard Rowen, mereka tidak segan-segan membunuh penduduk di district itu, banyak yang terbunuh, Viviane pun pergi karena dia memikirkan Kai yang masih kecil dan adiknya Lidya, Viviane merasa kesal pada Daryl, dan menganggap nya tidak bertanggung jawab dan melarikan diri.


Saat Daryl kembali, dia sangat terkejut istri dan anaknya sudah tidak ada, apalagi banyak mayat yang terkubur di bawah pembangunan Leon dan Rowen, Daryl pun sangat terpukul dengan kejadian itu, dia menghimpun kelompok dengan sembunyi-sembunyi dan berhasil melumpuhkan Leon.


Pencarian Daryl pada keluarga kecilnya tidak berhasil, Daryl berpikir istri dan anaknya telah mati.




"Itu kisahku Kai" ucap Daryl menutup Ceritanya.



Kai pun mendengarkan dengan seksama.



"Apa kau mau memaafkan ku?" tanya Daryl kembali.



"Aku tidak ada saat ibumu sakit, aku tidak ada saat ibumu terluka...aku sangat menyesal" lanjut Daryl.



"Aku tidak tahu harus berkata apa..tapi...hmmm...ayah sudah berusaha" ucap Kai.



"Terimakasih...aku akan menebus semuanya, penderitaan yang kau alami, semuanya...terimakasih Kai" Daryl memeluk putranya dengan erat. Kai pun membalas pelukan Daryl.



"Tuan....kita sudah sampai di Rumah Sakit" ucap Marlin tiba-tiba.



Seharian Daryl pun menemani Kai rehabilitasi dan therapy.