
"Nyonya Leon...bolehkah kami keluar?, hanya berkeliling sekitar mansion, kami suntuk sekali" pinta mamanya Lana kepadanya ibunya Ken.
"Baiklah...ada beberapa anak buah yang akan mengawasi kalian, sebenarnya...aku ingin meminta maaf pada kalian atas apa yang telah di lakukan Ken pada kalian" ucap ibunya Ken.
"Kenapa kau tidak membantu kami?...lepaskan kami" ucap mamanya Lana memohon.
"Aku tidak bisa mengkhianati putraku, maafkan aku..." ujar nyonya Leon.
"Permisi...nyonya ada telepon dari tuan Ken" ucap salah satu pembantu Leon kepada ibunya Ken.
"Baik....kalian berkeliling saja, saya permisi dahulu"
Ibunya Leon meninggalkan Lana dan mamanya yang ingin berkeliling sekitar mansion.
"Hallo Ken..." ucap ibunya.
"Ibu....Dalam waktu dekat ini, aku tidak bisa ke mansion dulu, karena kelompok Baron sedang menyelidiki ku soal keberadaan Lana, aku akan tinggal di penthouse di kota untuk sementara, dan mengurus semuanya, aku sudah bicara kepada anak buahku yang di mansion untuk selalu berjaga" ucap Ken di dalam telepon.
"Ken...kau jadi kesulitan begini...sudahlah"
"Ibu...aku tidak mau berdebat...tolong bantu aku" ucap Ken.
"Hmm....baiklah" ucap ibunya.
Ken menutup teleponnya.
Ibunya Ken pun berjalan menghampiri Lana dan mamanya yang sedang berjalan di sekeliling mansion.
"Mah....aku ingin pergi dari sini, aku ingin bertemu dengan Kai" ucap Lana kepada mamanya.
"Penjagaan di sini begitu ketat, bagaimana kita bisa pergi dari sini?" jawab mamanya.
Ibunya Ken berdiri terdiam di belakang mereka mendengarkan percakapan mereka.
"Anakku harus tahu siapa ayahnya...Bagaimana kalau Kai terbangun dan mencariku?, aku tidak ada di sampingnya saat dia koma" ucap Lana sedih.
"Apa yang telah papamu sepakati dengan Ken, kita adalah jaminannya...mama tidak bisa berbuat apa-apa, kalau kau melarikan diri dari sini, kita tidak tahu di mana mansion ini berada, keadaan mu sangat lemah, kau bisa saja tertangkap atau tersesat, atau lebih buruk lagi, di sekitar sini hanya terlihat hutan, bagaimana jika ada binatang buas, atau jatuh dari tebing, dan lain sebagainya, mama tidak mau memikirkan itu" jelas mamanya Lana.
"Aku ingin melihat Kai walau sebentar...dan memberitahukan nya bahwa dia akan menjadi seorang ayah"
"Lana...mama mu benar" potong ibunya Ken.
Ibunya Ken datang mendekati mereka.
"Nyonya Leon..." Lana dan mamanya menoleh kebelakang.
"Lana....demi kesehatan dan keselamatan bayimu dan lihat kondisi tubuhmu, lebih baik kau disini, Ken tidak akan menyakiti mu, aku berjanji....aku akan menjaga kalian di sini" ucap ibunya Ken.
"Tapi...Nyonya Leon, ini tidak adil bagiku dan Kai...papa yang membuat kesepakatan dengan Ken, tapi aku yang menjadi tawanan nya, dan Kai dia tidak tahu saat ini aku mengandung anaknya, kenapa Ken berbuat seperti ini?" ucap Lana kesal.
"Iya...aku mengerti....aku tidak tahu harus berbuat apa?, aku ingin membantu mu, tapi...bagaimana jika Ken tahu dan kecewa padaku...ibunya sendiri, di dunia ini hanyalah aku yang dia punya dan percaya" ucap ibunya Ken.
"Nyonya Leon...biarkan Lana bertemu Kai sebentar saja, aku jaminannya, tolong bantu kami...aku akan tetap di sini, dan Lana akan kembali ke mansion ini lagi, aku berjanji...biarkan Lana pergi sebentar melihat Kai...agar kondisinya membaik...putriku Lana, kondisi tubuh nya melemah karena selalu terpikirkan oleh Kai" ucap mamanya Lana memohon.
"Aku tidak ingin mengambil resiko...maafkan aku...penjaga pasti melapor kepada Ken, walaupun Ken ada di kota, untuk sementara dia tidak datang ke mansion, tapi...aku tidak ingin mengkhianati putraku" ucap ibunya Len.
"Tolonglah tante....Lana berjanji hanya sebentar...hanya melihat Kai, memastikan dia baik-baik saja...itu saja...Lana tidak akan lama....Lana akan kembali lagi" ucap Lana ikut memohon.
"Akan ku pikirkan...beri aku waktu..." ucap ibunya Ken.
"Tuan....semua saham Rowen sudah atas nama Leon semuanya" ucap Fred tangan kanan Ken.
"Baguslah...Fred dan Leo, aku ingin kalian pun menyelidiki tentang perusahaan Baron, project apa saja yang mereka ambil, kalau bisa ambil alih, dengan kepemilikan saham Rowen di tanganku, Leon menjadi ternama...mereka akan mempercayakan project kepada Leon daripada Baron...Aku ingin mempersempit ruang gerak Baron" ucap Ken.
"Tuan...kemarin saya mendapat kabar bahwa tuan Daryl mengunjungi tuan Richard di penjara" ucap Leo.
"Hm...sudah ku duga pasti berhubungan dengan Lana dan Kai" ucap Ken.
"Mungkin sebentar lagi ayah angkatku akan menemui ku atau menelepon ku" lanjut Ken.
"Tuan...saya juga mendengar bahwa Kai sudah terbangun dan sering melakukan rehabilitasi dan terapi di Rumah Sakit" ucap Fred.
"Romeo sudah terbangun...pekerjaan kalian sempurna...kabari apapun gerak gerik mereka, jangan meleset sedikit pun...dan selalu pastikan kita beberapa langkah ke depan"
"Baik tuan" serentak Fred dan Leo mengiyakan.
Mereka pun meninggalkan tuannya di penthouse pribadi nya.
Kai tidak tahu, Lana sedang mengandung anaknya, Lana dan bayinya adalah koin keberuntungan ku, Daryl Silas akan memberikan apapun untuk putra kesayangan nya, tapi aku tidak akan dengan mudahnya memberikan keinginan mereka, aku ingin melihat usaha keras dan kepedihan yang harus mereka lalui terlebih dahulu, apalagi soal Lana...batin Ken.
Drttt! Drrrt!
Ponsel Ken pun bergetar.
Di lihatnya layar ponsel miliknya, benar saja Daryl menghubungi nya.
Hmmm....ikan besar sudah masuk ke dalam jaringku...hahaha...pikir Ken.