I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 15 - Hanya Milikku



Pagi menjelang, Kai sudah bersiap rapih dan makan pagi dari penjaga, Kai menggunakan jas yang sudah di siapkan di lemari untuk bekerja.



Dia pun berjalan menuju rumah megah itu. Dia melihat Bobby sedang mengatur para supir dan bodyguard.


"Kai, berkumpul di sini, kau akan menunggu nona Lanaris bersiap bersama para supir dan pengawal yang lain, aku akan mengabsen setiap penjaga, pengawal dan supir, agar bekerja sama menjaga tuannya" Bobby menjelaskan kepada beberapa orang yang ada di barisan itu termasuk dirinya.


"3 orang untuk menjaga tuan Rowen dan 1 supir, 2 orang menjaga nyonya Rowen dan terakhir 1 orang menjaga nona Lanaris dan 1 supir, kalian bersiaplah" Bobby mengatur mereka dan membubarkan mereka untuk menunggu tuannya masing-masing.


Aku hanya sendiri dan supir?, batin Kai penasaran.


Bobby pun menghampiri Kai, karena dia anak baru.


"Kai, kau sudah siap?, kau akan pergi bersama Marlin supir pribadi nona Lanaris " ucap Bobby memberi perintah.


"Tuan dan nyonya Rowen memakai 2 bodyguard atau lebih, nona Lanaris hanya aku dan supir?" tanya Kai kepada Bobby.


"Nona Lanaris hanya ingin memiliki 1 bodyguard saja yaitu kamu, itu perintah nya, oh iya Bagaimana keadaan pipimu Kai?, ada plester menempel" tanya Bobby.


"Hmmmm..iya hanya luka gores saja" jawab Kai singkat.


"Oh iya Kai, ini ku perkenalkan dengan Marlin, supir pribadi nona Lanaris, dulu dia supir nyonya Rowen tapi untuk keselamatan nona Lanaris, Marlin di perkerjakan menyupir nona Lanaris, kamu tahukan supir setia nona Lanaris meninggal, insiden penculikan saat kamu menolongnya" Bobby menjelaskan.


Benar juga saat pertama kali bertemu dengan nona Lanaris di penculikan itu, mobil nona Lanaris oleng hampir menabrak aku dan Mario saat itu, supirnya tertembak, pikir Kai mengingat kejadian itu.


"Hallo saya Marlin, mungkin kedepannya kita bisa bekerja sama " tiba-tiba pria bernama Marlin itu menyodorkan tangannya ke arah Kai.


"Saya Kai, saya baru, jadi mungkin saya akan banyak bertanya dan meminta bantuan" Senyum Kai di sambut senyuman Marlin.


Tak lama tuan Richard Rowen muncul, dan para bodyguard nya menghampiri di belakang nya dan bersiap membukakan pintu mobilnya, tiba-tiba dia terhenti.


"Bobby!!" Panggil nya terhadap Bobby.


"Iya tuan" Bobby berjalan menghampiri tuan Rowen.


"Aku ingin bertemu bodyguard Lanaris, kemarin bodyguardku bercerita di tempat latihan dia mengalahkan Ken telak, sehebat itu kah?" tanya Richard Rowen meremehkan. Tuan Richard pun masuk ke dalam mobil.


"Baik tuan" Bobby memanggil Kai.


Kai berjalan ke arah mobil tuan Richard Rowen.


Kai menunduk ke arah jendela mobil tuan Rowen. Tuan Rowen membuka jendela mobil nya.


"Apakah kau Kai?, bodyguard putriku?" tanya Richard Rowen ke arah Kai.


"Betul tuan" jawab Kai.


"Aku ingin kau menjaganya dengan nyawamu, jangan ada yang bisa menyentuh nya, dan jauhkan dari segala bahaya, luka segores saja di badannya akan ku kejar kau, dan Lana hanya memiliki 1 bodyguard, ku harap rumor bahwa kau hebat tidak mengecewakan ku" ancam tuan Rowen.


"Baik tuan di mengerti " jawab Kai.


Tuan Rowen pun pergi di ikuti beberapa bodyguard nya di mobil belakang.


Tak lama Lanaris muncul bersama ibunya.


Kai melihat Lanaris sudah keluar dari rumahnya, diapun menghampiri nya dan berdiri di belakang Lana.


"Lana, kamu hati-hati, pergi terus untuk belajar, apa tidak bosan? S1 di luar negeri sekarang melanjutkan lagi, mengajar juga menjadi dosen, apa kamu tidak takut botak?, belajar terus seperti profesor, sekarang sudah berani datang ke kampus, apa karena sudah punya bodyguard baru?" Ibu Lana menggerutu soal anaknya yang lebih suka pergi belajar.


"Mami...Lana sudah rindu sama teman-teman dan bosan sekali di rumah terus, percaya pada Lana ya..ada bodyguard hebat di samping Lana " lirik Lanaris ke arah Kai.


"Sudah ah mi..Lana sudah terlambat, nanti sore Lana ajak Mami makan cake yang enak, Lana belikan sepulang mengajar ya" Lanaris mengecup pipi ibunya, dan di balas senyuman bahagia oleh ibunya.


Marlin masuk ke dalam mobil dan memindahkan mobil tepat di depan Lana, Kai membukakan pintu mobil untuk Lana, dan Lana tersenyum ke arahnya, Kai pun duduk di samping Marlin. Mereka bertiga pun pergi.


Sesampainya di kampus, saat mobil sudah terparkir, Kai membukakan pintu mobil Lanaris. Mereka bertatapan sembari memberikan senyuman.


"Lana!!" teriak seorang wanita menghampiri Lana dan langsung memeluknya.


"Meisha, kamu mengagetkan ku" balas Lana.


"Sudah hampir 3 bulan tidak bertemu denganmu, bagaimana keadaan mu?, kemarin kampus mencarikan dosen pengganti menggantikan mu dan untuk tugas akhir mu aku sudah membantumu menyelesaikannya, tapi aku ingin kamu mengeceknya, kamu kan paling pintar" beber Meisha teman kampus Lana. Sesama dosen bukan mahasiswa sedangkan Lana dosen tapi kuliah juga mengejar gelar Doktor.


"Terimakasih Meisha, sebagai gantinya aku akan berikan apa yang kamu mau, dosen pengganti aku sudah menelepon kampus dan mereka sudah memberikan pekerjaan ku kembali" lanjut Lana.


"Hmmmm..jelas dong kampus pasti akan memberikan apa yang kamu mau, perusahaan tuan Rowen kan sumbangsih nya besar buat kampus ini, pasti lebih menurutimu, beda dengan ku, harus mengajar setiap hari demi mendapatkan gaji, wanita dari kalangan biasa sepertiku, oh iya kamu bilang tadi sebagai tanda terima kasih kamu akan berikan aku apapun" ucap Meisha.


"Iya..kamu kan udah bantu aku kerjakan tugas" jawab Lana.


"Hmmm...sepertinya pria tampan di belakang yang membuka kan pintu mobil itu bodyguard barumu ya?, dia tampan banget, kenalkan dong please..temanmu ini butuh seorang pria, terlalu lama sendiri, hiks" rayu Meisha.


"Kalau itu aku gak bisa, aku kasih bonus saja ya, bagaimana?"


"Kenapa?, lagian kan Ken Leon sudah pulang, berita di televisi bilang kalian akan segera bertunangan, kamu tidak bisa terlalu dekat dengan pria lain, jadi berikan bodyguard mu buatku ya...please " Meisha memaksa.


"Hmmm...kamu bandel, itu aku gak bisa, dia gak boleh dekat dengan siapapun, dia sudah punya pacar, aku dan Ken kan baru rumor, kalau kamu tidak menurut aku gak mau transfer uang lagi" ancam Lana.


"Iya..iya tuan putri, jangan berhenti transfer aku, yahh sayang sekali bodyguard mu dah punya pacar, tapi paling tidak perkenalkan saja ya, aku gak akan menggoda nya, janji" ucap Meisha.


"Iya.. hanya berkenalan ya"


Lana pun memperkenalkan Kai kepada Meisha.


"Hmmm...cool banget" bisik Meisha ke arah Lana, dan membuat Lana geram mencubit Meisha.


"Awww...tuan putri marah" gerutu Meisha.


"Kamu tidak mengajar? mana kunci ruanganku?, aku mau menyiapkan materi dan mengerjakan tugas" potong Lana mengalihkan.


"Oh iya...aku telat, aku pergi dulu ya, ini kunci ruangan mu, tapi maaf agak berantakan olehku, maaf, aku pergi dulu" Meisha pergi meninggalkan Lana.


Hmmm..dasar Meisha selalu ceroboh, aku harus segera membuatnya pergi kalau tidak dia akan terus menggoda Kai, Lana, apa kau cemburu?, ishh..maaf Meisha aku terpaksa berbohong soal Kai sudah punya pacar, karena Kai hanya untuk Lana, batin Lana.


"Marlin, aku akan masuk bersama Kai" perintah Lana.


"Baik nona Lanaris " jawab Marlin.


"Kai, kamu harus menjagaku, jadi ikuti aku ya" lanjut Lana.


"Baik nona" jawab Kai.



Lana dan Kai pun masuk ke dalam kampus, semua mata para wanita menatap terpesona ke arah Kai membuat Lana risih dan cemburu.


"Kai, jangan jauh-jauh dariku!" perintah Lana sambil berbisik.


Kai hanya tersenyum melihat tingkah manis Lana.