I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 29 - Kebenaran yang terungkap



"Hallo!"


"Tuan...Kai dan Bobby sudah kembali dan berhasil membawa pemimpin pirate Baron" ucap seseorang di dalam telepon.


Wah...sekarang pukul 04.13, tidak di ragukan lagi kemampuannya, aku membaca semua riwayat hidupnya Kai Silas atau biasa di panggil the executor, dia memang tidak bisa di pandang sebelah mata, orang seperti Kai akan berbahaya untukku jika di biarkan hidup, batin Richard di kediamannya yang mewah.


"Siapkan mobil, kita akan kembali ke gudang Rowen" perintah Richard kepada anak buahnya.


"Baik..tuan"


"Oh iya...panggil putriku, akan ku bawa dia untuk menyaksikan pertunjukan yang sangat menarik" lanjutnya.


"Baik tuan"


Anak buahnya pun mengikuti perintah Richard dan menghampiri kamar Lana yang terkunci.


"Nona...saya akan membuka pintu, tuan Richard sudah menunggu anda di mobil" teriak anak buah Richard di depan kamar Lana.


Lana yang sedang menangis di atas tempat tidurnya lalu bangkit dan menunggu pintu kamarnya terbuka.


Pintu kamarnya pun terbuka.


"Nona..tuan Richard menunggu anda di mobil"


Untuk apa papa mengajakku pergi malam-malam begini, ini pasti ada hubungannya dengan Kai, batin Lana.


Saat di mobil mereka pun saling terdiam.


"Apa kau sudah siap?, melihat sesuatu yang menarik" ucap Richard kepada putri nya.


"Apa yang papa lakukan pada Kai?" ucapan sinis Lana.


"Hmmm.. saat ini aku belum melakukan apapun, mungkin sebentar lagi kau akan melihat nya" jawab Richard.


Sampailah mereka di gudang Rowen yang tidak terlalu jauh dari kediaman nya.


Richard dan Lana turun dari mobil dan memasuki gudang itu.


Lana melihat sekeliling sungguh terkejut, saat di dalam penjara dia melihat tante Lidya dan temannya Charlotte.


"Papa...lepaskan mereka!!!, apa yang kau lakukan?, kau sungguh monster!!!" Lana menarik baju Richard.


"Diam kau...inilah akibat perbuatan mu, penjaga pegangi nona Lana" Richard menangkis tangan Lana dan 2 penjaga memeganginya.


"Bawa masuk Kai dan Bobby...beserta tawanan yang mereka bawa" perintah Richard membawa masuk mereka bertiga.


Kai melihat Lana yang duduk di samping Richard.


Syukur lah Lana baik-baik saja, batin Kai.


"Tuan...aku sudah mengikuti perintah mu, lepaskan tanteku" ucap Kai.


"Aku belum selesai denganmu Kai" ucap Richard.


Kai mencoba berontak.


"Kau ingin melawan ku Kai, penjaga tantemu siap menembakkan senjatanya ke kepala tantemu" ancam Richard, membuat Kai terdiam.


"Masukan tawanan itu ke dalam penjara lalu siram mukanya dengan air, supaya pemimpin pirate Baron terbangun dari pingsan nya, oh iya untuk Charlotte pun sama siram mukanya dengan air agar terbangun, lalu ikat Kai, Bobby dan Charlotte berlutut di hadapanku" perintah Richard.


"Baik tuan" para penjaga menyiram muka Daryl dan Charlotte yang sedang pingsan, mereka pun terbangun.


Anak buah Richard mengikat Kai, Bobby dan Charlotte dan berlutut di hadapannya.


"Tenang Bobby....pertunjukan baru akan di mulai"


"Hallo...Daryl atau pemimpin pirate Baron..selamat datang di tempat pembantaian Rowen..haha...baiklah ayo kita mulai acaranya" teriak Richard.


"Richard..." gumam Daryl.


"Daryl...Daryl...benar kau Daryl?" Lidya mendekati penjara Daryl yang berdampingan.


"Wah...nona Lidya mengenali tuan Daryl, kakak ipar anda, betul?!!!" ucap Richard.


Daryl pun terhentak dengan pernyataan Richard.


"Lidya...apa benar ini kau?, adik istriku...apa mereka masih hidup istri dan putraku?" tanya Daryl menghampiri Lidya.


"Nona Lidya...jawab pertanyaan nya, aku ingin tahu" sambung Richard.


"kakakku sudah meninggal...tapi putramu masih hidup...Dia putramu.." jawab Lidya sambil menunjuk Kai.


"Benarkah??!!" ucap Daryl.


"Nona Lidya berhenti di situ...biar aku lanjutkan dari sini" papar Richard.


"Daryl....perkenalkan pemuda gagah yang bersujud di hadapan ku dengan terikat ini bernama Kai Silas atau julukan nya the executor, dialah putramu yang hilang, kau harus berterima kasih padaku, telah menyatukan kalian, tapi....sayang sekali, ini pertemuan terakhir mu dengannya...dan"


Dor!!!


Richard menembak kepala Kai, Kai pun terjatuh di lantai, darah mulai keluar dari kepalanya.


"Aku harus menyisakan peluruku untuk para pengkhianat" ucap Richard.


"Tidak!!!...tidak!!!...tidak!!!" teriak Lana dan akhirnya dia pun pingsan, para penjaga membawa Lana ke tempat aman.


"Kai....." tangis Lidya.


"Apa yang kau lakukan?!, Richard....kau....membunuh putraku!!!" ancam Daryl.


Semua begitu terkejut.


"Dan selanjutnya untuk kedua pengkhianat ini, dua kakak beradik Bobby dan Charlotte" Richard menodongkan pistolnya ke arah Bobby.


"Tuan...tidak apa-apa kau membunuhku, tapi lepaskan adikku.." isak Bobby.


"Akan ku bunuh keduanya"


Dor!! Dor!!


Richard menembak dua kali ke kepala Bobby, Bobby meninggal seketika.


"Tidaaaaaaak!!!" teriak Charlotte.


Tiba-tiba datang anak buah Richard berlumuran darah.


"Tuan kita di serang"


"Tuan...cepat kita di serang ratusan orang kelompok pirate Baron...kita tidak akan menang dari mereka, tuan cepat pergi...kami akan menghadapi mereka, nona Lanaris sudah menunggu di mobil" ucap anak buah Richard.


"Arghhhhh....sayang sekali....ini sedang seru, aku belum selesai denganmu Daryl Silas...nikmati mayat putramu....hahaha..." Richard berlalu meninggalkan mereka.


Tidak lama, Ezra dan beberapa orang datang menyelamatkan mereka semua.