
Kediaman Daryl -
"Hallo Ken..."
"Ah...ayah apa kabar?" jawab Ken di dalam telepon.
"Aku ingin bertemu denganmu, ada yang ingin ku bicarakan" ucap Daryl.
"Soal apa?" Ken berpura-pura tidak tahu.
"Soal kesepakatan mu dengan Rowen" ucap Daryl.
"Hmmm...kesepakatan itu...mmm...baiklah, di mana kita bisa bertemu?"
"Datang lah ke rumahku, kau tahu kan?...sudah lama kau tidak mengujungiku" ucap Daryl.
"Tentu saja aku masih ingat, bagaimana aku lupa dengan rumah ayah...aku akan datang, malam ini" jawab Ken menutup teleponnya.
Daryl menghampiri Kai yang sedang menunggunya makan siang di meja makan.
"Kau sudah menungguku?" tanya Daryl.
"Iya...tadi ku lihat ayah sedang menelepon jadi aku tunggu di meja makan" ucap Kai di kursi roda.
Daryl pun duduk dan pembantu mengambilkan makanan untuknya dan Kai.
"Hari ini tidak ada rehabilitasi?" tanya Daryl.
"Tidak ada"
"Setelah makan kau akan ku bawa ke kantor Baron" ucap Daryl.
"Emmm...."
"Di sana ada Mario temanmu, Ezra dan Charlotte" lanjut Daryl pada putranya.
"Aku..." ucap Kai terputus.
Daryl memegang tangan putranya.
"Tidak usah khawatir...kita mulai dari awal, perlahan kau akan mengerti, ada aku ayahmu..." ucap Daryl.
Kai pun tersenyum tenang.
"Wajahmu mirip sekali ibumu..." ucap Daryl menatap Kai yang sedang melahap makan siangnya.
"Ayah....besok aku boleh pergi bersama Marlin?" tanya Kai.
"Pergi?...boleh...kau akan ke mana?"
"Aku ingin melihat kediaman Rowen, aku ingin bertemu Lana, mungkin dia khawatir denganku...aku dengar Richard sudah masuk ke dalam penjara, bagaimana keadaan Lana? aku ingin bertemu dengannya" ucap Kai.
"Hmmm....Lana sudah tidak tinggal di sana"
"Maksud ayah?" tanya Kai.
"Saat kau koma, kau sering sekali memanggil namanya...aku suruh Ezra dan Charlotte untuk memeriksa keadaan Lana, tapi..."
"Tapi apa?" tanya Kai penasaran.
"Lana menghilang, kami sedang berusaha mencari nya, jadi kau tidak perlu khawatir, aku ingin kau fokus pada kesembuhan mu"
"Sudah sejauh mana penyelidikan tentang Lana?" tanya Kai.
"Kami mencurigai...Ken lah yang menyembunyikan Lana...tapi belum terbukti" ucap Daryl.
"Ken Leon?"
"Iya...anak angkat ku Ken...aku tidak tahu maksud tersembunyi dirinya, aku menyayangi nya seperti putraku sendiri tapi sepertinya itu tidak cukup baginya...malam ini dia akan datang menemuiku...aku ingin tahu apa tujuannya dan ingin tahu, apakah Lana ada bersama nya"
"Bolehkah aku ikut menemui nya?" tanya Kai.
"Tentu saja...ini kulakukan untukmu...semoga saja Ken tidak ada hubungannya dengan hilangnya Lana" jawab Daryl.
Kai pun mengangguk.
"Bersiaplah kita akan ke kantor, biar bajumu di siapkan, pakailah jas yang rapih, ayah akan menunggumu di mobil" ucap Daryl dan Kai pun mengangguk.
Kai pun beranjak dari meja makan menggunakan kursi rodanya.
30 menit kemudian, Kai pun siap, Kai ikut Daryl ke kantor Baron.
Dalam perjalanan mereka berbincang.
"Kai...kenapa kau di juluki the executor?" tanya Daryl penasaran.
Kai pun menceritakan semuanya.
Akhirnya Sampailah mereka di kantor Baron.
Daryl dan Kai pun turun dari mobil, Kai di bantu oleh Marlin.
"Terimakasih Marlin" ucap Kai.
"Iya tuan Kai" jawab Marlin.
"Panggil Kai saja" Kai menepuk tangan Marlin yang mendorong kursi rodanya masuk ke dalam kantor Baron.
"Sudah Marlin, biar aku sendiri saja" ucap Kai.
Saat masuk ke dalam kantor Baron, Kai di sambut oleh pegawai perusahaan Baron salah satunya Jenny dan teman-teman nya seperti Mario dan Charlotte.
"Selamat datang tuan Kai" sapa Ezra.
Kai tersenyum menyapa mereka, Kai merasa sangat terharu dengan apa yang di lakukan pegawai Baron dan teman-teman nya dalam menyambut hangat kedatangannya.
"Terimakasih" jawab Kai.
Senyum Charlotte ke arahnya.
Banyak pegawai perempuan yang berbisik-bisik.
"Putra tuan Daryl tampan banget"
"Putra tuan Daryl baru kali ini melihatnya"
"Putra tuan Daryl cacat ya?"
"Bukankah Putra tuan Daryl adalah tuan Ken?"
"inikah Putra tuan Daryl yang hilang dan sudah ketemu?"
Mario dan Ezra melotot ke arah para pegawai yang berisik.
"Selamat Siang tuan Daryl dan tuan Kai" Hormat Jenny.
"Jenny...setelah ini, tunjukkan pada Kai, apa saja yang harus di lakukan...kau ke ruanganku ya, Ezra kau juga" pinta Daryl.
"Baik tuan" Jenny dan Ezra bersama an.
Kai pun masuk ke dalam ruangan Daryl.
Jenny dan Ezra mengikuti mereka dan membawa banyak berkas tentang perusahaan.
Ezra bersama Daryl dan Jenny berjalan bersama Kai.
Jenny menunjukan ruangan yang sudah di siapkan Daryl untuk putra nya.
"Tuan Kai...sebelah sini, ruangan tuan Kai dan tuan Daryl adalah suatu connecting room...bersebelahan dan ada secret door yang menyatu, tapi ruangan tuan Kai pun ada pintu tersendiri nya" tutur Jenny.
Kai mengikuti Jenny menggunakan kursi roda.
Kai terkesiap melihat ruangan kantornya.
"Silahkan tuan, ini tempat duduk tuan Kai" Jenny menunjuk kursi dan meja milik Kai.
"Saya sementara ini menggunakan kursi roda, oh iya Jenny sepertinya kita pernah bertemu ya?" tanya Kai mengingat-ingat.
"Benar tuan...saat Tuan datang melamar kerja di Rowen Netland Company saya mantan sekretaris nona Charlotte" jelas Jenny.
"Ah iya benar...maaf tidak mengingatmu"
"Tidak apa-apa tuan...oh iya ada beberapa berkas yang tuan Daryl berikan untuk anda, sejarah perusahaan Baron dan kita bergerak di bidang apa saja serta ada beberapa tugas tuan Kai dan untuk pencarian sekretaris pribadi untuk tuan Kai" beber Jenny.
"Baik Jenny terimakasih, aku akan melihatnya" ucap Kai sembari tersenyum.
Tiba-tiba Mario masuk ke dalam ruangan Kai.
"Kai...ini ruangan mu, Dari kemarin pintu ini tertutup akhirnya di buka, bagus sekali" ucap Mario sembari melirik Jenny.
"Iya..." Kai melihat gelagat Mario yang memandangi Jenny dan Jenny pun tersenyum tersipu saling berpandangan.
"Kau ke tempatku mau bertemu denganku atau Jenny?" ledek Kai ke arah Mario.
"Kamu lah...aku kangen tahu...sahabatku sudah sehat..akhirnya..." peluk Mario.
"Saya permisi Tuan Kai" ucap Jenny pada Kai.
Jenny beranjak dari tempat Kai.
"Aku bersyukur Kai...tuan Daryl baik sekali, aku dan putriku Claire di berikan sebuah apartemen oleh beliau dekat dengan rumahnya, dan ibuku bekerja di rumah tuan Daryl bersama tante mu, Claire bersekolah di sekolah yang bagus" ucap Mario.
"Hmmm....aku tahu ternyata dia orang yang baik, ayah yang baik, Bagaimana kisah cintamu dengan Jenny...sepertinya kalian berdua, sedang di mabuk asmara" ucap Kai.
"Yah...masih pendekatan...di sini yang menjalin asmara bukan aku saja...Charlotte dan Ezra pun sudah lama bersama, bahkan tinggal sudah tinggal bersama...rumor yang beredar mereka akan menikah" Mario bergosip.
"Benarkah?!" Kai terkejut.
"Siapa yang mau menikah?!" tiba-tiba Charlotte masuk memotong pembicaraan dua sahabat itu.
Kai dan Mario terkejut melihat Charlotte masuk.
"Kau...penyebar gosip" Charlotte menyentil telinga Mario.
"Ouch..." lenguh Mario dan Kai terkekeh.
"Charlotte...aku ingin tahu tentang Lana?" tiba-tiba Kai teringat akan Lana.
Charlotte dan Mario bertatapan.
"Kai...aku dan Ezra sudah mencari nona Lanaris...kami mengira itu perbuatan tuan Ken, tapi beberapa hari ini kami mengikuti tuan Ken, dia tinggal di sebuah penthouse di tengah kota sendirian, aku bahkan menyewa seorang janitor untuk membersihkan penthouse nya dan tidak ada yang tinggal di sana bersama tuan Ken, dia tinggal sendirian, dan anehnya nyonya Leon yaitu ibunya tuan Ken pun tidak ada di penthouse nya" beber Charlotte.
"Aku sangat merindukan nya..." Lirih Kai.
"Kai..." Charlotte menghampiri Kai.
"Kami akan mencari nya, kau tidak perlu khawatir, aku yakin nona Lanaris aman dan baik-baik saja" Charlotte menghibur Kai.
Mario pun mendekati Kai dan memeluknya.
Tiba-tiba Daryl dan Ezra masuk ke ruangan Kai.
"Kai...bagaimana ruangan mu?" tanya Daryl pada Kai.
"Bagus sekali...terimakasih ayah" ucap Kai tersenyum ke arah ayahnya.
"Tuan...kami permisi dahulu" ucap Ezra, Charlotte dan Mario meninggalkan mereka berdua.
"Kai...aku dengar pembicaraan mu dengan Charlotte soal Lanaris" ucap Daryl.
"Iya...aku sangat ingin bertemu dengannya, saat aku sudah normal kembali aku akan mencarinya ke manapun walaupun ke ujung dunia" ucap Kai.
"Aku suka semangat mu Kai, kami pun tidak akan berhenti mencarinya..."