I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 11 - Kisah masa lalu



Sampailah Kai di Rumah Sakit dan langsung masuk ke kamar inap tantenya.


"Tante sudah bersiap?, aku akan menemui dokter, sebentar lagi tante akan ku antarkan pulang" Kai mengagetkan tantenya yang tiba-tiba masuk ke kamarnya.


"Kai...kau sudah datang, tante sudah tidak sabar pulang ke rumah, sepertinya tante sudah sehat" tante Lidya senang sekali melihat Kai datang.


"Kai tanya dokter dulu ya tante untuk memastikan " ucap Kai dan tantenya setuju.


Kai pun pergi menemui dokter tante nya.


"Hallo dokter" sapa Kai.


"Kai..kau sudah datang?, masuklah... tantemu kondisinya stabil, tapi tetap harus kontrol bulan depan dan ikuti beberapa Kemoterapi, obat penenang sudah ku berikan, sudah masuk dalam tagihan pembayaran terakhir kali saat kau membayar nya, dan apabila kau sudah memiliki biayanya aku sarankan secepatnya tantemu di operasi, untuk saat ini tantemu boleh beristirahat di rumah, dari kemarin sudah banyak mengeluh ingin pulang, ingat untuk selalu minum obat" Dokter berbicara menjelaskan pada Kai.


"Baik dok, terimakasih informasinya, saya pergi dulu" Jawab Kai singkat.


Kai pun meninggalkan ruang dokter dan menemui tantenya yang sudah siap di kursi roda, Kai membawa barang-barang tantenya sedangkan tantenya di Dorong suster yang sedari tadi menatap ke arah Kai terkesima.


Sampailah di Lobby Rumah Sakit.


"Terimakasih suster" ucap Kai dan tersenyum ke arah suster itu.


"Iya Kai sama-sama" senyum genit suster itu pada Kai.


"Tante tunggu di sini, aku panggilkan taxi, aku akan mengikuti tante dari belakang karena aku membawa motor" ucap Kai lembut.


"Baiklah Kai" senyum riang tantenya.


Taxi pun datang dan tantenya di gendong Kai memasuki taxi tersebut dan Kai pun mengikuti taxi itu dari belakang.


Sampailah Kai di rumah tantenya, Kai pun menggendong tantenya turun dari taxi.


"Sudah Kai..tante bisa berjalan sendiri, tante sudah sehat"


"Iya tante, tapi tetap harus hati-hati " jawab Kai lembut.


"Lidya, kamu sudah pulang?" Ibunya Mario datang membawa makanan dan ikut membantu merapihkan barang tantenya Kai.


"Bibi, terimakasih sudah membantu" sapa Kai ramah.


"Iya kamu tenang saja, kalian itu seperti saudara buatku, Kai...apa kau sudah bilang pada tantemu?, rencanamu untuk pergi" bisik ibunya Mario.


"Belum bi, semoga tante bisa mengerti, kenapa Kai akan pergi untuk mencari biaya pengobatan nya?" jawab Kai dan ibunya Mario mengangguk setuju.


Kai pun merapihkan semua barang tantenya sedangkan ibunya Mario merapihkan rumah.


"Akhirnya sudah selesai, aku pulang dulu, nanti aku ke sini lagi, Lidya, makan dulu, sudah ku bawakan makanan buatmu, ya sudah aku pulang dulu ya, apabila ada apa-apa panggil aku, Kai..kamu baik-baik ya" seru ibunya Mario, Kai pun mengangguk dan mengucapkan terimakasih bersamaan dengan tante Lidya, ibunya Mario pun pulang.


"sini tante Kai suapin" Kai mengambil makanan yang sudah di siapkan ibunya Mario.


"Tante...ada yang mau Kai sampaikan" Kai berbicara membuat tantenya terheran.


"Ada apa Kai?" tanyanya penasaran.


"Kai sudah tidak bekerja di bengkel, Kai ingin mencari pekerjaan di luar dengan upah yang tinggi, supaya tante bisa cepat operasi " Kai perlahan menjelaskan sambil menyuapi tantenya.


"Apa kau yakin?, Kai sudahlah tante tidak perlu pengobatan apapun apalagi operasi, tante sudah baikkan, tante tidak ingin menyusahkan mu" seru tantenya.


"Tante..tante semangat sembuh ya, biar Kai juga semangat, Kai akan berusaha keras supaya tante sembuh, makanya tante harus semangat " Kai memberikan semangat kepada tantenya, membuat tantenya menangis tersedu.


"Kai..kau sungguh anak yang baik, tante pun ingin kamu bahagia, jangan kau pikirkan tantemu ini"


"Yang membuat Kai bahagia adalah melihat tante sembuh dan bersemangat menjalani hidup, tante adalah keluarga Kai satu-satunya, pokoknya Kai akan berusaha" Kai berusaha meyakinkan tantenya.


"Soal itu, tante rasa keluarga mu yang lain masih ada, tante rasa ayahmu masih hidup, sudah lama tante ingin sampaikan, ini cerita sudah lama tante pendam, jadi dulu sebelum kita pindah ke sini, ibumu yaitu kakakku menikah dengan seorang pria dialah ayahmu, dia pria yang misterius, saat ibumu melahirkan mu dan kamu berumur 3 bulan, suami kakakku sering bepergian dan meninggalkan uang yang tidak sedikit, ibumu selalu menabung nya, sedangkan aku saat itu masih sekolah sering sekali mencuri uang kakakku, tapi suatu hari suami kakakku tidak pulang hingga satu tahun lamanya, tapi selalu ada yang mengirim uang untuk ibumu, dan saat itu di kota itu ramai sengketa tanah untuk pembangunan mall dan jalan, rumah kami terkena penggusuran oleh sebuah perusahaan besar, kami di usir pergi dan ibumu membawaku yang masih remaja adiknya dan kau Kai saat itu berumur 5 tahun, ibumu marah masyarakat di sana melaporkan penggusuran tersebut dan mendemo perusahaan besar itu, tentu saja kami rakyat biasa kalah, mereka hanya memberi uang pengganti tanah 30% saja, ibumu pikir sia-sia melawan perusahaan besar itu, dan ibumu membawa kita ke tempat ini, dan bertemu dengan ibunya Mario, dulu ibunya Mario adalah seorang pengemis menggendong anaknya, Mario seumuran denganmu, lalu uang yang di bawa ibumu cukup untuk membeli beberapa tanah dan membangunnya, ibunya Mario pun di berikan rumah itu oleh ibumu, kita akhirnya tinggal di sini sampai saat ini, ibumu begitu dendam pada ayahmu karena merasa tidak bertanggung jawab pada keluarga nya, jadi setiap kali kau bertanya soal ayahmu, ibumu pasti bilang dia sudah mati, dan yang paling aku sesalkan, aku tidak bisa menjaga kakakku dengan kesulitan hidupnya, hingga dia sakit sampai akhir hayatnya, aku malah membiarkan lelaki bejat memasuki rumah ini, aku minta maaf Kai, atas segalanya" Tante Lidya menceritakan semua nya sambil menangis.


"Sudahlah tante...itu sudah masa lalu, saat ini bagi Kai tantelah yang terpenting"


"Kai...tante juga ingin kamu bahagia, memiliki keluarga mu sendiri, umurmu sudah kepala tiga, carilah pendamping hidup, tak perlu memikirkan tante" bujuk tantenya.


"tante, tante tenang saja, Kai pasti menemukan seseorang pendamping...oh iya tante, Kai boleh tahu seperti apa ciri-ciri ayah Kai mungkin Kai bisa mencari nya" tanyanya penasaran.


"Dia tinggi besar, wajahnya hampir mirip denganmu, memiliki tatto wajah kecil di lehernya, tatto wajah ibumu dan di pergelangan tangannya ada tatto namamu Kai Silas, ayahmu bernama Daryl Silas, entah di mana orang itu?" tantenya mendeskripsikan.


"Hmm...apakah mungkin dia masih hidup?" Kai semakin penasaran.


"Entahlah"


Tiba-tiba Kai terhentak melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 1 siang.


"Tante...Kai harus pergi" Kai terburu-buru.


"Kau mau ke mana Kai?, bekerja?" tanya tantenya.


"Ini yang mau Kai bicarakan, aku sudah keluar dari bengkel Mario dan aku mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih besar, tapi mungkin aku hanya bisa datang berkunjung saat tante check up ke Rumah Sakit dan aku akan berusaha mengumpulkan uang yang banyak agar tante bisa operasi, Kemoterapi dan berobat, Kai akan usahakan sering pulang dan aku sudah meninggalkan nomor ponselku di meja tante, apabila ada apa-apa tante bisa menghubungi ku" Kai menjelaskan dengan tergesa-gesa.


"Kai terimakasih, kamu hati-hati ya" Tantenya menepuk pundak Kai.


"Tante doakan Kai ya, bisa merawat tante hingga sembuh ya, Kai pamit ya" Kai pun mencium pipi tantenya dan meninggalkan tantenya.


Kai pun bergegas pergi meninggalkan semua orang yang di sayanginya.


Semoga aku bisa tepat waktu sampai ke kantor ini, ini letaknya di kota besar, dulu waktu umurku 10 tahun ibu sering membawaku ke kota besar ini, aku sudah lupa jalannya banyak yang berubah, aku hanya bisa melihat penunjuk jalan dan bertanya pada orang-orang. Dan soal ayahku, benarkah dia masih hidup?, di mana dia?, apakah aku akan bertemu dengannya?, pikiran Kai berkecamuk penuh pertanyaan, diapun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.