
"Ya ampunn!!, Meisha membuat ruangan ku berantakan seperti kapal pecah" gerutu Lana melihat ruangan miliknya yang berukuran 6x4 m itu begitu berantakan, setelah dia tinggalkan selama hampir 3 bulan.
"Biar saya bantu nona, untuk merapihkan nya" Kai mengikuti Lana masuk ke dalam ruangan itu.
"Terimakasih Kai, tapi ini akan memakan waktu lama, sedangkan aku harus memberikan tugasku siang ini" keluh Lana.
"Bagaimana kalau saya yang merapihkan sedangkan nona Lana mengerjakan tugas?" Kai memberikan usul.
"Terimakasih Kai" Lana tiba-tiba mengecup pipi Kai. Membuat Kai terperanjat.
Nona Lanaris selalu tiba-tiba berani menciumku, apa dia tidak tahu sedang membangkitkan sesuatu dalam jiwaku?, seperti ini membuatku ingin membalasnya lebih, Kai tahan nafsumu, sudah ku tahan, tapi setiap di dekatnya selalu bergejolak, batin Kai gelisah.
"Kai, kau jadi membantuku?, kenapa diam di situ?" Lana menyadarkan Kai dari sikap mematungnya setelah di kecup oleh Lana.
"Hmmm...iya segera" Kai terbata-bata. Kai pun bergegas merapihkan buku-buku yang berserakan di lantai.
90 menit berlalu, Kai sudah merapihkan semua, dan karena begitu banyak yang di rapihkan dia pun berkeringat membuat kemejanya basah dan mencetak dada bidangnya.
"Kai!!" teriak Lana.
"Iya" Kai pun menghampiri nya.
"Bisa tolong ambilkan buku di rak atas?, untuk referensi dan biasanya di ruanganku ada tangga untuk mengambil buku di rak atas tapi kemana tangga itu?" Lana keheranan.
Kai berdiri di belakang Lana mengambil kan buku untuknya.
"Buku yang mana Nona?" tanya Kai.
"Iya yang itu"
"Kau berkeringat?, badanmu menempel padaku, kemejamu basah?" Punggung Lana merasakan tubuh Kai menempel padanya dan terasa basah oleh keringat, Lana pun menghadap ke tubuhnya dan membuka kemeja Kai. Kai terkejut.
"Nona sedang apa?" Kai mundur.
"Mmm..maaf kemejamu basah Kai, kau bisa sakit, jadi aku reflects melepasnya, kalau kau tidak mau, aku...minta maaf" Lana merasa malu dan tertunduk.
"Nona...hmmm...setiap nona menyentuhku, tahukah nona sedang membuatku...kehilangan...akal...lepas control..aku takut tidak bisa menahannya" Kai berbisik ke telinga Lana.
"Kai..aku..aku...tidak bermaksud...tapi.." Lana tertunduk.
Kai memegang bibir Lana dan menciumnya dengan mesra, Lana membalasnya, Kai dan Lana hanyut dalam situasi romantis itu, Kai mengangkat badan kecil Lana di atas meja tugasnya, buku pun berserakan di lantai beserta pakaian mereka, mereka pun bercumbu di ruangan itu, begitu agresif seorang Kai, yang baru pertama kali bersama seorang wanita dan Lana pun sama, seorang gadis yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan penyelamatnya, tubuh mereka berdua bersentuhan untuk pertama kalinya, saling melepaskan gairah mereka, melupakan status mereka, Kai terlena dan melupakan janji nya pada Bobby.
Saat mereka sedang bermesraan. Tiba-tiba pintu ruangan itu di ketuk seseorang yaitu Meisha.
"Lana!, apa kau di dalam?, aku mengingat kan mu untuk evaluasi tugasmu siang ini, dan ada buku yang ingin ku ambil, aku masuk ya" teriak Meisha di luar.
Lana dan Kai terperanjat dan bergegas mencari pakaian mereka.
Tak lama Kai membukakan pintu untuk Meisha dan keluar.
"Saya menunggu di luar nona Lana" ucap Kai menghindar.
"Hmmm...aku sudah selesai tapi buku-buku di sini begitu berantakan, oh ya tangga untuk mengambil buku ada di mana?" tanya Lana sembari merapihkan tugas dan bukunya di lantai akibat perbuatan nya dengan Kai.
"Ohh...tangga itu rusak, hehe, jadi aku suruh office boy membuangnya, Lana, kamu dan bodyguardmu dari tadi di sini?, hampir 2 jam?, kalian berdua ngapain?" tanya Meisha curiga.
"Aku dan Kai....sedang...merapihkan ruangan ini, kau kupinjamkan ruangan pribadiku di kampus tapi tidak menjaganya" Keluh Lana.
"Iya..iya...aku lelah mengajar tidak sempat merapihkan nya, kadang aku tertidur di sini" balas Meisha.
Lana dan bodyguard nya Kai, sangat mencurigakan...hmmm...sedang apa mereka?, selama itu, aneh sekali, semua buku di tempat ini sudah rapih, tapi hanya di meja Lana yang berantakan, selain itu saat aku masuk, Kai seperti gelisah, bila Lana dan Kai ada sesuatu, ini akan bagus, hmm..tuan putri yang suka mengatur ku ini, rahasianya ada padaku dan aku akan menyelidikinya, batin Meisha.
"Meisha..Kau sudah mengambil bukunya?, aku akan ke atas ke lantai 3 untuk mengevaluasi tugasku, kau mau ikut? atau mau di sini?" tanya Lana.
"Aku ikut ke atas" Meisha mengikuti Lana di belakang.
Setelah mereka keluar dari ruangan pribadi Lana, mereka melihat Kai berdiri.
"Kai...aku akan ke atas, kau bisa bersama Marlin" ucap Lana.
"Baik nona" Kai melihat ke arah Lana.
"Bye Kai, sampai bertemu lagi" Meisha mengedipkan mata ke arah Kai, membuat Lana geram dan melotot ke arah Meisha.
"Iya..iya tuan putri, bodyguard mu begitu menggoda" Meisha menggoda Lana.
"Ayo Meisha, kita bisa terlambat !" hardik Lana pada temannya.
Kai pun memperhatikan Lana dan temannya berlalu meninggalkan mereka. Dan Kai berjalan keluar menemui Marlin.
"Hallo..Kai.. di mana Nona Lanaris?" tanya Marlin.
"Sedang mengevaluasi tugasnya ke lantai 3"
"Kau tahu Kai, nona Lana begitu ceria semenjak ada kabar dari nona Charlotte bahwa kau akan menjadi bodyguard nya, aku sudah bersama keluarga Rowen hampir 5 tahun, dan baru 3 bulan ini aku menyupir nona Lanaris pribadi biasanya aku menyupir untuk nyonya Rowen..Nona Lanaris anak yang baik bahkan pada semua pegawai nya, dia tidak pernah memandang status kami, tetap bersikap baik, ku lihat tatapan mu pada nona Lanaris, kau pun mengagumi nya, kalian saling menyukai, ya kan?!" tanya Marlin pada Kai.
Pria berusia 50 tahunan itu menebak sikap Kai dan Lana.
"Hmmm..siapa yang tidak menyukai nya Marlin " jawab Kai.
"Kau harus menjaga nya Kai, aku tahu kau orang baik, nona Lanaris pun orang baik, tapi kau harus hati-hati pada tuan Richard Rowen, apabila tuan Richard tidak menyukai seseorang lenyap lah orang itu, aku dengar dari pegawai senior yang sudah pensiun, Kakek nona Lanaris adalah orang baik, tapi setelah beliau meninggal, semua di pegang tuan Richard Rowen, apabila ada pegawai yang memberontak, tuan Rowen melenyapkannya, soal penculikan nona Lanaris pasti berhubungan dengan tuan Rowen yang begitu banyak musuh" jelas Marlin.
"Hmmm...Marlin...apa mungkin, aku dan Nona Lanaris..." Kai tidak berani melanjutkan perkataan nya.
"Kalian saling mencintai, aku tahu itu, aku akan merahasiakan nya Kai, kau jagalah nona Lanaris dan berhati-hati" Marlin memegang pundak Kai.
Kai pun menoleh ke arah Marlin dan tersenyum.
"Terimakasih Marlin" ucap Kai tulus.