I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 24 - Persekutuan



"Charlotte....apakah Ken sudah datang?" Lana tergesa-gesa memasuki kamarnya dan langsung mengganti pakaian nya.


"Nona...akhirnya kau datang, kenapa lama sekali??!!!....aku sangat khawatir tuan Rowen sudah pulang, aku sangat takut, kalau tiba-tiba tuan mengecek kamarmu...kau dan Kai harus bisa mengatur waktu!...hmmm...tuan ken sepertinya belum datang" gerutu Charlotte sembari mengganti pakaian nya.


"Iya...iya...maafkan aku ya Charlotte ku sayang" peluk Lana kepada Charlotte.


"Hmmm...iya Nona"


"Tak tahu lagi bila tidak ada sahabat seperti mu, saudariku..." Lana memegangi tangan sahabat nya itu.


"Aku harus pergi, jaga baik-baik, Nona...malam ini pertempuran nona melawan persekutuan tuan Rowen dan tuan Ken, aku doakan kau berhasil membujuk mereka untuk membatalkan pertunangan"


"Iya Charlotte semoga mereka mau mendengarkan ku!" mantap Lana.


Charlotte pun meninggalkan Lana yang sedang bersiap.


Saat Charlotte turun dan keluar dari rumah megah itu, dia melihat Ken yang baru datang, turun dari mobilnya bersama para bodyguard nya.


Tuan Ken sudah datang, semoga nona Lanaris baik-baik saja, batin Charlotte.


"Selamat malam tuan Ken...apa kabar?, silahkan masuk, nona Lanaris sedang bersiap" sapa Charlotte


"Hmmm..." jawaban singkat Ken.


Charlotte pun tersenyum dan meninggalkan nya.


"Hei Charlotte...tunggu!!!" tiba-tiba Ken memanggil.


"Iya Tuan" jawab Charlotte.


"Kenapa kau sering sekali malam-malam ke kamar Lana? dan selalu memakai pakaian serba hitam tertutup?, apa yang kau lakukan dengan Lana?, apakah Lana yang menyuruhmu untuk datang dan menggantikan mu sedangkan Lana menemui Kai? bodyguard nya?" cerca Ken, semua mata bodyguard pribadi Ken mengarah kepada Charlotte, termasuk Ezra, Charlotte terlihat sangat gugup.


Apa?!!, tuan Ken tahu!, pikir Charlotte.


"Bu...bu...kan..saya..." Charlotte terbata-bata.


"Ken!!...kau sudah datang" Suara mamanya Lana memecah keheningan dan kepanikan Charlotte.


Syukur lah Nyonya Rowen datang, batin Charlotte lega.


"Hallo Nyonya Rowen...hmmm...sayang sekali, hari ini kau selamat Charlotte" senyum sinis Ken ke arah Charlotte, membuat Charlotte bergidik dan ingin langsung pergi.


"Tuan Ken dan Nyonya, saya permisi dahulu.." Charlotte segera meninggalkan mereka.


Ezra curiga melihat Charlotte tergesa-gesa.


"Masuklah Ken...akan ku panggilkan Lana dan suami ku"


"Baik Nyonya"


"Ken!!...kau sudah datang!" Suara Tenor Richard Rowen mengagetkan Ken.


"Selamat malam Tuan, apa kabar?, beberapa kali saya ke sini tidak pernah bertemu tuan Richard, apakah belakangan ini tuan sungguh sibuk?" Ken mencoba ramah.


"Hmmm...kita langsung ke intinya saja" Richard dingin.


"Baik tuan...ngomong-ngomong di mana Lana?" tanya Ken.


"Sebentar lagi turun" jawab mama nya Lana.


~Di dalam kamar Lana~


Aku gugup sekali, aku takut, papa pasti akan sangat marah jika aku membatalkan pertunangan ini, bagaimana ini?, tapi aku tak ingin menikah dengan Ken, aku juga tak ingin mengecewakan Kai, tidak ada salahnya aku mencobanya...bagaimana pun aku harus berusaha!!!, batin Lana.


Lana pun membuka pintu kamarnya dengan ragu dan di liputi rasa takut.


Lana melihat papa nya dan juga Ken yang sedang berbincang, Lana memberanikan diri mendekati mereka.


"Hmm...iya mah" Jawab Lana sambil tersenyum ragu.


"Lana...duduklah di samping Ken" lanjut mamanya.


Lana pun duduk berdampingan dengan Ken.


"Aku tak ingin basa basi lagi, bagaimana rencana pertunangan kalian?, kenapa belum membicarakan nya?, setahu papa, Ken sering datang kemari" gertak Richard yang tetiba membuat Lana ciut.


"Tuan...mungkin Lana sibuk dengan kampus nya dan saya sibuk dengan company saya" Ken menjelaskan.


"Terimakasih" bisik Lana ke arah Ken.


"Jangan membela nya Ken...anak manja ini sudah waktunya memiliki pendamping...Rowen Company dan Leon Company harus memperluas kekuasaannya, selain itu, penculikannya semakin berani, lebih baik dia aman bersama mu" tegas Richard.


"Tapi papa....Lana...tidak bisa" Lana bergumam.


"Bicara yang keras!!...kau tahu papa tidak suka kalau kamu bergumam!" teriak Richard.


"Hmm....Lana tidak bisa menikah dengan Ken!!" jawab Lana.


Semua mata tertuju padanya, termasuk tatapan Richard yang seperti ingin memangsa putrinya sendiri.


"Apa yang kau pikirkan?!!..kau pikir seenaknya saja kau bisa memutuskan kemauan mu??!!, semua kemewahan yang ku berikan, tidak gratis!!!" teriak Richard membuat gema rumah mewah itu.


"Richard...jaga bicaramu!!, dia putri mu" bela mama nya.


"Tuan...maafkan saya menyela...sebenarnya saya datang ke sini pun bertujuan untuk membatalkan pertunangan saya dengan Lana" ucapan Ken membuat Lana lega tapi membuat Richard murka.


"Apa ini?!!!...kalian bersekutu ingin mempermalukan ku!!, kalian membuatku kecewa dan marah, aku dan ayah kandungmu maupun ayah angkatmu memiliki kesepakatan ingin membangun kedua perusahaan menjadi semakin besar, jangan hancurkan kesepakatan kami" tegas Richard.


Maaf tuan Richard, aku tidak bodoh, kau hanya ingin saham perusahaan ku, kau begitu berambisi ingin mengambil sebagian besar saham Leon, karena banyak kerugian yang kau alami akhir-akhir ini, hmmm...dan aku tahu hubungan asmara Kai dan Lana...aku akan mengadu domba kalian berdua, dan akulah pemenang nya...pikir Ken.


"Maaf tuan Richard saya memiliki alasan tersendiri untuk pembatalan ini" ucap Ken.


"Apa alasan mu?!, apakah Lana kurang baik untukmu?!" tanya Richard.


Inilah saatnya...matilah kau Kai...batin Ken.


"Lana sempurna seperti biasanya, hanya saja...saya tidak mungkin menikahi wanita yang mencintai orang lain, saya memiliki beberapa bukti bahwa Lana menjalin asmara dengan bodyguardnya" Ken menjelaskan sembari memberikan beberapa documents.


Semua orang terkejut, terutama Lana merasa sangat panik.


Richard membuka documents yang di berikan Ken...terdapat beberapa foto saat Lana bersama Kai, terdapat Kwitansi pembayaran Rumah Sakit tantenya Kai yang di biayai Lana.


Richard sangat marah dan melemparkan documents itu ke wajah Lana.


Lana menangis, dan mamanya melihat isi documents itu, sangat terkejut.


"Kauuuu!!..." tunjuk Richard ke arah Lana.


"Dan satu lagi tuan...kesepakatan kita batal...saat ini Leon company hanya menganggap Rowen Company hanya sebatas partner...jadi...saya tidak bisa berlama-lama lagi di sini, kalau anda tidak percaya dengan semua isi documents nya, silahkan cek kepada Kai bodyguard nya nona Lana serta sahabatnya Charlotte...saya permisi tuan" Ken meninggalkan kediaman Rowen dengan menyisakan amarah Richard Rowen.


"Lana!!...kau mempermalukan aku!!!... Ayoo...masuk ke kamarmu!!!" Richard menarik tangan Lana dengan keras, hingga tersingkir di lantai dan kesakitan, mamanya berusaha melepaskan pegangan Richard tapi pegangan nya sangat kuat, membuat nya terpental...Lana yang menangis kesakitan meminta ampun.


"Penjaga!!!....Cari Bobby!!!" perintah Richard kepada penjaga rumah nya sembari membawa putrinya masuk ke dalam kamar dan menguncinya.


"Masukkk!!! akan ku bunuh bodyguard tercinta mu!!" ancam Richard di depan pintu kamar Lana.


"Papa...papa tolong jangan...papa kumohon!!!" teriakan Lana sambil memukul-mukul pintu kamarnya.


"Richard...dia putrimu jangan lakukan seperti ini" bujuk mamanya sambil terisak.


"Dia aib!!!" singkat Richard.


Apa yang harus aku lakukan???, Kai dalam bahaya, bagaimana Ken bisa tahu semuanya?, bagaimana ini???!!, batin Lana.