
...- ****3 tahun berlalu**** -...
- Di Mansion Bukit milik Ken -
"Papa datang...." Seorang anak laki-laki berlari menghampiri Ken dan memeluknya.
Danzel
(pic. By pinterest)
☆★☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
"Danzel...kau sudah besar" ucap Ken menyambut nya.
"Papa...kenapa kau selalu datang hanya sehari lalu pergi lagi lama sekali, aku bosan...aku ingin ikut papa" ucap bocah bernama Danzel.
"Danzel!"
"Papa...sembunyikan aku...aku tidak mau bersama mama...mama selalu menyuruhku menjauhimu" bocah yang berumur 3 tahun itu pun sembunyi di belakang kaki Ken.
"Ken...kemari kan Danzel!!"
"Hallo Lana...terakhir kali bertemu sudah 6 bulan lalu, kau masih saja bersikap dingin kepadaku" ucap Ken kepada Lana.
"Aku tidak ingin bertemu denganmu, dan aku tidak suka kau menyuruh Danzel memanggil mu papa, kau bukan ayahnya!" ucap Lana sinis.
"Hm...Lana, aku memang bukan ayahnya...tapi kebutuhan mu dan kebutuhan Danzel aku lah yang menyediakan semuanya, bahkan lihat dia sangat dekat denganku" ucap Ken.
"Aku tidak butuh kau untuk memenuhi kebutuhan kami, maka lepaskan kami!...Danzel, kemari!! pergi bermain bersama nana! ( nenek/ mamanya Lana )" ketus Lana.
Bocah itu pun perlahan keluar dari belakang kaki Ken dan berlari pergi.
"Sebenarnya aku datang, ada kabar yang ingin ku sampaikan...malam ini adalah pernikahan Charlotte dan Ezra...mereka mengundangku, tapi aku tidak ingin datang sendiri...aku ingin kau ikut denganku, bagaimana apakah kau mau pergi keluar denganku?, hm..kemungkinan Kai ada di sana" lirik Ken.
Kai...sudah 3 tahun aku tidak bertemu dengannya, apakah dia baik-baik saja?, batin Lana.
"Kenapa aku harus ikut denganmu? Selama 3 tahun ini kau begitu ketat menjagaku, apa kau memiliki maksud tersembunyi?" tanya Lana.
2 bulan lagi adalah Mega Project dari pemerintah, apabila Leon memenangkan nya, Leon akan lebih unggul dari Baron, dengan membawa Lana bertemu Kai, akan mengalihkan Baron yang saat ini di pimpin Kai, mengalihkan dari Mega Project sebagai saingan ku...Lana adalah koin keberuntungan ku, aku akan membuat Kai lebih focus pada Lana, batin Ken licik.
"Apa kau tidak tahu?...Kai saat ini dalam kondisi sehat...kau tidak ingin bertemu dengan nya?, selain kau bisa bertemu dengan Kai, aku ingin menawarkan agar Danzel bersekolah di kota, umurnya sudah cukup untuk bersekolah, bocah sepertinya tidak pantas kan di kurung di sini terus" ucap Ken.
"Aku mencurgaimu...apa keuntungan mu membawaku dan Danzel?, bukankah kau tidak mau aku bertemu Kai?" lanjut Lana.
"Hmmm...aku hanya ingin membantu mu bertemu dengan kekasihmu dan membawa Danzel ke dunia baru, tapi..." ucap Krn terpotong.
"Tapi apa?" tanya Lana.
"Ini tidak gratis...ada syarat yang harus kau setujui, itu...terserah padamu, mau ikut denganku bertemu Kai dan menyetujui syarat yang aku berikan atau terkurung di sini selamanya" beber Ken.
Sudah ku duga, pikir Lana.
"Aku tidak punya waktu...jika kau setuju, aku sudah membuat surat untuk kau tanda tangani sebagai syarat kesepakatan kita dan kita bisa pergi ke acara pernikahan Charlotte dan Ezra...setelah itu, Danzel akan menyusul ke kota, bagaimana?" ucap Ken.
"Bisa ku lihat syaratnya?"
Lana membacanya perlahan.
Syarat Ken untuk Lana ;
Nyonya Rowen tetap di mansion untuk jaminan.
Lanaris tidak boleh memberitahukan bahwa Danzel adalah putra Kai Silas kepada siapa pun, akibatnya nyonya Rowen dan Danzel dalam bahaya.
Semua yang dilakukan Lanaris dan putranya dalam pengawasan Ken Leon.
"Aku hanya mengajukan 3 syarat ini saja...jika kau setuju, maka kita bisa pergi malam ini, besok pagi Danzel akan menyusul, anak buahku akan menjemput nya, kau dan putramu bisa tinggal di penthouse milikku...dan keuntungan bagimu...kau bisa melihat Kai, kau bisa menyekolahkan putramu lalu kau dan Danzel tidak terkurung di sini, itu pilihan mu" ucap Ken.
"Aku..."
"Ku beri waktu 30 menit untuk kau memutuskan...bila kau setuju, aku sudah siapkan pakaian pesta yang akan kau kenakan dan menjadi pendamping ku malam ini" lanjut Ken.
Lana pun berlari mencari mamanya, untuk meminta pendapat nya, karena mamanya akan tetap tinggal di mansion berbukit ini.
Lana melihat mamanya dan Nyonya Leon sedang betmain-main bersama Danzel putranya.
"Hmmm...mama bisa kita bicara" ucap Lana kepada mamanya.
Nyonya Leon pun mempersilahkan mereka bicara empat mata.
"Ada apa Lana?" tanya Mamanya.
"Lihat surat ini" Lana menyodorkan secarik kertas persyaratan yang di berikan Ken.
Mamanya pun membaca dengan seksama.
"Apa kau mau?" tanya Mamanya Lana.
"Aku mau bertemu Kai dan Danzel keluar dari penjara ini, tapi....Lana tidak mau meninggalkan mama di sini" ucap Lana.
"Pergilah sayang...mama akan baik-baik saja, lagian ada nyonya Leon yang menemani mama, kami menjadi dekat, tapi sesekali tengok mama ya" mamanya Lana terisak.
"Iya mama...terimakasih " peluk Lana erat kepada mamanya.
Lana pun menyetujui persyaratan yang di berikan Ken.