I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 51 - Aku Terluka



"Tolong!!...jangan, apa yang kalian lakukan?"


"Kalian!!!...berhenti!!!" Nyonya Leon berteriak kepada para anak buah Ken yang menarik mamanya Lana.


"Maaf nyonya...ini perintah tuan Ken...untuk membawa nyonya Rowen ke tempat pengasingan" ucap salah satu anak buah Ken.


"Berhenti!!!" teriak nyonya Leon.


"Tolong...jangan...jangan bawa aku..." mohon mamanya Lana.


"Maaf nyonya...tuan ken bilang jika nyonya mencegah nya, tetap bawa nyonya Rowen ke tempat pengasingan" jawab anak buah Ken.


"Kalian..." kesal ibunya Ken.


Ibunya Ken segera menelepon putranya.


"Hallo Ken...apa yang kau lakukan?!!" Nyonya Leon marah.


"Aku sudah tahu...pasti ibu akan menelepon ku soal nyonya Rowen...Lana sudah mengkhianati persyaratan yang ku berikan...dia dan putranya bersama Kai Silas dan menghabisi beberapa orangku...tujuanku membawa Lana adalah membuat Kai tidak focus dalam Mega project pembangunan, tapi tetap saja Baron memenangkan nya, aku pun tidak habis akal, aku menyuap beberapa orang pemerintah an dan akhirnya Leon memenangkan nya...tapi...saat Lana dan putranya di bawa pergi oleh Kai, aku merasa kosong...setiap hal yang ingin ku dapatkan dan aku mendapatkan nya tapi ada harga yang harus ku bayar...ibu...aku sangat kecewa, dengan hidupku....semua tidak berjalan seperti yang ku harapkan" beber Ken.


"Ken...kau tidak seharusnya begini..." ucap ibunya.


"Aku harus bagaimana?!!!...Tidak ada yang mengerti aku...bahkan ibu saja melawanku...tidak ada yang berada di pihakku" Ken merasa Kesal.


"Aku selalu bersamamu, Ken...tapi, ini jalan yang salah...sangat salah...kau harus berhenti!...nikmati hidupmu...sebelum kau masuk ke dalam luka yang paling dalam" ucap ibunya.


"Ibu...aku sudah terluka...lebih baik ku bagikan lukaku kepada orang-orang yang mengkhianati ku..." ujar Ken.


"Ken...dengarkan ibu...ini sebelum terlambat...Ken..Ken!!" Ken menutup teleponnya.


Apa yang harus ku lakukan?, batin nyonya Leon.


Tapi para penjaga tidak berani memberitahukan keberadaan nyonya Rowen.


Nyonya Leon pun mengendap-endap dan mengikuti para penjaga ke sebuah gudang di belakang mansion, karena nyonya Leon sangat curiga apabila Nyonya Rowen di tahan di sana.


Dan benar saja nyonya Rowen meringkuk di dalam gudang kecil dan sangat gelap.


Aku harus masuk, aku akan menunggu penjaga itu keluar dan aku akan masuk menemui nyonya Rowen, pikir ibunya Ken.


Tak lama penjaga pun keluar dan nyonya Rowen menyelinap ke dalam.


"Pssst...psst...nyonya Rowen...ini aku" ujar ibunya Ken.


Mamanya Lana yang terbaring menangis di kegelapan mencari asal suara.


"Nyonya Leon...tolong aku" Mamanya Lana memohon.


"Aku akan menolong mu...tapi di sini terlalu gelap...aku sudah berbicara pada Ken, bahwa Lana dan putranya baik-baik saja, mereka berada di tangan Kai Silas, itu yang membuat Ken murka...tapi, aku memiliki rencana untuk membebaskan mu...kau tidak perlu khawatir" lirih ibunya Ken.


"Aku bersyukur Lana dan Danzel baik-baik saja...tolong bebaskan aku..."


"Aku akan membebaskan mu...aku tidak bisa berlama-lama di sini...aku akan mencari cara untuk mengeluarkan mu dari sini" beber ibunya Ken.


"Terimakasih...terimakasih..."


Nyonya Leon perlahan berjalan menuju pintu keluar gudang yang gelap dan sempit itu.


Aku akan menyelamatkan nyonya Rowen dan menolak semua aksi kejahatan Ken, bagaimana pun aku tidak ingin putraku menjadi seperti keluarga Leon, aku ingin dia menjadi orang baik, batin ibunya Ken.