I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 30 - Putra yang di rindukan



Kai tertembak, dan Charlotte pingsan, Ezra melihat sekeliling.


"Ezra...cepat!!!...bawa putraku ke Rumah Sakit" Daryl berteriak di dalam penjara.


"Putra anda?!" Ezra yang keheranan.


"Kai...adalah putraku...cepat Ezra!!!"


"Baik tuan!!!...Kalian cepat angkat Kai..putra tuan Daryl.. cepat...cepat"


Anak buah Ezra segera membawa Kai, dan semua yang ada di gudang Rowen segera di selamatkan dan di bawa oleh Ezra dan kelompoknya.


Di dalam Mobil.


"Untung dia masih bernapas, semoga dia baik-baik saja" Daryl memegangi tangan Kai dengan khawatir.


"Kai...anak yang kuat" Lidya menambahkan.


"Terimakasih kau sudah menjaga Kai...hingga menjadi orang yang begitu hebat" Daryl melihat ke arah Lidya.


"Hmmmm....sebenarnya Kai lah yang menjagaku" lanjut Lidya sembari tersenyum kecut.


Sampailah di Rumah Sakit, mereka segera menangani Kai.


Setelah 3 jam operasi untuk pengangkatan peluru di kepala Kai, akhirnya selesai.


Daryl yang sangat khawatir dengan keadaan Kai, tetiba lega saat dokter keluar dan mengabarkan bahwa Kai melewati masa kritis.


Lidya menghubungi Mario dan ibunya, mereka pun di jemput anak buah Daryl untuk datang saat mendengar Kai ada di Rumah Sakit. Saat mereka sampai, Lidya menceritakan semuanya.


Lidya, Mario, claire (putri mario) dan ibunya beristirahat di sebuah rumah lain milik Daryl.


Daryl pun meninggalkan kediaman Leon, demi keamanan, Ezra melaporkan bahwa Richard membabi buta mencari keberadaan mereka.


Charlotte pun di selamatkan oleh mereka, apalagi Ezra yang selalu mendampingi nya.




\- 3 hari kemudian -



3 hari sudah berlalu sejak kejadian itu, dan dokter mengatakan bahwa Kai mengalami koma.



Richard Rowen yang semakin waspada, dan menggila, mendengar Kai masih hidup, sehingga membuat Daryl khawatir.



Daryl memindahkan Kai, untuk perawatan di rumah dengan menyewa dokter ahli yang menangani Kai.



Setiap hari Daryl yang menjaga Kai di sampingnya.



Selama beberapa hari, Daryl banyak mendengar kisah Kai dari kerabat nya (Mario, ibunya Mario dan Lidya), begitu kagum Daryl mendengar kisah putranya.



Di pagi hari mereka berkumpul untuk sarapan bersama.



"Wah...aku suka di sini rumah ini besar sekali, banyak makanan nya" Celoteh Claire di pagi hari.



"Clairee..." Bibi melotot ke arah Claire yang sedang asik di meja makan.



Daryl tersenyum melihat gadis kecil itu.



"Apakah kalian tahu perihal hubungan Kai dan Lana?" tanya Daryl kepada Mario dan yang lain.




"Kita berdoa saja, Kai segera bangun dari koma nya" sambung Lidya.



Dan semua setuju dengan pernyataan Lidya.



"Kenapa kalian tidak tinggal di sini?, agar saat Kai terbangun, dia akan bahagia melihat orang-orang yang di kenal nya" ajak Daryl.



"Benarkah..." mereka sangat riang.



"Aku mau tinggal di sini..." antusias Claire.



"Rumah besar ini berisi banyak kamar kosong, Mario...kau sahabat Kai, kau bisa bekerja denganku dan putrimu bisa bersekolah di tempat yang lebih baik, Lidya perawatan soal penyakit mu, akan ku berikan dokter terbaik untuk menanganimu, dan bibi kau bisa melakukan banyak hal, anggap saja rumah kalian sendiri...selama ini aku begitu kesepian, aku tidak tahu bahwa putra yang aku rindukan masih hidup...aku mencari keluarga ku...mungkin inilah saatnya aku punya keluarga, aku bersyukur kalian menyayangi Kai, Kai menganggap kalian keluarga, Maka bagiku kalian pun keluarga ku" ungkap Daryl.



"Wah.. terimakasih tuan Daryl" Mario kegirangan.



"Tuan..." Ezra datang menghampiri Daryl.



"Baiklah...kalian makan saja...sepertinya ada hal yang perlu ku lakukan" Daryl menuju ruang kerjanya di ikuti Ezra.



Saat di ruang kerja Daryl.



"Tuan...saya ingin melaporkan, persetujuan anda soal pelelangan saham Leon company telah terjual habis tuan, yang membelinya adalah tuan Ken...dan peresmian beberapa perusahaan anda bernama Baron Company, tinggal menunggu persetujuan anda, apabila tuan Daryl ada waktu luang untuk mulai meresmikan ke 7 cabang perusahaan anda...mungkin lebih cepat lebih baik" jelas Ezra.



"Aku tidak ingin meninggalkan Kai yang terbaring koma, mungkin sudah waktunya aku pensiun...aku ingin saat Kai bangun dia yang mengelola semuanya...aku menunjuk mu sebagai komisaris Ezra, tolong bantu Kai...selama Kai masih dalam kondisi seperti ini, aku percaya kan semuanya padamu, oh iya...Bagaimana penyelidikan polisi soal penembakan Kai dan Bobby?, kau sudah membuat laporan?, dan bagaimana kabar nona Lanaris?, apakah kau mencari informasi tentang nya? Kai sepertinya sangat mencintai nya" ucap Daryl.



"Untuk kepolisian mereka selalu di halangi untuk datang ke TKP ( Tempat Kejadian perkara) yaitu di gudang Rowen, tuan Rowen tidak mengijinkan siapapun melakukan penyelidikan, dan Kepala polisi menuruti keinginan tuan Richard, Nona Lanaris, sangat ketat penjagaan nya, saya tidak dapat menjangkau nya, tuan Richard sepertinya khawatir anda akan membalaskan dendam soal penembakan itu, penjagaan keluarga Rowen sulit untuk di susupi" jawab Ezra.



"Hmmm...Kepolisian masih saja berpihak pada Rowen, tolong kau bereskan...malang sekali bocah itu, dia tidak dapat menjangkau gadis yang di cintainya, lalu bagaimana keadaan Charlotte teman nona Lanaris?, aku dengar kau sering mengunjungi dan menemaninya, Ezra, Sepertinya kau menyukai nya" ledek Daryl kepada Ezra yang membuat nya salah tingkah.



"Baik tuan...Dia seperti trauma jadi...saya pikir mungkin dia membutuhkan teman untuk berbagi kesedihan, jadi saya menemaninya" Ezra menjelaskan dengan malu-malu.



"Gadis Malang...dia kehilangan keluarga satu-satunya yaitu Bobby kakaknya, ya tidak ada salahnya kau pun bisa mengakhiri masa lajangmu, usiamu sudah cukup untuk berumah tangga, lagian kalian memiliki cerita yang hampir serupa, kau kehilangan adikmu dan dia kehilangan kakak nya, kalian akan menjadi pasangan serasi dan saling melengkapi" ucap Daryl kepada Ezra, membuat wajah Ezra memerah.



"ummm....maaf, itu saja laporan dari saya, saya ada pekerjaan lain, saya permisi dahulu" Ezra mengalihkan.



Daryl pun tersenyum melihat tingkah Ezra.



Kai...semoga kau cepat membuka matamu...aku ingin menghabiskan sisa hidupku melihatmu bahagia, batin Daryl.