
"Ken....kau harus segera pulang!" ucap ibunya.
"Ada apa ibu?...aku sedang mengurus saham Rowen untuk berpindah kepemilikan menjadi Leon" jawab Ken di telepon.
"Ini soal Lana"
"Ada apa?...apa dia membuat masalah?" tanya Ken.
"Kau pulang saja, ibu tunggu di mansion"
"Baik bu..."
Ken pun segera bersiap karena sangat penasaran ada masalah apa yang sudah di timbulkan Lana.
Dia memberikan tugas kepada beberapa anak buahnya untuk menyelesaikan masalah saham dan menggandeng beberapa pengacara.
Ken pun menuju mansion nya.
Sampailah dia di mansion nya dan langsung mencari ibunya, untuk menanyakan masalah yang terjadi.
"Ibu..."
"Ken kau sudah datang?" ucap ibunya yang sedari tadi menunggunya.
"Ada masalah apa bu?" tanya Ken.
"Apa kau sudah melihat keadaan Lana?" tanya ibunya.
"Aku belum melihatnya, dari kemarin dia di bawa ke sini, aku belum sempat melihatnya, aku terlalu sibuk untuk mengambil alih Rowen" ucap Ken.
"Apa kau tahu Lana hamil?" tanya ibunya kembali.
"Apa?!!" sontak Ken yang terkejut mendengar perkataan ibunya.
"Tadi pagi Lana pingsan, dan dokter memeriksa nya, ternyata dia sedang hamil...apa kau tahu siapa ayah bayi nya?" terang ibunya.
"emmm...aku tahu..."
"Siapa?" tanya ibunya.
"Putra Daryl Silas...dia Kai Silas"
"Keluarga Daryl Silas sudah mati, itu tidak mungkin" ucap ibunya.
"Putra nya masih hidup, dia adalah bodyguard pribadi Lana dan mereka menjalin kasih" ucap Ken.
"Ken....kau harus melepaskan nya, ibu tidak mau kau bermasalah dengan ayah angkat mu, Daryl Silas..."
"Aku harus ibu....aku harus....menjadikan Leon berkuasa...dan dengan jatuhnya Baron yang di pimpin Daryl Silas, maka Leon tak akan tertandingi, Leon hanya butuh satu rencana lagi yaitu menjatuhkan rivalnya saingannya, yaitu Baron....aku sangat membenci mereka...Lana adalah wanita yang paling ku cintai sedari kecil, Kai Silas telah merebut nya dariku, dan Daryl Silas dia hanya memanfaatkan ibu, untuk tujuannya sekarang, setelah ia mendapatkan apa yang ia inginkan, dia membuangmu...putranya kandungnya telah kembali, apa artinya aku hanya anak angkat di matanya...bahkan dia sempat ingin menjadikan ku alat merebut kekuasaan Rowen saat itu...saat aku masih bodoh...sekarang dengan adanya saham Rowen di tanganku, Leon menjadi besar...ruang lingkup Baron menjadi kecil dan soal Lana...aku ingin Kai Silas merasakan apa yang kurasa....dia tidak bisa bertemu lagi dengan wanita yang di cintainya ataupun anaknya sendiri" jelas Ken.
"Tapi Ken...ibu tidak pernah merasa di manfaatkan oleh Daryl, ibu yang sepakat ingin ikut rencananya..."
"Ibu....ini rencanaku, tolong dukung aku, putra ibu satu-satunya" Ken menghampiri ibunya dan bersujud memegang tangannya.
"Ken....ini terlalu beresiko, aku tak mau kau bermasalah dengan ayah angkat mu, ibu tidak mau kau berubah menjadi kakekmu Henry Leon, orang kejam dingin dan menghalalkan segala cara dengan kotor" ucap ibunya mengusap kepala putranya.
"Inilah aku ibu!!!" Ken bangkit.
"Ken...." lirih ibunya.
Apa yang membuatmu menjadi seperti ini?, batin ibunya sedih.
Ken pun berjalan menuju kamar Lana.
Brak!!!
Ken membuka pintu kamar, di mana Lana dan mamanya terkurung di sana.
"Ken...Lepaskan kami" pinta mamanya Lana.
"Nyonya Rowen, bolehkah anda keluar sebentar?, aku ingin berbicara pada Lana" Ken menyuruh anak buahnya membawa mamanya Lana dan di bawa ke suatu ruangan yang berbeda.
"Lana...jangan sakiti putri ku, Ken...Ken..." kata-kata mamanya Lana sembari di tarik anak buah Ken.
Ken pun menghampiri Lana di tempat tidurnya, karena Lana yang lemas hanya berbaring.
Saat Ken menghampiri nya, Lana bangun dan terduduk di tempat tidurnya merasa sangat waspada.
"Lana....apa kau baik-baik saja?" Tanya Ken yang duduk di pinggir tempat tidurnya.
"Kenapa kau membawa ku ke sini Ken?" tanya Lana.
"Aku ingin kau bersama ku" ucap Ken singkat.
"Aku sudah menolak mu soal pertunangan itu, dan kau sepakat, aku tidak mau berhubungan dengan mu lagi" ucap Lana kesal.
"Aku berubah pikiran...Lana, apa kau tahu?, di mana papamu Sekarang, tuan Richard Rowen?" tanya Ken.
"Aku tidak perduli...kau sama saja dengan nya" jawab Lana.
"Tuan Richard sudah kalah olehku, saat ini dia sedang di penjara kota tempat Kai dulu di sana, dan semua saham Rowen milikku dan dalam perjanjian ku dengan tuan Richard, kau pun menjadi milikku" ucap Ken.
"Aku bukan milikmu!!!" teriak Lana.
"Selama aku masih hidup, kau tidak bisa menjadi milik siapapun, termasuk Kai....hmmm...dan anak yang ada di perutmu, akan ku anggap anakku sendiri" ucap Ken.
"Kau gila!!...cuiih" Lana meludah ke arah Ken.
Ken mengusap ludah Lana yang menempel di wajahnya dan mendekatkan diri ke arah Lana serta menekan keras pipi Lana dengan tangannya.
"Tidak ada yang tahu keberadaan mu di sini Lana...kau akan terkurung di sini selamanya...dan satu hal lagi...Kai saat ini koma, apa kau yakin dia akan hidup???!, jadi....patuhlah atau aku bisa kapan saja membunuh mama mu atau bayi yang ada di dalam perutmu" Ken melepaskan cengkraman tangannya di pipi Lana dan bangkit berdiri meninggalkan nya.
Lana yang terpaku menangis sejadinya.
"Bawa masuk nyonya Rowen!!" perintah nya pada anak buahnya.
"Baik tuan"
Anak buahnya pun membawa mamanya Lana masuk kembali.
"Lana...kau menangis...kau tidak apa-apa?" mamanya langsung menghampiri nya dan memeluk Lana.