I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 48 - Pernikahan Charlotte dan Ezra



"Apa kau gugup?" tanya Mario kepada Ezra.


"Hmmm...aku sangat gugup"


Brak!!!


Pintu hotel mempelai pria terbuka paksa.


Kai masuk terengah-engah.


"Kai...ada apa kau pucat sekali?" ucap Mario.


"Tuan...duduk dulu, minum ini" Ezra menyodorkan minuman untuk Kai.


"Aku melihat Lana..." ucap Kai.


"Benarkah tuan!!" Ezra terkesiap.


"Dia bersama Ken, malam ini dia akan datang menjadi pendamping Ken" Kai tertunduk lesu dan mulai merebahkan badannya di tempat tidur mempelai pria.


"Kai...istirahat lah dulu, di mana suit mu?, biar ku ambilkan" Mario mengkhawatirkan Kai.


"Apa aku sanggup menemui Lana bersama Ken?..." lirih Kai.


"Kai bukankah ini yang kau tunggu, menemui Lana...kau sangat merindukan nya..." Mario menyemangati.


"Sangat rindu...." gerutu Kai.


"Ezra temani dia...akan ku ambilkan suit nya di mobilnya" ucap Mario dan Ezra pun mengangguk.


"Tuan...kau orang yang kuat...kau bisa menghadapi tuan Ken" Ezra pun menyemangati Kai.


"Hanya Lana yang membuatku lemah" ucap Kai.


Mario pun masuk membawa pakaian jas Kai.


"Sudah cepat pakai...berdandan yang rapih, Kau akan bertemu Lana...luapkan rasa rindumu" Mario memberikan jas milik Kai.


Kai pun mengangguk pasti, dan merapihkan diri.


"Kan sudah terlihat tampan" ucap Mario.


"Tuan Kai memang selalu tampan" puji Ezra.



Kai Silas


( Paing Takhon pic. By pinterest )



\- Acara pernikahan Charlotte dan Ezra -



"Kami ingin berterima kasih kepada tuan Daryl dan tuan Kai Silas, atas acara pernikahan kami yang begitu meriah, kami mohon tuan Daryl untuk memberikan sambutan dan doa terbaiknya untuk kami" sambutan Charlotte kepada Daryl dan Kai.



Daryl pun menaiki panggung dan mulai berpidato dan mengungkapkan perasaan senangnya serta doa yang di berikan untuk Charlotte dan Ezra.



"Kai...kau sangat gelisah...Ezra bilang Nona Lanaris akan datang dengan tuan Ken" tetiba Charlotte mengagetkan Kai.



"Yup" jawaban singkat Kai.



"Akan ku alihkan tuan Ken...kau bisa membawa nona Lanaris" bisik Charlotte dan Ezra menyetujuinya.



"Bagaimana dengan bisnis yang akan kita lakukan tentang Mega Project kita?" tanya Kai.



"Kau tidak perlu khawatir kami sudah menghandle nya...sudah ku ceritakan pada tuan Daryl...tuan Daryl yang akan menyambut tamu" ucap Charlotte pada Kai.



Tiba-tiba suasana hening, Daryl yang berpidato di depan pun terdiam melihat Ken dan Lana masuk ke dalam ruangan acara tersebut.



Semua mata tertuju pada Ken.



Bisik-bisik tamu mulai riuh.



"Bukankah itu Lanaris Rowen?"



"Apakah Ken Leon sudah menikah dengannya?"



"Mereka pasangan paling heboh malam ini"



Tamu yang ramai, senyum Ken yang begitu lebar membuat Kai tidak nyaman.



Kai selalu memandang ke arah Lana, tanpa teralihkan dari apapun.



Lana, kau sangat cantik seperti biasa, kau memanjang kan rambutmu, kau sempurna, pikir Kai.



![](contribute/fiction/4542974/markdown/34981083/1681834308742.jpg)



Lanaris Rowen



( Winter aespa pic. By pinterest )




Aku sudah tidak tahan lagi, pikir Kai.



Kai langsung menghampiri Lana dan menarik tangannya, menjauhkan Lana dari keramaian.



Ken yang sedari tadi di dekat Lana melihat aksi Kai menarik tangan Lana.



"Tuan Ken...selamat datang di pernikahan kami...kami ingin mendengar sambutan dari tuan Ken, bagaimana pun juga tuan Ken adalah salah satu kerabat tuan Daryl...silahkan tuan" Charlotte membantu Kai mengalihkan Ken.



Ken pun terpaksa berbicara di atas panggung dan melihat Lana menghilang dari pandangan nya.



Ayo Kai...ini waktumu dengan nona Lanaris, batin Charlotte.



- Kai dan Lana -


"Kai...berhenti...kau akan membawaku ke mana?" ucap Lana menarik tangannya yang di pegang erat oleh Kai.


"Aku ingin bicara berdua denganmu" Kai kembali menarik tangan Lana dan berjalan di antara lorong hotel.


Kai membawa masuk Lana ke sebuah kamar hotel, hotel untuk pernikahan Charlotte dan Ezra memang sudah di sewa oleh perusahaan Baron.


Kai mengunci pintu kamar hotel itu.


"Kai...aku harus kembali" pinta Lana.


Kai, aku senang kita bertemu berdua, aku pun merindukanmu, tapi Danzel dan mamaku dalam bahaya jika kita hanya berdua, pikir Lana.


"Kai...kumohon"


Kai menghampiri Lana mendekatkan wajahnya, Lana mundur, Kai semakin mendekat, Lana terpojok di dinding hotel.


Kai memegang wajah Lana dengan tangannya dan mencoba mencium wanita yang di cintainya.


Lana memalingkan wajahnya.


"Apa kau masih mencintaiku?" Tanya Kai mengusap pipi Lana.


"Aku..."


"Lana...apa kau masih mencintaiku?" Tanya Kai sekali lagi.


"Aku masih mencintaimu Kai, tapi..." jawab Lana terputus.


"Maka..Malam ini kau milikku" ucap Kai sembari menciumi bibir Lana.


Lana pun sangat merindukan Kai dan membalas ciuman Kai dengan sangat bergairah.


Kai menciumi Lana, dan mengangkat tubuh mungil Lana ke tempat tidur, Kai melepaskan sepatu yang di pakai Lana dan menciumi kaki Lana.


Lana menarik kepala Kai agar sejajar dengan wajahnya.


Kai mengusap wajah Lana dan mulai membuka pakaian yang di kenakan Lana, satu persatu.


Lana pun melepaskan kemeja yang di pakai Kai, dan melepaskan celana yang di pakai Kai.


Mereka menanggalkan kain yang mereka pakai.


Lana dan Kai hanyut dalam kemesraan mereka.


Mereka melepaskan kerinduan yang selama ini tertahan, Kai sangat menikmati kemesraan nya dengan Lana.


"Aku sangat merindukanmu" bisik Lana di telinga Kai.


Bisikan Lana membuat Kai semakin bergairah dan tidak ada yang dapat menghentikan nya.


Mereka pun menikmati 40 menit berdua, tidak ada yang mengganggu kemesraan mereka.


Setelah mereka meluapkan nafsu kerinduan mereka, Lana segera bangkit mencari dress yang berserakan di lantai dan mulai memakai nya satu persatu.


Kai hanya melihat Lana, dan terduduk di samping tempat tidur tanpa mengenakan pakaian sama sekali.


"Kai...aku harus cepat kembali pada Ken" Lana yang terburu-buru.


Mendengar ucapan Lana, Kai marah dan bangkit memegang tangan Lana.


"Apa yang membuatmu takut pada Ken?, apakah dia mengancammu?" tanya Kai mengernyit kan dahinya.


Maafkan aku Kai, aku tidak bisa memberitahukan mu saat ini, pikir Lana.


"Maafkan aku..." ucap Lana sembari merapihkan rambutnya.


"Lana...apa kau mencintai Ken?, apa kalian menikah?" tanya Kai yang semakin penasaran.


"Jawabannya tidak Kai...tapi, aku ingin kau menjaga jarak denganku"


"Tidak...Lana...aku tidak mau kehilangan kamu lagi, kau milikku..." ucap Kai menarik tangan Lana yang akan membuka pintu kamar.


"Tapi aku harus pergi, maafkan aku" Lana menghempaskan tangan Kai dan keluar dari kamar hotel itu dengan berlari dan kembali ke acara pernikahan Charlotte dan Ezra.


"Aku akan menemuimu lagi Lana!!!" teriak Kai di dalam kamar hotel yang di tinggal kan Lana.


"Arggghh.....sial!!!" Kai menonjok dinding kamar hotel.


Apa yang Ken lakukan padanya?, kenapa Lana begitu ketakutan?, aku harus mencari tahu semuanya, pikir Kai.


Kai pun merebahkan badannya dan malas untuk beranjak.


Lana menghampiri Ken.


"Ken...aku ingin kita kembali" ucap Lana kepada Ken yang sedang berbincang dengan beberapa orang.


Ken menoleh melihat ke arah Lana.


"Dari mana saja Kau?, kau menghilang, apa yang kau lakukan?, ingat persyaratan yang ku berikan kau harus dalam pengawasan ku, atau hal buruk terjadi pada mereka yang kau sayangi" bisik Ken mengancam.


"Aku mengerti" Lana tertunduk.


Kai...kau kehilangan beberapa kesempatan, Mega Project ini pasti bisa ku menangkan, pikir Ken.


Lana dan Ken pun meninggalkan pesta pernikahan Charlotte dan Ezra.