
Sudah 3 hari berlalu setelah pernikahan Charlotte dan Ezra.
"Hmmmhh..."
"Kau menyukai nya?" tanya Ezra kepada istrinya.
"Jangan berhenti Ezra...aku menyukainya" ucap Charlotte.
Ezra menciumi seluruh badan Charlotte, Charlotte sangat menikmati nya apalagi Ezra bermain di daerah intim Charlotte dengan lidahnya.
"Ahhhh..." rintih Charlotte.
Mendengar rintihan Charlotte, Ezra menaikkan badannya dan menempelkan badan mereka.
Mereka pun bercumbu dan menikmati hari bulan madu mereka.
Tiba-tiba ponsel Charlotte berdering.
Mereka mengabaikan bunyi ponsel Charlotte dan tetap melanjutkan ke intim an mereka.
30 menit sudah mereka pun merasa puas.
Ezra beranjak ke kamar mandi dan membersihkan diri sedangkan Charlotte mengecek poselnya dan menelepon seseorang.
"Hallo...apa kau tadi menelepon ku?, ada apa?"
"Nona Charlotte, Leon Company memenangkan Mega Project dari pemerintah, tapi aku memiliki sumber bahwa tuan Ken Leon menyuap untuk kemenangan nya dan soal Nona Lanaris aku melihatnya masuk ke dalam penthouse tuan Ken" ucap seorang pria anak buah Charlotte dan Ezra.
Charlotte menutup teleponnya.
"Ada apa?" tanya Ezra.
"Kita harus segera ke perusahaan Baron"
"Bulan madu kita?" tanya Ezra lagi.
"Ini lebih penting, ayo kita harus bergegas" ucap Charlotte.
\- Perusahaan Baron -
Setelah kejadian itu, Kai semakin tidak focus dalam melakukan banyak hal.
"Kai...kau sering melamun akhir-akhir ini?, apakah karena pertemuan mu dengan Lana 3 hari yang lalu membuatmu tidak focus melakukan sesuatu?" Daryl membuyarkan lamunan Kai.
"Maafkan aku ayah...saat pernikahan Charlotte dan Ezra, aku tidak bisa membantu ayah untuk bertemu dengan orang-orang yang berhubungan dengan Mega Project" ucap Kai.
"Kai...tidak masalah...kejarlah kebahagiaan mu, ayah senang jika kau bahagia" ucap Daryl.
"Terimakasih ayah..."
"Tapi kenapa kau masih melamun, bukankah kau sudah bertemu dengan Lana?" tanya Daryl.
"Lana...seperti takut sekali kepada Ken, entah apa yang Ken lakukan pada Lana?" ucap Kai.
"Selamat pagi tuan Daryl..." sapa Charlotte yang tetiba masuk ke ruangan Kai.
"Charlotte...bukankah kau sedang berbulan madu?" tanya Kai.
"Bulan maduku harus ku tunda Kai...ada hal yang lebih penting...Aku dan Ezra menemukan sesuatu, Mega Project di menangkan oleh Leon, tapi menurut sumber yang kami dapat, Ken Leon menyuap beberapa pemerintah" rinci Charlotte.
"Tidak ku sangka, Ken berbuat seperti itu, kepada Lana pun begitu...Charlotte aku punya tugas untukmu dan Ezra, cari bukti penyuapandan kecurangan Ken" ucap Daryl.
"Baik tuan dan Soal nona Lana...ku dengar dia tinggal di penthouse tuan Ken" Charlotte menambahkan.
"Benarkah?!...aku bisa menemuinya" Kai bersemangat.
"Penjagaan yang begitu ketat, akan sulit masuk, kecuali..." ucap Charlotte.
"Kecuali...apa?" Kai penasaran.
"Aku bisa memasukkan mu ke penthouse tuan Ken dengan menyamar menjadi janitor, aku bisa membayar beberapa orang untuk mengalihkan penjagaan di Lobby penthouse, tapi...." jelas Charlotte.
"Tapi..."
"Kita harus menunggu tuan Ken berangkat ke perusahaan nya Leon Company" ucap Charlotte.
"Bantulah Romeo ku Charlotte " mohon Daryl.
"Apakah bisa hari ini?" Kai mendesak.
"Iya bisa, kau begitu bersemangat" ledek Charlotte.
"Tuan Kai...anda yakin sendirian masuk ke dalam penthouse tuan Ken sendirian?" tanya Ezra.
"Aku yakin" ucap Kai.
"Ini seragam Janitor nya, id card, dan pakailah topi dan masker agar kau tak di kenali...oh iya ini nomor penthouse tuan Ken" ucap Charlotte memberikan beberapa barang.
"Tuan Kai...berhati-hatilah, tuan Ken adalah pembuat cctv, pasti banyak cctv di penthousenya, jangan buka penyamaran anda, jika di rasa tidak aman, kami akan menunggu di luar, dan ada anak buahku di Lobby, saya tidak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi pada anda" ucap Ezra.
"Terimakasih buat kalian" ucap Kai.
Mereka pun bersiap dan berjalan menuju penthouse Ken, Kai sudah memakai seragam Janitor, topi dan masker serta membawa peralatan kebersihan.
Kai berpura-pura membersihkan lorong penthouse yang di jaga oleh beberapa orang.
"Permisi Tuan...saya mendapatkan perintah untuk membersihkan nomor 205" ucap Kai kepada penjaga penthouse Ken, yang di jaga oleh 2 orang.
"Bukankah 2 hari sekali Janitor datang membersihkan penthouse tuan Ken?, dan bisa kau tunjukkan id card dan lepas maskermu" ucap salah satu penjaga.
Tiba-tiba ada seorang wanita tua suruhan Charlotte untuk mengganggu para penjaga.
"Permisi...permisi...saya meminta tolong, antarkan ke penthouse nomor ini" ucap wanita tua itu, para penjaga saling menatap.
"Apa aku bisa masuk?" tanya Kai.
"Tolong anak muda...aku ingin bertemu anakku" desak wanita tua itu.
"Sudah sana kamu cepat masuk, kita akan membantu wanita tua ini"
Kai pun masuk ke dalam penthouse Ken, penjaga membuka kan pintunya.
Saat Kai masuk, Kai melihat sekeliling dan sembari pura-pura mengelap lemari.
"Danzel!!...cepat bersiap, sebentar lagi supir papa Ken menjemput mu di hari pertama mu sekolah" ucap Lana kepada putranya yang berlarian.
Suara Lana, batin Kai.
Danzel melihat Kai yang sedang mengelap lemari.
"Hai...kau!!" teriak bocah itu ke arah Kai.
Kai mencari arah suara dan melihat bocah usia 3 tahun tanpa mengenakan pakaian dan menatap nya.
"Iya kau...kenapa kau tinggi sekali?, kau bukan orang yang kemarin bersih-bersih ya?" Danzel mengajukan banyak pertanyaan.
"Danzel!!...pakai bajumu, maaf permisi" Lana melihat ke arah Kai yang menggunakan seragam Janitor, topi dan masker.
"Mama...aku tidak mau di antar supir, aku mau papa yang mengantarku!!" teriak bocah itu.
"Ayo cepat bersiap Danzel, jangan nakal ya" ucap Lana lembut sambil mengecup pipi putranya.
Mama???...anak ini putra Lana, dan papa nya adalah Ken, benarkah??!!, tidak mungkin...pikir Kai.
Pintu penthouse terbuka, seseorang masuk.
"Nyonya...saya supir untuk mengantar tuan muda" ucap pria itu.
Kai sibuk membersihkan sambil memperhatikan.
"Sudah sana Danzel, mama sudah siapkan makan siang, ingat jangan nakal ya...mama sayang Danzel" Lana mengantarkan putranya keluar dan menutup pintu Penthouse.
Kai menghampiri Lana dan menutup mulut Lana.
Kai membuka masker nya, Lana sangat terkejut ternyata itu Kai.
"Pakai maskermu Kai, di sini banyak cctv, aku tahu di mana tempat yang aman, ikuti aku perlahan" bisik Lana.
Lana pun berjalan di ikuti Kai di belakang.
Lana mengajak ke tempat loundry room.
"Hanya di sini Ken tidak memasang cctv" ucap Lana.
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Kai.
"Aku selalu mendengarkan pembicaraan Ken dan anak buahnya" ucap Lana.
Kai memeluk erat Lana dan menciumnya, Lana membalas pelukan Kai.
Kai melepaskan seragam Janitor nya.
Kai mengangkat Lana di pangkuannya, posisi Kai terduduk di kursi dekat mesin cuci, Lana mengangkat dressnya, Kai menciumi dada Lana dan melepas bra yang di pakai Lana. Kai menurunkan celananya dan Lana melepas underwear nya.
Lana bermain di atas pangkuan Kai, sedangkan Kai bermain di area dada Lana.
"Ahhhmm..." Suara Lana beradu dengan kencang nya bunyi mesin cuci yang menyala.
Kai memeluk tubuh mungil Lana.
Lana memeluk leher Kai dan menciumnya.
"Aaaahhhh..." teriak keduanya.
Mereka saling memeluk lemas.
"Kai...kau harus cepat pergi, penjaga Ken akan datang memeriksa mu" Lana bangkit dan memakai dress kaos nya.
Kai memakai celananya dan menarik tangan Lana.
"Aku ingin bicara padamu, sebentar saja, beri aku 10 menit, jawab pertanyaan ku, Lana...Kenapa kau sangat takut kepada Ken?, Apa yang di lakukan nya padamu?, dan apakah bocah tadi, dia anakmu dan Ken?, kalian bersama selama ini?" Pertanyaan Kai bertubi-tubi.
Kai, aku harus bagaimana?, apakah aku harus berbicara jujur semuanya kepada Kai?, tapi keamanan Danzel dan mama bagaimana?, pikir Lana dengan penuh pertimbangan.
"Kai....aku...ada yang ingin ke beritahukan padamu" ucap Lana terbata-bata.