I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 53 - Amarah Ken



"Lepaskan putraku Ken!" seru Kai yang terlihat tidak senang Danzel berada dalam gendongan Ken.


"Apa kau yakin dia putramu Kai?" Ken sinis menatap Kai.


"Ken!!!" Teriak Daryl yang datang dia antara mereka.


Terlihat tatapan marah Kai kepada Ken.


"Danzel...sini sama mama" Lana memanggil putranya.


Danzel memberontak dan Ken menurunkannya, bocah itu pun berlari ke dalam pelukan ibunya.


"Oh hai Papa..." sapa Ken kepada Daryl.


"Ups...sorry...bolehkah aku masih memanggilmu papa atau ku panggil tuan Daryl saja?!" lanjut Ken.


"Apa maumu?!" Kai menghampiri Ken dan semua anak buah Ken pun bersiap.


"Janganlah kau marah Kai, aku ke sini dengan damai" seru Ken.


"Aku sangat marah padamu!!, kau mengurung wanitaku dan putraku!!!, apa tujuanmu?" Kai mengangkat kerah baju Ken.


Anak buah Ken melihat kejadian itu, mempersiapkan diri memegang senjata mereka.


"Lepaskan aku!!" Ken menampik tangan Kai.


"Ken...hentikan semuanya, aku tidak ingin bermusuhan denganmu, kau sudah seperti putraku" Daryl melerai mereka.


"Putra...hahaha...ucapan mu sangat manis tuan Daryl, kau yang telah membuangku!!!" teriak Ken dengan amarah.


"Kau melupakan ku, setelah putramu kembali, aku seperti sampah di matamu...ya kan?, dan...kau ingin hidupmu sempurna...hahaha....aku adalah duri dalam kesempurnaan kalian, kau berharap putramu bahagia dengan wanita nya, kau berharap kalian menjadi keluarga yang paling bahagia!!!, lihat aku!!!...Lana adalah milikku sebelumnya, kau adalah papaku sebelumnya, dan seharunya kekayaan mu dan aset mu adalah milikku semuanya!!!...Semuanya!!!...karena kehadiran Kai, hilanglah semua milikku, aku tak ingin Kai bahagia, dia merebut semua milikku!!!" teriakan amarah Ken kepada Daryl.


"Aku minta maaf padamu Ken, aku menyakiti mu" Daryl menghampiri dan mendekat kepada Ken.


"Sudah terlambat...."


"Aku sudah terlanjur membenci kalian semua" lanjut Ken.


"Lawanmu adalah aku Ken, Lepaskan mereka" Kai maju ke arah Ken.


"Hm...mereka sudah milikmu semua Kai, nikmati kebahagiaan mu...oh iya Lana, apakah kau masih ingat nyonya Rowen, ibumu?" lirik Ken ke arah Lana.


"Ken kumohon Lepaskan ibuku!" Lana mendengar ucapan Ken, menangis dan memohon.


"Papa Ken jahat!!" seru Danzel menunjuk ke arah Ken.


"Apa maumu Ken?, Lepaskan nyonya Rowen!" ucap Daryl melihat tangisan Lana.


"Wah...seperti biasanya kalian adalah orang yang baik, seperti pahlawan....hahaha...hm....apa kau akan memberikan semua milikmu papa?" tanya Ken.


"Apa maumu?"


"Aku ingin semua aset Baron Company...semuaaa nya!!...aku ingin kalian miskin...hmmm....sepertinya menarik jika kalian tidak punya apa-apa, hanya punya cinta....wekkk" ledek Ken ke arah mereka.


"Baiklah...lusa kau bisa datang Ken, akan ku tanda tangani semua, semua bisa menjadi milikmu" jawab Daryl.


"Wah...benarkah?!!...tapi...keselamatan nyonya Rowen lebih penting...aku tidak ada waktu untuk lusa..."


"Hentikan Ken!!, kumohon Lepaskan ibuku!!" Lana terjatuh dan Kai melihatnya.


"Kau...." Kai mengarahkan tinjunya ke arah Ken dan Daryl menghentikan nya.


"Besok...beri waktu pada ku mempersiapkan semuanya...bagaimana bila besok?" Daryl mencoba bernegosiasi pada Ken.


"Hm...baiklah besok aku akan datang lagi bersama nyonya Rowen, siap-siaplah kalian hidup di jalanan...hahaha" seru Ken dan berpaling dari mereka dan pergi keluar.


Kai langsung berlari ke arah Lana dan memeluknya.


Kai pun memeluk keluarga kecilnya.


"Bibi...tolong bawa Lana dan Danzel ke kamarnya" seru Kai kepada tantenya dan bibi nya.


"Iya Kai"


Mereka pun membawa Lana dan Danzel yang terlihat lemas.


Kai langsung menghampiri papanya yaitu Daryl yang terduduk lemas di sofa.


"Ayah...kenapa ayah tidak ijinkan aku memukulnya?" ucap Kai terduduk di samping Daryl.


"Itu bahaya Kai...di ruangan ini tadi, ada Lana dan Danzel serta keluarga yang lain, bibi dan tantemu...saat kau ingin memukul Ken, papa melihat anak buah Ken dengan senjata lengkap bersiap dengan mudah menghabisi kita, sedangkan penjaga kita ada di luar semuanya, yang di dalam hanya beberapa" jelas Daryl.


"Hmmm...aku mengerti, lalu bagaimana rencana kita?" tanya Kai.


"Sebelum Ken datang, nyonya Leon, ibunya Ken menelepon ku, dia memberitahukan lokasi penyekapan nyonya Rowen, kita bisa menyusun rencana untuk menyelamatkan nya, dan saat aku mengulur waktu untuk lusa, Ken ingin besok...jadi malam inilah kita harus menyelamatkan nya, kita tidak punya waktu banyak Kai..." seru Daryl.


"Baiklah ayah...aku akan menelepon semuanya termasuk Charlotte dan Ezra, untuk bersiap"


"Iya Kai"


"Ayah sangat pucat, akan ku antarkan Ayah ke kamar, saat semuanya sudah berkumpul, akan ku beritahu kan rencananya kepada ayah, saat ini ayah istirahat lah" Kai mengantar Daryl ke kamarnya, Daryl yang sangat shock dengan kedatangan Ken.


Kai pun menelepon semua tangan kanan Baron Company dan menceritakan semuanya, mereka pun sepakat dan segera datang ke kediaman Daryl.


Setelah menelepon, Kai menghampiri kamar Lana.


Bibi dan tantenya melihat Kai datang dan meninggalkan mereka.


"Kau tidak apa-apa?" Kai mengusap wajah Lana.


"Aku takut Kai" lirih Lana.


Kai melihat Danzel yang sudah tertidur di samping Lana.


"Ada aku...kau tenang saja, lihat bocah itu begitu lelap, dia sangat berani...kau memiliki dua pelindung...aku akan selalu melindungimu dan membuatmu bahagia, apapun akan ku lakukan untuk kalian berdua...walaupun harus ku serah kan nyawaku" Kai menghibur Lana.


Lana memeluknya dengan erat dan Kai memegang wajah mungil Lana dan menciumnya.


"Malam ini...kita akan menyelamatkan ibumu, kau tenang saja" ucap Kai lagi.


"Aku ikut Kai" seru Lana.


"Lebih baik kau disini bersama Danzel, bibi, tante Lidya dan Ayah, demi keselamatan mu" ucap Kai.


"Aku tidak mau kehilangan mu, aku takut hal buruk terjadi padamu lagi" beber Lana.


"Oh Lana...aku senang kau khawatir padaku, aku pastikan aku akan kembali dengan selamat"


"Janji padaku Kai, kita tidak akan berpisah lagi"


"Aku janji"


"Permisi Tuan, nona Charlotte, tuan Ezra dan yang lainnya sudah datang, mereka menunggu tuan Kai" ucap penjaga.


"Ok...aku akan turun sebentar lagi" jawab Kai kepada penjaga itu dan penjaga itu pun pergi meninggalkan mereka.


"Aku akan menemui mereka, kau beristirahat lah, aku janji padamu malam ini, kau bisa bertemu ibumu" ucap Kai kepada Lana.


Lana mengangguk dan mencium Kai.


Kai pun menemui Charlotte, Ezra dan yang lainnya, mereka membicarakan rencana penyelamatan nyonya Rowen.