
Sebelumnya Kai mengikuti Lana dan melihat Lana sudah aman, Kai pun meninggalkan rumah itu, tak lama Charlotte mengagetkan Kai, dia baru keluar dari rumah Lana.
"Heii!!...Mengkhawatirkan gadismu?, dia akan baik-baik saja, kamu tenang saja" ucap Charlotte memegang pundak Kai dari belakang.
"Aku hanya memastikan dia baik-baik saja " Jawab Kai.
"Kau tahu Kai...Tuan Ken datang untuk membicarakan pertunangan mereka, aku mendengarnya dari dalam kamar nona Lana, tapi, nona Lana bilang padaku beberapa hari sebelumnya, dia ingin membatalkan pertunangan nya, dia hanya mencintaimu seorang, jadi kamu tenang saja" ujar Charlotte.
"Aku bukan khawatir soal Nona Lanaris, aku tahu kami saling menyayangi, tapi bagaimana dengan keluarganya? atau dengan kehidupan pribadinya?" ucap Kai.
"Kai...aku dan Nona Lanaris berteman sedari kecil, dulu kakek nona Lanaris mengadopsi aku dan kakakku Bobby, Kakek nona Lanaris memiliki musuh bernama Henry Leon, dia kakek tuan Ken Leon, kakek nona Lanaris orang yang dermawan sedangkan Kakek tuan Leon sebaliknya, orang serakah, pembunuh dan penjajah rakyat miskin suka mengambil lahan paksa, setelah kakek nona Lanaris meninggal, tuan Richard Rowen berteman dengan putra Henry Leon yaitu Philip Leon ayah tuan Ken, dari pertemanan itu tuan Richard Rowen malah bergabung bersama Henry Leon dan putranya Philip untuk memperluas kekuasaannya, ketiga orang kejam bersatu, banyak mengusir dan menggusur pemukiman orang-orang miskin untuk di jadikan Mall, apartment, jalan tol, tuan Richard Rowen dan tuan Philip Leon memiliki perjanjian untuk menikahkan putra putrinya yaitu tuan Ken Leon dan nona Lanaris Rowen, saat itu usia nona Lanaris 4 tahun dan tuan Ken 6 tahun, saat sekolah tuan Ken selalu menjaga nona Lanaris, dan sering berkunjung ke rumah nona Lanaris, saat berkunjung ke sini, nona Lanaris mengenalkanku pada tuan Ken, karena aku tidak sekolah dari kecil hanya menemani bermain nona Lanaris, aku tidak bisa membaca dan menulis, tapi tuan Ken membantuku dan mengajari ku, saat itu kakakku Bobby sudah remaja sering ikut tuan Richard Rowen, aku dan tuan Ken sering bersama" jelas Charlotte dan Kai mendengar kan dengan seksama.
"Apa kau menyukai tuan Ken?" tanya Kai pada Charlotte.
"Aku sempat memikirkan untuk bersama nya, tapi saat ku dengar nona Lanaris bilang waktu usia 6 tahun, ingin menjadi pengantin tuan Ken, aku sadar, akulah orang bodoh, berharap pada bulan, aku mulai menjauhi mereka, tapi Nona tidak mau berpisah denganku, dia bertanya padaku kenapa aku menjauhinya, ku bilang padanya aku menyukai tuan Ken, setelah itu nona Lana malah bilang, Charlotte aku lebih memilihmu, saat itu aku tahu nona Lanaris sangat tulus padaku, akhirnya nona Lanaris mengajakku bersekolah bersama" jawab Charlotte.
"Hingga suatu hari, ada pemberontakan dari sebuah perkumpulan, kakakku bilang pemimpinnya Pirate Baron, mereka mengincar tuan Henry Leon, Philip Leon dan tuan Richard Rowen, perkumpulan itu rumor nya persatuan orang-orang yang mereka sakiti, kelompok pirate Baron menyerang rumah tuan Henry Leon dan membuat tuan Philip Leon ayah tuan Ken meninggal dan kekeknya tuan Henry Leon terluka karena racun, dan menurut penelitian penculikan nona Lanaris ada hubungan dengan Pirate Baron, lalu karena tuan Henry Leon sudah akan tiba ajalnya, dia meminta anak angkatnya menikahi dan menjaga ibunya tuan Ken dan cucunya Ken sebagai penerus Leon Niscala Company, jadi papa tuan Ken saat ini bukan ayah kandung nya, tapi perjanjian pernikahan mereka tetap berjalan, karena memang tuan Ken mencintai nona Lanaris dan tuan Richard Rowen mendesak secepatnya mereka menikah, tuan Richard Rowen licik ingin memiliki semuanya melalui pernikahan nona Lanaris dan tuan Ken, dan ayah angkat Tuan Ken mengikuti semua perintah tuan Richard Rowen, tapi ayah angkat tuan Ken orang yang cukup baik menyayangi tuan Ken seperti anaknya sendiri dan baik pada pegawai nya, dia..."
"Charlotte!!!" tiba-tiba Bobby memanggil Charlotte yang sedang mengobrol dengan Kai.
Apa benar kata penjaga tadi?, Charlotte dan Kai ada hubungan spesial?, Charlotte sering ke kamar Kai?, ini mereka jalan berdua malam-malam begini, batin Bobby penasaran.
Bobby penasaran karena mendapat laporan dari penjaga apartment, padahal itu Lanaris yang menyamar menjadi Charlotte.
"Kai, Charlotte, kalian sedang apa?" tanya Bobby.
"Kakak mengagetkan saja, aku dan Kai sedang mengobrol" lanjut Charlotte.
"Bobby, aku ingin bertanya padamu" ucap Kai.
"Soal apa Kai?, kau begitu serius"
"Soal Perkumpulan Pirate Baron yang Charlotte cerita kan, apakah mereka yang akan menculik Nona Lanaris?" tanya Kai.
"Iya, Kai kami sempat menangkap pelaku, sebelum bunuh diri, dia bilang Pirate Baron akan menghancurkan keluarga Rowen, itu terakhir kata-kata nya, makanya penjagaan begitu ketat 3 bulan ini, aku yakin mereka sedang menyusun rencana, bukan hanya keluarga Rowen, keluarga Leon pun waspada, pengawal pribadi tuan Ken Ezra sering bertukar informasi kepada kita, mereka melindungi tuan Ken dengan ketat karena dia penerus nya" jelas Bobby.
"Kai, aku ingin bertanya padamu" lanjut Bobby.
"Apa itu?" ucap Kai.
"Apa kau dan Charlotte berpacaran?" tanya Bobby.
"Hahaha...kakak gila ya, aku dan Kai berteman saja" jawab Charlotte sambil tertawa lantang.
Kai hanya tersenyum getir, karena tahu pasti Bobby dapat kabar dari penjaga apartment karena Lana sering ke kamarnya menyamar menjadi Charlotte.
"Aku serius!" Bobby menatap keduanya.
"Charlotte dan aku hanya berteman, percayalah Bobby, baiklah, aku akan beristirahat dulu, oh iya besok aku jadi cuti satu hari untuk menemui tanteku, aku sudah meminta ijin pada nona Lanaris dan Charlotte" Kai berbicara pada Bobby.
"Baiklah Kai, tapi kau harus cepat kembali kita tetap harus waspada, beberapa bulan ini tidak ada pergerakan" ucap Bobby.
Kai pun mengangguk dan melambaikan tangannya, pergi meninggalkan Bobby dan Charlotte.
"Aku juga mau istirahat, aku lelah" Charlotte berpamitan.
"Aku dan Kai hanya teman, ok kakak, bye..aku ngantuk" jawab Charlotte sambil berlalu meninggalkan kakak nya.
Hmm..dasar kalian, apa yang mereka sembunyikan, batin Bobby.
DI RUMAH LANA SEBELUMNYA
"Lana, Papamu dan papaku sudah sepakat memajukan pertunangan kita, aku pun ingin secepatnya " desak Ken.
"Lana, Ken sudah menjadi teman kecilmu, saatnya berlanjut ke yang lebih serius lagi" Ibunya Lana membantu Ken.
"Ken...tidak mungkin aku melawan kehendak papa, tapi Lana meminta maaf pada Ken, Lana hanya menganggap Ken sahabat Lana" Lana lirih tertunduk.
"Lana!!, kamu bicara apa?!!" Ibu Lana terkejut.
"Tante..jangan salahkan Lana, mungkin ini karena aku pernah meninggalkan nya 2 tahun untuk mengembangkan perusahaan papa, Ken akan berbicara berdua dengan Lana, bolehkah tante?" ucap Ken.
"Baiklah..Tante ke kamar dulu ya" ibunya Lana meninggalkan mereka berdua untuk berbicara serius.
Ken mendekati Lana, duduk dalam satu kursi yang sama.
"Lana, apakah kau ingat?, dulu kita satu sekolah yang sama, saat umurmu 6 tahun dan aku 8 tahun, kau sering di rundung perihal papamu yang terkenal kejam, kau di juluki anak pembunuh, kau tak punya teman, aku datang menolongmu dan kita semakin dekat, hingga suatu hari kau bilang, saat besar nanti aku akan menikahi Ken, aku selalu menyimpan kata-kata mu di dalam hatiku dan sering berkunjung ke rumahmu, menghibur mu, kita semakin dekat, tapi kenapa saat ini kau berubah?, apakah ada pria lain di hatimu?, bicarakan jujur padaku atau ada sesuatu yang mengganjal di hatimu?" tanya Ken semakin penasaran.
"Aku takut menolakmu Ken, papa pasti akan marah padaku dan memukulku, karena papaku dan papa angkatmu memiliki perjanjian pernikahan Kita, tapi Lana sadar, aku tidak akan memaksakan hatiku mencintaimu, Lana merasa itu hanya cinta kekaguman padamu saat masih kecil, semakin dewasa rasa itu menghilang dan Lana hanya menganggap mu sahabat, maafkan Lana, Ken" ujar Lana.
"Hmmm...sekarang Aku mengerti, tapi...aku tidak akan mudah menyerah begitu saja, kedua orangtua sudah sepakat, jadi mungkin kita tidak bisa mundur lagi, aku pasti mendapatkan mu Lana, dan satu lagi, apakah saat ini pria dihatimu adalah bodyguard barumu itu?, beritahukan dia untuk lebih waspada, dan jangan bermain api" Ken bangkit dan meninggalkan Lana dengan senyuman sinis yang menakutkan. Lana tertegun gemetar.
Apa maksud Ken?, apa dia tahu tentang aku dan Kai?, apa dia mencoba mengancam?, aku harus beritahukan Kai, batin Lana ketakutan.