I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 35 - Kabar Lanaris



"Mah...apa sudah di berikan kepada Adam?" tanya Lana.


"Sudah sayang...dokter pun sudah datang untuk memeriksamu...kamu tidak usah khawatir pasti Kai sudah di amankan" jawab mamanya.


"Permisi nyonya Rowen, Dokter sudah datang" ucap salah satu penjaga rumah Rowen.


"Dokter...silahkan" ajak nyonya Rowen.


"Hallo Nyonya selamat siang dan Nona Lanaris, apa kabar?...Nyonya Rowen menelepon soal keadaan anda Nona...boleh saya periksa...karena saya lihat anda pucat sekali...sepertinya HB anda rendah" ucap Dokter pribadi keluarga Rowen.


"Silahkan Dok" Lana terduduk di samping nakas tempat tidurnya.


"Hmm..." Dokter terheran.


"Nona...kapan terakhir anda datang bulan?" tanya Dokter.


"Saya tidak ingat dok...mungkinkah?" Lana mengernyit dan sudah mengerti maksud dokter, Lana adalah mahasiswi Kedokteran dan mengambil strata 2.


Nona Lanaris belum menikah, sepertinya dia hamil, pikir dokter.


"Nona...tolong cek air seni anda"


"Baik dok" ucap Lana sembari pergi ke kamar mandi membawa test peck dari dokter.


"Ada apa dok?" tanya Mamanya Lana penasaran.


Tiba-tiba Richard Rowen datang dengan beberapa anak buahnya keluar dari tempat berunding mereka dan melihat ke arah kamar tidur Lana, Richard penasaran ada dokter di sana.


"Kalian keluar saja" perintah Richard kepada para anak buahnya.


"Baik tuan" mereka pun meninggalkan Richard.


Richard berjalan ke kamar Lana.


"Sepertinya Nona Lanaris hamil" ucap Dokter.


"Apa?!...benarkah?!!" Richard yang mendengar pun langsung menghampiri dokter tersebut.


"Selamat siang tuan Rowen" sapa dokter.


"Benarkah putri saya hamil?" Richard bertanya lagi untuk memastikan.


Lana keluar dari kamar mandi, melihat Richard sudah berdiri di sana, dia sangat ketakutan, karena hasil dari test peck di tangannya adalah positif.


"Nona...bisa saya lihat hasilnya?" ucap Dokter.


"Hmmm..." Lana ragu-ragu memberikan hasil test peck itu.


Dokter melihat hasilnya.


"Benar tuan...anda akan memiliki cucu" ucap Dokter dengan senang.


Tanggapan Richard yang dingin, membuat Dokter ketakutan.


"Nona...saya berikan vitamin jaga kesehatan nona, saya permisi Tuan, nyonya dan Nona" Dokter pun segera angkat kaki dari kamar Lana.


Dokter pun sudah keluar dari kediaman Rowen.


"Apakah ini anak dari Kai Silas?" tanya Richard ke arah Putrinya.


Lana hanya tertunduk.


"Kau membuat nya takut Richard" mamanya menengahi mereka.


"Kau tidak tahu, Kai sudah mati" ucap Richard sinis.


"Tidak papa...aku tahu Kai masih hidup"


"Kau tahu?!!!...Dari mana kau tahu?!!!"


"Richard....itu tidak penting, kau harus berbahagia putrimu mengandung seorang bayi" Mamanya memotong.


"Bukan bayi dari keluarga Silas...kau mengandung dengan pengkhianat, perampok, orang rendahan" ucap Richard.


"Papa....Aku mencintai Kai, bagiku mereka bukan orang rendahan yang papa bilang, mereka orang baik, mereka pun bukan perampok, papa lah yang perampok, papa selalu merebut milik orang lain dengan paksa, papa seorang pembunuh, papa jauh lebih rendah dari mereka" ucap Lana sambil menangis.


Plak!!!


Richard menampar wajah putri nya.


"Lana...jangan harap kau bisa bertemu dengan Kai???!!...Selamanya...Kai akan ku bunuh malam ini!!!" ucap Richard pergi meninggalkan mereka.


"Lana...lana...kau tidak apa-apa?" Nyonya Rowen menghampiri putrinya.


Semoga Kai selamat, pikir Lana.


Lana terisak terduduk di karpet kamarnya.


"Panggil Adam!! bawa ke ruanganku" teriak Richard kepada para penjaga rumahnya.


Mereka pun segera mencari Adam.


Apakah Adam masih berkomunikasi dengan Charlotte?, Adam adalah tangan kanan Bobby, akan ku tanyakan padanya, kenapa Lana tahu Kai masih hidup, batin Richard.


"Tuan..memanggil saya" Adam yang merasa ketakutan karena tetiba Richard memanggil nya.


"Apakah kau masih berkomunikasi dengan Charlotte?" tanya Richard.


"Maksud tuan?!"


"Jangan bodoh Adam, aku tahu kau memberikan informasi kepada putriku kalau Kai masih hidup"


"Saya..hanya..."


"Jadi benar, kau masih berkomunikasi dengan Charlotte"


"Tidak tuan..."


Semoga tuan Richard tidak tahu, kalau rencananya malam ini menyerang Baron sudah di bocor kan oleh nyonya Rowen dan sudah ku sampaikan pada nona Charlotte, batin Adam.


"Pembohong!!!!"


Dor!! Dor!!!


Richard dengan mudahnya membunuh Adam.


"Kalian semua!!!...bersiap kita akan menyerang Kelompok Baron!!!" teriak Richard kepada seluruh anak buahnya.


"Baik tuan!!!!"


Richard dan seluruh anak buahnya bersiap untuk pergi menyerbu ke kediaman Daryl Silas.