
Marlin mengantarkan Lana kepada Kai, karena Lana ingin ikut Kai bertemu dengan tantenya, Mereka bertiga pun bertemu di suatu tempat yang sudah mereka rencanakan sebelumnya.
"Kai..berhati-hati ya, jangan terlalu lama" ucap Marlin kepada Kai sembari mengantarkan Lana turun dari mobil.
Marlin mengantarkan Lana, karena Lana ingin ikut Kai bertemu tantenya.
"Aku bodyguard nya Marlin, aku pasti menjaganya, terimakasih sekali, Marlin" jawab Kai.
"Karena Bobby tahunya kamu cuti hari ini, dan Nona Lana tanggung jawab ku, dan mereka tidak tahu nona Lana ikut denganmu menggunakan motor" Marlin menegaskan sekali lagi.
"Baik, akan ku jaga nona Lanaris, tanpa tergores sedikit pun, bagaimana pun dia orang yang ku sayangi, Marlin terimakasih semua bantuan mu, aku tidak akan melupakan nya" Kai tersenyum ke arah Marlin.
"Iya Kai, akupun pernah jatuh cinta, aku tunggu kalian di sini maksimal 2 jam, berhati-hati lah" Marlin melambaikan tangan dan Kai mengangguk lalu berjalan menuju motornya, karena Lana sudah menunggu di motornya.
Selain Charlotte, Marlin lah yang tahu perihal hubungan mereka berdua. Kai semakin dekat dengan Marlin, Kai sering bercerita kepada Marlin. Kai sudah menganggap Marlin seperti kakaknya sendiri.
"Hati-hati Nona!" teriak Marlin ke arah Lana.
Lana pun tersenyum ke arah Marlin girang. Dan bersiap menggunakan helm nya.
"Kai, aku tak bisa memakai nya" Lana kesulitan memakai helm.
Kai pun tersenyum, dan memakai kan helm kekasihnya, dan mereka berdua bersiap berangkat.
"Kai, aku boleh memeluk mu?, aku agak takut" tanya Lana.
"Tentu saja" Kai menoleh tersenyum.
Kai menarik tangan kekasihnya untuk memeluk pinggang nya.
Hmmm..Lanaku, kau sudah melihatku tanpa pakaian, tapi masih saja selalu meminta ijin untuk melakukan sesuatu. Pikir Kai.
"Kai pelan saja ya" bisik Lana.
Kai pun mengangguk. Dan menyalakan motornya, pergi meninggalkan Marlin yang menunggu di bawah pohon besar.
Dalam perjalanan Kai dan Lana pun berbincang.
"Kai"
"Hm?"
"Aku Khawatir Ken akan menyelidikinya dan memberitahukan papa" Lanjut Lana.
"Apa Lana siap menghadapi semua bersamaku?" tanya Kai sembari tangan kirinya menggenggam tangan Lana yang melingkar di pinggang nya.
"Aku mau bersama Kai" jawab Lana.
"Hmmm...aku akan selalu bersamamu, akan ku hadapi, asal Lana selalu ada untuk Kai" ucap Kai.
"Aku tidak mau berpisah darimu, tapi papa pasti akan melakukan segala cara" Lanjut Lana.
"Lana...aku memilikimu adalah sebuah keajaiban, kau tak melihat dari mana aku berasal, kita sangat berbeda tapi kau memilihku, kau salah satu orang paling penting dalam hatiku, kau cinta pertama ku, keajaiban itu akan ku jaga agar tidak hilang, bagaimana pun caranya, dengan nyawaku pun aku bersedia" ucap Kai sambil sesekali memalingkan wajahnya ke arah Lana.
Lana pun memeluk Kai semakin erat.
"Apa Kau mendengar nya?, aku ingin Lanaku tidak usah khawatir dan takut lagi" Kai menenangkan Lana.
Lana pun mengangguk dan menyandar kan badannya semakin menempel pada Kai.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka, Kai dan Lana tampak begitu bahagia.
Tak terasa 30 menit perjalanan mereka, Sampailah mereka di rumah tante Lidya, Kai melihat sudah ada Mario dan ibunya, karena sebelumnya Kai sudah menelepon mereka.
Kai pun memarkirkan motornya dan Lana pun turun dari motornya. Lana begitu canggung.
"Kai, aku gugup" bisik Lana sembari melepaskan helmnya.
"Ada aku, tidak apa-apa " Kai mengusap pipi Lana.
"Ayo.." Kai menarik tangan Lana pelan.
"Kai...!!!" Mario menyambut mereka.
Kai pun menghampiri nya dan memeluk sahabat nya, mata Mario melihat ke arah Lana.
"Nona Lana!!!, wah, kalian..." Lana hanya tertunduk mendengar Mario menyapa nya.
Mendengar teriakan Mario, bibi dan tante Lidya pun keluar.
Mereka semua saling bertatapan, dan tersenyum riang menyambut Kai dan Lana dan menyuruh mereka masuk.