I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 10 - Berpamitan



~Malam Hari~


"Hallo..Nona Charlotte..ini Kai, apakah tawaran menjadi bodyguard Nona Lanaris masih berlaku?" Kai menelepon Charlotte.


"Tentu saja, Apakah kau berminat Kai?" Charlotte menjawab di telepon.


"Aku berminat, apa yang harus aku lakukan?" tanya Kai kembali.


"Datang ke kantorku besok, catat alamatnya, Nona Lanaris pasti akan senang mendengar ini" Charlotte tidak sabar memberitahukan kepada Nona nya.


" Apakah boleh aku datang setelah makan siang?" jawab Kai singkat dan mencatat alamat kantor Charlotte yaitu alamat kantor ayah Lanaris.


"Aku tunggu jam 2 siang, Kai"


"Baiklah" Kai menutup teleponnya.


Mulai saat ini, aku akan bekerja dengan keras untuk menyembuhkan tante Lidya dan membalas kebaikan bibi dan Mario, besok pagi aku akan berpamitan pada bibi dan Mario lalu menjemput tante Lidya dari Rumah Sakit dan ke kantor Nona Charlotte, pikir Kai memantapkan hati.


~Pagi Hari~


"Kau jadi pergi Kai?" tanya Big pada Kai.


"Iya..aku tak ingin ketergantungan pada Mario lagi, aku akan meminta maaf padanya soal rumah tangganya, semoga dia mau memaafkanku" ucap Kai.


"Itu bukan salahmu Kai dan Apa rencana mu hari ini?" tanya Big lagi.


"Aku akan ke Rumah bibi lalu ke rumah Mario, aku yakin dengan insiden kemarin Mario tidak akan datang ke bengkel, dia pasti masih marah padaku, setelah itu aku akan menjemput tanteku dari Rumah Sakit" jelas Kai.


Kai pun berpamitan pada Big dan pergi membawa tas ransel kecil beserta motor antique pemberian Mario.


Sampailah Kai di rumah ibunya Mario.


"Pagi Bi" Kai sudah sampai di rumah ibunya Mario dan melihat bibinya sedang menyapu halaman rumahnya.


"Kai...masuk sini" Bibi langsung menaruh sapunya dan menyuruh Kai masuk ke dalam rumah.


"Kai..kau akan menjemput Lidya siang ini dari Rumah Sakit?" lanjut ibunya Mario.


"Iya bi..sebenarnya Kai ke sini ada yang perlu Kai bicarakan pada bibi" Kai tertunduk.


"Kai..apakah soal Mario dan Rose?, bibi sudah dengar dari Mario, bibi tidak percaya itu, Kai, kau anak yang baik tidak mungkin berbuat hal yang buruk" Bibi percaya Kai tidak bersalah.


"Terimakasih bi, sudah mempercayai ku, aku tidak ingin merusak rumah tangga Mario ataupun mengkhianatinya, oleh karena itu, aku tidak ingin menyusahkan bibi dan Mario lagi..Kai...ingin berpamitan pada bibi" Kai menjelaskan semua niatnya.


"Bibi..trimakasih atas segala nya, bibi sudah seperti ibukku sendiri, Kai sangat berhutang kepada bibi dan Mario, aku akan pulang menengok bibi dan tante Lidya satu bulan sekali, aku doakan bibi selalu sehat" Kai memegang tangan ibunya Mario dan terisak membuat ibunya Mario pun ikut terisak dan mengelap air matanya dengan tangan satunya.


"Kai...ibumu dulu selalu membantuku, kalau tidak ada ibumu kami kelaparan, kau juga seperti putraku, saudara Mario, bibi akan membantu mu menjaga Lidya, kau hati-hati ya Kai, selalu ingat kau di terima di sini, bibi berdoa kau selalu dalam keadaan baik-baik saja" Bibi menarik Kai dalam pelukannya.


"Baiklah bi..Kai pergi ya" Kai pun bangkit melepaskan pelukan ibunya Mario dan pergi meninggalkannya.


Baiklah, aku sudah berpamitan pada bibi, aku akan ke rumah Mario untuk berpamitan pada Mario, setelah itu menjemput tante Lidya dan terakhir pergi ke alamat kantor yang sudah di berikan Charlotte, rencana Kai dalam hati.


Kai pun berjalan menggunakan motor antique pemberian Mario dan pergi menuju rumah Mario.


Knok! Knok !


Kai mengetuk rumah Mario, lalu pintu rumahnya pun terbuka.


"Hmmm...apa maumu Kai?, berani sekali datang ke rumah ku, setelah pengkhianatan yang kau lakukan" ucapan sinis Mario kepada Kai.


"Mario, aku sahabat mu, aku takkan pernah mengkhianati mu, aku berhutang banyak padamu, aku bersumpah tidak akan pernah mengkhianati mu, terserah kau percaya padaku ataupun tidak, terserah apabila kau membenciku dan tidak memaafkanku, tapi Mario kaulah sahabat ku satu-satunya, kau saudaraku, aku rela mati untukmu" Kai memohon bersujud di hadapan sahabat nya.


"Aku tak perduli Kai, apa yang kau lakukan pada Rose ku kemarin sungguh membuatku marah" Mario tetap tidak memperdulikan Kai.


"Aku mohon maaf padamu sungguh itu suatu kesalah paham an, aku tak akan mungkin menyentuh istri mu, aku tidak menyukainya Mario, sama sekali tidak, aku mencintai wanita lain, aku menyukai Nona Lanaris bukan istrimu, aku bersumpah " Kai menjelaskan semuanya.


"Benarkah yang kau katakan?, kau tidak menyukai Rose ku?" Mario mengangkat Kai untuk bangkit dan Kai menggeleng kan kepalanya.


"Aku ingin kau memaafkan ku agar aku bisa pergi dengan tenang dan aku tidak ingin bertengkar denganmu" ucap Kai tertunduk.


"Kau akan pergi?!" Mario terhentak.


"Iya aku ke sini hanya ingin berpamitan dan meminta maaf padamu atas kesalah paham an itu, aku takut kehilangan sahabat ku dan aku ingin mengembalikan semua yang sudah kau berikan, ponsel dan motor antique ini, aku tak berhak atas kebaikanmu lagi, aku tak ingin bergantung padamu lagi" Kai memberikan ponsel dan kunci motor yang sudah di berikan Mario padanya.


"Kai..ke mana kau akan pergi?, aku memaafkan mu Kai, jangan pergi, aku pun tak ingin kehilangan mu lagi, kau seperti saudaraku, aku ingat dulu ibumu selalu membantu ibukku, jadi kita impas, aku memberikan semua ini untukmu, dan aku ingin kau memiliki nya" Mario memegang tangan Kai dan memberikan kembali ponsel dan kunci motor kepada Kai.


"Aku akan memulai hidupku dari awal, aku tak mau selalu menyusahkanmu, kau sudah memiliki hidupmu Mario, kini saatnya aku berpetualang mencari jalan hidupku, aku berharap kau bahagia, dan ini barang-barang ini terimakasih sekali lagi Mario " Kai memeluk Mario dengan erat.


"Baiklah Kai, akupun ingin kau bahagia, kejarlah kebahagiaan mu, aku selalu mendoakan dan mendukung mu sobat, aku juga meminta maaf padamu atas kemarahan ku kemarin dan seringlah berkunjung kemari" Mario pun membalas pelukan Kai.


"Aku akan berkunjung pasti" Kai pun melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan sahabatnya itu dengan perasaan lega.


Kai pergi menggunakan motor antique nya ke Rumah Sakit untuk menjemput tante Lidya.