
"Permisi...Permisi!" Suara seorang wanita datang ke bengkel Mario, menggunakan jas rapih berwarna putih, inner hitam dan rok hitam, berambut panjang bergelombang, rapih dan cantik.
Mario yang sedang sibuk mengobrol dengan pelanggan, sedangkan Big sedang asik memperbaiki motor, mereka menghiraukan suara wanita tersebut karena jarang wanita datang ke bengkel Mario, dan bengkel motornya terlalu berisik.
Tiba-tiba Rose datang membawa makan siang dan memperhatikan perempuan itu.
"Hallo, ada yang bisa saya bantu?" tanya Rose menepuk pundak perempuan rapih itu dari belakang.
"Saya bisa bertemu dengan pemilik bengkel ini?" tanya perempuan itu.
"Pemilik bengkel ini suami saya, ada apa ya?" tanya Rose penasaran sembari melihat sinis.
"Ada yang perlu saya sampaikan " jawab perempuan itu.
"Hmmm...baiklah, ikut aku ke dalam" ajak Rose malas.
Mario tertegun ada wanita cantik masuk bersama Rose, berpakaian rapih.
"Mario ada seorang wanita mencarimu!" teriak Rose kesal. Dan Mario pun menghampiri Rose dan perempuan itu.
"Bisa saya bantu?, ada apa datang ke bengkel saya ?" tanya Mario yang langsung menghampiri wanita itu.
"Bisa kita bicara di luar?, di sini terlalu berisik" ucap wanita itu.
Mario pun mengikuti wanita itu untuk keluar bengkel. Rose menatap penuh amarah dan ikut mendengarkan di belakang Mario.
"Hmm...ada apa ya?" tanya Mario lagi.
"Nama saya Charlotte, saya assistant Nona Lanaris Rowen " perempuan itu memperkenalkan diri.
"Oh iya Nona muda itu, yang kejadian 2 bulan lalu, apa Nona muda baik-baik saja?, ada perlu apa ya mencariku?" Mario bertanya-tanya, untuk apa orang kaya dari kota ini datang ke daerah kotor dan kumuh?, apa mau berterima kasih soal insiden 2 bulan lalu, pikir Mario.
"Saya panggilkan Nona Lanaris di mobil, ada yang ingin ia sampaikan" Charlotte berjalan ke arah mobil limousine hitam dan membukakan pintu, dan Lanaris turun dari limousine nya.
Lanaris menghampiri Mario dan tersenyum ke arahnya.
"Hallo Nona Lanaris apa kabar?" tanya Mario sambil tersenyum.
"Hallo..terimakasih waktu itu sudah menyelamatkan ku" ucap Lana kepada Mario.
"Tunggu bagaimana kau bisa tahu aku mempunyai bengkel?, kau tidak lupa selama 2 bulan ini daerah ini?, kau kan hanya semalam di tempat ibuku dan itu gelap?, dan kenapa mencariku?" Pertanyaan Mario begitu banyak karena dia sangat penasaran.
Lana hanya tersenyum melihat wajah yang penuh tanda tanya Mario.
"Aku tahu dari team ku, aku meminta beberapa orang untuk mencari daerah tempat limousine ku tertabrak, mereka langsung menelusurinya, dan 2 bulan ini pengamananku sangat ketat aku bahkan tidak bisa keluar rumah dan berkuliah" jawab Lana.
"Nona maaf jangan terlalu terbuka" tiba-tiba Charlotte mendekati Lana dan berbisik.
"Tidak apa-apa Charlotte mereka orang baik" jawab Lana ke assistant nya. dan Charlotte pun mundur berdiri di belakang Lana kembali.
"Oh tidak heran..Lalu ada perlu apa ya?" tanya Mario lagi.
"Iya team ku beberapa hari lalu berkeliling daerah sini untuk menanyakan soal Kai, dan orang-orang bilang Kai bekerja di bengkel ini" ucap Lana lagi.
"Hah...yang kau ingat hanya Kai?, kau tidak ingat padaku?, aku juga kan menyelamatkan mu, maaf bercanda" keluh Mario sambil terkekeh.
Rose di belakang Mario menatap Lana dari atas sampai bawah seperti ingin memakannya.
"Maaf, hmmm..apa Kai ada?" tanya Lana langsung.
"Jadi hanya mencari Kai?, sungguh mengecewakan, maaf aku hanya bercanda, hahaha, Kai sedang ke Rumah Sakit" ledek Mario.
"Apa dia sakit?, dia tidak apa-apa?" Lana panik.
"Kenapa Kau panik?, sepertinya Nona muda sering memikirkan Kai, hahaha, Kai baik-baik saja, dia hanya menjenguk tantenya, hanya sebentar, mungkin sebentar lagi sampai, kau tunggulah dulu" Mario senang sekali meledek Lana.
"Hmmm..baiklah" Sikap Mario membuat Lana tertunduk malu dan memerah.
Tak berselang Kai pun datang menggunakan motor antique nya.
"Kai...wah sang pangeran sudah datang" teriak Mario membuat semua orang menoleh ke arah Kai.
Semuanya melihat ke arah Kai yang sedang memakirkan motornya dan melepas jaket serta helm.
Hmm...Pria ini, auranya sangat kuat, wajahnya lumayan, tidak heran Nona Lana mencarinya, batin Charlotte.
"Hallo Kai.. apa kabar?" Lana tertunduk menyapa Kai.
"Iya.. aku baik-baik saja" Kai pun tertunduk di depan Lana.
"Hai..kalian berdua ini malah saling menunduk, apa kalian saling menyukai?" ledek Mario kepada temannya.
"Nona kita tidak punya waktu banyak" Charlotte membisikan pada Lana.
"Hmm...Kai bisa kita bicara berdua? di dalam mobilku" Lana memaksa.
"Nona..." Charlotte memegang tangan Lana.
"Tenang Charlotte aku hanya sebentar dan aku aman bersamanya" jawab Lana.
"Tenang Nona assistant, temanku itu baik kok, biarkan mereka berdua berbicara" Mario ikut bicara.
Lana menarik tangan Kai, mereka berbicara di dalam mobil limousine Lana.
Rose kesal melihat kejadian itu.
Saat di dalam mobil.
"Kai..maaf mengganggu mu, boleh aku bertanya sesuatu?, apa kau bisa ikut bersamaku?, papa ku dari kemarin mencari bodyguard baru untukku, tapi aku ingin kamu jadi bodyguard ku, dengan keahlian beladiri mu, aku yakin kau bisa menjagaku, soalnya papa bilang kita tidak tahu motif penculikan waktu itu, kemarin banyak bodyguard yang sudah di tawarkan papa, tapi aku mau Kai yang menjagaku" ucap Lana berharap dan tanpa basa basi.
"Aku tidak bisa saat ini, tanteku sedang di rawat di Rumah Sakit, butuh penanganan khusus dan aku harus mendampingi nya" jawab Kai.
"Hmm...tapi Lana hanya mau Kai" ucap Lana lirih.
"Tanteku sakit parah, mungkin aku belum bisa mengabulkan keinginan mu" Kai lesu.
"Kalau Lana boleh tahu, tante Kai sakit apa?" tanya Lana.
"Kanker paru-paru stadium 4a" jawab Kai singkat.
"Apakah Kai membutuhkan banyak biaya?, Lana bisa bantu" Lana memaksa.
"Tidak, aku sudah menanganinya, berkat bantuan sahabat ku Mario, untuk masalah bodyguard, aku masih bekerja di tempat sahabat ku, di sini, jadi mungkin belum bisa aku jadi bodyguard mu saat ini" jawab Kai.
"Hmm..baiklah, tapi apabila kau berubah pikiran, aku suruh Charlotte untuk meninggalkan kartu namanya, kau bisa menghubungi nya" ucap Lana menatap ke arah Kai yang duduk di hadapan Lana, Lana mendongak ke arah wajah Kai.
Kai pun menunduk ke arah Lana, mereka bertemu mata dan langsung menghindari tatapan keduanya, dan memerah.
"Maaf aku mengecewakan mu" Kai tiba-tiba berbisik ke telinga Lana. Membuat Lana merinding dan tersipu, lalu Kai beranjak turun dari limousine Lana dan Lana pun mengikuti nya.
Lana menghampiri assistant nya Charlotte.
"Kalian sudah berbincang?, bagaimana Nona?" tanya Charlotte.
"Tidak hari ini...Charlotte tolong berikan kartu namamu pada Kai, siapa tahu dia berubah pikiran " perintah Lana pada assistant nya.
"Baik nona" Charlotte mengeluarkan kartu namanya lalu di berikan pada Kai.
"Terimakasih sudah menerima ku hari ini" ucap Lana tersenyum ke arah Mario.
"Iya Nona, sering-seringlah ke bengkelku untuk menengok Kai " ledek Mario pada Lana.
Lana pun pergi meninggalkan mereka.
"Kai...sepertinya Nona muda menyukaimu" Mario melihat ke arah Kai.
"Tidak mungkin, gadis kaya seperti dia menyukai Kai, kalian terlalu banyak berkhayal" tiba-tiba Rose sangat ketus.
"Rose..kata-kata mu sungguh buruk" Mario melotot ke arah istrinya itu.
"Kenyataannya begitu, kalian terlalu berkhayal, sudah aku pulang saja, tidak ada gunanya aku di sini" Rose pun pergi meninggalkan mereka semua.
"Kai...sudah jangan di pikirkan kata-kata Rose, kalau kau menyukai nya, dan sepertinya Nona muda pun menyukai mu, di lihat dari tatapannya, tidak perduli kaya atau miskin, cinta pasti akan menguat kan" Mario memberi semangat Kai.
"Terimakasih mario" lanjut Kai.
Mereka pun berbincang tentang kejadian tadi.