I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 33 - Pesan Rahasia



"Ezra...bangun, hari ini tugas pertama kita, mencari informasi tentang nona Lanaris" Charlotte membangunkan kekasihnya yang masih terlelap.


"Emmm...." Ezra mulai membuka mata.


"Hei...tukang tidur, mau sampai kapan kau masih ingin tidur?!!!" Charlotte menarik selimut yang menutupi badan Ezra tanpa sehelai kain pun.


Ezra menarik tangan Charlotte ke tempat tidur dan memeluknya.


"Ezra...sudah...aku sudah mandi!"


"Kau tahu...di pagi hari laki-laki sangat berhasrat tinggi" bisik Ezra di telinga Charlotte.


"Aku sudah mandi...aww...Ezra kamu nakal!, tadi malam kan sudah!" Ezra melepaskan bathrobe Charlotte.


Ezra seperti tidak perduli dengan perkataan Charlotte dan tetap melanjutkan aksinya untuk melampiaskan hasratnya.


Setelah selesai dengan kemesraan mereka, mereka pun mandi dan bersiap menjalankan tugas yang di berikan Daryl kepada mereka.



...(pic. by pinterest)...


(deskripsi Charlotte dan Ezra)


Tugas mereka adalah mencari informasi keadaan nona Lanaris dan mengabarkan keadaan Kai.


Mereka tahu pasti, penjagaan kediaman Rowen pasti sangat ketat.


Sampailah mereka di kediaman Rowen.


"Ezra...jangan parkir terlalu dekat....lebih baik lebih jauh sedikit 100 m, dari rumah Rowen" ucap Charlotte.


Ezra pun mengikuti saran kekasihnya.


"Bagaimana kita mendapatkan informasi?" tanya Ezra sembari memakirkan mobil yang mereka tumpangi.


"Ada beberapa bawahan Bobby yang masih bekerja di sini, aku sudah menelepon nya, mungkin sebentar lagi datang" ucap Charlotte.


"Charlotte..."


"Hmmm"


"Apa kau masih ingin membalaskan dendammu bila bertemu Richard Rowen?" tanya Ezra.


"Iya...aku ingin menembak kepalanya dan menginjak tubuhnya" ketus Charlotte.


"Apa aku boleh meminta sesuatu?...aku ingin kau melupakan itu, kau tidak pantas mengotori tanganmu untuk orang seperti Richard Rowen" beber Ezra.


"Aku sangat membencinya"


"Ya aku tahu...tapi ada aku di sini, berhadapan dengan Richard Rowen sangat berbahaya, aku takut kau akan terluka...berjanji padaku, saat ini lupakan kejadian itu, tuan Daryl mempunyai rencana untuk menghukum Richard Rowen" lanjut Ezra sambil memeluk erat kekasihnya.


"Iya...iya kamu tenang saja...memang apa rencana tuan Daryl?" Charlotte penasaran dan membalas pelukan Ezra.


"Tuan Daryl ingin agar Richard tidak kebal hukum, tuan Daryl mencari informasi siapa saja yang sudah Richard suap dari pihak kepolisian dan keamanan negara, saat ini kami sudah mulai mendapatkan titik terang, dan beberapa dari mereka sudah di kenai sanksi, jadi sebentar lagi Richard tidak akan memiliki pendukung, dan tidak semena-mena membunuh seseorang, siap-siap dia di penjara dengan banyak pasal" Ezra menjelaskan.


"Benarkah?!, aku bisa bernafas lega"


Saat mereka berbicara, tetiba pintu jendela di ketuk seorang pria kurus memakai jas hitam.


"Nona...nona Charlotte" Panggil pria itu kepada Charlotte, dan mengetuk kaca jendela mobil.


"Hai Adam" sapa Charlotte dan membuka kaca jendela mobil.


"Nona apa kabar?, Syukurlah anda selamat, aku turut menyesal atas kejadian tuan Bobby, saat itu aku tidak ada di gudang, sepertinya tuan Richard sengaja menyibukkan kami selaku anak buah tuan Bobby untuk berjaga di rumahnya" ucap pria bernama Adam itu.


"Aku baik...tuan Daryl yang menyelamatkan ku, dia sangat baik" jawab Charlotte.


"Nona...aku tidak bisa berlama-lama, aku tidak mau bernasib naas seperti yang lain, anak buah tuan Bobby dari 13 orang hanya tinggal kami berlima, aku harus hidup demi keluarga ku, jika boleh....kami ingin ikut nona Charlotte bekerja pada tuan Daryl, oh iya Marlin terbengkalai di Rumah Sakit, setelah ada yang memberitahukan kepada tuan Richard bahwa Marlin dekat dengan Kai, Bagaimana keadaan Kai?, saya dengar dia pun tertembak saat itu" ucap Adam.


"Aku akan menjemput Marlin di Rumah Sakit dan kalian semua, aku janji, tapi aku punya tugas untuk mu, Adam...Kai saat ini koma, aku ingin tahu kabar nona Lanaris?" tanya Charlotte.


"Nona Lanaris keadaan nya kurang baik, jarang aku melihatnya, dia selalu di dalam kamar, aku sering mendengarnya menangis, hanya nyonya Rowen yang bisa masuk ke kamarnya memberikan makan" jelas Adam.


"Hmmm...kasian nona Lanaris, Adam...tugasmu adalah berikan pesan rahasia ini kepada nona Lanaris, bahwa kami akan menjemput nya lusa, untuk menengok keadaan Kai, beritahukan padanya keadaan Kai saat ini, aku mohon padamu Adam, berikan pesan ini dengan sangat berhati-hati, lusa aku akan menjemput nona Lanaris" ucap Charlotte.


"Baik, aku harus bergegas pergi, akan ku sampaikan pesan rahasia ini" Adam pun berlalu meninggalkan mobil mereka.


"Kau yakin akan berhasil?, soal penjemputan nona Lanaris lusa?" tanya Ezra dan mulai menyalakan mobilnya.


"Nona Lanaris pasti punya cara, untuk bertemu Kai, oh iya setelah ini aku ingin menjenguk Marlin dan membawa nya bekerja pada tuan Daryl...kau tahu Ezra?...Marlin tertembak oleh bawahanmu, saat kejadian penculikan terakhir, saat itu nona Lanaris tidak ada karena dia ikut Kai menjenguk tantenya, kalian bermain senjata...itu sangat berbahaya!!!" gertak Charlotte.


"Iya...saat itu kesalahan fatal, aku langsung memecat Leo, orang yang menembak Marlin, lalu Leo sepertinya berkhianat padaku dan saat ini dia bekerja pada tuan Ken" ucap Ezra.


"Bagaimana kabar tuan Ken ya?, sepertinya tuan Daryl sengaja memberikan saham Leon untuknya, tuan Daryl memang baik"


Saat mereka berjalan, tiba-tiba ada mobil berhenti di hadapan mereka.


Ezra pun langsung mengerem mendadak.


"Hei...berandalan ini!!" umpat Charlotte.


Turun seorang pria dari mobil depan.


"Leo..." ucap Ezra.


Selain Fred, tangan kanan Ken adalah Leo, mantan anak buah Ezra, sebenarnya Leo tahu tentang Kai sebagai the executor, dan Ken mendapatkan informasi soal Kai adalah dari Leo, yang mendatangi penjara tempat Kai dan Leo, menyembunyikan documents pribadi Kai dari Daryl dan di berikan pada Richard saat itu.


Pria bernama Leo itu menghampiri mobil mereka, dan mengetuk jendela tempat Charlotte duduk.


"Jangan kau buka, mungkin berbahaya" ucap Ezra.


"Tidak apa-apa, sepertinya dia tidak bersenjata"


Charlotte pun membuka jendela nya.


"Hallo Ezra...apa kabar?, maaf mengganggu kalian, tapi tuan Ken ingin berbicara berdua dengan nona Charlotte" ucap pria yang bernama Leo itu.


"Charlotte...aku akan menemanimu" ucap Ezra.


"Tuan Ken hanya ingin bertemu dengan nona Charlotte" Leo menegaskan sekali lagi.


"Apa kalian bersenjata?" tanya Ezra Karena khawatir pada kekasihnya.


"Kami tidak akan melukai nona Charlotte, tuan Ken hanya ingin berbicara empat mata" ucap Leo.


"Ezra...aku bisa menjaga diriku, aku penasaran apa yang ingin tuan Ken sampai kan padaku" Charlotte menenangkan Ezra dengan memegang tangannya.


"Aku akan baik-baik saja" lanjut Charlotte.


"Hmm...baiklah, aku tunggu di sini, jika ada masalah berikan tanda padaku" ucap Ezra dan Charlotte mengangguk.


Leo membawa Charlotte memasuki mobil limousine milik Ken, dan Charlotte melihat Ken sudah ada di dalam menunggunya.


"Hai Charlotte..." sapa Ken.


"Iya tuan Ken, ada keperluan apa tuan Ken sampai ingin berbicara padaku empat mata?" tanya Charlotte to the point.


"Aku lihat...kalian berada di wilayah Rowen, apa tujuanmu?, apakah kau ingin membunuh Richard Rowen perihal kematian Bobby?" tanya Ken.


Tuan Ken memata-matai kami, batin Charlotte.


"Apa urusanmu tuan?, ku kira kau sudah tidak perduli lagi masalah dengan Rowen?" ucap Charlotte.


"Baiklah...aku tidak akan bertanya lagi, itu urusan kalian, tapi aku ingin bertanya padamu?"


"Apakah kau mau membunuh Richard Rowen untuk membalaskan dendammu?" lanjut Ken.


"Aku tidak perlu menjawabnya, apabila tidak ada keperluan lain, saya permisi" ucap Charlotte sinis dan ingin beranjak dari kursi limousine itu.


"Tunggu...aku punya kabar menarik, buat kalian, kelompok Baron"


"Kabar menarik?!" tanya Charlotte.


"Iya...sampaikan bahwa, Richard Rowen berencana menyerbu markas Baron untuk menghabisi Daryl dan Kai Silas, kalian bersiap-siaplah, dan kau bisa membalaskan dendammu pada Richard Rowen, membunuhnya...informasi sangat penting dan berguna kan?!" ucap Ken.


"Bagaimana anda tahu informasi tentang Richard Rowen?, apa aku bisa percaya pada anda?" tanya Charlotte.


"Aku tahu segalanya, Buktikan saja dalam waktu dekat ini, bersiap untuk kemenangan kalian" ucap Ken.


"Apa untungnya anda memberitahukan ini pada kami?" tanya Charlotte.


"Anggap saja balas budi kepada ayah angkatku, sampaikan salamku padanya"


"Baiklah...kami akan bersiap, semoga yang anda katakan benar, saya permisi" Charlotte pun meninggalkan mobil Ken.


Hm...dengan kemenangan Baron, kekalahan Rowen akan menjadi keuntungan buatku, saham Rowen dan Lanaris akan menjadi milikku, seperti pepatah musuh dari musuhku adalah temanku, saat saham Rowen sudah menjadi milikku sesuai kesepakatanku dengan Richard Rowen waktu itu, Leon Company akan sangat besar dan saat itu, akan ku jatuhkan Baron atau Silas, pikir Ken.


Charlotte masuk ke dalam mobil Ezra.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Ezra khawatir.


"Aku harus secepatnya bertemu tuan Daryl, ada yang ingin aku sampaikan" ucap Charlotte.


"Soal apa?, apa yang tuan Ken bicarakan padamu?" Ezra semakin penasaran.


"Akan ku ceritakan di jalan, ayo kita jemput Marlin di Rumah Sakit, lalu secepatnya ke markas Baron, aku ingin bicara pada tuan Daryl"


"Ok" jawab Ezra singkat dan melajukan mobilnya.