
Kalian semua!!!...bersiap kita akan menyerang Kelompok Baron!!!" teriak Richard kepada seluruh anak buahnya.
"Baik tuan!!!!"
Richard dan seluruh anak buahnya bersiap untuk pergi menyerbu ke kediaman Daryl Silas.
Takkan ku biarkan keluarga Silas hidup, Daryl Silas sudah merampas hartaku dan Kai Silas sudah merampas putriku, sekali menjadi musuh akan menjadi musuh selamanya, batin Richard.
Sampailah mereka di kediaman Daryl.
"Tuan tetaplah di sini, kami akan melumpuhkan kelompok mereka" ucap salah satu anak buah Richard.
Mereka pun mengepung kediaman Daryl dan bersembunyi, secara diam-diam.
Mobil Richard berdiam di suatu tempat tak jauh dari mereka, agar saat aman Richard bisa datang untuk melancarkan rencana nya.
Mereka berkomunikasi menggunakan HT ( handy talkie ).
"Tuan...kami sudah mulai masuk ke dalam...kami sudah mengepung...tapi...ada yang aneh seperti tidak ada orang satupun" ucap salah satu anak buah Richard melalui HT.
Tidak ada orang satupun?!, ada yang tidak beres, pikir Richard.
"Kalian kembali lah" perintah Richard.
"Hallo...Hallo..." sambungan pun terputus.
Ada apa ini?, sepertinya mereka merencanakan sesuatu dan tahu aku akan ke sini, batin Richard.
"Hallo...tuan Richard" terdengar suara wanita pada HT anak buahnya.
"Anak buahmu sudah terkepung"
"Charlotte!!!" sontak Richard langsung menyuruh supirnya untuk kembali.
"Kita kembali cepat!!, ini jebakan!!" Richard panik.
"Tuan...Mobil kita sudah terkepung juga" ucap supirnya.
"Hmmm...apa??!"
Jendela kaca mobil Richard di ketuk oleh Ezra.
Richard melihat sekeliling sudah banyak orang yang mengerumuni mobilnya, dengan persenjataan lengkap.
Richard pun membuka jendela mobil nya.
"Aku tidak takut padamu!!!" ungkap Richard.
"Tuan Richard...keluarlah polisi sudah mengepung anda" perintah Ezra.
Richard keluar dari mobilnya dan menunjuk wajah Ezra.
"Hah...polisi!!...aku yang membeli mereka!!" teriak Richard.
"Tuan Richard...anda di tahan dengan pasal memasuki property pribadi tanpa ijin dengan persenjataan, pembunuhan, penyuapan" ucap salah satu petugas polisi yang menghampiri nya dan langsung memborgolnya.
Richard menolak dan memberontak.
"Aku membayar kalian, aku tidak akan tinggal diam, pengacara hebat akan membebaskan ku" Richard berteriak.
"Tuan Richard...kami mendapatkan pengakuan anda, bahwa anda menyuap oknum kepolisian dan kami sudah menangkap oknum-oknum yang terlibat dengan anda" ucap polisi itu.
"Siapa kamu?!!, aku tahu pemimpin mu" Richard masih memberontak.
"Tuan Richard...tuan Daryl sudah membersihkan pihak kepolisian dan tuan Daryl pastikan tidak ada pengacara yang akan membelamu, kau sendirian tuan, kau akan di penjara seumur hidup atas perbuatan mu dan pembunuhan mu, kau sudah melakukan hal yang sangat buruk...tuan Daryl menitipkan salam untukmu, nikmati sel penjara milikmu...." ucap Ezra.
"Tidak...tidak...tidak mungkin!!!"
Tidak mungkin, aku kalah, aku kalah dari Daryl dan juga taruhanku dengan Ken, hancur lah aku, tidaaaaak, batin Richard.
Richard pun di bawa oleh pihak kepolisian, dan semua anak buahnya.
"Akhirnya..." Charlotte datang menghampiri Ezra.
"Apa kau senang?" tanya Ezra.
"Ya...akhirnya kerajaan Rowen tumbang beserta Kesombongan nya, dan Bobby bisa beristirahat dengan tenang, Kai dan nona Lana bisa bersama, semua hidup bahagia" ucap Charlotte.
"Aku akan mengabarkan kepada tuan Daryl" ucap Ezra.
"Kita besok bisa menjemput nona Lanaris untuk Kai" ucap Charlotte dan Ezra pun tersenyum mengiyakan.
\- Kediaman Rowen -
"Bunyi tembakan?!" Nyonya Rowen langsung berlari ke kamar putrinya.
"Ada apa mama?...kenapa di luar ramai sekali?" tanya Lana yang melihat mamanya masuk ke kamarnya tergesa-gesa.
"Entahlah...mama khawatir padamu...penjagaan Rowen sangat minim...mereka semua ikut papa mu menyerbu ke rumah Tuan Daryl" jelas mamanya.
"Apa mungkin mereka dari kelompok Baron?, suruhan tuan Daryl, tapi mereka orang baik tidak mungkin menggunakan senjata dan sekasar itu" ucap Lana.
Brak!!!!
Bunyi pintu rumah Rowen yang hancur.
Siapa mereka?, sangat kasar, mendobrak masuk, aku takut sekali, tidak mungkin anak buah tuan Daryl sekasar ini, siapa mereka?, batin Lana.
Bunyi tembakan yang bersahut-sahutan membuat Lana dan mamanya bersembunyi ketakutan.
"Bagaimana ini?" tanya Mamanya.
"Shuttt.." Lana menyuruh mamanya diam.
Pintu kamar Lana di dobrak paksa dan beberapa orang berkeliling mencarinya, Lana dan mamanya bersembunyi di dalam lemari.
Saat mereka membuka pintu lemari, Lana dan mamanya pun panik.
"Ini mereka, aku temukan!!!" teriak salah satu dari mereka.
"Apa yang kalian inginkan?" tanya Lana.
Salah satu dari mereka menarik mamanya Lana.
"Lana...Lana..." teriak mamanya ketakutan.
"Apa yang kalian lakukan?, lepaskan mama..." ucap Lana.
"Nona Lanaris dan Nyonya Rowen harus ikut dengan kami"
"Siapa kalian?!, dan mau apa kalian?!" tanya Lana.
"Nona nanti akan tahu...ayo bawa mereka berdua...bius mereka" ucap mereka.
Lana dan Nyonya Rowen di bawa dan mereka di bius menggunakan sapu tangan ke arah mulut mereka, selang beberapa detik mereka pun pingsan.