
Di dalam penjara, Richard berteriak histeris.
"Kalian...tidak tahu siapa aku?!!!, lepaskan???!!, aku ingin bertemu pemimpin kalian!!!" teriak Richard membuat penghuni sel lain geram.
"Hei tuan fancy!!!...hentikan teriakanmu, ini sudah malam, kau mengganggu tidur kami" ucap salah satu penghuni sel.
"Aku tidak perduli!!!...aku Richard Rowen!!!....aku bisa membunuh kalian dengan mudah" ucap Richard.
"Wahhhh...tuan Richard Rowen yang terkenal itu?...aku tidak perduli!!!"
Buk!!!
Richard pun di pukul.
"Kaliaaannn...." Richard tidak terima atas pukulan itu.
Mereka pun berkelahi di dalam sel, para penjaga melerai mereka dan memisahkan mereka.
Wajah Richard yang lebam dan bibir pun berdarah, membuat nya sangat kesal dan marah.
Kurang ajar!!!, akan ku balas kalian semua, batin Richard.
"Tuan Richard...ada yang ingin bertemu dengan anda" ucap salah satu penjaga penjara dan membukakan sel penjara tempatnya di tahan.
"Lepas...jangan kau sentuh aku" ucap Richard kepada penjaga itu.
Richard berjalan dan melihat Ken yang datang menjenguk nya.
"Ken...syukurlah...selamat kan aku..." bujuk Richard dari dalam kaca tempat ia terkurung.
"Tuan...anda kalah...hahaha" tawa Ken sinis.
"Saya datang ke sini hanya ingin melihat Richard Rowen yang sombong tersungkur jatuh seperti yang sudah saya rencana kan, kau sudah tidak memiliki apapun tuan, kau jatuh, tidak ada lagi yang bisa menolong mu, oh iya....sekedar informasi...ini adalah penjara di mana Kai Silas pernah berada di sini selama 20 tahun...dan sekarang giliran anda menikmati ini seumur hidup...hahaha..." ucap Ken puas.
"Apa maksudmu?!....kau yang merencanakan semua...kau...kau...kenapa kau lakukan padaku?!, aku bukan musuhmu...bahkan Rowen selalu di pihak Leon, kau kurang ajar!!!" Richard menggedor kaca dengan keras.
"Kau pikir aku bodoh, kau pikir aku anak yang mudah kau atur, aku adalah keturunan Leon!...saat ini Leon sudah memiliki saham Rowen keseluruhan...Leon bangkit melebihi apapun...kebangkitan Leon hanya perlu tangga untuk di pijak yaitu Rowen...Rowen adalah umpan untuk kebangkitan Leon...aku adalah cucu Henry Leon, darah Leon akan selalu mengalir dan menjadikan kami penguasa....kau salah mencari teman...keserakahan mu membuat mu bodoh tuan Richard...nikmati hari-hari mu di sini dan kemiskinan mu..." ucap Ken.
Senyum jahat Ken, terlihat terakhir kali meninggalkan tempat sunyi itu, Richard tersungkur di lantai dan menangisi nasibnya.
Ken...dalang di balik semua, dia yang memberikan documents pribadi Kai agar aku membunuh Kai dan mengadu domba Kai agar menangkap Daryl, Ken yang memberikan informasi tentang Daryl Silas adalah pemimpin Baron agar aku membunuh nya, Ken yang menawarkan taruhan, dan sudah pasti Ken lah yang membocorkan penyerbuan ku kepada Daryl Silas, bodoh nya aku!!, aku hanya di jadikan alat olehnya, anak itu sangat licik, aku harus apa sekarang??!!!, putriku dan istriku....maafkan aku??, batin Richard yang merasa menyesal.
"Ayo tuan Richard...kembalilah ke sel anda" Petugas penjara itu memapah Richard yang lemas dan pasrah.
\- Di tempat Lanaris berada -
"Hmmm...." Lana membuka matanya.
Lana terperanjat dan langsung bangun melihat sekeliling, terlihat mamanya yang masih terlelap di sampingnya.
Di mana ini?, pikirnya.
"Mama...mama...bangun"
"Hmmm...Lana..kepala mama pusing" ucap mamanya.
"Mungkin obat bius yang di berikan pada mama terlalu banyak, sehingga mama pusing" ucap Lana.
Lana berjalan membuka tirai kamar tempat mereka terkurung.
Hijau hamparan luas, sebuah bukit yang mengelilingi rumah besar ini dan di jaga ketat oleh banyak penjaga.
"Pemandangan yang indah bukan?!!"
Suara seorang perempuan memasuki kamar mereka.
"Nyonya Leon!" ucap mamanya Lana.
Ibunya Ken, apakah ini tempat tinggal Ken Leon, batin Lana.
"Selamat pagi...nona Lanaris dan Nyonya Rowen...maafkan putraku dan anak buahnya membawa kalian paksa tadi malam" ucapnya lembut sembari mempersilahkan beberapa pembantu membawa sarapan untuk mereka.
"Kenapa kami di bawa ke sini?!" tanya mamanya Lana.
"Rowen sudah jatuh, dan Ken bilang Richard sudah memberikan Lana untuk Ken, sesuai perjanjian mereka" terang ibunya Ken.
"Apa?!!...aku bukan barang untuk taruhan mereka" ucap Lana kesal.
"Perjanjian itu sah, dan Richard sendiri yang menandatangani nya, kalian milik kami"
Lana yang berdiri di depan jendela besar itu dengan penuh pemandangan pun jatuh pingsan.
"Lana..." mamanya bangkit menghampiri nya.
"Cepat panggil dokter, putriku sedang hamil" ucap mamanya Lana.
"Apa?!" ibunya Ken sangat terkejut.
"Cepat...panggil dokter!!!" teriak mamanya Lana lebih keras.
Lanaris hamil, bagaimana dengan Ken?, siapa ayah bayi nya?, pikir ibunya Ken.