
"Sudah lama aku tidak datang ke sini" ucap Ken di depan kediaman Daryl.
"Tuan bolehkah kami mengikuti anda masuk ke dalam kediaman tuan Daryl?" ucap Fred dan Leo.
"Tidak usah...ini rumah ayah angkatku...tidak akan ada hal buruk yang akan menimpa ku" ucap Ken.
Ken pun berjalan masuk ke dalam rumah Daryl.
"Selamat datang tuan Ken...tuan Daryl dan tuan Kai sudah menunggu di meja makan untuk makan malam" ucap seorang pembantu yang membuka kan pintu depan rumah Daryl.
"Hm...terimakasih " jawab Ken.
"Selamat malam Ayah" sapa Ken menghampiri Daryl dan mengecup pipinya.
"Ken...kau sudah datang" Daryl menyambut putra angkatnya dan menyuruh nya duduk.
"Hallo Kai...sepertinya kau sudah pulih" sapa Ken pada Kai.
"Hallo Tuan Ken...selamat datang" ucap Kai.
"Tuan...jangan panggil aku tuan panggil aku Ken saja...kau seperti kakakku sendiri" Ken ramah.
"Makanlah...ada yang ingin ayah sampai kan" ucap Daryl.
"Pasti sangat penting, sampai-sampai ayah memanggilku untuk berkunjung" ucap Ken.
"Hm..."
"Mari kita nikmati makan malamnya" seru Ken.
Mereka pun menikmati makan malam bersama dan selesai 30 menit setelah nya.
Mereka pun beralih kebruang keluarga untuk berbincang.
Ken melihat Kai menggunakan kursi roda.
Kai, menggunakan kursi roda, tapi kondisi fisiknya terlihat sehat, Lana tidak tahu soal Kai, yang terbangun dari koma, dan Kai tidak tahu soal Lana telah mengandung anaknya, hm...aku sangat menikmati penderitaan mereka, batin Ken.
"Ken...ada yang perlu ku bicarakan padamu soal yang ayah sampaikan padamu di telepon" ucap Daryl memulai.
"Apa yang ingin ayah tahu?, tapi....sebelumnya bolehkah aku bertanya pada Kai" ucap Ken.
"Iya tentu saja" ucap Daryl.
"Kai....aku ingin tahu, apakah kau akan bisa berjalan seperti semula?"
"Hmm...iya dokter bilang, aku akan kembali seperti semula" jawab Kai.
"Lana pasti senang mendengar nya" ucap Ken sinis.
"Ken....itulah yang ingin ayah bicarakan denganmu, soal kesepakatan mu dengan Richard, apakah berhubungan dengan hilangnya Lana?" tanya Daryl.
"Hmmm...apabila itu berhubungan denganku, apakah ayah akan membunuhku?" tanya Ken.
"Ken...aku serius" ucap Daryl.
"Kumohon jika Lana bersama mu, tolong berikan dia kepadaku" pinta Kai.
"Jangan bermain-main Ken..." ancam Daryl.
"Akan ku cari Lana, walaupun harus mempertaruhkan nyawaku melawan mu" tegas Kai ke arah Ken.
"Hmmm...kalian menakutkan, sudah ku bilang aku tidak tahu...tapi jika aku tahu di mana Lana, apakah sepadan Lana di tukar dengan Baron?" ucap Ken sinis.
"Beritahukan aku di mana dia Ken?!!!" Kai menghampiri Ken yang sedang duduk menggunakan kursi rodanya dan menarik kerah baju Ken hingga terjatuh.
"Kai...Kai" Daryl mengangkat Kai dan memapahnya duduk di kursi.
"Ah...sepertinya makan malam dan perbincangan keluarga ini harus ku akhiri" Ken bangkit dari duduknya.
"Ken...kenapa kau seperti ini?" tanya Daryl.
"Kenapa aku seperti ini?!...kalian lah yang menabuh perang padaku, kau Kai merebut wanita yang paling ku cintai, dan saat ini kau merebut ayahku...." ucap Ken menunjuk Kai.
"Apa mau mu Ken?!" Daryl berdiri menghampiri Ken.
"Mauku?...Aku ingin semua yang harus menjadi milikku, kembali menjadi milikku...ayah, kau sudah membunuh ayah kandungku Phillip Leon, aku tidak mempermasalahkan itu, karena kau ayah yang baik, memperlakukan dan membesarkan aku dengan baik, tapi...tak bisa ku hilangkan darah Leon yang sudah mengalir di dalam tubuhku...inilah aku ayah...aku Ken Leon, keturunan Leon terakhir yang akan membawa Leon bangkit dan berkuasa, Baron adalah saingan yang mudah, aku sudah bisa menjatuhkan Rowen, aku pun bisa menjatuhkan Baron dengan mudah..." Ken pergi meninggalkan Daryl dan Kai.
"Aku tidak mengerti...sikapnya Ken sepertinya itu mengingatkan ku pada seseorang yaitu Henry Leon, kakeknya...sepertinya dia serius ingin melawan Baron" ucap Daryl.
Aku harus sembuh, jika Ken yang menyembunyikan Lana, maka dialah lawanku, pikir Kai yang terdiam melihat ulah Ken.
"Kai...kita tidak bisa diam saja...kita harus melawannya, ayah ingin kau bangkit dan melawannya" ucap Daryl menghampiri Kai yang terdiam.
"Aku harus ayah, inilah saatnya...akan kulakukan apa saja demi seseorang yang ku cintai...apapun yang terjadi...aku akan selalu berusaha dengan keras, sudah saatnya aku bangkit dan melawannya" ucap Kai.
Setelah kejadian itu Kai semakin termotivasi pada kesembuhannya, dan selalu datang ke perusahaan Baron, mengikuti semua seminar dan project perusahaan apalagi jika project itu harus berebut dengan Leon Company, Kai maju untuk Baron.
Dalam beberapa bulan, Kai sudah pulih dengan sempurna, Baron semakin maju di bidang teknologi karena Kai sedari kecil memang sudah pintar berurusan dengan mesin, sedangkan Ken tidak mau kalah, Ken pun memiliki kemampuan yang hebat dalam melawan Kai.
Mereka bersaing sangat ketat, mereka memiliki keunggulan tersendiri.
Dua pria flamboyant itu mulai terkenal menjadi pesaing yang setara, menjadi dua perusahaan hebat, apalagi di kalangan wanita dan para pengusaha besar di negara itu.
Setiap ada project Baron dan Leon yang akan wakilkan oleh Kai dan Ken, saham Baron dan Leon menjadi tertinggi nilainya di negara tersebut.
Kai masih mencari Lana bersama para temannya, tapi karena Ken sangat pintar mengatur strategi dan pengalihan, Kai tidak dapat menjangkau Lana, tapi Kai tidak menyerah, Kai berpikir suatu hari Ken pasti lengah dan memiliki titik lemah.
Kai Silas
( Paing Takhon pic. by pinterest )
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Ken Leon
( Jeff Satur pic. By pinterest )