I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 50 - Bocah itu putraku



"Kai....aku...ada yang ingin ke beritahukan padamu" ucap Lana terbata-bata.


"Beritahukan padaku..." ucap Kai.


Tiba-tiba terdengar pintu depan terbuka.


Lana terhentak dan meninggalkan Kai berjalan ke pintu depan lalu melihat putranya sudah kembali dari sekolah.


Kai langsung memakai perlengkapan janitor.


"Mama....mama..." Panggil Danzel pada Lana mamanya.


"Danzel...kau sudah pulang?" tanya Lana yang menghampiri putranya.


Kai keluar dari loundry room.


"Iya mama...ada teman yang mengganggu ku, aku tidak suka...aku memukulnya, tapi aku malah di marahi...jadi aku ingin pulang saja" ucap Danzel cemberut.


Kai melihat bocah itu bercerita dan tersenyum tipis.


"Ehem...ehem" Kai berdehem.


Danzel dan Lana melihat ke arahnya.


"Danzel...ganti bajumu dan bermain di kamar mama, sebentar lagi mama menyusul" ucap Lana pada putranya.


Lana menghampiri Kai berdiri, melihat Lana dan putranya.


"Kai...kau tidak bisa terlalu lama di sini, sebentar lagi penjaga akan mengecek ke dalam...aku hanya ingin memberitahukan satu hal saja, bahwa Danzel bukan putra Ken...Danzel adalah putramu" ucap Lana lirih.


"Putraku?!!...kenapa kau sembunyikan dariku?" Kai sangat terkejut dengan pernyataan Lana, Kai menarik tangan Lana.


"Kai...aku tidak bisa bercerita banyak...cctv Ken bisa merekam semuanya, akan ku beritahu kan satu persatu" ucap Lana sembari menghempaskan tangan Kai.


"Permisi nyonya...apakah janitor tadi sudah selesai?, hanya 60 menit saja" penjaga masuk ke dalam penthouse.


"Dia sudah selesai" Lana meninggalkan Kai masuk ke dalam kamarnya.


Kai merasa sangat terkejut dengan pernyataan Lana, lalu berlari menuju ke kamar Lana.


Penjaga langsung berteriak ke arahnya.


"Hei...siapa kau?!...apa yang kau lakukan??!" Penjaga itu memanggil teman-teman nya, dan menarik tangan Kai yang sedang berdiri di depan kamar Lana.


"Lana...tolong berikan penjelasan padaku!!!" teriak Kai.


"Tangkap dia!!!" perintah salah satu penjaga penthouse Ken.


Kai pun melawan dan memukuli beberapa penjaga Ken.


Penjaga yang lain memanggil para bantuan.


Anak buah Charlotte dan Ezra yang menyamar di Lobby penthouse segera menginformasikan kepada Charlotte dan Ezra. Mereka pun bergegas untuk membantu Kai, mereka khawatir hal buruk terjadi pada Kai.


Riuh penthouse mewah itu menjadi ramai dengan pertikaian antara Leon dan Baron.


Kai yang masih sibuk melawan para penjaga dan enggan beranjak dari depan kamar Lana.


Charlotte dan Ezra datang menghampiri Kai dan membawa beberapa anak buah nya membantu Kai.


Saat pertikaian terjadi, Kai mengetuk kamar Lana, berharap Lana membuka pintunya.


Lana kau bodoh, kenapa kau memberitahukan pada Kai, bahwa Danzel putranya, aku sudah membuat perjanjian pada Ken, pasti mama dalam bahaya, aku harus bagaimana?, tapi Kai berhak tahu, apabila ku buka pintu kamar ini dan ikut dengan Kai, lalu mama bagaimana? Aku harus bagaimana?, keluh Lana dalam hati.


Lana merasa panik dan ketakutan.


"Lana...tolong buka pintu nya, kenapa kau menutup diri dariku?...aku memiliki putra denganmu, kau menyembunyikannya dariku, bolehkah kita bicara...aku butuh penjelasan darimu...kumohon Lana...aku ingin memeluk putraku" Kai memohon kepada Lana.


Lana pun membuka pintunya, terlihat semua anak buah Ken sudah tumbang, Charlotte dan Ezra pun menatap Lana dengan senyuman.


"Nona Lanaris apa kabar?" sapa Charlotte.


"Charlotte..." Lana berlari memeluk sahabatnya.


"Mama...." Danzel pun keluar dari kamar penthouse nya.


Kai memeluk putranya, menggendong nya.


"Mama...siapa ini?" tanya Danzel.


"Dia papa mu Danzel..." ucap Lana.


Charlotte dan Ezra terkejut dengan pernyataan Lana.


"Janitor yang tinggi ini papaku?" ucap bocah polos itu.


Kai menciumnya dan mengusap wajah Danzel.


"Kita tidak bisa berlama-lama di sini, akan ku jelaskan semuanya, Ken pasti sedang menuju ke sini, aku ingin ke tempat yang lebih aman" beber Lana.


Mereka pun bergegas meninggalkan penthouse Ken.


Setelah mereka pergi, tak lama Ken dan anak buahnya datang dan melihat penthouse nya sudah berantakan dan melihat beberapa penjaga di penthouse nya tumbang.


Ken berlari ke kamar Lana dan benar saja dugaan nya Lana sudah tidak ada di dalam kamar penthouse nya.


"Kalian...cek semua cctv!!" perintah Ken.


"Tuan...anak buah kita banyak yang menjadi korban" ucap Fred dan Leo memeriksa.


Kai dan Lana kalian ingin bermain api denganku, lihat siapa yang akan terbakar, batin Ken kesal.