
Sudah 1 minggu lamanya Kai menjadi bodyguard Pribadi Lanaris. Mereka pun semakin mesra, pernah 1 kali, Marlin supir pribadi Lanaris memberikan mereka waktu berdua di mobil, dan malam ini Lana tiba-tiba ke kamar Kai di bantu oleh Charlotte.
"Kai..."
"Hmm..."
"Aku ingin tahu cerita masa lalu mu, aku ingin mengenal mu lebih dalam" ucap Lana.
"Masa lalu ku?"
"Iya"
"Nona Lana, takkan suka"
"Kai..jangan panggil nona, Lana saja, ku bilang Kai boleh panggil nona kalau di depan orang lain, kalau kita berdua, Lana saja"
"Iya Lanaku" Kai gemas memeluk kekasihnya dari belakang sambil duduk di tempat tidurnya dan menciumi punggung Lana yang mungil.
"Ayo cerita kan"
"Hmmm...tante Lidya bilang ayahku masih hidup, aku tidak pernah bertemu dengannya, dia pergi meninggalkan ku saat umurku 1 tahun, aku tidak pernah ingat dengannya, penyebab aku masuk penjara adalah suami tante Lidya yang pemabuk itu memperkosa ibukku saat sedang sakit struk, setiap jam istirahat sekolah aku selalu menyempatkan pulang, waktu itu umurku 13 tahun, Mario lah sahabat ku satu-satunya, ibuku terjatuh dan di penuhi darah, aku..aku sangat terkejut, ternyata ibuku mencoba melawan dan mengambil pisau, karena dia sangat lemah, malah ibuku yang terbunuh, aku sangat marah, aku..tidak tahu lagi harus bagaimana, melihat pisau tertancap di dada ibuku, membuat emosiku memuncak dan mencabut pisau itu, aku berlari mencari pria bejat itu, ku lihat dia ingin melarikan diri karena panik sudah membunuh ibuku, dia coba menyalakan motornya dan gagal, tanpa pikir panjang, aku menghampiri nya menghujamkan pisau itu berkali-kali padanya, ibunya Mario dan Mario menarikku, ku lihat Pria itu sudah tergeletak di tanah, polisi membawaku, aku mendapatkan hukuman 20 tahun, di penjara banyak sekali yang menghormatiku, menganggap ku seperti adik mereka, mengajar kan bela diri, menatto tubuhku, banyak yang melindungi ku, mereka hormat padaku karena aku rela membunuh demi ibukku, saat umurku 27 tahun mereka menjulukiku the executor, setiap di penjara ada pertengkaran, aku menengahinya, aku menjaga keamanan dan mereka menjadikan ku pemimpin mereka, ada yang menyukaiku ada pula yang membenciku, tapi banyak orang yang mendukung ku, ada beberapa hal yang membuatku sedih, ada beberapa temanku yang sudah di hukum mati, ada yang sudah keluar dari penjara, dan ada yang masih di penjara, tapi terkadang aku merasa sendiri, merasa kehidupan di penjara adalah cocok untukku, itulah kenapa aku sering gelisah bertemu orang baru, dan...hmm..satu hal lagi, aku minta maaf padamu Lana, apabila saat kita..hmm..bercumbu..aku kasar padamu atau tidak lembut, anggap saja aku binatang buas dan kaulah mangsaku, aku pria atau binatang yang kelaparan dan kadang merasa kesepian" Kai menceritakan semuanya.
Mendengar cerita Kai, Lana membalikkan badannya dan memeluk prianya.
"Sekarang kau takkan pernah kesepian Kai, ada aku" cium Lana.
"Terimakasih Lana, mau menerima ku" balas Kai.
"Kai..hmm.."
"Ya"
"Bagaimana kalau papa tahu, soal kita?" tanya Lana.
"Apa Lana, mau bersama Kai selamanya?, menghadapi semua" tanya Kai.
"Tentu saja Lana mau, tapi Kai bilang kemarin, membutuhkan biaya untuk tante mu operasi, apa tidak apa-apa?" ucap Lana.
"Kai bisa menghadapi semua selama bisa bersama Lana, untuk tanteku tadi Charlotte memberikan upah untuk 1 minggu kerja, oh iya Kai besok boleh menengok tante Lidya?, please nona Lanaku? dan kau nona kecil tidak boleh ke mana-mana tanpa bodyguardmu ini" bujuk Kai.
"Kalau begitu aku ikut" Lana merayu.
"Aku ingin pergi menaiki motor, Lana jangan ikut, Kai takut kamu tidak terbiasa naik motor" Kai sambil mengusap kepala Lana.
"Please Kai..." Lana menciumi Kai.
"Hmmm...baiklah besok, biar ku bilang Marlin, kita ketemuan di tempat lain agar tidak ada yang curiga" Kai menghela napas panjang.
"Asiikkk" Lana memeluk Kai dan Kai membalas pelukannya.
"Oh iya...Lana memiliki sedikit tabungan, mungkin tante Lidya bisa secepatnya di operasi dan Kai bisa tenang menjaga Lana"
"Itu tidak perlu, Kai bisa berusaha membiayai tante Lidya sendiri"
"Kai....Lana ingin membantu sebagai tanda terimakasih sudah menjaga ku..ya..ya.."Lana memegangi dada bertatto nya.
"Kamu seperti anak kecil" Kai mencubit hidung Lana.
Lana menempel kan dadanya mendekati Kai, dan Kai mencium Lana sambil berpelukan.
Handphone Lana berbunyi.
"Charlotte, ada apa?, apa Ken datang ke rumah??!!, ok aku segera pulang" Lana Bergegas bangkit dari tempat tidur Kai dan buru-buru memakai pakaiannya yaitu hoodie serba hitam serta masker dari Charlotte.
"Kai akan mengantarmu" ucap Kai sembari memakai celana training nya.
"Jangan...Kai tetap di sini, Lana tidak ingin sesuatu yang buruk menimpamu"
"Kai...aku akan baik-baik saja, hanya Ken, aku bisa menghadapi nya, selain itu papa tidak di rumah makanya Lana berani menemui mu, hanya ada mama jadi Kai tenang saja ya" Lana menenangkan.
"Hmmm...baiklah telepon aku bila ada apa-apa" Kai mengkhawatirkan Lana.
Lana pun diam-diam keluar dari kamar Kai.
Aku harus mengikutinya diam-diam, aku tidak mau hal buruk terjadi pada Lanaku, batin Kai.
Kai pun keluar mengikuti Lana dan memantau dari jauh. Dia melihat ada penjaga menyapa Lana.
Saat Lana berjalan. Penjaga apartment tiba-tiba memanggil Lana yang sedang mengendap-endap di depan apartment. Dan penjaga mengira itu Charlotte.
"Nona Charlotte sudah bertemu Kai?, sepertinya Nona Charlotte dan Kai ada hubungan spesial" Para penjaga menggoda Lana yang menyamar sebagai Charlotte.
Lana hanya menengok dan mengangguk ke arah penjaga, lalu segera pergi ke rumahnya.
Charlotte memang terkenal ramah pada para pegawai semua, jadi mereka terbiasa menyapa Charlotte.
Saat Lana memulai masuk ke rumahnya. Kai pelan bersembunyi.
Lana sudah masuk di rumahnya.
Betul saja dia sedang melihat Ken dan mamanya sedang berbincang.
"Tadi tante cek, Lana sedang tiduran di tempat tidur Ken" ucap ibunya Lana.
"Baiklah tante, Ken besok ke sini lagi" balas Ken.
Bagaimana ini?, apa aku langsung masuk saja, batin Lana yang mematung di pintu masuk, ingin naik ke tangga menuju kamarnya.
Aku masuk saja, ujarnya dalam hati.
Saat Lana berjalan menggunakan hoodie dan masker, semua orang melihat nya.
"Charlotte, bukannya 2 jam lalu, kamu datang dan sudah pergi lagi, sekarang kamu datang lagi tadi saat kamu datang, kita sempat mengobrol soal Lana" Ibunya Lana menyapa nya sebagai Charlotte.
Lana kebingungan.
"Iya nyonya, nona Lana menyuruh ku datang memberikan berkas" Lana merubah suaranya agar mirip Charlotte dan langsung berlari ke kamarnya.
Hmmm...aneh sekali kenapa Charlotte menjadi lebih kecil badannya lalu biasanya Charlotte ramah menyapa, ini seperti terburu-buru, Ken mencurigainya.
"Ternyata Lana masih bangun menyuruh Charlotte datang, biar tante ke atas memanggilnya" ibunya pun menuju ke kamar Lana.
Lana yang langsung mengetuk pintu kamarnya dan Charlotte langsung membukakan pintu kamarnya, mereka bergegas ganti baju.
Ibunya Lana datang dan mengetuk pintu kamarnya.
Charlotte keluar.
"Hallo nyonya, saya pulang ke apartment dahulu" senyum Charlotte ke arah nyonya Rowen.
Lana pun keluar setelah Charlotte.
"Ada apa Mama?, begitu ribut, tadi Charlotte bilang Ken datang?, aku akan turun menemui nya" ucap Lana kepada ibunya.
"Ku kira kau tidur sayang, tadi mama intip kau sudah berselimut tidur" kata ibunya Lana.
"Iya tadi Lana sudah tidur tapi tiba-tiba teringat ada berkas yang harus Lana periksa" jawab Lana.
"tentang apa?" ibunya penasaran.
"Sudah mah, ayo kita bertemu Ken" Lana mengajak ibunya turun.
Lana dan ibunya menemui Ken dan mereka pun berbincang soal pertunangan.