
Sudah tiga hari Ezra dan Charlotte mencari keberadaan Lanaris, dan Daryl masih sangat sibuk mengurusi perusahaannya sembari mencari keberadaan Lanaris.
Di sisi lain, Kai yang sedang menjalankan rehabilitasi di Rumah Sakit agar cepat kembali normal.
- Di perusahaan Baron -
"Jenny...apa jadwalku hari ini?, soal pekerjaan aku ingin di alihkan dahulu...aku ingin lebih banyak waktu untuk putraku" ucap Daryl.
"Tapi tuan...anda bilang ingin mempersiapkan semuanya saat Tuan Kai sudah siap memimpin perusahaan jadi anda menyelesaikan semua kendala di perusahaan agar tuan Kai tinggal meneruskan nya" ucap Jenny yang menjadi dekat dengan Daryl untuk urusan pekerjaan.
"Iya...tapi aku malah membuang waktu berharga ku...sore ini kosongkan jadwal, aku ingin menemani Kai rehabilitasi" ucap Daryl.
"Tapi tuan...anda ada janji dengan Tuan Ezra dan Nona Charlotte untuk bertemu tuan Richard di penjara" ucap Jenny.
"Ah...kau benar...di sisi lain aku ingin Lana bertemu dengan Kai, agar dia bersemangat untuk kesembuhan nya" ucap Daryl.
"Lalu bagaimana tuan?, apa harus ku rubah jadwalnya?" tanya Jenny.
"Tidak usah...aku akan menemui Richard...kosongkan jadwal untuk besok, aku akan bersama Kai" ucap Daryl.
"Tapi tuan, besok ada rapat dengan tuan Mario soal mesin yang akan di beli" ucap Jenny.
"Kau saja yang handle...nanti akan ku kirim mesin apa saja yang akan di beli oleh Mario...kau saja yang menemani nya, sepertinya Mario suka padamu, Jenny, jadi luangkan waktu berdua untuk kalian sekalian mendiskusikan soal mesin untuk pabrik" ucap Daryl dan Jenny tersipu malu.
Daryl pun pergi untuk menemui Ezra dan Charlotte untuk bertemu Richard Rowen di penjara.
Jenny teringat kata-kata bossnya soal Mario menyukainya, membuatnya sangat tersipu.
"Jenny..."
Jenny terjaga dari lamunan nya, pria yang memanggil nya tak lain adalah Mario sahabat Kai.
"Ehmm...iya tuan Mario" jawab Jenny gugup.
"Tuan Daryl bilang....urusan mesin di serahkan padamu, tadi tuan Daryl sudah memberitahukan soal mesin apa saja untuk Baron Company melalui email, hari ini tuan Daryl ada pertemuan dengan Tuan Rowen, jadi bisakah kau membantu ku untuk besok survey mesin?" tanya Mario.
"Hmmm...iya...iya tentu saja" jawab Jenny.
"Ada apa denganmu?, kau seperti tidak nyaman" ucap Mario.
"Aaaku tidak apa-apa, aku akan mencari informasi tentang mesin yang di rekomendasi kan tuan Daryl, dari keunggulan dan kelemahan nya" jelas Jenny.
"Wah...terimakasih atas bantuannya ya Jenny, sebagai gantinya karena telah membantu ku, bagaimana kalau aku traktir kamu makan sepulang kantor" ajak Mario.
"Benarkah?...iya aku mau"
"Baguslah...aku tunggu di Lobby kantor ya, tapi, apa tidak apa-apa kamu naik motor berdua dengan ku?" tanya Mario.
"Iya tidak apa-apa, nanti sepulang kantor, aku langsung menemui mu"
Mario dan Jenny semakin dekat satu sama lain.
\- Daryl menemui Richard -
"Tuan" sapa Ezra dan Charlotte.
"Hmm...kalian sudah meminta ijin?" tanya Daryl.
"Sudah tuan, saya sudah meminta ijin dan tuan Richard menyetujuinya untuk bertemu dengan anda" ucap Ezra.
"Charlotte...kau tidak ikut ke dalam?" tanya Daryl.
"Tidak tuan, saya tunggu di sini" jawab Charlotte.
Daryl dan Ezra pun masuk ke dalam penjara, dan menunggu Richard datang menemui mereka.
"Apakah Charlotte tidak apa-apa?" tanya Daryl kepada Ezra sembari menunggu Richard datang.
"Dia masih enggan bertemu tuan Richard, Dia bilang bila bertemu dengannya amarah nya akan memuncak" jawab Ezra.
"Hmmm....aku mengerti, Ezra...apakah ini penjara tempat Kai menghabiskan 20 tahun demi membela ibunya, yaitu istriku?" tanya Daryl.
"Betul Tuan, di sinilah separuh hidup tuan Kai"
"Bocah Malang itu, kejadian itu membuatnya semakin kuat, aku bangga padanya" ucap Daryl.
"Benar tuan...Charlotte bercerita soal latar belakang tuan Kai padaku...betapa berat hidup yang ia jalani"
"Hmmm...benar" Daryl menghela napas.
Daryl berdiri menyambut nya.
"Hallo Richard" sapa Daryl.
"Kau pasti ingin menertawakanku, keadaan ku saat ini....membuatmu senang kan?" ucap Richard sinis.
"Aku tidak bermaksud buruk, tujuanku kemari hanya ingin bertanya soal putrimu" ucap Daryl.
"Hmmm...apa kau tidak punya malu?...setelah kau merampas sahamku sedikit demi sedikit, menjebakku dan memasukkan ku ke penjara...sekarang kau mengemis informasi tentang keberadaan putriku untuk putra kesayangan mu, oh iya Bagaimana keadaan putramu? setelah ku tembak kepalanya?" ucap Richard kasar.
Ezra kesal melihat Richard berbicara kasar pada tuannya.
"Semua yang terjadi padamu adalah akibat kejahatan mu...inilah yang di sebut...hukuman untuk para pendosa" Daryl tak ingin kalah.
"Kurang ajar...kau mengataiku pendosa" Richard berdiri.
"Aku tidak ingin panjang lebar denganmu, aku hanya ingin tahu keberadaan putrimu...aku tahu kau kesal dan marah padaku karena menjebloskanmu ke penjara, tapi...saat ini, apa kau tidak khawatir dengan keluarga mu?, apakah mereka baik-baik saja?, atau kau tidak tahu apa yang sedang menimpa mereka?...aku datang dengan maksud baik...putraku Kai sangat mencintai Lanaris, aku sangat berharap mereka bahagia...aku tidak akan melihat latar belakang keluarga Rowen pada Lana...dengan pertemuan kita saat ini, aku melihat hukuman ini paling setimpal dengan kejahatan yang kau perbuat dahulu....jadi, tolong bantu aku, anggap saja kau membantu keluarga mu sendiri, putrimu dan istrimu" ucap Daryl dengan seksama.
"Aku tidak tahu keberadaan mereka..." Richard duduk kembali.
"Tapi...sebelum aku bertaruh dengan Ken"
"Kau bertaruh dengan Ken?" potong Daryl.
"Iya...emmm...kau tidak tahu?!...anak angkat mu berusaha menyingkirkan mu, kau sudah menemukan putra kesayangan mu, tapi kau menyingkirkan anak angkat mu, jadi dia dan aku memiliki kesepakatan, kami bertaruh, jika aku berhasil menyingkirkan mu dia akan menyerah kan Leon sepenuhnya padaku dan jika aku kalah, dia akan mengambil alih Rowen beserta Lana, dan aku menyetujuinya...tapi, ternyata dia berbuat curang, dia memberitahukan rencanaku pada kalian dan menjebakku, lalu di sinilah aku..." jelas Richard.
"Jadi...menurutmu Lanaris saat ini bersama Ken?" tanya Daryl.
"Iya...mungkin saja" ucap Richard.
Tiba-tiba penjaga penjara menghampiri mereka.
"Permisi...waktu jenguk sudah habis, sudah 10 menit" penjaga penjara itu membawa Richard.
"Temukan keluarga ku!!!" teriak Richard yang terakhir kali sebelum menghilang di balik tembok kaca.
"Tuan...bagaimana ini?, ternyata tuan Ken di balik semuanya" ucap Ezra.
"Padahal aku sudah memberikan semua saham Leon padanya, tapi...dia menyulut api padaku" ucap Daryl kesal.
"Ezra...cari tahu di mana Ken tinggal" perintah Daryl.
"Tuan Ken punya penthouse di kota, dia sering tinggal di sana dengan para anak buahnya" ucap Ezra.
"Selidiki lebih teliti...pasti dia punya tempat tinggal lain yang jauh dari sini, tempat terpencil dan mungkin saja mantan istriku, nyonya Leon pun ada di sana" ucap Daryl lagi.
"Baik tuan" jawab Ezra.
"Kabari aku secepatnya...untuk besok, aku tidak ingin di ganggu...aku akan menemani Kai rehabilitasi" ucap Daryl.
"Baik tuan"
Mereka pun meninggalkan penjara itu.