
" Lana..."
Tok! Tok!
"Buka pintunya...tolonglah Lana, jangan seperti ini, mama sangat khawatir padamu, makanlah sedikit...sudah 3 hari kau berdiam diri di kamar"
"Lana..."
"Pergi mah, Lana tidak lapar" jawab Lana.
"Kau akan sakit, mama bawakan makanan kesukaan mu" bujuk mamanya.
"Biarkan saja...dia ingin mengurung dirinya di kamar, Biarkan...jangan kau terlalu memanjakan nya" ucap Richard tiba-tiba.
"Apakah kau seorang manusia?, dia adalah putrimu...apa yang ada di dalam otakmu...bisnis bisnis dan bisnis, kau lakukan banyak hal kotor...kau tak pernah menganggap kami keluarga mu!!!" amarah mama nya Lana memuncak.
"Apa yang kau tahu?, kau hanya ibu-ibu sosialita, semua yang kau inginkan terpenuhi...semua yang putrimu inginkan terpenuhi...aku lakukan semua buat kalian...buat keluarga ku!!!" teriak Richard.
"Bukan untuk keluarga...tapi untuk kepentingan pribadimu, kau tidak pernah merasa cukup, tanganmu yang kotor menghalalkan segala cara, kau bukan ayahku...aku membencimu!!!" Lana membuka pintunya dan ikut berbicara.
"Kau hanya gadis manja...andai kau menurutiku menikah dengan Ken Leon, kau tahu saat ini Rowen Company di urutan ke tiga, Leon di urutan kedua dan yang pertama adalah Baron....kenapa Rowen Company turun karena drama yang kau timbulkan, dari penculikan, percintaan kotormu dengan bodyguard mu yang mungkin saja saat ini, sudah mati karena peluruku menembus kepala nya, karena kau!!! gadis bodoh!!!" Richard membentak Lana.
"Aku membencimu!!!!, enyah dari hadapan ku!!!, kau bukan ayahku!!! Lebih baik aku mati bersamanya!!!" Lana melemparkan vas bunga ke arah Richard dan meleset karena Lana sangat lemah, hingga terjatuh lemas sembari terisak mengingat soal Kai.
"Aku tidak ada waktu membahas ini, aku akan mencari Ken dan mengajaknya bekerja sama mengalahkan Baron...kalian....urus diri kalian sendiri...." Richard melenggang meninggalkan putri dan istrinya.
Mamanya Lana langsung menghampiri putrinya dan memeluknya.
"Aku ingin mati saja mah, bersama Kai" tangis Lana dalam pelukan mamanya.
"Jangan berbicara seperti itu, jangan tinggalkan mama, mama dengan siapa?, kalau kau tidak ada, tetaplah hidup demi mama" jawab mamanya yang ikut menangis.
Richard keluar dari rumahnya.
"Kalian perketat penjagaan rumah Rowen, jangan sampai ada yang masuk, lalat sekalipun, aku tidak ingin ada drama lagi" perintah Richard kepada anak buahnya.
"Baik tuan!!" jawab mereka.
\- Di Ruangan Charlotte -
"Apa yang sedang kau lakukan?" ucap Ezra yang mengagetkan Charlotte, karena Charlotte bersiap untuk pergi dari ruang perawatan nya.
"Aku ingin pergi dari sini, tidak ada lagi tempat untukku di manapun" ketus Charlotte.
Ezra menghampiri nya dan memeluknya.
"Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, aku selalu ada di sini" ucap Ezra.
Charlotte melepaskan pelukan Ezra.
"Kenapa kau peduli padaku?, tidak ada tempat di manapun yang cocok untukku, karena Bobby tidak ada di manapun...aku...hiks..hiks" tangis Charlotte pecah.
"Bobby ada...di sini, kau tidak sendiri" Ezra menunjuk dada Charlotte dan memeluknya kembali.
"Ada sebuah tempat yang mau ku tunjukkan padamu, kau mau ikut?" ajak Ezra.
"Apa kau tidak bekerja?, Kenapa kau sering sekali mengunjungi ku?" tanya Charlotte sambil mendorong Ezra.
"Aku akan banyak meluangkan waktu untuk menghiburmu...lagian...tuan Daryl orang yang baik...tidak seperti mantan tuanmu itu (maksudnya Richard)" ucap Ezra.
"Aku ingin membunuh Richard Rowen" ucap lirih Charlotte.
"Hmmm....baiklah"
Ezra dan Charlotte pun pergi berdua, ada tempat yang ingin Ezra tunjukkan pada Charlotte.
\- Dalam perjalanan -
"Kenapa kau peduli padaku?, apa kau menyukaiku?" tanya Charlotte pada Ezra yang sedang mengemudi.
"Kalau iya...apakah kau mau bersamaku" jawab Ezra.
"Aku tak ada waktu untuk hal seperti itu" ketus Charlotte.
"Maka aku akan menunggu sampai kau mempunyai waktu"
"Jangan terlalu berharap...kau akan kecewa padaku" ucap Charlotte.
"Kau bisa membuat ku kecewa berkali-kali tapi aku tidak akan menyerah padamu...aku tahu...apa yang kau rasakan, karena aku pun pernah merasakan di posisi seperti mu, kehilangan seseorang yang kau sayangi...tapi waktu terus berjalan kau harus membuka hatimu untuk hal baru, kebahagiaan yang lain" jelas Ezra.
"Apakah kau masih mau meceramahiku?...karena aku tak butuh, sebenarnya kau akan membawaku ke mana?" Charlotte mengalihkan.
"Iya...iya...sebentar lagi sampai"
Sampailah mereka di tempat pemakaman.
Ezra mengajak Charlotte ke makam Bobby.
Terlihat nissan Bobby, yang bersih dan rapih dan ada bunga di atasnya. Charlotte berjongkok mengusap nisan Bobby. Charlotte mulai mengeluarkan air matanya.
"Kau yang menguburkannya?" tanya Charlotte sambil mengusap air matanya.
"Hmm...ya, dia berhak di makamkan dengan layak"
"Kau yang membersihkan dan memberinya bunga?"
"Hmm...iya..apa kau tidak suka bunganya?" tanya Ezra.
"Terimakasih" Charlotte berdiri dan memeluk Ezra.
Ezra terkejut tapi sangat senang.
Semenjak itu, Ezra dan Charlotte menjalin asmara dan mereka pun tinggal bersama.