I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 12 - Langkah Baru



Apakah benar ini kantornya?, sungguh besar, Rowen Netland Company, apa aku pantas bekerja di sini?, Dengan penampilanku yang seperti ini, batin Kai ragu-ragu.



Kai pun mulai memasuki lobby, begitu luas dan megah, banyak pegawai dan tamu berlalu lalang.



Tiba-tiba ada seorang pria menghampiri nya.


"Tuan, bisa saya bantu?, saya keamanan di sini" Pria kekar berdiri tegap di hadapan nya, seperti mencurigainya.


Orang ini menatapku dengan sinis, mungkin dia berpikiran buruk terhadap ku, ucap Kai dalam hati.


"Maaf, saya pertama kali datang ke sini, saya sudah ada janji dengan Nona Charlotte " jawab Kai santai.


"Tunggu sebentar, silahkan duduk, saya akan periksa ke resepsionis" Pria besar itu menyuruh Kai duduk dan berjalan ke arah Resepsionis.


Tak lama seorang wanita datang menghampiri Kai.


"Tuan Kai, saya Jenny sekretaris nona Charlotte, mari saya antar ke ruangan Nona Charlotte"


Kai pun mengikuti wanita bernama Jenny itu, lalu masuk ke dalam lift, Jenny melihat Kai dengan seksama melalui pantulan pintu lift.


Tuan Kai ini calon bodyguard pribadi Nona Lanaris, cukup tampan, aku menyukainya, apabila tuan Kai belum memiliki pasangan atau pacar, aku bisa mendekati nya, pikir Jenny melihat Kai dengan seksama.


Saat di lantai selanjutnya pintu lift terbuka masuk seorang Pria muda tampan tersenyum ke arah Kai dan di belakang pria itu ada 2 orang bodyguard menatap sinis ke arah Kai, Kai pun membalas senyuman pria itu.


Pria tampan itu bernama Ken Leon, putra satu-satunya pemilik perusahaan Leon Niscala Company, sudah 2 tahun dia pergi ke luar negeri memimpin perusahaan di luar negeri dan hari ini baru kembali dari luar negeri, dia pria metropolitan yang terkenal dengan wanita cantik di sekitarnya banyak artis dan model yang ingin bersama nya tapi dia hanya menyukai Lanaris teman kecilnya.



...Ken Leon ( 30 tahun )...


...(pic. Jeff satur from pinterest)...




"Selamat siang tuan Ken" sapa Jenny kepada pria tampan itu.


"Hm" pria itu hanya menjawab singkat.


Sepertinya pria tampan ini bukan orang sembarangan, semua orang yang memasuki lift menunduk ke arahnya, batin Kai.


Di dalam Lift pun hanya tersisa beberapa orang.


Saat pria tampan bernama Ken itu keluar di ikuti 2 bodyguard nya, para wanita di dalam lift itu membicarakan nya.


"Tampan sekali tuan Ken" ucap salah satu wanita di dalam lift dan Kai hanya mendengarkan.


"Nona Lanaris dan tuan Ken akan segera bertunangan, mereka cocok satu sama lain, yang satu tampan dan yang satu cantik keduanya pewaris perusahaan besar, Rowen Netland Company dan Leon Niscala Company, pasti pertunangan mereka akan megah" jawab wanita satu lagi.


Kai terkejut dengan pernyataan salah satu wanita itu.


Nona Lanaris akan bertunangan?, Kai apa yang kau harapkan?, dia seorang princess dan kau seorang pembunuh, aku lebih baik fokus bekerja saja, tapi mendengar para wanita ini berbicara soal pertunangan Nona Lanaris membuat hatiku sakit, aku harus berhenti memikirkannya tidak akan mungkin nona Lanaris menyukai ku, pikir Kai sambil menundukan kepalanya.


"Ssst..lihat pria di belakang kita, pakaiannya seperti preman, tapi aku lihat wajahnya lumayan tampan" bisik para wanita itu melihat Kai dari pantulan lift.


Jenny pun melirik sinis kepada dua wanita penggosip itu, membuat mereka terdiam.


Tiba-tiba pintu lift terbuka.


"Tuan Kai, kita sudah sampai di tempat nona Charlotte, mari tuan" Ajak Jenny kepada Kai.


Semua wanita di dalam lift melihat Kai sambil tersipu, Kai hanya diam.


Jenny membuka sebuah ruangan yang sangat besar, terlihat ada Charlotte dan Lanaris di dalam.


"Silahkan masuk tuan Kai" Jenny menyuruh Kai masuk ke dalam ruangan. dan Jenny pun keluar ruangan meninggalkan mereka.


Kai pun masuk dengan gugup karena terlihat Lanaris ada di dalam.


"Hallo Kai" senyum Lanaris ke arah Kai dan Kai pun membalas nya.


"Selamat datang Kai, tadi malam setelah kau menelepon ku, aku langsung menelepon nona Lanaris, dia bersemangat ingin bertemu denganmu hari ini, hahaha, sepertinya ada yang bersemangat kamu datang Kai" Charlotte melirik ke arah Lanaris sambil meledeknya.


Kai hanya tertunduk dan tersipu.


"Charlotte, kamu ini" muka Lanaris memerah.


"Silahkan duduk Kai, ada beberapa prosedur yang harus kamu tanda tanganni sebagai bodyguard pribadi nona Lanaris " Charlotte mulai menjelaskan dan menyodorkan beberapa kertas.


Kai meraih kertas yang di sodorkan Charlotte dan mulai membacanya.


"Kalau kau sudah setuju, kau tinggal menandatangani nya dan setelah itu, biar Jenny antar kan kamu ke apartment mu dan ada beberapa pakaian yang sudah di siapkan sebagai bodyguard pribadi nona Lanaris " ucap Charlotte.


"Tentu saja Kai" tiba-tiba Lanaris menjawab nya.


"Tenang Kai..Nona Lanaris sendiri yang sudah approved " Charlotte meyakinkan.


"Baiklah, terimakasih " ucap Kai sambil tersenyum.


"Jenny, setelah ini antar kan Kai ke apartment yang kemarin aku suruh kamu carikan, dekat dengan rumah nona Lanaris " Charlotte menelepon pada Jenny.


"Bagaimana Kai?, semua persyaratan nya kamu setuju?" tanya Charlotte.


Kai pun mengangguk dan mengambil pulpen dan menandatangani berkas itu.


Terlihat Lanaris tersenyum lega.


"Nanti Jenny akan mengantarkan mu ke apartment para bodyguard lokasinya dekat dengan kediaman tuan Rowen, tapi sebelumnya aku ingin kamu ke tempat HRD membawa surat pernyataan ini, agar kamu tercatat sebagai salah satu pegawai di Rowen Netland Company, sekalian HRD memberikan schedule nona Lanaris dalam satu minggu " Charlotte memberi keterangan.


Lanaris menghampiri Kai.


"Kai mulai besok kamu adalah bodyguard ku" senyum Lanaris sembari pergi meninggalkan ruangan Charlotte.


Kai merasa senyuman Lanaris membuat nya semakin bersemangat.


Jenny pun datang.


"Jenny, antarkan Kai ke HRD terlebih dahulu lalu ke apartment nya ya" Charlotte berbicara pada Jenny.


"Kai, aku percaya kan tanggung jawab menjaga nona Lanaris padamu, ini akan ku laporkan ke tuan Rowen agar beliau tenang sudah dapat bodyguard untuk putrinya, Kai aku berharap kamu menjaganya dengan sepenuh jiwa ragamu" Charlotte menepuk pundak Kai.


"Baik, aku tidak akan mengecewakan mu ataupun tuan Rowen" jawab Kai mantap.


"Ayo tuan Kai, aku antarkan ke HRD" Jenny datang dan Kai pun mengikuti Jenny meninggalkan ruangan Charlotte.


Setelah selesai di bagian HRD.


"Tuan Kai, setelah ini kita ke apartment mu, apakah kau membawa kendaraan pribadi?" tanya Jenny.


"Hmmm..aku membawa motor, oh ya namamu Jenny ya, jangan panggil aku tuan, panggil Kai saja, kita sama-sama pegawai di sini " Kai ramah.


"Hmmm...baiklah" Jenny riang.


"Oh iya Jenny, Aku tak perlu di antar, aku minta alamatnya saja biar aku pergi sendiri, aku pakai motorku saja" jawab Kai.


"Baiklah, ini schedule nona Lanaris dan besok pagi-pagi sekali sudah siap di rumah nona Lanaris, rumahnya dekat sekali dengan apartment bodyguard, di sini ada jadwal mu, surat tugasmu dan alamatnya serta kunci apartment mu, dan terakhir...hmm...Kai ini nomor ponselku ada di kartu namaku, aku harap kamu bisa menghubungi aku, ehmmm..sebagai teman" rayu Jenny.


"Hmmm...ok" jawab Kai singkat.


Jenny pun memberikan semua keperluan Kai, dan Kai pun pergi meninggalkan Jenny.


Kai pergi menggunakan motornya mengikuti instruksi yang di berikan Jenny.


Sampailah Kai pada sebuah rumah yang besar seperti istana, di penuhi banyak penjaga.


Kai pun menghentikan motornya di depan rumah megah itu.


Kai pun turun dan melihat sekeliling.


"Hai...siapa kamu?!" Hardik seorang pria menghampiri Kai, dia membawa senjata di ikat pinggang nya.


"Aku Kai, aku adalah bodyguard pribadi nona Lanaris yang baru" jawab Kai tegas dan berani.


"Hmmm..benarkah?, boleh ku lihat surat tugasmu?" tanya pria itu.


Kai memberikan surat tugas yang sudah di berikan Jenny. Pria itu melihat dengan teliti.


"Ternyata kau benar, maaf aku mengagetkan mu, namaku Bobby, aku antarkan kamu ke apartment mu, letaknya di belakang rumah tuan Rowen, oh iya motormu biar nanti anak buahku yang membawakannya" Bobby mengajak Kai berjalan melewati rumah bak istana itu, Kai begitu terkagum melihat rumah itu, dalam perjalanan Bobby mengajak Kai berbincang.


"Penjagaan di sekitar rumah tuan Rowen di perketat banyak kejadian yang membahayakan nona Lanaris dan keluarganya akhir-akhir ini, dan baru kali ini ada bodyguard baru nona Lanaris, kabarnya banyak yang mencalonkan diri ingin menjadi bodyguard pribadi nona Lanaris tapi nona Lanaris menolak nya, dan aku terkejut kamu bisa mendapatkan pekerjaan itu, oh iya siapa namamu tadi?" tanya Bobby.


"Namaku Kai" jawab Kai.


"Kai?!, kabarnya yang menyelamatkan Nona Muda Lanaris dari penculikan waktu itu pun bernama Kai, apakah itu kamu?" Bobby berhenti berjalan dan melihat Kai dengan seksama dari atas sampai bawah.


Kai pun mengangguk mengiyakan.


"Hmmm...selain tampan, apakah kamu bisa beladiri?, aku ingin mengujimu" tantang Bobby.


"Sore ini aku ingin lihat kemampuan mu, aku tidak mungkin mempercayakan keselamatan nona Lanaris begitu mudah pada orang baru, aku sudah lama bekerja di keluarga Rowen, mereka mempercayakan pelatihan para bodyguard padaku, bodyguard terakhir mengecewakan dan berkhianat, sudah beberapa kali aku gagal, sampai-sampai aku merekrut banyak orang baru untuk memperketat penjagaan, aku ingin lihat apa kau lebih baik" lanjut Bobby.


"Ini apartment kecil milik para penjaga dan bodyguard pribadi keluarga Rowen, di sini tertulis nomor kamarmu, nanti penjaga akan mengantarmu, beristirahat dan ku tunggu sore ini pukul lima di lantai tujuh untuk pelatihan" ucap Bobby sambil menunjuk sebuah tempat dan pergi meninggalkan Kai.


Kai pun berjalan ke arah tempat itu dan bertemu penjaga di sana, Kai di antarkan ke kamarnya.


Kai pun sampai di kamarnya yang bernomor 139, Kai pun berterima kasih pada penjaga yang mengantarnya dan membuka kamar yang berukuran 3x5 m itu, di dalamnya terdapat kamar mandi, tempat tidur dan lemari pakaian yang sudah berisi beberapa jas yang bersih sudah di loundry dan beberapa pakaian biasa.


Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk melindungi nona Lanaris, batin Kai sembari merebahkan badannya.