I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 6 - Panas



"Di mana Mario, Big?, hari ini dia datang siang" tanya Kai pada Big yang sedang asik memperbaiki motor para pelanggan.


"Seingatku hari ini ada acara di sekolah Claire, Ka Mario dan Ka Rose datang ke sana, tapi biasanya Ka Mario memberitahu atau menelepon ku, tapi tidak hari ini mungkin dia lupa" jawab Big panjang.


"Hmmm..." gumam Kai yang masih penasaran.


"Kai, motormu sudah hampir selesai, kau tak mau mencoba nya?" tanya Big.


"Nanti sajalah, hari ini banyak pelanggan aku ingin membantumu dulu" jawab Kai tersenyum ke arah Big.


Siang menjelang pelanggan sudah mulai sepi, Kai dan Big bersiap untuk mencari makan siang, tiba-tiba Mario dan keluarga kecilnya datang.


"Kai, Big, maaf aku baru datang, tadi ada acara di sekolah Claire dan orangtua harus datang, kita makan siang bersama ini sudah aku belikan kalian makanan hangat berkuah, hari ini cuaca sangat berangin sepertinya sebentar lagi hujan, makanan ini cocok untuk mengahangatkan perut kalian" ucap Mario yang mengagetkan mereka berdua.


"Hallo...Om Kai, om Kai tadi aku jadi siswi berprestasi lho.." Claire menghampiri Kai dan duduk di pangkuannya.


"Wah kamu hebat Claire " puji Kai pada gadis kecil itu.


"Ayo kita makan dulu, Rose siapkan makanannya " ujar Mario kepada istrinya, Rose pun mempersiapkan makanan mereka.


"Eh Kai, kamu tahu tidak?!, wanita yang kemarin kita selamatkan dia anak orang terkaya di kota ini, beritanya dari pagi di televisi tentang penculikan itu, Big!, coba kau ambilkan televisi di kamarmu, siang ini pun pasti ada beritanya, biar Kai menontonnya" suruh Mario, dan Big bangkit mengambil televisi di kamar nya.


Big pun mulai menyalakan televisi nya itu, dan Mario mencari chanel tv yang sedang menayangkan berita tentang penculikan tempo hari.


"Putri tunggal dari Richard Rowen, Nona Lanaris Rowen selamat dari penculikan, penculikan yang terjadi belum di ketahui motifnya, tapi Tuan Rowen tidak akan tinggal diam dan akan menyelidikinya, di sinyalir penculikan ini sudah pernah terjadi dan selalu gagal, kabarnya ada pemuda yang menyelamatkan Nona muda ini, dan saat ini pengamanan Nona Lanaris di perketat, mari kita saksikan beritanya" ucap pembawa berita di televisi.


"Lihat Kai, gadis bernama Lanaris itu adalah anak tunggal keluarga Rowen, di lihat-lihat gadis itu cantik juga ya Kai, ibuku bilang kemarin, gadis itu tersipu tiap kali melihatmu, kaupun sama, hahaha jangan-jangan kalian berdua saling mengagumi" Mario menggoda Kai, dan membuat wajah Kai memerah.


Tiba-tiba Rose tanpa sengaja menumpahkan kuah panas ke arah Kai, membuat Kai kaget dan bangkit dari duduknya, dan semua orang melihat ke arah Rose.


"Maaf Kai, aku tidak sengaja, karena menonton berita di televisi itu, aku tidak melihat mu, apakah panas?" Rose berpura-pura panik.


"Sudah, apa lenganmu tidak apa-apa Kai?" sergah Mario langsung menghampiri temannya.


"Aku tidak apa-apa " senyum Kai.


Apa yang wanita ini lakukan?, apa dia cemburu dengan yang Mario katakan soal Lanaris?, dasar wanita penggoda, sungguh benci sekali aku melihat sikapnya, batin Kai melihat sinis ke arah Rose.


"Ayo kita makan!!!, sebelum makanan ini dingin" Mario pun mencairkan suasana dan mengajak mereka makan bersama.


"Lihat ada om Kai!! di televisi, tapi gambarnya tidak jelas" teriak Claire dan membuat semua orang menoleh melihat televisi.


Saat mereka makan, televisi menyiarkan wawancara pada Lana tempo hari saat berterima kasih kepada Kai dan memegang tangan Kai, rekamannya sedang di tayangkan, membuat Kai menunduk dan tersipu.


"Kai..Lana memegang tanganmu, hahaha kalian imut sekali" Mario meledek temannya membuat Kai tersedak karena malu.


"Sepertinya kalian saling menyukai" Big pun ikut meledeknya dan semua orang tersenyum ke arah Kai kecuali istri Rose tatapannya tajam seperti binatang buas yang ingin menerkam mangsanya.


"Aku pulang dulu, perutku tidak enak sedari tadi, ayo Claire kita pulang" tiba-tiba Rose berkata sinis dan bersiap meninggalkan mereka.


"Kalian tidak makan bersama kami?, mau aku antarkan?" Mario bangkit dari duduknya.


"Tidak usah kami makan di rumah saja, kami jalan kaki saja, tidak usah di antarkan, ayo Claire cepat!" teriak Rose kesal.


"Hmmm...baiklah, dasar wanita aneh" gumam Mario.


Syukurlah dia pergi, batin Kai.


Setelah makan siang mereka pun mulai bekerja kembali, dan saat sore hari Kai mencoba motor rongsoknya yang sudah selesai di perbaiki.


Kai berkeliling menggunakan motornya.


"Wah, motor nya jadi keren" puji Big pada Kai.


"Kai, ini aku berikan jaket kulit milikku, biar kamu semakin keren" sanjung sahabatnya.


"Wah terimakasih " Kai memeluk Mario yang sudah sangat baik terhadap nya.


Aku akan membalas semua kebaikan mu Mario, pikir Kai sembari memeluk erat temannya itu.