I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 14 - Malam Indah



"Hmmm...akhirnya bisa beristirahat, sudah mandi dan makan malam tadi dari penjaga, sekarang tinggal merebahkan badan, lelah sekali sehabis berlatih, pukulan tuan Ken lumayan sakit di tulang pipiku, ahhh...besok pagi bersiap mengantarkan nona Lanaris ke kampus nya, bertemu dengan nona Lanaris, memikirkannya saja aku bahagia, aku tidak boleh gugup bertemu dengannya, apalagi pengalaman pertama bertemu wanita yang aku cintai, tapi Kai kau harus ingat jaga jarak, kau hanya bisa menjaganya bukan mencintainya, Kenapa aku begitu bodoh menerima pekerjaan ini menjadi bodyguard Nona Lanaris, sudah jelas cari mati, hatiku bersabarlah, demi operasi tante Lidya dan aku tak mau menyusahkan Mario dan bibi terus, cinta pertama ku harus ku korbankan, sudah berumur 33 tahun aku baru mencintai seorang wanita tapi tak bisa memiliki nya, malang sekali nasibku, Kai mungkin ini takdirmu" Kai bergumam sendiri sambil memikirkan Lanaris di tempat tidurnya.


Kai melihat jam dinding yang sudah pukul 9 malam, diapun mulai memejamkan matanya.


Knok!Knok!Knok!


Pintu kamar Kai ada yang mengetuk berkali-kali seperti tidak sabar ingin di bukakan.


"Iya tunggu" Kai begitu malas membuka pintu kamarnya, karena dia sudah mulai terlelap.


Kai pun membuka pintu kamarnya dan melihat seorang wanita menggunakan baju hoodie dan celana Serba hitam, memakai masker menutupi sebagian mukanya.


"Kai...ini aku Lana, boleh aku masuk?" ternyata wanita itu Lanaris. Lanaris berbisik pelan.


"Nona Lanaris! " Kai bergegas membuka pintunya dan menarik Lanaris masuk agar tidak terlihat penjaga atau penghuni bodyguard yang lain dan menutup pintu kamarnya segera.


Lanaris melepaskan masker dan membuka hoodie yang menutupi rambutnya.


"Kai, kau tidak apa-apa?, apa kau terluka saat bertarung dengan Ken?, coba kulihat" Lanaris yang tidak sabar langsung memberikan pertanyaan beruntun.


"Nona, kenapa kau datang ke sini?, bagaimana kalau penjaga tahu?" Kai malah bertanya balik.


"Aku hanya mengkhawatirkan mu Kai, kalau kau tidak mau aku datang, aku sebaiknya kembali pulang" Lana tertunduk kecewa dan memalingkan badannya akan beranjak meninggalkan Kai.


Kai menarik tangan Lana dan mereka berhadapan sangat dekat, Lana masuk dalam pelukan Kai.


Nona Lanaris mengkhawatirkan ku, aku malah membuat nya kecewa, ini membuatku bahagia, apakah aku akan tamat di hari pertama ku bekerja?, kenapa tangan ini begitu cepat menarik nya, batin Kai.


"Kai..apa kau terluka?" Lana membuyarkan lamunan Kai yang menatap dalam dirinya.


"Hmm...aku tidak apa-apa, hanya satu pukulan di pipi, hanya tergores sedikit oleh kuku tuan Ken " Kai gugup menjelaskan.


"Boleh ku lihat?" Lana mendongak ke arah wajah Kai, Kai yang tinggi badannya 186 cm sedangkan Lanaris tinggi badannya hanya 158 cm merasa kesulitan melihat luka Kai.


"Aku akan mengobatinya, bisakah kau duduk?" lanjut Lana dan Kai pun duduk di bibir tempat tidurnya.


Lana mengambil sesuatu dari kantong hoodie nya, sebuah plester. Kai tetiba menarik badan Lana untuk duduk di pangkuannya agar mudah menempelkan plester itu di pipinya.


Mereka pun bertatapan, tanpa di sadari Lana mendekatkan bibirnya ke arah bibir Kai dan mencoba mencium Kai, lalu dia tersadar dan mengurungkan niatnya.


Lana...apa yang kau pikirkan, otak mesummu, kenapa aku ingin mencium Kai duluan, sedangkan dia mematung terdiam, melihat badan Kai di balut kaos tipis transparan, terlihat ototnya, membuatku kehilangan fokus, batin Lana menggerutu.


Mereka pun berciuman dengan mesra, Lalu Kai teringat kata-kata Ken dan Bobby, bahwa dia hanya boleh menjaganya bukan mencintainya, akhirnya Kai melepaskan ciumannya.


"Nona, aku minta maaf" Kai bergeser mendorong pelan Lana.


"Nona, maafkan aku lancang, itu takkan terulang lagi" lanjut Kai.


"Kai...hmmmm...apa Kai menyukai Lana?" tanya Lana pada Kai.


"Saya tak berhak menyukai Nona, apalagi nona sebentar lagi akan bertunangan dengan tuan Ken" jawab Kai.


"Ken dan aku bersahabat dari kecil, aku merasa bahwa pertunangan ini adalah rencana kedua orangtua kami untuk mengembangkan bisnis, aku belum menjawabnya, tapi berita nya sudah tersebar ke mana-mana setelah dia pulang dari luar negeri selama 2 tahun di sana, tapi Lana hanya menganggap Ken sahabat, Lana..mmm..menyukai Kai saat pertama kali bertemu" Lana membeberkan perasaan nya.


"Tapi nona Lanaris tidak tahu tentang saya, mungkin setelah tahu nona Lana akan kecewa"


"Aku tahu semua tentangmu, Bobby bercerita kepada Charlotte dan Charlotte menceritakan semuanya padaku, soal kau pernah di penjara karena membunuh pria yang sudah memperkosa dan membunuh ibumu, bagi Lana, itu perbuatan seorang pahlawan...oh iya soal Bobby aku ingin kau berhati-hati padanya dia adalah tangan kanan ayahku, kurasa soal kau pernah di penjara Bobby masih bisa menjaga rahasianya, karena dia memikirkan keselamatan ku, tapi selanjutnya kau harus hati-hati dengannya Kai" Lana memperingatkan.


"Hmmm...baiklah " jawab Kai singkat.


"Untuk Charlotte, kau bisa mempercayai nya, dia sahabat dekatku dari kecil bahkan sebelum aku mengenal Ken, dia sahabat terbaikku, oh iya aku ingat Charlotte sedang menggantikanku di rumah, dia menggantikan ku untuk tidur di kamarku, karena ibuku selalu memeriksa kamar, aku harus cepat kembali" Lana tergesa-gesa dan mulai memakai hoodie dan maskernya.


"Tunggu jadi nona ke sini, tidak ada yang tahu?, hanya Charlotte " tanya Kai.


"Iya Charlotte menelepon ku, menceritakan soal kisahmu, terus Lana ingin bertemu Kai, jadi Charlotte aku suruh datang memakai hoodie ini dan kita bertukar pakaian di kamarku, agar orang lain berpikir akulah Charlotte " Lana menjelaskan.


"Nona berbuat seperti ini hanya karena ingin mengobati lukaku?"


"Itu sepadan Kai, aku bisa bertemu denganmu, tapi aku ingin ini jadi rahasia kita, aku takut ayahku akan murka dan membunuhmu, aku ingin Kai selalu ada di samping Lana" Lana berharap.


"Saya mengerti " tegas Kai.


Nona Lana benar, kejadian malam ini adalah rahasia kami, selain itu, aku sudah berjanji pada Bobby dan aku membutuhkan biaya untuk pengobatan tante Lidya, pikir Kai.


"Aku harus kembali, sampai bertemu besok pagi Kai" Lana pun berpamitan pada Kai dan mencium lembut pipi Kai yang terluka.


Lana pun bergegas pulang.


Kai pun naik ke tempat tidur dan mulai merebahkan badannya.


Malam ini sungguh indah, batin Kai.