I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 22 - The executor



"Akulah The executor!!!" Teriak Kai memecah keheningan gedung tua itu dan semua orang melihat ke arahnya, termasuk Bobby yang mendekati nya untuk menghentikan amarahnya.


"Bagaimana kau tahu tentangku?!!, Siapa Baron?, untuk apa dia ingin menculik putri Rowen???!!" lanjut Kai.


"Leo yang menceritakan semua tentang mu, Leo pernah di penjara bersama denganmu, untuk tuan Baron, kami tidak tahu...kami belum pernah bertemu dengannya, hanya beberapa orang yang pernah bertemu dengannya, Leo salah satu tangan kanannya" pria itu menjelaskan dengan detail sembari gemetar dan mengeluarkan air kencing di celananya.


Bobby ikut mendengarkan percakapan mereka.


"Kai...cukup sampai di sini, anak buahku sudah memukulinya tadi, saat ini kita hanya tahu 1 nama yaitu Leo yang pernah satu penjara denganmu, untuk informasi tuan Baron yang mereka bilang, kami sudah melacak nya tapi sulit di temukan, aku yakin Baron adalah nama samaran untuk nama aslinya kami tidak tahu pasti, sekarang kita mendapatkan kemajuan, kita mendapatkan satu nama yaitu Leo dan satu lagi...bagaimana mereka tahu bahwa kau tidak ada untuk menjaga nona Lanaris hari ini? pasti ada pengkhianat di sekitar kita" terang Bobby.


Kai pun menghela napas dan menghentikan interogasinya.


"Baron....nona Lanaris menjadi incarannya, aku tidak akan tinggal diam, nona Lanaris harus ku lindungi dengan nyawaku" ucap Kai.


"Kami pasti berusaha mencari nama itu, siapa Baron itu...kamu tidak perlu khawatir, tugasmu adalah menjaga nona Lanaris dengan nyawamu, urusan selanjutnya adalah urusanku, tapi ada beberapa yang ingin ku tanyakan padamu Kai....bolehkah ku antarkan kau ke apartment mu? sambil kita bicara di mobil?" ajak Bobby kepada Kai untuk keluar dari tempat itu, dan Kai menyetujui nya.


Dalam perjalanan.


"Kai...aku ingin bertanya padamu, kenapa kau di juluki the executor?"


"Saat di penjara, saat umurku masih 13 tahun, aku sangat ketakutan pertama kali masuk penjara, aku selalu berpikir bahwa mereka semua yang ada di dalam penjara adalah orang-orang jahat, tapi ternyata tidak semuanya...aku bertemu dengan seseorang, bernama Steven usianya saat itu 50 tahunan, dia di penjara karena membunuh 13 orang yang memperkosa putrinya yang berusia 19 tahun saat pulang sekolah dengan sadis....di dalam penjara setiap minggu ada pertunjukan gladiator pertandingan para tahanan, yang menyelenggarakan pertunjukan itu adalah para penjaga penjara dan ada pemimpin penjara bernama Tuan Thorn, tujuan pertunjukan gladiator adalah untuk taruhan, bersenang-senang dan yang menjadi juara akan mendapatkan beberapa uang, tuan Thorn adalah seorang tahanan juga tapi tidak ada yang berani melawan nya karena dia selalu menang dalam pertandingan gladiator, tuan Thorn selalu bersikap buruk padaku menjadikan ku pesuruhnya, tapi banyak juga yang baik padaku karena mereka menganggap ku pahlawan menyelamatkan ibuku, tuan Thorn selalu merasa paling hebat tidak ada yang dapat mengalahkan nya dalam gladiator, tuan Thorn suka menyuap banyak penjaga karena dia mendapatkan uang dari hasil gladiator...hingga suatu hari tuan Thorn memukulku karena aku tidak sengaja menjatuhkan minuman nya, dia memukulku dengan brutal, lalu Steven menolongku...tuan Thorn tidak terima dan menantang Steven, Tuan Thorn kalah telak dan di larikan ke Rumah Sakit hingga tewas, Kepemimpinan tuan Thorn beralih ke pada Steven, Steven mengajariku Martial Arts, ternyata Steven adalah atlet Martial Arts, Steven selalu bilang dia bangga padaku, kami pun dekat sekali, dia seperti ayah bagiku, dengan kepemimpinan Steven, gladiator di tiadakan....saat usiaku 25 tahun aku sudah mahir beladiri yang di ajarkan Steven, temanku semakin banyak, setiap tatto yang ada di tubuhku adalah tanda mata dari mereka teman-teman ku di penjara, tapi ada hal sedih yang harus ku hadapi Steven di hukum mati saat itu, aku merasa kehilangan, hatiku sedih saat itu...dengan tidak adanya Steven mulai banyak yang menantang ku, akhirnya pertunjukan gladiator di buka oleh orang-orang yang membenci Steven saat itu...mereka menantang ku, tapi tidak ada yang berhasil mengalahkan ku hingga aku di juluki the executor...5 tahun hingga usiaku 30 tahun...mereka semua menganggap ku pemimpin mereka...tapi aku belajar dari Steven bahwa suatu kemampuan memiliki tanggung jawab yang besar, dia berpesan jadilah orang yang baik dan lindungi orang-orang yang kita sayangi dengan nyawamu, pesan terakhir nya padaku" Kai menceritakan kisahnya di penjara.


"Wow...kau beruntung sekali bertemu dengan Steven, jadi apakah kau mengenal orang yang bernama Leo?, sepertinya dia mengenal mu" tanya Bobby.


"Saat di penjara semua orang menggunakan julukan atas kebiasaan nya masing-masing, aku tidak tahu beberapa orang di sana, tapi aku tahu sebagian besar, Bobby....bolehkah aku ikut penyelidikan untuk mencari orang yang bernama Leo ini?, sebelum dia membahayakan nona Lanaris"


"Kai...mungkin aku bisa mengajak mu, tapi Nona Lanaris harus kau awasi, dengan kejadian Marlin, berarti kelompok itu sudah mulai bergerak, kelompok pirate Baron" ucap Bobby.


"Kenapa kelompok itu bernama pirate Baron?" tanya Kai penasaran.


"Baron kan pemimpin mereka yang misterius, mereka melakukan penculikan dan perampokan, kabarnya ada beberapa saham Leon company beralih menjadi Baron, mereka merampas, dan saat ini mereka mengincar saham Rowen Company"


"Hmmm...apa tujuan mereka?, apakah perusahaan lain juga mereka incar?" Kai semakin ingin tahu.


"Itulah yang menjadi tanda tanya, mereka hanya mengincar Leon dan Rowen Company, sangat aneh, bahkan pernah nyonya Rowen ibunya nona Lanaris pernah di culik 2 hari tapi kembali dengan aman dan sehat, beliau bilang hanya d kurung di suatu tempat yang nyaman, Baron hanya meminta pembayaran dengan saham, awalnya mereka menggunakan senjata untuk menggertak tapi beberapa bulan ini mereka sudah mulai berani menembak seseorang....harus waspada...tapi di lihat track record pirate Baron ini, banyak yang berpendapat mereka adalah kumpulan korban kekejaman Leon dan Rowen Company jaman dulu, ah sudahlah...yang penting tugas kita saat ini menjaga keluarga Rowen" tegas Bobby.


Khususnya Lana, batin Kai.


Sampailah Kai di apartment nya, Bobby menurunkan nya.


Kai masuk ke dalam kamarnya dan mengganti pakaian nya, tiba-tiba kamarnya di ketuk seseorang.


Kai membuka pintunya dan ternyata itu adalah Lana menggunakan pakaian Charlotte seperti biasanya.


Kai pun memeluk Lana dengan erat dan menciuminya, tanpa bicara sepatah katapun lalu ia menanggalkan pakaian yang di kenakan Lana satu persatu hingga tak tersisa sehelai pakaian pun pada tubuh Lana.


Kai begitu agresif, dia mengangkat tubuh mungil Lana dan menjatuhkan nya di tempat tidur, Kai pun melepaskan pakaian yang ia kenakan.


Lana dan Kai hanyut dalam kemesraan mereka, Kai seperti melepaskan semua hasrat nya kepada Lana, Lana pun ikut menikmati nya.


Waktu yang mereka lewati pun tak terasa, setelah selesai mereka berdua kelelahan dan merebahkan badan mereka, Kai sembari memeluk kekasihnya.


"Maafkan aku...apakah kau kesakitan Lana?" tanya Kai dan Lana pun menggeleng.


"Kai...aku mencintaimu" bisik Lana di telinga Kai.


Kai pun tersenyum memeluk erat Lana.


"Saat bertemu penjahat dan aku mengintrogasi nya, saat ini perkumpulan pirate Baron semakin berani menggunakan senjata, aku khawatir padamu Lana...aku akan di sampingmu, selalu" Kai mengusap rambut wanita mungil itu.


"Aku percaya padamu Kai....kau bisa menjagaku, yang lebih aku khawatir kan papa, pasti ia akan lebih ketat mengawasi ku" ucap Lana.


"Tuan Rowen, tidak perlu khawatir ada aku menjagamu"


"Oh iya Kai...aku tidak bisa berlama-lama di sini...Ken akan datang malam ini menemui papa" ucap Lana yang melihat kekasihnya terlelap.


"Hmmmm..aku masih merindukanmu Lana, bagaimana kalau kita pergi dari sini?" Kai malas.


"Bobby dan semua bodyguard papa dan bawahan Ken akan mengejar kita" jawab Lana.


Kai langsung membuka matanya.


"Aku tidak takut, aku ingin bersama denganmu, setiap Ken datang menemui mu, aku sangat cemburu, aku ingin kau hanya menjadi milikku Lana" ucap Kai serius.


"Kai...aku pun takut kehilangan mu...bagaimana dengan keluarga mu?, tante Lidya? dan yang lainnya, mereka pun dalam bahaya...kita tidak bisa gegabah..saat ini belum saatnya kita mengungkapkan hubungan kita, papa sedang stress soal saham yang hilang dan masalah penculikan oleh Baron..apabila papa sudah mengurus masalah dengan Baron dan papa tidak di penuhi emosi, aku akan berbicara dengannya soal pertunangan ku dengan Ken, aku ingin membatalkan nya, dan aku akan bicara baik-baik pada Ken, beri aku waktu, aku tidak mau kau dalam bahaya...mengerti!!!" jelas Lana.


"Hmmm...baiklah" Kai Lesu.


"Aku harus segera kembali...ingat, kau masih bodyguard ku, kita masih bisa bertemu setiap hari, dan aku pasti selalu mencintaimu Kai" Lana bangkit dari tempat tidur Kai dan mengecup kening kekasihnya.


Lana bersiap, memakai pakaiannya dan tersenyum ke arah kekasihnya sembari pergi meninggalkannya, menutup pintu kamar Kai.


Sampai kapan kami harus sembunyi?, tunggu...Lana bilang, apabila urusan tuan Rowen dengan Baron selesai, aku mungkin bisa mengungkapkan hubungan kami, bagaimana kalau aku membuat kesepakatan dengan tuan Rowen untuk menyelesaikan masalahnya dengan Baron, aku akan menangani masalahnya dengan Baron dan sebagai imbalan nya, aku dan Lana bisa bersama. Apakah tuan Rowen akan setuju?, tapi tidak ada salahnya aku mencobanya, batin Kai.