I Love You No Matter What

I Love You No Matter What
Chapter 38 - Lana Menghilang



Charlotte dan Ezra datang ke kediaman Richard Rowen yang di penuhi banyak polisi dan patroli.


Banyak mayat yang di bawa polisi keluar dari kediaman Rowen.


Mereka sangat keheranan apa yang terjadi.


"Permisi nona...anda tidak boleh masuk" ucap petugas polisi yang sedang mengamankan wilayah itu, seperti terjadi perang banyak mayat anak buah Richard Rowen yang di bawa tandu jenazah.


"Apakah ada nona Lanaris Rowen?, apa yang terjadi?!" ucap Charlotte yang penasaran.


"Kami sedang mengidentifikasi mayat, tolong jangan mengganggu" jawab petugas.


"Tapi...saya kerabat mereka" ucap Charlotte.


"Benarkah?!"


"Biarkan dia masuk" ucap salah satu petugas yang jabatannya lebih tinggi.


"Nona...benarkah anda kerabat tuan Rowen?" tanya petugas itu.


"Saya sahabat nona Lanaris" ucap Charlotte.


"Nona...tadi malam tuan Richard Rowen tertangkap, dan rumahnya sepertinya di datangi perampok, dan kamar nona Lanaris berantakan sudah tidak ada lagi orang" ucap petugas itu.


"Boleh kami masuk memeriksa nya?" ucap Ezra.


"Silahkan.."


"Kami datang, semuanya sudah dalam kondisi seperti ini, dan beberapa pembantu yang selamat seperti ketakutan dan trauma" ucap petugas polisi.


"Terimakasih atas informasinya, apakah tidak ada kabar tentang siapa yang melakukan ini?" tanya Ezra.


"Para detective kami, memeriksa jika Rowen bermusuhan dengan kelompok Baron, tapi kabar dari kepolisian tadi malam Richard Rowen tertangkap oleh kelompok Baron dan di serahkan ke polisi, tidak mungkin mereka main hakim sendiri datang ke kediaman Richard dengan kasar, menggunakan senjata" jelas petugas polisi itu.


"Benar..." Ezra mengiyakan karena sebetulnya dialah yang mengawasi anak buahnya yaitu kelompok Baron.


"Lebih baik kita cari lebih detail" bisik Ezra kepada Charlotte.


Charlotte mengangguk.


"Terimakasih, kami permisi" ucap Ezra dan Charlotte pergi dari kediaman Rowen.


Di dalam Mobil.


"Bagaimana ini nona Lanaris menghilang?" tanya Charlotte.


Tiba-tiba ponsel Charlotte berbunyi.


"Hallo.." jawab Charlotte.


"Nona Charlotte, saya Jenny, sekretaris nona di Rowen Netland Company dulu, kami bingung, saat ini perusahaan sedang kacau" ucap Jenny di dalam telepon.


"Kenapa kau menelepon ku?" tanya Charlotte.


"Aku tidak tahu menelepon siapa lagi...rumors bahwa tuan Richard sudah tertangkap polisi sudah menyebar di kantor, dan pagi ini tuan Ken Leon mengambil alih Rowen dengan paksa, mengusir kami, dan hanya beberapa orang yang tinggal" ucap Jenny panik.


"Aku akan ke sana menjemput mu" Charlotte pun menutup teleponnya.


"Ini ada hubungannya dengan Leon, Leon mengambil alih semua milik Rowen" ucap Charlotte.


"Berarti...saat ini Rowen menjadi Leon?" tanya Ezra.


"Benar, aku ingin menjemput mantan sekretaris ku Jenny agar dia menceritakan semuanya" ucap Charlotte.


"Ok baby" Ezra menuruti perintah kekasihnya.


Sampailah mereka di perusahaan Rowen Netland Company.


"Jenny, Aku sudah sampai" Charlotte menelepon Jenny.


Jenny berlari menghampiri mobil Charlotte dan Ezra.


"Masuklah Jenny " ajak Charlotte.


Jenny pun masuk ke dalam mobil mereka.


"Nona...Tuan Ken mengambil alih semua Kepemilikan Rowen Company, semuanya..." ucap Jenny terbata-bata.


"Bagaimana keadaan yang lain?" tanya Charlotte.


"Beberapa dari kami di keluar kan dari Rowen Company, termasuk saya sendiri" ucap Jenny.


"Kau bisa bekerja denganku lagi" ucap Charlotte.


"Benarkah?!, terimakasih nona Charlotte"


"Akan ku ajak kau ke perusahaan Baron di sana ada tuan Daryl yang akan membantumu" Charlotte membawa Jenny ke perusahaan Baron Company.


Sampailah mereka di perusahaan Baron Company.


Mereka pun langsung menuju ke ruangan Daryl.


"Hai Mario" Charlotte menyapa Mario yang baru keluar dari ruangan Daryl, Mario memang sudah bekerja di perusahaan Baron, dia di percaya menjadi seorang technicians.


Mario melihat ke arah mereka.


"Hai...kalian sudah mendapatkan kabar tentang nona Lanaris?" tanya Mario kepada mereka.


"Nona Lanaris hilang" jawab Ezra.


"Jenny...mantan sekretaris ku, sini aku perkenalkan denganmu" ajak Charlotte pada Mario.


Mario pun mengikuti Charlotte.


"Jenny...perkenalkan ini Mario...Mario ini Jenny" ucap Charlotte dan mereka saling bersalaman.


"Charlotte ayo" ajak Ezra untuk melapor kepada Daryl soal hilangnya Lana.


"Mario...bisa titip Jenny, ajak berkeliling, dia calon sekretaris tuan Daryl" ucap Charlotte.


"Ok siap, ayo saya ajak berkeliling agar tahu soal Baron Company" Mario mengajak Jenny dan Jenny pun senang dengan ajakannya.


Charlotte dan Ezra memasuki ruangan Daryl.


"Tuan...kami ingin melaporkan" ucap Ezra.


"Ada apa Ezra?" tanya Daryl.


"Tuan...nona Lanaris menghilang, kami menduga ada hubungannya dengan tuan Ken" ucap Ezra kembali.


"Maksudmu?" tanya Daryl lagi.


"Saat kami datang ke kediaman tuan Rowen, banyak mayat dan keberadaan nona Lanaris dan Nyonya Rowen tidak ada sama sekali, saat Charlotte mendapatkan telepon dari sekretaris nya, semua aset milik Rowen sudah atas nama tuan Ken Leon, saya curiga nona Lanaris ada bersama dengannya" jelas Ezra.


"Betul tuan..." Charlotte setuju dengan pernyataan Ezra.


"Ken...saat itu memberitahukan soal penyerbuan Richard Rowen ke tempatku, lalu saat ini dia mengambil alih aset Rowen semuanya, sangat mencurigakan...aku bisa menelepon Ken untuk mencari tahu, atau aku bisa mendatangi Richard di penjara" ucap Daryl.


"Benar tuan" Ezra dan Charlotte setuju.


"Hm...tuan satu lagi...saat itu tuan mencari seorang sekretaris dan tuan meminta saya menjadi sekretaris tuan Daryl, maaf saya ingin bekerja dengan Ezra menjadi mata dan telinga tuan Daryl, tapi ada mantan sekretaris saya dari Rowen Company bernama Jenny...mungkin bisa membantu tuan Daryl" ucap Charlotte.


"Good idea...boleh saja...oh iya kalian berdua sudah tinggal bersama, aku rasa juga kalian sudah menjalin kasih..kenapa kalian tidak menikah?...kalian seperti anak-anak ku...akan ku biayai untuk pernikahan kalian" ucap Daryl.


Ezra dan Charlotte saling menatap dan tersenyum.


"Tuan Daryl terlalu baik kepada kami, tapi kami sudah berdiskusi bahwa, kami ingin menikah saat Kai sudah bangun" ucap Charlotte.


"Baiklah...jika itu mau kalian...terimakasih sudah banyak membantuku" ucap Daryl.




Mario dan Jenny berjalan mengenal kan beberapa teman kantor mereka.



Tiba-tiba telepon Mario berdering dari ibunya mengabarkan bahwa Kai sudah terbangun.



"Jenny...aku harus memberitahukan tuan Daryl bahwa Kai sudah bangun, kau mau ikut denganku" Ajak Mario.



"Kai...mantan bodyguard nona Lanaris?" tanya Jenny.



"Benar...Kai adalah putra tuan Daryl Silas" terang Mario dan Jenny pun kaget.



Mereka pun bergegas ke ruangan Daryl.



Tok!Tok!



"Maaf mengganggu..tuan Daryl...ibuku menelepon Kai sudah terbangun" ucap Mario bersemangat.



Daryl yang sedang berbincang dengan Ezra dan Charlotte pun menjadi sangat senang mendengar kabar itu.



"Benarkah?!...putraku sudah bangun, panggil Marlin" Daryl pun senang, Dia bergegas ingin keluar ruangan nya dan memanggil Marlin yang sudah menjadi supir pribadi nya.



"Tuan...tunggu...ini calon sekretaris tuan, dia bernama Jenny" Charlotte mengenal kan Jenny pada Daryl.



"Kebetulan, kau sekarang sekretaris ku...tunggulah di sini, kerjakan yang kau bisa, aku ingin pulang melihat putraku" Daryl pun meninggalkan mereka semua.



Mereka semua pun ikut senang melihat Daryl.



"Ezra, Mario...ayo kita sapa Kai" ajak Charlotte.